Gita adalah cewek gendut dan tomboy, dia sangat sangat pede dengan penampilannya bahkan dia tidak peduli jika ada orang yang menghinannya.
Suatu hari, Gilang cowok paling populer, ganteng, baik hati, cool datang ke kelas Gita dan mengajak ngedate.
Apakah Gita akan menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budy alifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal
Bel tanda istirahat berbunyi, Gita Fara dan Anita langsung menyusun strategi. Mereka mengecek keadaan di gudang dulu.
"Aman nggak nih tapi?" tanya Anita.
"Cek pintu dulu takutnya rusak dia nggak bisa keluar. Kan kasian." kata Gita.
"Baru kali ini nih gue ketemu orang mau ngerjain tapi masih mikir kasian." Fara geleng kepala sambil mengecek pintu.
"Gita lo yakin mau ngerjain Kak Gilang di sini, gimana kalau dia ketakutan dan pingsan. Terus nggak ada yang tolongin." Anita mengingatkan Gita.
"Nggak apa-apa, aman kok kita cuman kasih dia pelaharan aja biar nggak songong." Kata Fara.
"Iya, lagian kita nggak akan meninggalkan dia kok. Kita tungguin sampai dia teriak habis itu kita bukain pintunya." jelas Gita.
"Dan jangan lupa kita lari, biar nggak ketahuan." Kata Fara.
"Ok deh." Anita akhirnya ngikutin mereka berdua. "Terus bagaimana caranya buat Kak Gilang kesini?" tanya Anita lagi.
"Tanya lagi tadi kan udah gue bilangin, sekarang lo ke kelas Kak Gilang gih. Bilang aja Gita nungguin di sini." Kata Fara.
"Ih.. ogah. Lo aja.. takut gue." Kata Anita.
"Lo aja Far." kata Gita.
"Ogah gue, lo aja gih. Lo kan berani kalau sama dia."
"Lo oon apa gimana sih, kalau Gita yang ngajakin ketahuan dong." Anita menonyor kepala Fara.
"Iya, lo mah kasih idenya setengah-setengah." ujar Gita.
"Ta gue ada ide, mumpung masih istirahat tulis aja surat buat ketemuan di sini." Anita memberikan saran.
"Benar sekali katamu." Gita tersenyum. Mereka bertiga kembali ke kekelas untuk memberikan surat.
Mereka bertiga pergi ke kelas Gilang, "Nggak ada orang di kelas, buruan taruh di tas Gilang." Kata Fara.
"Ok." Gita masuk. Setelah sampai dalam dia keluar lagi.
"Udah Git?" tanya Anita yang deg-degan takut ada yang datang.
"Belum, gue nggak tahu dia duduk dimana?" Kata Gita merenges sampai kelihatan gigi putihnya.
"Gita!" seru Fara dan Anita bersamaan.
"Ya kan gue nggak sekelas, lagian kan lo yang kasih saran Nit."
"Iya juga, terus gimana nih?" tanya Gita mulai panik. "Peraaaan ini mah bukan Gilang yang di kerjain tapi kita." kata Gita lagi.
"Coba kita cek tas Kak Gilang, sapa tahu inget tasnya." ujar Anita sambil menarik tangan Fara dan Gita.
Mereka bertiga memutari kelas dengan cepat, "Git, Nit ini bukan sih tasnya Kak Gilang?" Fara mengangkat tas bermerk warna hitam.
"Yakin nggak tuh ntar salah orang lagi." Kata Gita.
"Nggak, udah buruan masukin sebelum ada orang yang datang."
"Ok."
...◇◇◇◇◇...
Sudah hampir dua jam Gita, Anita dan Fara duduk di depan gudang selepas jam sekolah habis. Mereka menunggu Gilang yang tak kunjung datang.
"Fara, salah kali itu bukan tasnya Kak Gilang." kata Anita.
"Iya, lo ngerjain kita ini mah." Gita berusaha berdiri.
"Ya nggak tahu, tapi kayaknya setiap hari tas dia itu kok." ujar Fara ikut berdiri.
"Udahlah yuk kita pulang aja." Ajak Anita.
"Iya pulang, capek banget mana nggak dapat apa-apa lagi." keluh Gita.
"Kita makan dulu yuk lapar gue." Kata Fara.
"Ke kantin aja yuk yang dekat." ajak Gita.
"Let's go!"
Mereka memutuskan makan di kantin sebelum pulang. Misi mengerjain Gilang gagal total justru Gita yang merasa di kerjai oleh Gilang.
Mereka bertiga duduk lalu meletakkan pesanan yang di bawanya. Gita meneguk es jeruk sampai setengah.
"Ah... seger." Kata Gita lalu beraluh ke mangok berisikan mie ayam.
Anita yang sejak tadi fokus makan, terdiam sebentar sambil mempertajam matanya. Dia memastikan orang yang di lihatnya itu Gilang.
"Gita," panggilnya sambil melanjutkan mengunyah makannan yang ada di mulutnya pelan.
"Apa?"
"Itu bukannya Kak Gilang sama Kakak lo." tunjuk Anita. Gita dan Fara menengok bersamaan.
"Ah.. benar itu Kak Gilang sama Kak Qila. Dan tas yang di samping itu memang milik Kak Gilang."
"Berarti dia mengabaikan pesan lo Git, dia lebih memilik ketemu Kak Qila." tambah Anita.
"Iya kali ya, hiis... ngeselin banget sih." Gita kesal. Dia berbalik badan lalu memasukan mie satu gulung besar ke mulutnya.
"Apa mereka pacaran ya? akhir-akhir ini gue lihat mereka tuh berduaan terus." kata Anita.
"Istilahnya nggak dapat adiknya tapi dapak kakaknya." tambah Anita.
"Wah berarti Gilang udah benar-benar menyerah, dan dia memilih Kak Qila. Sakit nggak tuh." Kata Fata lalu tertawa.
Gita menoleh lagi ke arah Gilang dan Qila yang sedang bersendau gurau.
"Biasa aja kali Git ngelihatinya." Kata Anita sambil menarik kepalanya sampai menghadap ke depan lagi.
"Gue biasa aja, cuman heran aja kenapa Kak Qila mau sama dia." Gita memasukkan mie ke mulutnya lagi.
"Kakak lo berarti normal, karena dia mau terima Gilang."
"Maksud lo gue nggak normal gitu?" Gita mendelik.
"Kurang lebihnya seperti itu." Kata Fara lalu tertawa diikuti dengan Anita.
"Kurang ajar ya kalian." Gita manyun.
...◇◇◇◇◇...
Gita kepikiran tentang Gilang dan Qila, dia mondar-mandir kayak setrikaan di depan tv. Dia tidak sabar menunggu kepulangan Qila.
"Kak Qila kemana aja sih nggak pulang-pulang." Gita menjatuhkan tubuhnya di sofa. Kemudian dia berdiri lagi saat mendengar suara motor yang berhenti di depan rumahnya.
"Ah.. benar Kak Qila jalan bareng Gilang. Apa mereka berdua pacaran ya?" gumamnya pelan.
Gita berdiri di depan pintu sambil mengintip, dia memantau gerak-gerik Qila dan Gilang. Setelah Gilang pergi Gita langsung lari duduk di sofa agar tidak ketahuan kalau dia ngintip Kakaknya.
"Ciee.. pacar baru nih." Cuit Gita.
"Apaan sih." Kata Qila langsung naik ke kamarnya. Gita pun langsung mengikuti Qila.
"Kak, pacaran ya sama Kak Gilang." Gita terus kepo.
"Enggak." Jawab Qila. Dia menaruh tasnya lalu merebahkan tubuhnya yang lelah.
"Masa nggak pacaran, pasti pacaran kan?" Gita terus mendesak Qila sampai mendapatkan jawaban yang sesuai dengannya.
"Memangnya kenapa sih?"
"Ya nggak kenapa-kenapa, Gita cuman mau tanya aja." Gita ikut merebahkan tubuhnya di samping Qila.
"Cemburu ya." Qila menoleh kearah Gita.
"Nggak, ngapain juga cemburu lagian Gita itu nggak suka sama Gilang."
"Hati-hati loh kalau ngomong, ntar jatuh cinta repot lo Ta."
"Nggak ya, Gita itu sukanya sama Devan. Titik."
"Hem.. Devan teman SMP lo itu?"
"Iya, dia ganteng kan. Oiyaa Kak, lo beneran suka sama Kak Gilang."
"Kalau iya kenapa kalau nggak kenapa?"
"Jawab aja kali Kak, nggak usah rahasia-rahasiaan gitu."
"Suka lah, siapa coba yang nggak suka sama Gilang, hanya orang aneh aja yang nggak suka." Ujar Qila.
"Jadi menurut kakak Aku itu aneh." Gita manyun.
"Sangat." Kata Qila sambil tertawa kecil.