Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.
Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.
Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.
Apakah Rose berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi Ke Restoran
"Ibu, terimakasih sudah mau menyayangi ku dan juga anak-anak, sudah lama sekali aku tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu, apalagi Sophia dan juga Noah yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang nenek."
Hati Sarah terenyuh mendengar ucapan Rose. Apa selama ini hidup anak itu sangat berat?, bagaimana bisa Isabella mengabaikan anak semanis ini, dan juga terbuat dari apa hati Catherine dan juga Isabella hingga tidak mau menyayangi cucu mereka.
Dia kembali mengingat cucunya yang tidak pernah mengunjunginya.
"Sudah jangan dipikirkan, sekarang kamu memiliki ibu dan juga ayah yang akan menyayangimu." sahut Hary yang tiba-tiba muncul dibelakang Rose. pria itu ikut berpelukan bersama istrinya.
Rose bersyukur bisa merasakan kehangatan yang sudah lama hilang.
"Terimakasih ayah ibu." dia berjanji akan memberikan yang terbaik pada mereka.
.....
"Marcus." Aurora menghentikan pergerakan Marcus yang hampir pergi. Anak itu sengaja pulang ke rumah orangtuanya karena lokasinya ke restoran Sarah lebih dekat.
"Apa?" tanya pria itu datar. Aurora terlihat seperti ragu ingin mengatakan sesuatu.
"Ck cepatlah kak, aku harus menjemput istriku." ucap Marcus ketus sesekali melirik ke arah jam tangannya, sepertinya restoran Tante Sarah sudah buka.
Di belakangnya ada Robert yang sudah siap berangkat bekerja sedangkan Catherine akan ikut Marcus menjemput Rose.
Aurora menatap lekat pada Catherine yang terlihat seperti tidak tenang.
"Ada apa Aurora?" tanya Catherine pada anak tirinya yang malah diam, sedangkan saat ini baik dirinya dan juga Marcus tengah sibuk dengan urusan mereka yang ingin membujuk Rose. berharap wanita itu mau kembali ke rumah.
Melihat wajah mereka membuat Aurora mengurungkan niatnya untuk bertanya mengenai Sophia.
Semenjak kepulangan mereka dari liburan, anak itu berubah dan suka mengabaikannya. Bahkan Sophia tidak bisa lagi di hubungi dan yang dia tahu anak itu ikut Rose yang entah sekarang tinggal dimana.
"Tidak jadi." ucap Aurora yang memilih kembali masuk ke dalam rumah. Melihat wajah murung anak itu membuat Catherine teringat dengan Rose yang selama ini dia abaikan.
Mengingat jika Aurora adalah anak di luar nikah suaminya, membuatnya tidak pernah menganggap anak itu ada. Sebenarnya nasib Aurora sangatlah buruk. Anak itu di buang ibunya sendiri sedangkan Robert tidak benar-benar mau merawat Aurora, sedangkan dirinya terlalu fokus pada Marcus dan. juga Jesper.
Banyak orang yang tidak tahu jika Aurora adalah anak kandung Robert karena suaminya itu memang tidak memperbolehkan Aurora ikut serta dalam bisnisnya, keluarga Vale terlalu mengagungkan anak laki-laki dan selalu mengabaikan anak perempuan.
Jika hidup Marcus dan Jesper sudah terjamin, berbeda dengan Aurora yang tidak berhak mendapatkan warisan dari keluarga Vale.
Catherine menatap kepergian Aurora dengan raut wajah yang tidak terbaca.
"Ayah akan menyusul jika rapatnya sudah selesai." pamit Robert yang selalu mementingkan bisnisnya dibandingkan dengan apapun.
Catherine maklum begitupun dengan Marcus. Sejak kecil dia memang kurang perhatian dari seorang ayah, bisa di lihat, ayahnya adalah orang paling sibuk di dunia. Tapi sekarang setelah terjun sendiri di kantor membuatnya paham apa yang membuat ayahnya bekerja begitu keras.
"Ayo Marcus." ajak Catherine yang langsung menggandeng sang anak setelah mendapatkan pesan dari Isabella, wanita itu juga baru berangkat.
Mereka akan bekerja sama untuk meminta maaf pada Rose dan berharap anak itu kembali kepada mereka.
.....
Seperti biasanya, Rose dengan semangat mencuci piring hari ini, juga sesekali membantu karyawan lain yang membutuhkan bantuannya.
Restoran hari ini lumayan ramai, meskipun masih pagi tapi hampir seluruh meja penuh dengan tamu.
Sarah sengaja duduk di depan pintu masuk, menunggu kedatangan tamu spesial nya.
Seringainya melebar saat netra nya menangkap sosok Catherine dan juga Marcus yang keluar dari mobil mereka. Tidak lama sebuah mobil berhenti dibelakang mobil milik Marcus, siapa lagi kalau bukan Isabella.
Anehnya yang datang hanya mereka saja tanpa di dampingi Robert dan juga Daniel. sudah dia duga, Rose dianggap tidak penting oleh keluarganya sendiri.
Klek...
"Selamat datang, silahkan duduk di sana." dengan sabar Sarah mengarahkan semua orang itu ke meja yang paling lebar yang jauh dari dapur. Sengaja agar mereka tidak mengganggu pekerjaan Rose.
"Mana Rose?" tanya Isabella yang tidak sabar. Membuat Sarah berdecak kesal. apa tidak bisa basa-basi dulu.
"Ck, jika kalian kesini bukan untuk makan silahkan keluar karena masih banyak pelanggan yang ingin makan disini." usirnya sambil menggerutu.
Catherine ingin menimpali ucapan wanita itu tapi Marcus segera menenangkan sang ibu yang hampir meledak. "Duduk Bu, jangan sampai kita membuat keributan dan berakhir di usir." ucap anak itu yang membuat mau tidak mau Catherine mengalah.
Isabella sibuk melihat seluruh karyawan yang mondar-mandir melayani pelanggan, siapa tahu dia melihat anaknya.
"Mau pesan apa?" tanya Sarah yang sudah siap mencatat pesanan pelanggan spesialnya. Catherine ingin sekali memaki temannya itu tapi dia mencoba menahan dirinya sendiri.
"Apa saja Tante yang mahal juga tidak apa-apa." sahut Marcus cepat.
"Baiklah tunggu sebentar." Sarah langsung melesat ke dalam dengan cepat.
"Mana Rose, katanya dia kerja disini, tapi dari tadi aku tidak melihatnya." ucap Isabella yang tidak sabar ingin bertemu anaknya.
Marcus diam, tapi dia ikut mengamati sekitarnya.
Hingga seorang anak laki-laki muncul melewati mereka.
"Tunggu, bukannya itu anak yang bersama Rose kemarin." ucap Catherine yang mencoba mengingat kejadian kemarin.
Isabella mengangguk, dia juga tidak asing dengan anak itu.
Noah bedecak kesal karena tidak menemukan mama nya, kata kak Sophia mamanya bekerja disini.
"Hey nak sini." panggil Marcus yang membuat Noah kaget karena ayahnya memanggilnya. Dia bingung sekarang, kakaknya bilang untuk tidak berurusan dengan orang-orang ini. Apa dia langsung pergi saja?.
Tapi belum sempat dia kabur.
"Loh Noah." Sarah menatap heran keberadaan anak itu di sini.
"Nenek, mama mana?" tanya Noah yang langsung menghampiri Sarah, mengabaikan panggilan Marcus tadi yang membuat pria itu mendengus kesal.
"Bukannya cucunya Sarah masih kecil?" bisik Catherine pada Isabella. Masalahnya diantara mereka Sarah termasuk telat menikah dan juga belum lama ini mereka mendengar kelahiran cucu pertama Sarah. Tidak mungkin cucunya bisa langsung sebesar itu.
"Mama di belakang, ada apa?" tanya Sarah yang membuat Noah jadi tidak enak.
"Kakak tiba-tiba demam nek, jadi aku ingin meminta mama untuk menemani kakak." jelas anak itu yang membuat Sarah paham. dia langsung menarik tangan Noah dan membawa anak itu kebelakang. Sayangnya Marcus yang terlanjur penasaran diam-diam mengikutinya, begitupun dengan Catherine dan juga Isabella.
"Mama, kakak sakit." adu Noah yang langsung menghampiri Rose yang tangannya penuh dengan busa sabun cuci piring.