NovelToon NovelToon
Stop Loving You

Stop Loving You

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Madamme Yellow

Dua orang yang pernah saling sangat mencintai, memutuskan untuk tidak saling mengenal ketika bertemu, memutuskan untuk saling berhenti mencintai.

Bagaimana kalau takdir tetap mempertemukan mereka setelah sama-sama dewasa?

Cinta pertama yang tidak mungkin dilupakan dan harus berpisah karena pahitnya perbedaan yang terbentang di antara mereka.

IG Madammeyellow

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madamme Yellow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Holiday

Herannya, Ronald sama sekali tidak marah melihat Nara menangisi laki-laki lain, dia malah lucu melihat tingkah kekasihnya itu. Ronald dengan sabar memberikan tisu pada Nara untuk menghapus air mata yang menetes di pipinya karena Nara tidak ingin Ronald yang menghapusnya.

"Honey, sudah dua jam sayang menangisinya, air matamu masih deras, apa kamu tidak lelah?" tanya Ronald memutar bola matanya malas.

Ya Tuhan … kenapa dia harus melihat kekasihnya menangis seperti ini.

"Sudah aku mau pulang," ucap Nara memanyunkan bibirnya.

"Honey, aku sudah katakan kalau kita akan berlibur, kebetulan temanku dari Inggris datang dan berlibur di Bali, aku juga ingin mengajakmu," ucap Ronald menggosok pelan rambut Nara. Ronald menarik Nara masuk ke dalam pelukannya.

Kasian sekali kekasihnya ini, keras kepala, ketemu laki-laki yang mempermainkan perasaannya, hanya dia saja yang masih setia tetapi Nara selalu saja ingin menjauh.

"Tidak! Aku tidak mau ikut denganmu ke Bali," ucap Nara yang saat ini masih di dalam mobil Ronald, Nara tidak berniat masuk ke dalam kost itu, dia tidak ingin Andre menemuinya saat ini tetapi bersama dengan Ronald, dia juga tidak menginginkannya.

"Sudahlah honey, berhentilah keras kepala seperti ini, aku hanya ingin menghiburmu, aku janji tidak akan melakukan apapun padamu," ucap Ronald menatap wajah Nara dengan sangat lembut.

Nara tidak punya pilihan, dia bahkan tidak ada tempat mengadu saat ini, teman akrab juga tidak ada. Hanya Ronald memang yang selalu mengerti dia.

Kali ini Nara mengangguk, dia setuju ikut Ronald berlibur menenangkan pikirannya. Ronald tahu Nara pasti akan ikut kali ini, saat ini dia tengah bersedih dan satu-satunya orang yang mampu menghibur Nara adalah dirinya.

Ronald pun kembali lagi ke rumahnya dan bersiap dengan Nara, membawa pakaian seadanya saja. Ronald lebih suka membeli baju di sana daripada membawa banyak dari Jakarta.

"Ronald, kamu ada yang mau di bawa lagi!" tanya Nara dengan sangat lembut sambil melihat barang Ronald di dalam koper kecilnya. Sepertinya sudah lengkap semua, Nara lebih mirip istri Ronald daripada asisten pribadi.

"Sudah honey! Kalaupun ada yang ketinggalan, nanti kita beli saja, yang penting itu barang kamu sudah lengkap atau belum?" Ronald mendekati Nara dan bersandar pada pundak Nara. Ronald memang dari dulu suka sekali bermanja seperti ini tetapi Nara pasti meletakkan tangannya pada pipi Ronald, karena Nara tidak ada inisiatif melakukannya. Ronald sendiri yang mengambil tangan Nara dan meletakkan pada wajahnya.

Nara hanya menggeleng dan tersenyum tipis. Terkadang Nara berpikir untuk mengalah dan memberikan lagi hatinya untuk Ronald tetapi mengingat Monica, Nara kembali sadar diri. Lebih baik tetap seperti ini saja. Monica sampai matipun tidak akan pernah merestui pernikahan mereka.

"Sudah! Ini saja, cuma satu malam kan, besok juga kita sudah pulang," ucap Nara mengecek barang-barang yang akan dia bawa.

"Yang warna cream di dalam lemari, ada yang aku pesan dari Prancis itu, kamu bawa tidak honey," bisik nakal Ronald di telinga Nara.

Nara menyunggingkan senyumnya, tidak mungkin dia membawa barang seperti itu di saat tidur dengan Ronald. Ya mereka pasti sekamar. Nara sangat yakin itu.

"Tidak ya?" tanya Ronald memicingkan matanya, untung saja dia bertanya. Ronald kembali masuk ke dalam lemari Nara dan mengambilnya. Dia masukkan ke dalam koper miliknya.

Gila!

Siapa yang akan menggunakannya, kalau Nara tidak akan mau menggunakan pakaian seperti itu.

Saat Nara sibuk, Ronald membuka koper kecil Nara dan mengeluarkan semua pakaian Nara apalagi pakaian tidur Nara yang panjang.

Tidak layak lagi Nara menggunakan pakaian tidur seperti itu. Mereka pun berangkat ke Bali. Saat barang sudah masuk semua di dalam mobil. Monica datang bersama dengan Christin.

Ronald dengan cepat menyuruh Nara masuk ke dalam mobilnya. Mamanya ini sangat berbahaya. Kata-katanya akan merusak mood Nara dan itu akan berdampak pada keromantisan mereka. Padahal Nara sudah mulai membaik dengannya. Ronald tidak ingin Monica merusak semua rencananya.

"Kenapa Mama datang?" tanya Ronald menghampiri Monica yang belum turun dari mobil. Monica membuka kaca mobilnya dan melihat Ronald yang sepertinya akan pergi jauh.

"Kamu mau ke mana?" tanya Monica yang menebak kalau Ronald akan pergi.

"Malaysia Ma," jawab Ronald berbohong, dia tidak akan jujur mau pergi ke mana, Monica pasti akan membuntutinya dan kembali rencana Ronald akan gagal.

"Ajak Rosalinda ya! Mama telpon sekarang, nanti Rosalinda menyusul saja ke Bandara," ucap Monica mengusulkan idenya.

"Ma, aku bukan liburan tetapi aku kerja di sana, jadi tolong jangan membuat aku pusing," ucap Ronald malas. Mengajak Rosalinda? Tidak ada untungnya, kenal tidak, dekat juga tidak, suka apalagi. Mamanya selalu saja menjodohkannya. Sudah tahu kalau Ronald mencintai Nara tetapi tetap memaksa bersama dengan Rosalinda, anak temannya.

"Oh kamu pasti mau mengajak wanita murahan itu bersama denganmu, kamu hanya akan dijebaknya Ronald. Dia pasti akan meminta kamu menidurinya, awas saja kalau sampai kamu melakukannya," ucap Monica yang sudah menduga jelek tentang Nara.

Kalau saja Nara meminta ditiduri, sudah tentu Ronald senang hati melakukannya. Jangankan tidur bersama, memeluk dia saja, Nara tidak mau.

"Ma, Nara itu bukan wanita seperti itu, sudahlah Ma! Jangan mengatur hidupku lagi, aku ini sudah dewasa, aku bisa memilih mana yang terbaik untuk hidupku, pilihkan saja Christin laki-laki yang baik, kekasihnya selalu saja brandalan," ucap Ronald dengan sinis.

"Axel tidak brandalan, Kak! Dia pembalap, bukan brandalan," jawab Christin malas.

Terserahlah!

"Ma, aku ingin pergi sekarang, pesawatku sudah menunggu. Kalau Mama mau, masuk saja ke dalam," ucap Ronald dengan santainya.

Untuk apa dia melihat rumah Ronald di dalam kalau Ronald tidak ada.

"Mama tidak suka melihat wanita itu, Mama akan pulang sekarang, pulang dari Malaysia langsung ke rumah Mama, kita makan malam keluarga Ronald, sudah lama kamu tidak pulang dan tidak perlu membawa wanita murahan itu, Mama tidak nafsu makan," ucap Monica dengan bibirnya yang sinis melihat Nara dari pantulan kaca mobil Ronald. Nara duduk di belakang seperti Ibu Bos, meresahkan sekali. Monica tidak suka kalau Nara menjadi menantunya dan dia selalu mengingatkan Ronald untuk tidak melakukan apapun dengan Nara.

"Iya … iya! Ingatkan lagi nanti, sekarang aku mau pergi," Ronald pun meninggalkan orang tua dan adiknya. Dengan cepat masuk ke dalam mobil.

"Honey, maaf ya sayang lama! Kita pergi sekarang!" Ronald kembali memeluk pinggang Nara dan menyuruh Nara bersandar pada pundaknya.

Nara tidak bisa membantah karena percuma saja, Ronald tetap memaksanya bermanja seperti itu.

To Be Continued ….

Visual Bisa di lihat di IG Madamme yah

Madammeyellow

Ada juga di bab 25

1
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Cantiikk banget Sonya 😍😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Pangeran Abdul Mateen Bokiah ,Bukan Martin thor,.ntar kena tilang lho thor salah niulis nama putera raja..😂
Qaisaa Nazarudin
wah apakah itu Pangeran Martin??
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata pangeran Martin masuk novel mu thor?? Gak pernah kebayang orang dunia nyata akan masuk ke dunia novel..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata udah pisah juga,Nikah aja aku gak tau dgn siapa,malah anaknya udah gede aja,udah gitu pisah lagi,duda dong..
Qaisaa Nazarudin
Waahhh Gerald..Apa babang Gerald juga sudah MENIKAH? sudah punya anak?? Jangan sampe di Jodohin dengan Sonya..Gak dapat emaknya,anaknya juga boleh..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Oh jadi wanita yg gak punya rahim masih bisa melakukan gituan ya??
Qaisaa Nazarudin
Jangan di kasih tau dulu,Itu juga bisa mempengaruhi kelancaran air ASI Nara,kalo Nara banyak pikiran..
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Ronald fobia dia,Aku bisa merasakan berada diposisi Ronald,Bagaimana rasa takutnya kehilangan..😭
Qaisaa Nazarudin
Minta sama dokter pil untuk menambah/melancarkan air Asi..
Qaisaa Nazarudin
Banyak kisah novel yg ku baca, Orang kaya tapi anaknya cuman satu doang, Ternyata kebanyakan nya seperti ini ceritanya..
Qaisaa Nazarudin
Kalo cari pengganti pun, jelas' bukan Rosalinda kandidat nya..
Qaisaa Nazarudin
KAMU LIHAT KAN SEKARANG RONALD?? SEMUA INI KERANA ULAH MAMA MU...😡😡
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Nara juga meninggal..🙏🙏😭😭
Qaisaa Nazarudin
Lha udah tau sakit parah,kenapa masih mau Menikah?? hujung2 nya ditinggalin..Wahh pasti akan CLBK lagi nih..
Qaisaa Nazarudin
Andaikan Axel gak kasat dan memperlakukan Christin dengan baik, MENCINTAI nya dengan Tulus,Mungkin Christin gak akan lari dari kamu,Dia kan cinta mati sama kamu..
Qaisaa Nazarudin
Ialah CANTIK hasil OPLAS..
Qaisaa Nazarudin
Emangnya kenapa bumil gak boleh makan sate?? Aku aja dulu saat hamil Doyan makan sate dan duren, Alhamdulillah anak2 aku sehat2 semua sampai mereka udah gede sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Mana mau Rangga sama kamu yg barang BEKAS...
Qaisaa Nazarudin
KALI INI NOLA SALAH TARGET..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!