Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini 🙏🙏🙏
Bahira Anjani wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun,harus terjebak cinta seorang CEO yang memiliki perangai gila.
Kenapa dikatakan gila.? selain memiliki sifat yang tegas dan berwibawa,sang CEO juga memiliki sifat yang sangat humoris. Dan yang lebih mengagetkan lagi,dibalik sifatnya yang baik hati dan penuh kasih sayang,sang CEO memiliki sifat tempramental,egois dan sangat kejam.
River Bagaskara dialah CEO gila itu.Pria tampan berusia dua puluh tujuh tahun.Yang selalu ditinggalkan oleh para kekasihnya,karena perangainya yang gila itu.
Hanya Bahira Anjani lah yang mampu merubah perangai gila River Bagaskara.Walau pun banyak sekali konflik yang menguras airmata dan juga menciptakan kesakitan bagi keduannya.
Konflik apa saja yang mewarnai kisah cinta CEO gila dan wanita penyabar dan juga baik hati.?
Akankah kesabaran dan pengorbanan cinta Bahira Anjani akan membuatnya bersatu dengan River Bagaskara.?
Dan ada kisah apa yang membuat River Bagaskara memiliki perangai gila itu.
Hanya TERJEBAK CINTA CEO GILA yang mampu menjawabnya.
Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan setelah membaca karya ini.Like pada setiap Babnya,Vote dan juga Rate.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCCG 27
Tanpa menunda lagi River langsung menuju kerumah Keyra.
Camelia yang geram ditinggalkan dikafe tentu saja langsung kembali kerumahnya dengan membawa dendam dan amarah.
Sementara dua pasangan kekasih mengumpat kesal karena kelakuan River.
"Aku punya firasat enggak baik deh sama itu buah. Dia kaya nyimpen amarah dan ambisi gitu sama sapi." ucap Deveen.
"Iya gue juga. tadi lihat kan reaksi dia gimana, waktu kita ngomongin marmut. Terus tadi juga dia memberi loe tatapan membunuh gitu Dev, waktu loe nyindir sapi." balas Jaleswari.
"Kita mesti banyak mengawasi sapi ini, dia labil gitu kan.? apa lagi dia masih keinget aja sama itu tragedi.Dia aja sampe bisa lupa sama keberadaan marmut, horor amat ya.?" ucap Bendino.
"Bloon emang si sapi, lelepin aja itu besok kejamban eyang loe kus. Itu buah juga bisaan ada dimall, lagi waktu itu juga ada dikafe ini. Jangan jangan mengintai lagi selama ini dia.?" ucap Aezar.
"Bisa jadi itu.!" seru Bendino,Jaleswari dan Deven.
"Kita awasi aja itu buah, sewa spion yang khusus untuk ngintip itu pergerakan dia." ucap Jaleswari kepada Bendino.
"Iya nanti aku sewa spion.Takut ini gue jadinya kalau sampai itu sapi terikat sama ono tragedi, bakal sesat aja hidupnya dan begitu aja sifatnya." kata Bendino.
"Entar gue juga sewa spion deh. Ini buah masalahnya pernah depresi, pasti dia punya kepribadian lain. Runyam ini bisa urusan nanti, syukur syukur marmut tabah menjalaninya entar kalau enggak, sudah bisa dipastikan bubar ini sapi sama marmut." timpal Aezar.
"Lagian itu buah kenapa pake nongol lagi sih.? kasihan si sapi jadi terjebak lagi sama itu tragedi. Susah payah dia bangkit dan melupakan malah digangguin sekarang." kata Deveen.
"Gue kirim aja apa dia bola api, sapu ijuk, sama telor bungkus kain kafan..?" ucap Bendino.
"Ide bagus.!" sahut Aezar, Deveen dan Jaleswari.
Sementara itu River sudah berada dirumah Keyra, diketuk pintu bercat hitam itu berulang kali dengan perasaan gelisah. Tak lama pintu pun terbuka dan sosok calon ibu mertua menyapa indra pengelihatannya.
"Malam bu, maaf aku ganggu tidurnya ibu." ucap River seraya mencium telapak tangan Sari.
"Kamu ngapain jam segini baru dateng.? marmut udah tidur kayanya." tanya ibu.
"Aku bikin salah bu, aku boleh bu kekamar marmut.? janji aku enggak ngapa ngapain. Aku cuma mau minta maaf dan menyelesaikan masalah aja, aku mohon bu.!" pinta River menghiba.
Ibu pun dibuat bingung dengan kelakuan River kali ini yang nampak begitu ketakutan dan juga gelisah. Ibu pun akhirnya mengijinkan River kekamar Keyra dan membantunya mengetuk pintu kamar putri semata wayangnya itu.
"Iya bu..!" sahut Keyra dari dalam kamar dengan suara seraknya. Nampak sangat jelas jika Keyra tengah menangis. Dan benar saja saat pintu terbuka, terlihat mata Keyra yang begitu sembab.
"Queen.!" River memeluk Keyra "maafin aku, maaf queen".
"Pacaran baru enam bulan konflik udah kaya pacaran lima tahun, buanyak banget. Selesaikan buruan masalahnya, biar River cepet pulang." ucap ibu seraya meninggalkan River dan putrinya.
Nampak dimata River semua barang belanjaan mereka tadi berserakan dilantai. Ditatapnya wajah yang sayu dan mata yang sangat sembab itu.
"Maafin aku queen.!" ucap River lirih dengan suara yang bergetar.
"Aku mengikhlaskan kamu kembali kecintamu, kita akhiri semuan, lupain aku River." ucap Keyra.
"Queen.!" mata River membola "aku enggak mau queen, aku mau kamu, maafin aku." ucap River dengan semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku bukan sampah yang dengan mudahnya kamu lupain begitu aja. Kamu bahkan sampe bisa lupa kalau ada aku disamping kamu waktu ketemu cinta kamu itu." Keyra tersenyum mengejek "menyedihkan banget aku ini."
"Aku mohon queen maafin aku. Ak----
"Aku ngantuk..!" pungkas Keyra memotong perkataan River.