NovelToon NovelToon
Badgirl Vs Ketos

Badgirl Vs Ketos

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: blackblue_re

Si Raja Es yang merupakan Ketua Osis SMA Generasi Bangsa, dipertemukan dengan badgirl kelas mujaer yang belangsak dan petakilan. Berulang kali membuat masalah, berulang kali ngebuat Elang kesal. Benci jadi cinta? Udah biasa.

Apa jadinya kalau cinta menjadi benci,

Lalu harus dipertemukan lagi oleh semesta?

Badgirl vs Ketos started>>>

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28. Dentingan Lonceng

Gabriel memasuki kelas yang sepi dan melihat seorang cowok yang merupakan teman sekelasnya sedang duduk sambil membaca buku. Ia heran kenapa cowok rada cupu itu lebam, baru pagi udah main bonyok aja.

Ia beranjak ke tempat duduk, melihat mejanya penuh dengan coretan dan kata-kata alay bikin muntah darah. Sudah dua kali begini, apa perlu dia beli meja anti coret?

Saat sedang membersihkan mejanya dengan kertas, cowok itu bangun membantunya.

"S-sorry, gue gak bisa bantu lo.." ucapnya kaku, dia menunduk dalam membuat kacamatanya melorot.

"Gue gak perlu bantuan lo." Gabriel berhenti sebentar sambil menatap Angga, cowok culun itu. "Tapi ingat, kalo lo dipukul lo harus balas pukul. kalo lo ditampar lo juga harus balas tampar. Tapi kalo lo dibaikin lo harus lebih baik lagi," ucap Gabriel sambil tersenyum lebar.

"Ciela bahasa gue, udah kek nenek-nenek bau tanah aja." batin Gabriel hampir ngakak sendiri dengan ucapannya. Biasanya juga ngibul kok bisa-bisanya puitis, ckck.

"Heh! Lo cewek gatel!" gertak seorang cewek dengan balutan jaket melekat di pinggang rampingnya. Mereka senior.

"Mau berantem jangan di sini, di lapangan aja sekalian gue buat lo malu," balas Gabriel dingin, sorot matanya menunjukkan bahwa ia tidak takut sama sekali.

"Lo yah bisa-bisanya jadian sama dia!!" Keisya mendorong dada Gabriel hingga jatuh terjerembab di meja, sikunya berdarah.

Lisa hanya terdiam melihat aksi gengnya itu. Ia tidak berniat melakukan pembullyan hanya ikutan sok gaul seperti mereka.

Setelah banyak melihat korban pembullyan mereka kali ini Lisa merasa aneh. Bukan karena cewek gangster itu tidak melawan, tapi jari telunjuknya memperlihatkan pergerakan ganjil.

"Lo gak ada apa-apanya buat dia! Cewek buluk kayak lo cocoknya jadian sama orang utan!" Alicia mencengkram kerah Gabriel membuat kakinya jingklet, sebentar lagi seragamnya akan sobek.

Lisa memerhatikan jari gadis itu, setelah telunjuk jari tengah, apa cewek itu sedang menghitung? Mata Lisa membulat sempurna, dia berusaha menghalangi tangan Keisya yang akan menampar Gabriel, namun telat. Pipi mulus itu sudah memerah.

Bruakkh!!

Nada yang dari tadi menahan Gabriel tersungkur ke belakang, dengan sebelah kaki Gabriel mendorong kakak kelas itu. Tanpa menunggu lama ia meninju bahkan menyepak Alicia dan Keisya dengan amarah membludak. Jeritan para murid kelas mulai berdatangan karena kelas sudah ramai, Keisya mulai memainkan dramanya.

"Hiks...hiks..." cairan bening membasahi wajah munafiknya, hingga seorang guru datang karena diberitahu murid lain.

"Gabriel!? Ini kenapa lagi, ya Allah... Bukannya udah Ibu bilang jangan berantem?" Bu Shifa memerhatikan siku Gabriel yang berdarah dengan pipi memerah, tidak sebanding dengan luka keempat cewek yang mengeroyoknya 4 lawan 1.

"Keisya kamu kenapa?" tanya Bu Shifa cemas.

"Dia Buk... Main pukul sembarangan, padahal saya cuma mau ajak temenan, hiks..."

Gabriel mengepal tangan kuat, drama mereka terlalu dibuat-buat membuat dia semakin muak berada di situ terlalu lama.

"Gabriel...?" guru itu mendongak, memerhatikan gadis itu yang menatapnya enggan.

"Kamu udah janji gak berantem."

"Saya dipancing, buk." Gabriel mencoba meredam emosinya yang membludak, membuat tubuhnya semakin gemetaran.

"Heh! Lo ya munafik banget, temen sekelas juga tau lo bohong!" Pekik Nada sukses membuat Gabriel hilang kesabaran.

Brak!

Nada kembali didorong ke belakang hingga jatuh. Bu Shifa menatap tidak percaya, tadi ia yakin bahwa Gabriel tidak salah namun kali ini tidak ada lagi yang namanya badgirl penurut.

"Ibu lihatkan?" sahut Alicia tersenyum mengejek, Gabriel memegang siku dengan bahu gemetaran.

"Kenapa hah? Takut lo sampe gemetaran gitu?" Nada kembali memancing emosi Gabriel.

"Gabriel...?" Bu Shifa menepuk punggungnya, namun pikiran gadis itu semakin kacau.

Gabriel's POV

Dentingan lonceng.

Gue suka bunyinya karena itu terdapat banyak lonceng di rumah, tapi sekarang udah buang dibuang semua dan gue mulai benci dengan bunyi lonceng. Karena kejadian itu, kejadian yang berhasil membuat gue mengidap penyakit yang harus gue tanggung seumur hidup.

Flasback on

"Bun, Gabriel kemaren menang lomba bahasa inggris, bunda gak dateng," ucap gue waktu umur 9 tahun. Gue pergi ke mall belanja dengan Bunda.

"Iya, maafin bunda ya gak datang," ucapnya datar, saat itu gue marah. Bunda kok gak muji gitu, anaknya menang loh?

"Lomba melukis kemaren juga gak datang," ungkit gue. "Hah? Iya... Hebat anak bunda," ucapnya sadar dengan muka bebek gue. Hati gue berbunga-bunga dengan senyum terkembang. Namun sebuah tangan menarik gue masuk di kerumunan dan Bunda hilang dari mata gue.

"Om Zam...?" ucap gue dalam gendongan dia, gue masih bingung dan gak tahu apa arti bahaya.

"Kita buat kejutan," ucapnya dan gue seneng. Ternyata dia bukan Om mesum yang ngeliat gue dengan tatapan aneh kemarin. Mungkin gue salah liat.

Gue dibawa dalam mobil dan diberi sebuah lonceng, gue senang dan terus membunyikan lonceng itu sampai kami sampai di sebuah apartemen berantakan dan bau. Jujur ada rasa jijik saat itu, saat gue mulai menanyakan tentang kejutan dia malah narik gue paksa.

Gue tetap gak mau disuruh, dia nekat dekat-dekat dan menarik baju gue hingga kancing bajunya terlepas, saat itu wajah mesum yang ngelihat aneh ke arah gue udah jelas adalah Om Zam, firasat dia itu pedofil benar adanya. Gue lari menuju pintu tapi sayangnya terkunci.

"Bunda!!" pekik gue ketakutan, lengan kekarnya menahan di belakang dan kembali membuat gue merinding disko --- maksudnya merinding seram.

Lonceng yang Om Zan kasih tadi dimainkan di hadapan gue semakin keras dan semakin keras membuat ingatan itu terus tercetak jelas.

Saat tangan kekar Om Zam mulai meraba tubuh gue, sebuah botol wine kosong membuat akal gue semakin dangkal.

Dengan satu pukulan keras, kepala Om Zam dan botol pecah, ada sedikit perasaan takut dan.... Senang? Entahlah. Wajah hancur berdarah dengan seringai mesum itu masih tercetak jelas di usia gue yang ke-16 tahun.

Semakin lama mental gue mulai hancur, gue mulai banyak meracau, cepat emosi dan susah bicara, belum lagi tatapan orang-orang yang seakan berubah menjadi wajah kematian Om Zam membuat gue mengurung diri selama 2 bulan lebih.

Mimpi buruk dan suara beribu lonceng yang memekakkan telinga tanpa sehari pun berhenti. membuat gue hampir gila dan orang tua gue makin gak peduli.

Dan sekarang gue di sini, berdiri dengan puluhan tatapan siswa-siswi yang berubah menjadi wajah Om sialan itu, emosi gue belum stabil dan bahu gue makin gemetaran saat suara ribuan lonceng menyerbu indra pendengaran gue.

___________

Author's Pov

Gadis itu memekik kesakitan dengan menutup telinga, ia menjerit seakan ada yang membunuhnya. Bu Shifa mengelus punggungnya namun Gabriel berlari dengan langkah sempoyongan.

Brukk!

Ia tak sadarkan diri saat berjalan di lorong kelas dan menabrak cowok dingin yang sedang berjalan dengan mendengar lagu.

Dia, Elang.

****

1
Zizie Malek
aku fikir 'papa' itu ertinua 'ayah' rupanya 'ngak apa apa'. lebih teliti dlm bahasanya ya Thor supaya pembaca kayak aku tidak keliru. Salam dari Malaysia 🥰
Zizie Malek: #ertinya
total 1 replies
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Lumayan
Ran Aulia
😫😫😫😫
Ran Aulia
aduh, malu aku, lg antri nunggu dokter malah ketawa sendiri. 😂😂😂😂😂
Ran Aulia
bagus kak ceritanya, lucu menghibur banget , jadi keinget masa abu putih 😂😂😂😂


terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️❤️
Ran Aulia
aduh, sakit perutku 😂😂😂😂
Ran Aulia
😂😂😂😂😂
Zizie Malek
aku bacanya agak slow kerana alur ceritanya agak serabutan & kadang tidak nyambung, sebentar di denda, tiba2 di WC eh tiba2 dimarahi guru lagi. mau lanjutan baca tapi rasanya udah malas.

moga kedepannya Thor lebih teliti 👌🏻👍🏻💪
Nana
kangen
hashella
episode yg sblm nya bikin ngakak tapo yg ini kok gw nangis y 😭😭
hashella
gue mbaca ampe mbengek 🤣🤣🤣🤣ᥬ🤣᭄
putra adeeva
anying kluar juga tuh suara lucinta luna 🤣
swrdfs_
mampir baca ulang, btw cerita ini tuh cerita pertama yang gue baca setelah download apk WP, nahh kemarin waktu nyari di WP kok gaada? terus gue kepikiran buat nyari di mangatoon.

ceritanya bagus banget🤩
Mina Fitri Aningsih
bagus
Reina Sahbila
suka banget ma ceritanya diawal dibikin ketawa diakhir dibikin nangis bagus banget pokoknya
Bonaria Simbolon
kapan nih lanjutan up ceritanya thor...knp lama banget.
Bonaria Simbolon
mantulll...😂😂
Nay Mars
kiki lekongbya thor?wkwkwk
Zrhy Wahyuni Nur Bilal
ko temen gabriel menjauh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!