Menceritakan tentang seorang gadis Cantik bernama Kiran, ia jatuh Cinta pada Seorang Pria tampan yang Arogant bernama Dhefin.
Perjuangan Kiran mengejar Cinta Dhefin, tidak semudah yang dibayangkannya. Saat rasa cinta semakin menggebu dihatinya, saat itu pula Kiran Harus membuang Rasa Cintanya tersebut.
Berhasilkah Kiran?
Jika ingin tahu kelanjutan cerita nya, Ikuti terus dan jangan lupa dukungan nya ya.
Follow Ig: Nonafi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kantor Dhefin
Kiran sudah terlihat sangat cantik dengan penampilannnya, yang menggunakan Dres selutut berlengan panjang warna Navi. Kulit putih Kiran selalu cocok dipadukan dengan warna apapun yang dikenakannya.
Dhefin sedari tadi terus saja melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Dhefin merasa waktu berputar sangat lama, Dia sudah sangat tidak sabar menanti Sang pujaan hati.
Kenapa aku jadi seperti anak Abg yang sedang kasmaran ya? Gumam Dhefin menertawakan dirinya sendiri
...
Kiran memasuki Gedung R.A Group dengan menenteng kotak bekal makanan ditangannya.
Hampir setiap orang yang berpapasan dengan Kiran menyapanya dengan memberikan senyum yang tentu saja dibalas Kiran dengan senyum manisnya.
Sosok Kiran yang cantik dan terkenal Ramah itu tentu saja disukai oleh banyak orang. Tak sedikit orang yang senang saat melihat keberadaan Kiran Di R.A Group.
Banyak juga dari mereka yang kecewa saat mendengar kabar jika Kiran sudah berhenti bekerja disana. Mereka yang kebanyakan kaum Pria merasa berkurangnya penyemangat mereka bekerja, Sosok Kiran merupakan salah satu penyemangat untuk sebagian Pria disana.
"Haii Ran. Apa kabar? Makin Cantik aja." Ucap Seorang Pria yang Kiran tahu bernama Reno menghampirinya. Reno merupakan salah satu pegawai disana yang terang terangan mengagumi Kiran.
"Haiii Ren. Baik. Makasih Pujiannya." Jawab Kiran Ramah tersenyum pada Reno.
"Ran......" Teriakan seseorang yang Kiran sangat hapal siapa pemilik suara tersebut. Siapa lagi jika bukan sahabatnya Sarah.
"Aku kesana ya Ren." Pamit Kiran meninggalkan Reno yang masih setia menatapnya
Dengan langkah anggun nya, Kiran menghampiri Sarah yang juga berjalan menghampirinya.
"Kamu balik kerja lagi?" Tanya Sarah yang dijawab gelengan kepala oleh Kiran.
"Terus?" Tanya Sarah penasaran menatap Kiran.
Kiran semakin mendekat dan berbisik ditelinga Sarah yang seketika berteriak kagek mendengarnya.
"Apa...?" Suara Teriakan Sarah tentu saja membuat mereka menjadi pusat perhatian disana.
"Is.... pelankan suaramu!" Cubit Kiran pelan pada lengan Sarah
"Kamu beneran, Serius Ran? Coba ulangi lagi." Tanya Sarah masih terlihat tak percaya
"Dengar baik baik ya sahabatku yang cerewet. Aku sekarang Calon Nyonya Bos diperusahaan Ini." Ucap Kiran lagi dengan senyum mengembang diwajahnya menatap Sarah.
"Ahhhhhhh........" Pekik mereka bersama sama melompat lompat berpelukan seperti anak kecil tanpa menghiraukan orang orang yang menatap aneh kepada mereka.
"Syut...." Kiran mengisyaratkan Sarah untuk diam saat Phoneselnya berdering dan melihat panggilan masuk dari Dhefin.
"Hallo Dhef?" Sapa Kiran setelah menjawab Telepon dari Dhefin
"What, Dhef?" Ucap Sarah pelan namun Kiran dengan cepat menutup Mulut sahabatnya.
"Sayang kamu dimana? Suara siapa itu?" Tanya Dhefin di seberang telepon.
"Iya Ini sudah di lobi." Jawab Kiran
"Langsung naik ya, Aku tunggu." Seru Dhefin
"Baiklah." Jawab Kiran lagi sebelum memutuskan telepon.
"Bye...... aku keatas dulu ya.." Pamit Kiran menjulurkan Lidahnya pada Sarah yang masih membeku menatapnya.
"Aku tunggu penjelasan darimu Ran." Pekik Sarah sebelum Kiran masuk kedalam Lift.
.
.
Dhefin kembali menatap pantulan dirinya di Cermin yang ada diruangannya. Merapikan sedikit penampilannya, yang padahal sama sekali itu tidak perlu. Karena dia sudah terlihat rapi dan tentu saja tampan. Namun namanya orang sedang kasmaran, Tentu saja sering melakukan hal hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.
"Haii.... nyonya Bos." Sapa Lia Sekretaris Dhefin tersenyum menggoda Kiran.
"Kakak sudah tau?" Tanya Kiran heran
"Jelas taulah, Tuan Dhefin sendiri yang bilang
"Benarkah?" Tanya Kiran terkejut dan Lia mengangguk menjawabnya.
"Lia, Aku sudah putus dengan Raisa. Saat ini aku sudah bersama Kiran, dan hanya akan bersamanya. Jadi jangan pernah izinkan Raisa masuk tanpa Izinku.
Dan Kiran, Perlakukan dia sebaik mungkin. Kalau dia datang persilahkan saja langsung masuk keruanganku." Ucap Lia mencoba menirukan suara Dhefin meskipun tak mirip sama sekali.
Kiran tersipu malu mendengar ucapan Lia. Semburat merah sudah setia mewarnai wajahnya.
"Hahahaha.... Sudah sana masuk. Sebelum dia yang kemari." Usir Lia tertawa pada Kiran yang terlihat lucu menurutnya.
Tok tok tok....
Kiran mengetuk pintu Ruangan Dhefin.
Ceklek...
Pintu dibuka dari dalam memperlihat sosok tampan Dhefin dibaliknya.
"Sayang...." panggil Dhefin mesra merangkul pinggang Kiran, membawanya masuk lalu menutup pintu ruangan tersebut.
Kiran dan Dhefin duduk di sofa yang sama. Setelah meletakan bekal makanan yang dibawanya ke atas meja. Kiran menatap Dhefin yang saat ini juga sedang menatapnya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Kiran mengeryitkan alisnya
"Apa ada larangan tidak boleh menatap kekasihku sendiri. Kamu sangat Cantik sayang."
Blush.....
Kiran merasa Panas dan jangan lupakan Wajahnya yang kembali merona mendengar ucapan Dhefin.
"Ih.... tambah cantik deh kalau lagi merona begini." Ucap Dhefin lagi gemas, menangkup kedua pipi Kiran lalu Cup. Mencium sekilas bibirnya.
"Aku siapkan makannya ya." Ucap Kiran melepaskan Tangan Dhefin diwajahnya karena merasa semakin malu dan salah tingkah.
Dhefin hanya dia memperhatikan Kekasihnya yang terlihat sibuk membuka bekal makanan dan menghidangkan nya diatas meja.
"Makanlah..." Ucap Kiran lembut pada Dhefin
"Dhef....." Sahut Kiran lagi saat Dhefin masih saja diam menatapnya tanpa niat menyentuh makanan yang sudah ia siapkan.
"Manja...." Dengus Kiran pelan lalu mulai menyuapi Dhefin makan.
Dhefin membuka mulutnya dan menerima setiap suapan dari Kiran.
"Kamu nggak makan?" Tanya Dhefin saat Kiran hanya menyuapi dirinya
"Gimana mau makan kalau punya kekasih nggak bisa makan sendiri." Jawab Kiran menggoda Dhefin
Mendengar ucapan Kiran. Dhefin mengambil alih sendok ditangan Kiran dan mulai menyuapi Kiran. Mereka akhirnya menghabiskan makanan dengan cara saling menyuapi.
Mungkin terlihat Ribet, Tapi tidak untuk mereka yang sedang dimabuk cinta ini.
.
.
Kalau sudah baca jangan lupa tinggalkan jejak ya. Terima kasih🙏😘