(Sequel Sebuah Pernikahan Hangat,, Kisah Cinta Leon dan Moza)
Bagaimana jadinya jika sebuah pernikahan terjadi hanya karena sebuah jebakan???
Up setiap hari minggu, senin, rabu, jumat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MKJ"26
Karel mengerjabkan matanya mendengar suara rintihan seseorang dan ternyata Lexa yang terus merintih kedinginan.
" Astaga Lexa " Panik Karel dengan menyentuh kening Lexa yang demam
Karel menatap meja terlihat jika gelas di sana kosong, dia pun beranjak untuk mengambil minum juga obat demam.
Sementara Alexa terus merintih juga menggigil,
" Alexa bangun,, Minum obat dulu " Pinta Karel
Lexa membuka matanya dan menurut dengan Karel yang membantunya.
" Sekarang istirahat lagi "
Lexa mengangguk namun karena terlalu dingin hingga kembali memeluk erat tubuh Karel, bahkan suhu tubuh Karel yang hangat membuatnya nyaman dan semakin menenggelamkan wajahnya pada dada Karel.
****,, Umpat Karel dengan sikap Lexa yang terus saja menguji dirinya.
Karel memejamkan matanya sekejab dan kembali menatap Lexa yang sudah kembali tidur membuatnya hanya bisa menghela napasnya,,
Ditatapnya wajah polos Lexa, Cantik satu kata yang berhasil Karel ungkapkan saat ini namun bayangan dimana Lexa mendapatkan kesedihannya membuatnya merasa teriris.
Saya Janji tidak akan lagi adanya kesedihan dan air mata di wajah cantik kamu.
Karel menjulurkan tangannya kembali menyentuh kening Lexa yang masih demam, dia pun melepaskan tangan Lexa yang memeluknya dengan sangat hati hati.
Karel menatap jam yang masih tengah malam, tidak mungkin membawa Lexa ke Rumah Sakit dia pun hanya mengambil air untuk mengompresnya.
Keesokan Harinya
Lexa membuka matanya dan merasakan sesuatu di keningnya, dia pun menyentuh dan ternyata sebuah handuk matanya kembali menatap seseorang yang masih tertidur di sampingnya dia lah Karel.
Semalam Karel terus mengompres Lexa karena demamnya yang tidak kunjung turun.
Lexa terus menatapnya hingga Karel membuka matanya dan langsung menatap Lexa.
" Syukurlah demam kamu sudah turun " Ucap Karel dengan menyentuh kening Lexa
" Jadi semalam kamu terus terjaga "
Karel mengangguk dengan memijat pelipisnya,,
" Maaf sudah merepotkan mu " Lirih Lexa namun tetap di dengar Karel yang langsung menatapnya.
" Istirahatlah,, Aku akan meminta Sarni Membuatkan bubur untukmu " Ucap Karel mengusap kepala Lexa dan berjalan keluar.
Karel berganti pakaiannya dan tidak dengan pakaian kerja melainkan pakaian santai, dia akan menemani Alexa yang masih sakit dan tidak ke kantor hari ini.
" Tuan " Sapa Sarni saat berpapasan di depan Kamar Alexa
" Apa itu bubur untuk Alexa "
" Iya Tuan "
" Biar saya yang bawa masuk "
Sarni memberikannya dan kembali turun,,
Karel membuka pintu kamarnya dan terlihat Lexa yang masih berada di atas ranjang, Kepalanya masih sedikit pusing dan tubuhnya lemah membuatnya malas beranjak.
" Kamu tidak ke kantor " Ucap Lexa yang melihat Karel memakai pakaian santainya
" Saya sudah meminta Remon untuk menghandle semuanya "
" Ta- tapi aku baik baik saja kamu ke kantor saja"
" Tidak mungkin saya meninggalkan kamu dengan keadaan seperti ini "
" Aku sudah lebih baik,, Kamu pergilah "
" Apa bisa patuh sedikit " Ucap Karel membuat Lexa tidak kembali menjawab
" Sekarang makan dan minum obatnya " Lanjut Karel dengan menyendok bubur.
Lexa menatap Karel lekat, di mana Karel sedang meniup bubur yang masih panas..
Rasanya sangat terharu, beberapa hari ini Karel terus bersama dan selalu ada untuknya.
" Buka mulut kamu,, "
" Apa masih panas? " Lanjut Karel dan Lexa hanya menggeleng.
Tidak ada pembicaraan di sana hanya ada suara sendok saja,,
" Aku sudah kenyang " Ucap Lexa dan Karel menatap mangkuk yang masih terisi bubur dan baru beberapa suap saja.
" Kamu baru makan beberapa suap "
" Tapi aku sudah kenyang dan mulut aku pahit"
" Baiklah,, Sekarang minum obatnya"
Dan lagi lagi Karel kembali membantunya,,
" Istirahatlah,, Saya keluar sebentar "
" Eum,, "
Karel mengangguk dan beranjak dan berjalan keluar.
Sementara Alexa menatap ponselnya, dari kemarin dia sama sekali tidak menyentuhnya dia pun mengambilnya dan mengaktifkannya banyak pesan juga telpon masuk dari Nicol juga Milea,,
Namun Lexa mengabaikan pesan dari Nicol dan langsung menghubungi Milea.
" Astaga Alexa,, Akhirnya kamu menelpon ku, Bagaimana. Keadaan kamu sekarang "
" Aku baik baik saja,, Maaf kemarin aku sengaja mematikan ponselku "
" Aku tau,, kamu sabar ya Om Wicaksono sudah tenang di surga "
" Makasih Mel,, Oya hari ini aku masih belum bisa kuliah "
" Istirahatlah,, Aku akan membantu mu mengerjakan tugas kemarin "
" Makasih Mel,, bye "
" Bye "
Lexa mendongak dan terlihat Karel yang berdiri menatapnya,,
" Kenapa mainan ponsel, kamu harus banyak istirahat " Ucap Karel menarik ponsel Lexa
" Aku hanya menelpon Milea tadi "
" Kamu sedang Sakit Alexa, seharusnya kamu banyak istirahat dan tidak bermain ponsel "
Lexa menautkan kedua alisnya,,
" Tumben panggil namaku biasanya Gadis kecil" Goda Lexa
" Bukan kah nama kamu Alexa "
" Ya,, Damania Alexa Natalie " Ucap Lexa membuat Karel menatapnya.
" Iya iya,, Aku istirahat " Lanjutnya Lexa berbaring.
********
Sedangkan Nicol,,
Dia masih terus memikirkan Alexa bahkan hingga saat ini pesannya pun tidak di balasnya dan nomornya masih tidak aktif.
" Milea tunggu " Ucap Nicol saat melihat Milea
Milea menoleh dan menghela napasnya,,
" Apa Alexa menghubungi mu "
" Ya baru saja Dia menelpon " Ucap Milea malas
" Apa- apa dia baik baik saja "
Milea tersenyum dengan ucapan Nicol yang di dengarnya.
" Sejak kapan Kak Nicol khawatir dengan keadaan Alexa, seharusnya Kamu mengkhawatirkan keadaan cewek kamu Sesil bukan Alexa "
" Dan satu lagi,, Alexa sudah bahagia dengan suaminya jangan kembali membuat luka di hatinya " Ucap Milea meninggalkan Nicol yang berdiri mematung.
Ucapan Milea berhasil menyentil hatinya bahkan kini rasa penyesalan menyelimuti hatinya, bagaimana bisa dulu dia tidak percaya bahkan tidak mau mendengarkan penjelasan Alexa dan lebih mempercayai Sesil yang jelas jelas berbohong dan menjadi dalang dari semua kesalahpahaman ini.
" Kak Nicol " Ucap Sesil menatapnya
" Kak plis,, Maafin aku Kak "
Nicol menatap tajam Sesil,,
" Seharusnya maaf itu kamu sampaikan kepada Alexa dan bukan kepadaku "
" Tapi Kak,, Aku gak mau hubungan kita putus aku sayang kamu "
" Tidak,, Lebih baik kita sendiri dulu dan kamu pikirkan apa yang sudah kamu lakukan apa semua itu benar "
Sesil menatap Nicol yang berjalan meninggalkannya.
Semua ini karena Alexa, aku tidak akan membiarkan Kak Nicol kembali bersama Alexa.
Gumam Sesil mengepalkan tangannya.
lupakan ayahmu dan mantanmu!
bule hrs dengan bule krna mereka 1 Negara.
Korea ya sm Korea jg pasangan nya biar tk pincang
begitulah seorang ayah ketika punya bini baru!
dia akan melupakan darah daging nya sendiri!