Berawal dari kesalahfahaman, ketika Iel tertangkap basah menyembunyikan seorang pria dalam kontrakannya. Padahal, Iel hanya menolong Jack yang sedang terluka tembak yang cukup parah. Jack yang bersikeras tak mau dibawa ke Rumah sakit, akhirnya dibawa oleh Iel kekontrakan kecilnya, dan dirawat sendiri dengan alat seadanya.
"Menikah, atau kami bawa ke kantor polisi dengan tuduhan perzinahan?"
Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Iel dan Jack menuruti permintaan mereka, dengan menikah secara rahasia dan tersembunyi dari publik. Itu semua dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masing-masing.
Tapi siapa sangka, Pria yang Ia nikahi itu adalah seorang konglomerat yang memiliki sebuah hotel mewah dan kekayaan berlimpah. Sehingga, meski hanya istri rahasia tapi Iel masih diperlakukan bak ratu diistana milik. Jack itu.
Tak hanya memiliki banyak harta. Jack juga memilika begitu banyak musuh yang sangat jahat. Diantaranya Dawn, yang tak lain adalah mantan sahabat Jack, yang juga Kakak dari kekasih Jack yang telah meninggal dunia.
Dawn begitu marah dan dendam pada Jack, karena telah memakai jantung Sang adik untuk dirinya tetap hidup. Begitu egois, baginya kala itu.
Karena hubungan yang harus tetap dijaga kerahasiaannya, pada suatu ketika Iel bertemu Dawn. Mereka cocok, dan menjadi sahabat, bahkan Dawn menganggap Iel sebagai pengganti Deandra, dan mengangkatnya sebagai adik.
Perjalanan hubungan mereka begitu mulus dan tak diketahui satu sama lain. Hingga Naya, sahabat mereka. Ia diam-diam memberi tahu Dawn, tentang hubungan Iel dan Jack.
Bagaimana respon Dawn mengetahui itu semua?
Bagaimana hubungan mereka, ketika tahu bahwa mereka saat ini harus melindungi wanita yang sama. Iel sebagai istri Jack, dan juga sebagai adik angkat Dawn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Jack kembali menidurkan Iel diranjangnya, lalu kembali duduk didekat gadis itu dan menyelimutinya. Tapi, Iel justru membalik badan dan membelakanginya. Air matanya mengalir dan akhirnya menangis.
"Kenapa? Kenapa Tuan jadi seperti ini padaku? Meski aku belum mengenal Tuan, tapi aku bisa merasakan, jika Tuan adalah orang baik. Tapi... Kenapa, sekarang seperti ini?"
"Seperti apa?"
"Tuan sekarang terlalu mengaturku, mengekangku. Sama seperti Ayah, yang tak pernah memberiku kebebasan memilih jalan hidupku sendiri."
"Maaf... Membuat hidupmu semakin terkekang. Tapi, ini semua demi kebaikanmu. Nanti kau tanyakan pada Amy, apa alasan-nya."
Suasana menjadi sedikit tegang, Jack menghubungi Amy untuk segera kekamarnya, dan menenangkan Iel yang belum henti menangis. Dan ketika Amy datang, Jack pun kembali berdiri dan mengayunkan kakinya untuk pergi.
" Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan. Jika sudah sehat, pulanglah." ucapnya, tanpa menoleh lagi kebelakang, untuk sekedar menatap Iel.
Sepeninggal Jack, Amy menghampiri Iel, dan duduk disebelahnya. "Nyonya." lirihnya. "Apa kau menangis?"
Iel langsung membalik tubuh, dan menyergap tubuh Amy dengan pelukan yang erat. Tangisnya pun semakin menjadi-jadi, memekakan telinga Amy sepertinya.
"Kak Amy... Kenapa Dia selalu menyalahkan ku. Kenapa Dia seperti membenciku seperti ini? Apa salah, jika aku ingin menolong orang lain?"
"Hey... Tuan tak pernah membencimu, Tuan justru begitu perduli denganmu." ucap Amy..
"Menolong orang itu tak salah, hanya caranya saja yang membahayakan. Kau terlalu spontan, hingga tak memikirkan resiko yang lebih parah. Harusnya panggil aku, dan biarkan aku yang menolongnya, aku lebih terlatih daripada kau." Amy menarik Tubuh Iel dari pelukan-nya.
"Kau tahu, kenapa Tuan melarangmu berenang?" tanya Amy, dijawab gelengan kepala Iel.
"Itu demi kebaikan dan keselamatanmu. Tuan tahu, sekarang sedang pasang, dan ombak begitu besar, maka dari itu Tuan memberiku pesan agar tak lengah denganmu. Tuan bukan mengekang, Beliau tahu dan sudah memperhitungkan dengan matang, apa yang akan Ia lakukan padamu."
Iel terdiam, timbul sebuah penyesalan dalam dirinya karena telah menuduh Jack macam-macam, bahkan menyamakan-nya dengan Sang Ayah.
Iel pun mempertanyakan, tentang Jack yang selalu ingin menjaganya. Padahal, Ia hanya istri rahasia, dan pernikahan-nya hanya sebuah keterpaksaan saja. Bahkan, jika Jack ingin mengusirnya dari rumah itu pun, Iel tak punya hak menentangnya.
Dengan perlahan Amy menceritakan tentang kehidupan Jack yang belum Iel ketahui. Tentang semua bisnisnya, yang selalu menjadi sorotan media baik didalam maupun diluar negri. Dan juga efek dari keberhasilan-nya itu.
Meskipun sudah diarahasiakan, tapi Jack harus tetap waspada dan melindungi Iel dengan ketat. Karena Jack khawatir, jika kubu musuh mengetahui tentang Iel, maka mereka tak segan-segan untuk ikut mengincarnya.
"Tuan hanya ingin menjagamu dari mereka. Karena mereka itu sadis, dan mampu berbuat apapun demi kepuasan diri mereka dan bisa membuat Tuan jatuh. Apalagi pada Kau, yang saat ini bersatus istri sah Tuan. Mereka akan semakin mengincarmu nanti."
"Jack...khawatir denganku?" tanya Iel.
"Ya jelas.... Kau sudah menolongnya, dan Tuan berhutang budi padamu. Andai kau minta, Tuan akan memberimu uang berapapun kau mau, Nyonya." ucap Amy, mengembangkan senyumnya.
"Tuan merasa bersalah karena telah menyeretmu kedalam kehidupan-nya. Ingin melepaskanmu, tapi sudah terlanjur dengan perjanjian itu. Jadi, Tuan hanya bisa menahanmu, dan melindungimu dengan cara seperti ini."
Amy langsung berdiri dan membereskan kamar itu agar kembali rapi seperti biasanya. Amy fahan benar dengan Tuan-nya yang perfectionis, dan meskipun kamar itu jarang ditempati, kamar itu harus tetap rapi dan bersih.
Iel yang merasa tubuhnya sudah pulihpun berdiri, dan perlahan menggandeng Amy keluar dari ruangan. Mereka menuju mobil, dan segera pulang tanpa berpamitan pada Jack. Tapi Jack mengetehui semua langkah mereka, bahkan melewati jalan mana ketika mereka pulang.
"Aku harap, kau akan menjadi lebih waspada, ketika sudah nengetahui alasan-nya." ucap Jack, yang duduk bersandar dikursi kebesaran-nya.
majikan dan pekerjanya" . aku pikir di Indonesia sangat split menemukan keluarga seperti ini. beda dg di eropa, majikan aja di panggil namanya tanpa embel2 🤣