"Terimakasih sayang." Vano mencium singkat bibir Ella dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
"Kapan kau akan menikahiku?" Ella masih berada di bawah selimut tanpa memakai pakaian.
ELLA, seorang model cantik dan seksi. Putri tunggal seorang pengusaha terkenal di kota tempat tinggalnya. Yang membuat kaum adam rela melakukan apa saja asal bisa bersama dirinya.
Menjalin hubungan dengan pengusaha tampan dan sukses. Yang di gilai oleh kaum hawa. VANO. Yang juga merupakan putra tunggal pengusaha sukses di kota tersebut
Meski mereka masih berpacaran, hubungan mereka layaknya pasangan suami istri. Seluruh orangpun tahu jika mereka memiliki hubungan spesial.
Jangan lupa meninggalkan jejak setiap membaca. Terimakasih atas waktu dan dukungan untuk author.
Akan ada 226 eps untuk DUNIA MELLANIE.
Dan,,,, akan dilanjutkan kisah cinta antara HANA & DENIS untuk bab selanjutnya.
Terimakasih, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DM eps 28
Anak-anak Paman Haki semua berada di luar kota. Mereka sudah menikah dan memiliki keluarga. Sementara istri Paman Huki sudah lama meninggal.
"Kenapa paman tidak tinggal saja di rumah Ella." Ella mengatur nafasnya dan beristirahat setelah melakukan latihan bersama Paman Haki.
"Mana bisa Non. Nanti jika cucu paman ke sini bagaimana?" Meski tinggal di luar kota, tetapi anak dan cucunya sering datang untuk menemui paman Haki. Bahkan mereka juga sering menginap di rumah ini.
"Paman pulang ke sini lagi. Beres." ucap Ella.
"Ada-ada saja Non Ella ini." Paman Haki menyerahkan botol berisi minuman pada Ella.
Ella mengambil dan meminumnya. "Segarnya."
"Tidak di habiskan Non." canda paman Haki.
"Paman..." Ella memperlihatkan air minum di dalam botol yang masih tersisa setengah.
"Paman, besok Ella tidak ke sini. Kita libur."
"Ya elaaa,,, latihan baru sekali sudah minta libur saja."
"Hello. Paman lupa, siapa murid paman ini. Model terkenal paman. Dan besok malam ada jadwal Ella berlenggok ria di atas karpet hijau."
"Karpet merah Non." Paman Haki membenarkan perkataan dari Ella.
"Karpet merah sudah biasa paman. Karpet hijau dong. Biar lebih seger."
"Terserah Non saja deh."
Matahari mulai menyembunyikan diri. Ella pamit pada Paman Haki untuk pulang.
"Biar paman antar Non." tawar paman Haki.
"Nggak usah paman. Ella sudah memesan taksi online." Ella yang sudah berganti pakaian meninggalkan kediaman dari paman Huki.
"Hati-hati Non." Ella hanya melambaikan tangannya dan masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di depan rumah paman Haki.
Di balik kemudinya, sopir taksi beberapa kali melihat ke arah belakang.
"Ada apa pak?" Ella menyadari jika sopir tersebut tampak cemas dan secara intens menatap ke arah spion.
"Dari tadi mobil itu berada di belakang kita Non." Ella membalikkan badannya dan melihat ke belakang taksi.
Tanpa di duga, taksi tiba-tiba berhenti mendadak. Sebuah mobil memotong dari depan dan berhenti tepat di depan taksi tersebut. Dengan sigap Ella berpegangan pada kursi di depannya sebelum badannya terbentur.
"Bapak tenang." Ella mencoba menenangkan sopir yang panik dan takut karena taksi miliknya di apit oleh dua buah mobil dari belakang dan depan.
Ella segera menghubungi paman Haki dan meminta bantuan padanya. Ella juga berpesan supaya tidak memberitahu papanya.
"Keluar." seorang lelaki memakai tutup kepala menggedor kaca taksi sambil berteriak.
Di susul beberapa lelaki keluar dari dalam mobil dengan memakai tutup kepala juga. Mereka mencoba untuk memecahkan kaca taksi tersebut.
Ella mengambil pistol dan menyelipkannya di pinggang. Tidak lupa Ella mengambil pisau lipat dan memegangnya.
"Bapak di dalam saja. Jangan telepon polisi. Biar ini menjadi urusan saya."
"Tapi Non."
"Bapak percaya saja sama saya."
Ella tidak ingin melibatkan polisi. Karena Ella mengira, pasti mereka adalah musuh dari papanya.
"Kenapa harus ada polisi, dipenjara. Pasti mereka akan keluar dengan mudah. Hanya satu pilihan kalian." Ella membuka pintu dan menghadapi mereka sambil menunggu bala bantuan datang.
Mendapat telepon dari Ella, membuat paman Haki panik dan segera bergerak. Tidak lupa paman Haki menghubungi bawahannya terlebih dahulu. Dia ingin memberitahu Tuan Haris, tapi karena Ella melarangnya. Dia tidak memberitahu majikannya tersebut.
Paman Haki juga bingung, kenapa Ella tidak mengizinkannya untuk memberitahu Tuan Haris.
"Apa yang sedang Non Ella rencanakan."
Dengan kecepatan tinggi, paman Haki mengendarai motor sport kesayangannya. Dia tidak ingin anak dari majikannya terluka sedikitpun.
Di tempat lain, beberapa lelaki memandang Ella yang berani keluar sendirian dari dalam taksi dengan tatapan berbeda-beda.
"Berani sekali dia."
"Cantik dan seksi."
"Apa benar, dia kekasih Vano Reyandli."
Ella memandang ke arah mereka dengan senyum dan tatapan tajam. "Minggirkan mobil kalian. Biarkan taksinya pergi."
Seorang lelaki masuk ke dalam mobil di depan taksi dan membawa mobilnya sedikit menjauh dari taksi. Dan seorang lagu berdiri tepat di depan taksi.
Doorr.....
Seketika timah besi menembus kaca taksi bagian depan dan mengenai tepat di dahi sopir taksi tersebut.
"Selesai." dia memasukkan kembali pistolnya dan mendekat ke arah Ella.
Rahang Ella mengeras dengan kedua tangan menggenggam erat melihat apa yang di lakukan lelaki tadi.
"Tangkap, jangan sampai terluka." perintahnya.
Seorang lelaki mendekati Ella dan mencoba meraih tangan Ella. Dengan cepat, Ella malah menarik dan mencekiknya dengan menjepit di sikunya. Dikeluarkan pisau lipat dan di arahkan ke leher lelaki tersebut.
Lelaki tersebut berontak, tapi tidak mudah bagi dia untuk lepas dari tangan Ella. Tindakan Ella membuat semuanya merasa waspada dan terkejut.
Ella memandang ke arah lelaki yang sudah menghabisi sopir taksi tersebut dan tersenyum menakutkan. "Seperti ini bukan."
Ela menancapkan pisau lipatnya tepat di leher lelaki yang di jepit dengan sikunya. Dan sedikit mengoyaknya. Sura jeritannya sama sekali tidak mempengaruhi Ella.
Di lapnya darah yang ada di pisaunya dengan jaket yang melekat pada lelaki tersebut. Dilemparkan ke depan tubuh lelaki tersebut yang sudah sekarat.
Beberapa temannya mendekat dan menyeretnya menjauh dari posisi Ella. Mereka mencoba melihat kondisi teman mereka.
"Mati. Pasti." ucap Ella dengan senyum menakutkan.
Tindakan Ella membuat mereka sedikit syok. Ella, anak dari Haris Subagyo. Model terkenal dengan sifat sopan dan lembut. Siapa yang akan menyangka, dengan mudah bisa menghabisi orang. Bahkan tanpa rasa takut dan terkesan biasa.
Doorr...
Saat seorang lelaki ingin mengambil pistol dari balik jaketnya, tapi Ella lebih dulu menembak tangannya.
Beberapa mobil dan sebuah motor datang ke tempat mereka. "Maaf, terlambat."
Beberapa orang keluar dari dalam mobil dengan mengangkat senjata. Mereka adalah bawahan dari paman Haki. Yang artinya juga bawahan dari Tuan Haris Subagyo.
Mereka menyerah dengan mudah. Karena pasti akan kalah. Dari jumlahnya saja mereka kalah banyak dan juga, semua orang yang di bawa paman Haki memiliki senjata api.
"Tunggu." ucap Ella saat lelaki yang sudah membunuh sopir taksi tersebut hendak di bawa pergi oleh bawahan paman Haki.
Ella mendekat dan. Sreeeet.....
Lelaki tersebut berteriak karena rasa sakit yang di berikan oleh Ella. Semuanya sempat terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Ella, juga paman Haki.
Dooor...
Sekali lagi, Ella memberikan rasa sakit pada lelaki tersebut. Hingga dia pingsan. Tangan kanan di potong oleh Ella menggunakan pisaunya. Dan tangan kiri di tembak, tepat di pergelangan tangannya.
Semua orang yang melihatnya hanya meneguk ludah dengan kasar. Paman Haki tersenyum samar melihat apa yang di lakukan oleh anak dari majikannya tersebut.
"Paman. Tolong paman urus jenazah sopir taksi. Dan juga berikan keluarga yang di tinggalkan kehidupan yang lebih baik. Ella pinjam motor paman."
Ella mengambil tasnya di dalam taksi dan mengendarai motor sport milik paman Haki tanpa memakai helm. Karena tergesa-gesa, paman Huki bahkan tidak memakai helm.
Ella menguncir rambutnya ke atas dengan tas diselempangkan ke belakang. Beberapa orang memandang ke arah Ella. Tanpa terpengaruh oleh tatapan orang-orang yang melihatnya, Ella tetap melajukan motornya dengan santai.
"Itukan Ella. Model terkenal. Cantik banget."
"Bukankah itu kekasih pengusaha Vano Reyandli. Gila, seksi abis."
"Itukan Ella. Ternyata dia bisa naik motor sport. Keren."
Dan masih banyak celetukan dari orang-orang yang berpapasan dengan Ella. Tidak hanya mengeluarkan kalimat dari dalam mulutnya, mereka juga mengeluarkan ponsel dan memotret Ella. Dan pastinya mereka akan membagikan lewat akun sosmed mereka.
*****
Kereeeennnnn....
Sadiiiiiisssss....
Jiwa mafia yang di turunkan pada Ella dari papanya sudah mulai muncul nich...
Serem...
Eitzzz.... jangan lupa ya teman, tinggalkan jejak setelah membaca novel author.
Ella saja meninggalkan jejak pada lelaki yang membunuh sopir taksi.
Masa kalian nggak mau ninggalin jejak setelah membaca novel author.
Tapi tinggalin jejak like dan komentar. Bukan jejak yang lain 🤭
Terimakasih...
vano dan ella berakhir bgni ceritanya..
padahal berharap vano kembali