NovelToon NovelToon
Zeel Greenlight

Zeel Greenlight

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Fantasi Timur / Cintapertama / Sistem / Epik Petualangan / Barat
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jefrie Pratama

Cerita ini berlatar belakang seribu tujuh ratus tahun setelah pertarungan dewa, batu-batu sakral kini tersebar ke berbagai penjuru dunia, setiap kaum yang memilikinya memanfaatkan batu tersebut untuk kepentingan kaum mereka, Zeel Greenlight seorang pemuda dari kota benteng Clever kehilangan kedua orang tuanya saat peristiwa malam darah, inilah awal dari perjalanannya untuk mencari siapa dan kenapa pembunuhan itu terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefrie Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 8 : Kota Benteng Haven IV

Kemudian Zeel juga masuk ke kamar yang disediakan untuknya.

Di kamar Zeel terdapat sebuah tungku api dalam keadaan menyala.

Tak jauh dari hadapan tungku api itu tersedia sebuah kursi panjang.

Kamar Zeel memiliki tempat tidur dengan kapasitas untuk dua orang.

Setiap sisi tempat tidur tertutupi oleh tirai kain transparan berwarna biru.

Nampak sepasang jendela menghadap ke luar istana di dalam ruangan itu.

Setelah berada di dalam kamar tidur itu, Zeel segera melangkahkan kakinya menuju jendela.

Malam itu Zeel tidak melihat apa-apa dari jendela selain badai salju.

Malam itu badai salju terlihat turun dengan lebatnya.

Bagian sisi luar jendela kamar tidur Zeel nampak berembun.

Setelah merasa cukup melihat badai salju Zeel pergi menjauhi jendela.

Kemudian ia duduk di kursi panjang sembari menghangatkan diri di depan tungku api.

Tiga puluh menit berlalu semenjak Zeel menghangatkan tubuhnya.

Tok, tok, tok ....

Terdengar suara ketukan dari arah pintu.

Zeel yang mendengar itu dengan segera bangkit dari kursi lalu membuka pintu.

Terlihat di hadapan Zeel sosok Clare dengan pakaian bagus.

Zeel tidak pernah melihat Clare mengenakan pakaian bagus ini sebelumnya.

Aroma tubuh Clare berbeda di bandingkan biasanya.

Zeel tanpa berkata-kata hanya menatap Clare untuk beberapa saat.

"Apa yang kamu lihat?" tanya Clare.

Terlihat Clare memasang wajah marah dengan pipi memerah.

"Bukan apa-apa," balas Zeel.

"Kalau begitu ... aku akan masuk," kata Clare.

"Silahkan," ucap Zeel.

Beberapa saat kemudian mereka duduk berseblahan di kursi panjang sembari menghadap tungku api.

"Kenapa?"tanya Zeel sembari menghadap tungku api.

Clare menoleh ke arah Zeel.

"Apanya?" tanya balik Clare.

Zeel berkata, "Bukannya kamu tidak ingin tidur bersamaku?"

"Bukan begitu," kata Clare.

Lalu Clare memberikan cubitan kecil pada paha Zeel.

"Lalu?" tanya Zeel.

Clare menjawab, "aku hanya berkunjung."

Untuk beberapa saat suasana menjadi hening.

Hanya suara kobaran api terdengar dari dalam tungku api.

"Baju baru?" tanya Zeel.

"Tidak ... Sophia meminjamkannya," jawab Clare.

Zeel membalas, "oh begitu."

"Barusan aku mandi bersama Sophia ... dia

meminjamkanku baju serta sabun," cerita Sophia.

Zeel membalas, "pantas baumu harum."

Kemudian Clare kembali mencubit paha Zeel untuk kedua kalinya.

"Jadi selama ini aku bau?" tanya Clare.

"Bukan itu maksudku," balas Zeel.

Suasana kembali hening untuk beberapa saat.

Zeel melirik ke arah Clare.

Tanpa alasan yang jelas Clare nampak tersenyum.

"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Zeel penasaran.

"Zeel ... aku sangat senang ketika tahu Sophia adalah pemilik toko bunga," kata Clare.

"Syukurlah," balas Zeel.

"Makan malam hari ini bagaimana menurutmu?" tanya Clare.

"Enak ... terutama es krim," balas Zeel.

Clare berkata, "setuju ... mungkin aku tidak akan bisa memakan makanan selain es krim."

"Makan es krim terlalu banyak akan membuatmu gendut," balas Zeel.

"Benarkah?" tanya Clare dengan penuh penasaran.

"Begitulah," jawab Zeel.

"Kalau begitu aku harus berhati-hati," kata Clare

dengan wajah serius.

Beberapa saat kemudian suasana kembali hening untuk kesekian sekalinya.

Tiba-tiba Clare membaringkan kepalanya pada pundak Zeel.

Zeel nampak kaget dan tidak siap akan keadaan ini.

Kali ini pipi Zeel yang memerah.

"Aku bersyukur ketiga anak itu baik-baik saja," ucap Clare dengan nada rendah.

Lalu Zeel menoleh ke arah Clare yang sedang bersandar di pangkuannya.

Clare terlihat sedang tertidur.

Kemudian Zeel berniat untuk menggendong Clare kembali ke kamar.

Zeel merasakan ada sesuatu yang tidak normal pada badan Clare, suhu badan Clare terasa dingin.

Dengan sigap Zeel pergi keluar meninggalkan kamarnya.

Kini Zeel berada di lorong tepat di depan pintu kamarnya, ia menoleh ke kiri dan ke kanan.

Suasana lorong begitu hening, tak ada seorangpun lalu lalang.

“Pelayan!” teriak Zeel.

Beberapa saat kemudian seorang pelayan menghampiri Zeel.

Terpandang oleh pelayan itu sosok Zeel yang sedang panik.

“Ada apa tuan?” tanya pelayan itu.

Zeel berkata, “Tubuh Clare dingin.”

“Baiklah tuan, tunggu sebentar,” tutur pelayan itu.

Tiga menit kemudian pelayan itu berlari menghampiri Zeel sembari membawa sebuah mampan berwarna hijau.

Kemudian Zeel bersama pelayan itu masuk ke kamar tidur Zeel.

Tampak di hadapan mereka sosok Clare tak sadarkan diri di kursi.

“Tuan, tolong angkat tubuh gadis ini ke Kasur,” kata pelayan itu.

“Baiklah,” ucap Zeel.

Dengan segera Zeel mengangkat tubuh Zeel ke kasur.

Kulit Clare begitu dingin, sesekali tubuhnya menggigil.

Kini tubuh Clare terbaring di kasur.

Bagian kepala Clare tampak bertumpu pada sebuah bantal.

Selepas itu Zeel menutup sekujur tubuh Clare dengan selimut, hanya bagian kepala sampai leher yang nampak.

“Tuan … tolong tambahkan bantal pada kepalanya,” tutur pelayan itu.

Zeel mebalas, “baiklah.”

Lalu Zeel mengambil bantal yang tidak terpakai.

Kemudian secara perlahan mengangkat kepala Clare, lalu menaruh bantal tidak terpakai pada bagian belakang kepala Clare.

Dengan bersandar pada dua buah bantal, kini kepala Clare sedikit lebih naik di bandingan bagian tubuh yang lain.

“Begini cukup? Tanya Zeel.

Pelayan itu membalas, “cukup tuan.”

Kemudian Pelayan itu menaruh nampan yang ia bawa ke salah satu bagian kasur.

Lalu ia mengangkat sebuah gelas yang berada pada permukaan nampan.

Pelayan itu tampak mengangkat gelas itu perlahan-lahan dengan kedua tangannya.

Terlihat oleh Zeel sebuah gelas berisikan air berwarna hijau sedang pelayan itu pegang.

Nampak partikel partikel kecil berwarna hijau berada pada dasar gelas itu.

Partikel-partikel itu nampak seperti dedaunan yang sudah di ekstrak.

Lalu pelayan itu  menuangkan gelas yang ia bawa ke mulut Clare.

Gluk, gluk, gluk ….

Clare meminum minuman itu dengan keadaan mata tertutup.

“Bagaimana pelayan?” tanya Zeel khawatir.

“Dengan begini sudah tidak apa-apa … ia akan membaik,” balas pelayan itu.

Huuuft ….

Zeel mengembuskan napasnya.

“Kalau begitu saya permisi,” ucap pelayan itu.

Zeel membalas, “terima kasih.”

Lalu pelayan itu pergi meninggalkan Zeel dan Clare sembari membawa nampan berisikan sebuah gelas kosong.

Zeel tidak pernah melihat penyakit ini sebelumnya, pelatihan di militer tidak mengajarkannya tentang penyakit ini.

Hal ini membuat Zeel panik, terlebih hal ini menimpa orang terdekatnya.

Lalu sedikit membengkukan badan kemudian mengelus rambut Clare secara perlahan dan lembut.

Beberapa saat kemudian Zeel melihat gerakan dari mulut Clare.

“Zeel,” ucap Clare pelan.

“Tenang saja … kamu akan baik-baik saja,” balas Zeel pelan.

“Tetaplah di sisiku,” tutur Clare pelan.

Zeel berkata, “aku tidak akan kemana-mana.”

Lalu Clare tertidur.

Kemudian Zeel duduk lalu bersandar kedua tangan serta kepalanya bersandar di tepian kasur.

Zeel memutuskan untuk terus terjaga sepanjang malam, ia takut bila terjadi apa-apa pada Clare.

Namun Zeel tidak mampu menahan rasa kantuknya.

Setelah terus terjaga selama beberapa saat Zeel akhirnya tertidur.

..."Tetaplah di sisiku."...

...-Clare-...

1
Ayu Ap
permulaan aja dah seru ya wak.

kak jangan lupa mampir do novel ku NEGRI JIRAN.
mohon dukungannya
Jefrie Pratama
bisa jadi haha
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Zeel kamu hebat bikin lawan ko
@Kristin
Semangat up nya Thor...
@Kristin
Mampir Thor
𝐀⃝🥀🥑⃟Jind🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳😘
wih pesan yang bagus keren author 👍
𝐀⃝🥀🥑⃟Jind🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳😘
belum lahir
𝐀⃝🥀🥑⃟Jind🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳😘
itu batunya batu akik ya🤭
Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ
novel keren
🍷⃞⃟Rere꧁༺𝓡𝓮𝓰𝓲𝓷𝓪༻꧂
semangat thor aku mampir. mampir juga yuk ke karya author Reginaryn : Me and my secret crush🌟
lina
next
Lilaura Callisto⚡
next semangat thor
Jefrie Pratama: Makasih
total 1 replies
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
go up lagi oner
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️: dasar yaa🙊🙊
total 2 replies
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
up lagi
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
smngt
ayumi
semangat kk...next
ayumi: ok. kk...jaga kesehatan...semangat
total 2 replies
Dep queen
lanjutttt
❤️⃟Wᵃf Nesia
lanjut
IG: Saya_Muchu
lanjut thor
»𝆯⃟ ଓε»°CaCha_iC🄷a°«࿐𓆊
like ,koment ☑️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!