Nindi seorang gadis belia yang masih duduk kelas akhir bangku menengah atas. terpaksa harus menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Tertabrak
Semua tamu akhirnya bubar. pak Nugraha dan istrinya pun tidak ada lagi, mereka sudah masuk kamar. tinggal bik Ina yang asik mencuci piring.
Ardian sudah berpakaian rapi, ia siap siap mau ke kantor. Nindi mengantarnya ke depan, dan pak sopir sudah menunggunya.
" Sayang, kakak pergi ya, kalau ada apa apa telpon ya". ucap Ardian sambil mencium kening istrinya. Nindi mengangguk-anggukan kepalanya. dan mencium tangan suaminya.
Nindi kembali masuk rumah, ia ingin berpamitan sama mertuanya untuk ke mini market. namun mertuanya tak kunjung keluar. " "Bik pesan sama mami papi ya. aku mau ke mini market dulu, seperti nya bahan masak kita kurang. " kata Nindi pada bik Ina.
" Emang non pergi sendirian, Bibik temani ya, nanti kenapa napa, Bibik takut non".
Nindi diam sejenak, seperti nya suasana masih kurang bagus. " baiklah bik, aku SMS aja mami".
Mereka berdua pun pergi ke minimarket, dan tidak lupa pula pesan sama penjaga rumah.
mereka jalan kaki saja. jalanan siang itu agak sepi, Tiba-tiba ada sebuah motor yang hampir menyerempet Nindi, untung Bik Ina melihat majikannya itu, dia langsung mendorong Nindi ke samping.
" Aduh.. kenapa Bik Ina mendorong ku, untung ada rumput.". Nindi meringis kesakitan, karena tangannya lecet.
Bik Ina, sangat cemas, ia merasa bersalah.
" Maaf non, tadi ada motor yang hampir menabrak non, makanya Bibik dorong non tadi, sakit ya non, kita pulang saja ya". ucap bik parau.
Namun tiba-tiba, ada seorang pemuda mendekati." Maaf, tadi motor saya ban nya kempes, jadi jalanya agak oleng, apakah adik tidak apa apa, saya bawa ke rumah sakit ya, naik taksi saja". tanya pemuda itu.
" Tidak Apa-apa, ini cuma lecet sedikit, di kasih kompres nanti sembuh". Ucap Nindi.
" Perkenalkan, nama saya Andi, Saya tinggal di komplek sebelah dan kuliah dekat kampus sini. kalau boleh tau, namanya siapa dan tinggal dimana". tanya pemuda yang bernama Andi itu.
" Nama saya Nindi, saya tinggal dekat sini, ini Bibik saya, oh ya maaf saya harus pergi". ucap Nindi.
Pemuda itu mengangguk dan tidak bisa menahan Nindi lagi, karena ia sepertinya terbaru buru. pikir sang pemuda.
Nindi melanjutkan perjalanannya. tidak lama mereka pun sampai.
Sebelum masuk, " Bik. jangan ceritakan kejadian tadi ya, takut nanti Kak Ardian salah paham,Tadi aku belum sempat pamit".
" Iya non, tenang aja". kata bibik menyunggingkan senyumnya..
Mereka belanja keperluan dapur dan lainnya. mereka asik memilih, tampa melihat sekeliling nya, sedangkan Andi terus memperhatikan dari jauh, ia mengikuti Nindi.
"Sudah lama ia lewat jalan ini, belum pernah lihat gadis itu,dimana dia tinggal, aku jadi penasaran". katanya dalam hati. Setelah selesai belanja, mereka langsung pulang. Namun depan mini market, mereka dikejutkan" Oh ya boleh saya bantu, tanda permintaan maaf saya". kata Andi menawarkan diri secara tiba-tiba.
" Terimakasih, tidak usah kami bisa bawa". jawab Nindi menolaknya.
Bik Ina melihat Taxi lewat, dia langsung menyetop Taxi, dan mengajak Nindi pulang, dia juga takut, kalau nanti majikannya marah.
Andi terpaku, semakin penasaran. namun dia tidak bisa menghentikannya.
Tidak berapa lama Nindi dan bik Ina sampai di rumah, Mertuanya sangat cemas. karena tidak bisa menghubungi, HP Nindi tinggal di dapur.
Dan bertepatan sampainya Ardian di rumah.
" Sayang... kemana aja, mami sampai panik tuh, kok tidak bawa HP, kalau kemana-mana bilang, biar di antar sopir. " ucap Ardian cemas. Dia merangkul istrinya ke dalam rumah.
Ardian menyembunyikan rasa kesalnya.karena mami nya menelpon cemas.
" Maaf kak, tadinya mau menelpon, pas mau berangkat., aku ke toilet dulu, ku letakan hp. taunya tinggal, sampai minimarket ingatnya".
ungkap Nindi membujuk suaminya.
Dari kejauhan Ardian melihat seorang pemuda memberhentikan motor, dan melihat ke arah rumahnya, Ardian curiga dengan pemuda itu, Ardian memanggil penjaga rumahnya.
" Kamu kenal nggak dengan pemuda yang di atas motor itu. " tanya Ardian.
" Oh dia itu mahasiswa dekat sini pak, dia tinggal di komplek sebelah". jawab Penjaga..
" Kamu awasin dia, jangan biarkan dia masuk tampa seizin saya". perintah Ardian.
" Baik pak". ucap penjaga rumah.