Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu,sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.
Mau berakhir tragis, bahagia, atau menggantung sekalipun, setiap cerita tentang cinta selalu ada hikmah yang bisa kita ambil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daetsma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Makan Siang
Mereka sampai di restoran terdekat dan restoran tersebut milik Gilang. Para pelayan langsung melayani mereka berdua, mereka langsung duduk di tempat yang paling istimewa, tempat tersebut hanya boleh di tempati oleh keluarga Gilang dan orang-orang yang terdekat sama Gilang.
"Pelayan bawakan saya makanan yang enak di sini dan minuman nya cukup jus mangga, jangan lupa buat tutup makannya buah semangka aja." Gilang yang memerintahkan pelayan restoran tersebut
"Baik Tuan, kami akan menyiapkan yang tuan inginkan." Ucap pelayan sambil tersenyum
Para pelayan itu pun langsung masak dan menyiapkan makanan yang di inginkan Gilang, sedangkan Gilang Ayu menunggu sambil memainkan handphone.
Prov Surya
Surya kembali ke kantor Gilang dan langsung masuk ke ruangan CEO dan Sekretaris. Di ruangan tersebut tidak ada siapa-siapa lantas Surya bertanya kepada pegawai di kantor di mana keberadaan Gilang dan Ayu, satu orang pegawai memberitahu kepada Surya bahwa Gilang dan Ayu sedang makan siang di restoran milik Gilang sendiri.
Surya langsung berjalan keluar dan pergi ke restoran tersebut, setelah beberapa menit Surya pun sampai di restoran, Surya langsung masuk dan terlihatlah di sana ada Gilang dan Ayu sedang memainkan handphone. Surya langsung ikut duduk di meja mereka, Gilang hanya menatap Surya, karena mereka juga sahabat tak enak jika Gilang mengusir Surya untuk pindah meja dan makan di tempat lain.
"Kok lu tau kita lagi makan di sini?" tanya Gilang kepada Surya.
"Iya tau lah gua kan punya mulut jadi tanya orang, bahwa kalian di mana ternyata kalian lagi makan di sini." Jawab Surya
"Oh yaudah lu pesan makanan buat lu sendiri sana, kalau gua sama Ayu udah pesan paling bentar lagi juga jadi tu makanan." Gilang menyuruh Surya untuk pesan makanan sendiri.
"Iya ini gua juga mau pesan." Ucap Surya yang langsung memanggil pelayan restoran tersebut.
"Selamat siang pak mau pesan makanan apa?" tanya Pelayan dengan sopan.
"Tolong bikinin makanan seperti Gilang aja, samain sama dia ya." Ujar Surya
"Ok pak kalau begitu saya permisi, tunggu sebentar ya, kami akan masak dengan baik dan sempurna." Ucap kepala pelayan langsung
Kepala pelayan itu langsung menyuruh anak buah nya, tak lama kemudian makanan Gilang dan Ayu sudah jadi. Empat pelayan itu membawa makanan yang di inginkan Gilang dan Ayu dengan sangat hati-hati.
Sesudah pelayan meletakkan makanan di meja makan tersebut, Gilang langsung memakan makanan nya karena saking lapar nya begitu juga dengan Ayu, perut Surya bunyi keroncongan karena melihat mereka berdua menikmati makanan tersebut.
"Sur, kamu udah lapar ya?" Tanya Ayu
"Iya nih aku udah lapar yu, minta dong sambil nunggu makanan aku." Jawab Surya
"Nih ambil aja, lagian makanan Ayu banyak pasti ga bakal habis." Ujar Ayu
"Makasih ya Ay, eh suapin dong biar romantis hehe." Kata Surya cengengesan
"Yaudah nih buka mulutmu." Ayu yang menyuapi Surya di depan Gilang
"Cih kek anak kecil aja lu, makan pake di suapi segala." Ketus Gilang yang melihat Ayu dan Surya
"Bilang aja kalo lu ingin di suapi juga." Ucap Surya
"Siapa juga yang mau di suapi, gue udah gede bisa makan sendiri, bukan anak kecil manja kek lu." Ucap Gilang
"Udah-udah kenapa sih ribut, cuma makan doang pake ribut segala." Kata Ayu yang jadi penengah ketika mereka ribut
Kini mood makan Gilang berubah, Gilang langsung minum dan langsung pergi duluan ke rumah nya. Bukan nya pergi ke kantor malah pergi kerumah, ya gitu dah Gilang kalo lagi kesal, marah dan ga mood malas untuk ke kantor. Karena dia CEO, jadi sesuka dia dan tidak ada yang bisa negur atau memarahi dia selain orangtuanya.
sukses selalu buat karyamu
mampir juga di karyaku Thor
kisah Aluna
My Kids My Hero