NovelToon NovelToon
PENDEKAR PEDANG BERLIAN

PENDEKAR PEDANG BERLIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Kultivasi / Pendekar / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aa Petruk

Teratai Putih adalah nama sebuah desa terpencil yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota di kekaisaran Han. Meski terletak jauh dari pusat ibu kota, namun penduduk desa Teratai Putih hidup rukun dan sejahtera berkat sumber daya alam yang melimpah.

Hingga suatu saat kedamaian desa Teratai Putih terusik oleh kehadiran kelompok perampok dan pendekar aliran hitam yang datang untuk merampas harta benda seluruh warga desa.

Penduduk desa yang awalnya hidup rukun penuh dengan ketentraman, terpaksa melewati hari-hari berselimut ketakutan yang mencekam.

Chi wei adalah seorang anak petani dari desa Teratai Putih. Dia bersama dua orang sahabatnya Tao Ming dan Yan San, setiap hari menghabiskan waktunya untuk berburu. Disaat anak-anak sebayanya sibuk belajar dan berlatih ilmu bela diri, mereka bertiga akan pergi ke hutan untuk berburu hewan liar dan berbagai macam tanaman obat. Hasil dari perburuan tersebut nantinya akan mereka jual ke tengkulak yang ada di desa Teratai Putih.

Hingga suatu ketika di sebuah hutan belantara, chi wei mengalami fenomena yang merubah jalan hidupnya. Takdir hidup yang membuat dia menjadi seorang pendekar berilmu tinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa Petruk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi

Dalam sebuah ruangan khusus, nampak Chi Wei begitu serius sedang mengerjakan sesuatu. Sekujur tubuhnya tampak basah kuyup akibat keringat yang mengucur cukup deras.

Saat itu ia tengah sibuk membuat ribuan pusaka cincin dimensi yang akan ia berikan kepada seluruh anggota sekte yang kebanyakan diantara mereka merupakan para pendekar yang baru memasuki dunia persilatan.

Seiring meningkatnya kemampuan ilmu bela diri para anggota sekte, tak sedikit diantara mereka yang pergi meninggalkan sekte untuk menjalankan sebuah misi.

Belakangan ini para pendekar tersebut mengalami kesulitan dalam membawa atau menyimpan harta benda yang mereka dapatkan selama menjalankan misi tersebut.

Bahkan suatu ketika pernah ada seorang anggota sekte yang terpaksa membopong jasad seekor siluman banteng yang berhasil ia kalahkan. Jasad siluman banteng yang berukuran besar itu sangat kontras dengan pendekar tersebut yang bertubuh mungil. Terlebih pendekar itu merupakan seorang pendekar perempuan.

Buat para pendekar, daging dari jasad seekor siluman tersebut sangat berguna untuk membantu meningkatkan vitalitas tubuh mereka, terutama siluman tua yang sudah memiliki inti jiwa.

Selain memiliki khasiat yang sangat tinggi, inti jiwa yang di dapatkan dari siluman yang sudah berusia ribuan tahun itu memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Tidak heran jika para anggota sekte sangat antusias dan bersemangat untuk berburu hewan siluman. Namun tentu saja siluman yang mereka buru itu adalah siluman yang memiliki kekuatan di bawah mereka. Karena jika para pendekar tersebut bertarung dengan siluman yang kekuatannya diatas mereka, sudah bisa dipastikan pendekar itu tidak akan selamat.

Sudah banyak contoh kejadian seorang pendekar yang meregang nyawa karena ceroboh dalam berburu hewan siluman.

Hal itu membuat para tetua tak henti-hentinya mengingatkan seluruh anggota sekte terutama yang akan menjalankan sebuah misi agar tahu batas kemampuannya masing-masing.

Jangan sampai hanya karena ego untuk mengumpulkan harta benda yang berlimpah membuat mereka ceroboh dalam bertindak, hingga akhirnya merugikan diri sendiri.

"fiuhhh... akhirnya selesai juga." gumam Chi Wei sambil menyeka keringat yang membasahi keningnya.

"pekerjaan ini sungguh menguras tenagaku." lanjut Chi Wei membatin.

"hahahaha....." tiba-tiba Lung Huo tertawa menggema dalam pikiran Chi Wei.

"kenapa guru tertawa, apakah ada yang lucu?" Chi Wei mengerutkan keningnya.

"Wei'er, ini adalah pertama kalinya kau membuat pusaka cincin dimensi, tentu saja kau akan merasa kelelahan. kenapa kau tidak melakukannya secara bertahap? membuat pusaka cincin dimensi sebanyak itu tentu sangat menguras tenaga dalammu."

"tidak apa-apa guru, selain aku senang melakukannya. Aku juga memiliki banyak waktu untuk mengerjakan hal ini. Lagi pula anggap saja ini sebagai latihan untuk meningkatkan kemampuanku dalam membuat sebuah pusaka." jawab Chi Wei sambil tersenyum geli mengingat kejadian-kejadian lucu yang dialami para anggota sekte disebabkan mereka belum memiliki pusaka untuk menyimpan harta benda mereka.

"baiklah kalau begitu. Tapi ingat, jika kau mengalami kesulitan dalam hal apa pun, jangan pernah ragu untuk menanyakannya kepadaku atau kau bisa mencarinya dalam kitab pusaka Teratai Putih." Jelas Lung Huo mengingatkan muridnya tersebut.

"baik Guru, aku akan selalu mengingat pesan Guru." jawab Chi Wei dengan penuh keyakinan.

Setelah beristirahat sebentar, Chi Wei kemudian keluar dari ruangan tersebut dan duduk di sebuah kursi taman yang berada persis di depan bangunan tempat Chi Wei tinggal bersama ibu dan kedua adik kembarnya.

Bangunan yang Chi Wei tempati merupakan salah satu villa yang paling megah diantara villa yang lain. Bangunan tersebut di bangun oleh para anggota sekte khusus untuk Chi Wei tempati bersama keluarganya.

Pada awalnya Chi Wei menolak untuk tinggal di villa yang menurutnya terlalu mewah tersebut, karena Chi Wei merasa tidak ada perbedaan diantara dia dan seluruh anggota sekte. Baginya, mereka semua adalah satu kesatuan dalam satu ikatan keluarga yang memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Namun pada akhirnya Chi Wei menyerah juga, menurut para anggota sekte, sebagai ketua tertinggi, Chi Wei dan keluarga berhak mendapatkan perlakuan istimewa termasuk salah satunya menempati villa tersebut. Mengingat begitu banyak pengorbanan yang telah Chi Wei lakukan demi kemajuan sekte. Baik itu tenaga, pikiran, bahkan harta benda yang tak ternilai harganya.

Sementara itu, ibu Chi Wei yang sebelumnya selalu disibukkan rutinitasnya sebagai petani sayur, kini sejak tinggal di dalam sekte ia lebih banyak menyibukkan diri dengan membantu para anggota sekte yang bertugas di bagian konsumsi.

Keahliannya dalam memasak terutama mengolah sayuran, serta pembawaannya yang bersahaja membuat para anggota sekte yang bekerja bersamanya merasa sangat senang dan nyaman berada dekat dengan ibu Chi Wei.

Meski begitu, para anggota sekte tidak pernah sedikitpun bersikap lancang dan menurunkan rasa hormat mereka kepada nyonya Xin Yia.

Sebaliknya, Xin Yia sendiri meski dia merupakan ibu dari ketua tertinggi sekte Teratai Putih, tak pernah sekalipun bersikap arogan atau merasa paling berkuasa. Ia begitu menyayangi dan menghormati seluruh anggota sekte baik tua atau pun muda.

Bahkan dia memperlakukan para murid sekte layaknya anak kandung sendiri. Hingga tak sedikit dari murid-murid tersebut ada yang memanggil Xin Yia dengan panggilan ibu. Terutama para murid perempuan yang menaruh hati kepada Chi Wei. Biasanya murid perempuan tersebut merupakan anak atau cucu dari para tetua.

Tentu saja Xin Yia tidak merasa keberatan dengan hal tersebut, mengingat para anggota sekte baik tua atau pun muda begitu menyayangi dan menghormati Chi Wei dan si kembar.

Terlepas posisinya sebagai ketua tertinggi sekte Teratai Putih dengan usia yang sangat muda, Chi Wei begitu menghormati semua para anggotanya. Terutama kepada para tetua yang rata-rata berusia sepuh. Chi Wei menghormati mereka layaknya seorang anak menghormati ayahnya sendiri.

Hal itu membuat ia semakin dihormati dan dikagumi oleh seluruh keluarga besar sekte Teratai Putih.

"Tetua Ming, Tetua San, temui aku sekarang di taman depan villa." Chi Wei memanggil Tao Ming dan Yan San melalui telepati.

Tak lama berselang Tao Ming dan Yan San pun datang menemui Chi Wei.

"hormat kepada Ketua." Tao Ming dan Yan San bersamaan membungkukkan badan mereka.

"aduh kalian ini, sudah aku katakan, tidak perlu kalian bersikap formal seperti itu kepadaku. Apa lagi di sini tidak ada orang lain selain kita." gerutu Chi Wei kepada dua sahabatnya tersebut.

"maafkan kami ketua, tapi biar bagaimanapun ketua adalah pimpinan kami. Sebagai tetua sekte Teratai Putih tentu kami harus memberikan contoh yang baik kepada seluruh anggota sekte, terutama para generasi muda kita. Sekalipun tidak ada orang lain di sini." jawab Tao Ming sambil kembali membungkukkan badannya.

"baiklah, terserah kalian saja. Jujur aku sangat tidak nyaman dengan keadaan ini. Hubungan kita tak lagi sehangat dulu. Tapi biar bagaimanapun selamanya kalian tetap sahabatku." Chi Wei berkata dengan sedikit cemberut.

Sementara itu Tao Ming dan Yan San hanya tersenyum canggung.

"hmmm... aku membutuhkan bantuan kalian untuk membagikan ini kepada seluruh anggota sekte." Chi Wei berkata sambil memberikan sebuah pusaka cincin dimensi yang berisi ribuan cincin dimensi lainnya.

Cincin tersebut terbuat dari giok langka berwarna putih berhiaskan bunga teratai berwarna perak.

"untuk para anggota sekte yang sudah memiliki pusaka cincin dimensi termasuk kalian berdua, beritahukan kepada mereka untuk menggantinya dengan yang ini. Karena cincin dimensi ini telah aku mantrai agar hanya anggota sekte Teratai Putih saja yang bisa menggunakannya. Jika cincin dimensi ini jatuh ketangan orang lain maka dengan sendirinya cincin ini akan hancur sekaligus menjadi tanda pemilik cincin ini masih hidup atau tidak."

"baik ketua, perintah dari ketua akan segera kami laksanakan." jawab Tao Ming yang diikuti anggukkan kepala oleh Yan San.

Semantara Chi Wei hanya menggaruk kepalanya melihat sikap kedua sahabatnya tersebut.

"hhhhh... apa diantara kalian ada yang melihat si kembar? sudah beberapa hari ini aku tidak melihat mereka berdua." Chi Wei menanyakan keberadaan kedua adiknya tersebut kepada Tao Ming dan Yan San.

"maaf ketua, menurut laporan petugas bagian administrasi beberapa hari yang lalu Lin'er dan Xia'er pergi berburu ke hutan Barat."

"apa, hutan Barat? kenapa kalian mengizinkan mereka pergi?"

"kalian tahu, selain hutan Timur, seluruh hutan yang ada di wilayah desa Teratai Putih itu merupakan tempat yang sangat berbahaya. Baik itu hutan Utara, hutan Selatan apa lagi hutan Barat. Di sana terdapat banyak siluman golongan hitam berusia ribuan tahun yang memiliki kekuatan sangat tinggi. Itu kenapa aku melarang seluruh anggota sekte untuk berburu siluman di daerah itu, kalaupun aku mengizinkannya itu hanya di bagian terluarnya saja. Itu pun hanya bisa dilakukan oleh para murid senior yang sudah memiliki ilmu bela diri cukup tinggi." Chi Wei berkata sambil sedikit melotot ke arah Tao Ming dan Yan San.

"maafkan kami ketua, kami sudah bertindak ceroboh." Tao Ming berkata dengan tubuh yang sedikit bergetar melihat Chi Wei menunjukkan sikap marah.

"baiklah, sekarang kerjakan saja tugas kalian tadi. Biar aku yang pergi menyusul si kembar."

"baik ketua." jawab Tao Ming dan Yan San bersamaan sambil membungkukkan badan mereka.

Tao Ming dan Yan San pun pergi meninggalkan Chi Wei yang sedang mondar mandir merasa cemas memikirkan kedua adik kembarnya.

Chi Wei mencoba memanggil si kembar melalui telepati, namun tak satu pun dari mereka yang menjawab panggilan Chi Wei. Hal itu membuat Chi Wei semakin gelisah.

Sampai akhirnya terdengar suara Chi Mexia merespon panggilan Chi Wei melalui telepati.

"kakak... tolong kami." dari suaranya menunjukkan kalau Chi Mexia sedang terluka cukup parah.

Tak menunggu waktu lama, Chi Wei langsung melesat melayang diudara pergi meninggalkan sekte menuju hutan Barat.

1
Rajo kaciak
cerita nya terlalu kereen
Rajo kaciak
mantap, mudah2an hanya seorang wanita nya , karna rata2 kultivator punya bnyk istri 🤣🤣
Nay Galcite Nay Galcite
😎😎
John Travolta
thor ga ada update lagi kah?
dofi hendriyanto
rekomendasi
Khairul Azman Abdul Kahar
waduhhhh kenapa tidak diambil cincinnya
Bocil
cwritanya bagus thor. tapi untuk suara audionya musiknya terkalu keras jd merusak suara lainya.
Didik Setyawan
aq bingung saat bca seorang yg d'panggil pangeran it anakx jenderal,trs anakx raja/kaisar d'panggil pa y??????????????????
Didik Setyawan
tingkatan pendekar kok lucu pke bingit sich,s'tauku gelar dewa yg akhir tp nie lucu bingit.masa pendekar bumi trs dewa bumi,pendekar langit trs dewa langit.n raja Mlah yg akhir,emang gelar raja lbih tinggi drpd dewa wkwkwk,,
Roynaldi Ananda
àuthor kan lulusan pesantren tebu ireng
Roynaldi Ananda
author sialan
Hary
KAMPRET.... 🤣
Omen Aura
keren menghibur😄
Omen Aura
kopi luwak😄😄
Raditya Radi
lanjut
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Purwanto aza
g ada kelanjutannya
Nurhairani
jadi ngak seru.masa berahir begini ceritanya
Roni Sakroni
lanjutkan dan terima kasih...
Roni Sakroni
asyemmm tenan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!