Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.
Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.
Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.
Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.
Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.
Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.
"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"
Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiss In The Game
"1juta won itu sangat lumayan, aku bisa pergi belanja dengan Cindy nanti"
Dalam keadaan mata tertutup bibir Aiu mengembang, dia tersenyum lebar.
"Kenapa dengan ekspresi wajahnya, tiba tiba berubah dengan cepat" ucap Joong Woo dalam hati.
Priiittt!!!
Pembawa acara meniup peluit sebagai tanda dimulainya game itu. Aiu menggunakan satu tangannya lagi meraih bahu Joong Woo kamudian bergarak ke dadanya.
Perlahan namun pasti kini tangan Aiu meraba leher dan berhenti di rahang kokoh milik Joong Woo. Aiu belum menyuapinya karena dia belum yakin kue itu akan tepat masuk ke dalam mulutnya.
Sentuhan demi sentuhan yang Aiu lakukan membuat Joong Woo menelan ludahnya dengan susah payah.
Aiu mendekat sementara tangannya perlahan bergerak menyentuh bibir Joong Woo. Bukannya langsung menyuapi laki laki itu Aiu justru terdiam saat jari jemarinya mengusap bibir Joong Woo yang lembut.
"Astagaa kenapa bibirnya sangat lembut" ucapnya dalam hati.
Joong Woo terdiam dia sempat membiarkan jari Aiu mengusap bibirnya, kemudian dengan tanang dan nada berat Joong Woo berucap.
"Apa yang sedang kau lakukan!" ucapnya dengan tenang.
"Eh!" Aiu terkejut, dia langsung menyuapi Joong Woo setelahnya.
Aiu membuka penutup matanya dengan cepat dan melihat Joong Woo yang sedang mengunyah kue di dalam mulutnya.
"Selesai!" teriak pembawa acara tersebut.
Aiu mengambil tisu yang sudah tersedia di sana untuk membersihkan krim yang sedikit menempel di bibir Joong woo.
"Mm, maaf Presdir aku akan membantu membersihkan krim di bibir Anda" Aiu sungguh dibuat berdebar jantungnya.
Joong Woo sedikit membungkuk mempermudahkan Aiu ketika ingin membantu membersihkan bibirnya.
Aiu menelan ludahnya dengan susah payah pandangannya terus fokus ke bibir Joong Woo yang membuatnya selalu kehilangan konsentrasi.
"Semalam saat kau mabuk kau mencium mencium bibir Joong Woo"
Seketika ucapan Cindy melintas di benaknya. Aiu dengan cepat melangkah mundur.
"Kenapa?"
Joong Woo kebingungan melihat tingkah Aiu yang langsung berubah drastis.
"Apa masih ada krim yang menempel di bibirku?" tambahnya.
"Tidak Presdir, saya sudah membersihkan semuanya" Aiu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain, berusaha menjernihkan otaknya.
"Kita sudah menemukan tiga pemenang yang akan melanjutkan permainan ini ke babak selanjutnya" ucap pembawa acara.
Dan tiga peserta itu salah satunya adalah Joong Woo dan Aiu.
"Aku pikir kita akan menggakhiri semua ini!"
"Lumayan Presdir, dengan 1juta won aku bisa mengajak temanku untuk makan dan berbelanja lumayan, kan 1juta won kita hanya tinggal mengikuti permainan ini!" pikiran Aiu sudah melayang entah kemana dia membayangkan akan pergi makan dan berbelanja banyak barang bersama Cindy.
1juta won itu adalah uang yang tak seberapa bagi Aiu akan tetapi dengan kondisi dirinya yang seperti saat ini, jangankan satu jutawan 1000 won saja untuk dirinya itu sangat berarti.
"Apa kau begitu sangat membutuhkan uang? apa perusahaan terlalu sedikit memberikan gaji kepadamu?" Joong Woo berucap dengan tenang dia tak bermaksud untuk merendahkan Aiu tetapi ketika melihat Aiu sepertinya gembira akan memenangkan hadiah itu Joong Woo hanya merasa penasaran apakah gaji yang diberikan oleh perusahaannya itu kurang untuk Aiu.
"Oh tidak Presdir, bagi saya itu sangat cukup akan tetapi mendapatkan 1juta won dengan hanya kita bermain game seperti ini, itu bukankah menyenangkan?"
"Terserah kaulah!" Joong Woo membuang pandangannya ke arah lain dia tak mau ambil pusing dan lebih memilih menuruti keinginan Aiu.
Permainan selanjutnya adalah permainan dimana sang laki-laki harus mengambil kertas sebanyak-banyaknya dari mulut pasangannya.
Joong Woo dan Aiu seketika langsung melirik menatap satu sama lain dengan pandangan aneh.
Dalam game ini mereka harus mempertahankan kertas itu berada di mulut mereka karena kalau tidak justru bibir mereka yang akan saling bersentuhan.
Setia pasangan harus memindahkan kertas dari satu piring ke piring yang lain secara estafet melalui bibir mereka.
"Permainan macam apa ini!" Aiu melirik kedua pasangan yang terlihat gembira.
"Iyalah kalian senang orang kalian benar-benar pasangan kekasih, lah aku" Aiu menoleh sedikit mendongakkan kepalanya melihat ke arah Joong Woo.
"Aku dan Joong Woo bukan sepasang kekasih, astaga jangan sampai kertas ini lepas dari mulutku!" aiu mengepalan tangannya.
"Semangat! kau bisa mempertahankan kertas itu di mulutmu Aiu!" Aiu terus bergumam menyemangati diri sendiri.
Semuanya sudah siap di posisinya masing-masing Aiu dan Joong Woo berdiri berahadap hadapan dengan satu tangan mereka membawa sebuah piring dan ada beberapa lembar kertas di atasnya.
"Kalian sudah siap"
"Siap!!" teriak dua pasangan lainnya.
Joong Woo dan Aiu dibuat gugup mereka tidak menyangka kalau hari minggu mereka akan dihabiskan secara bersama.
Priiiitttt!!
Peluit mulai dibunyikan Aiu dengan cepat mengambil sebuah kertas dari atas piring dengan mulutnya yang kemudian tak langsung disambut baik oleh Joong Woo, karena laki-laki itu tak tahu harus bagaimana, dia paham akan tetapi membayangkan mengambil kertas itu dengan bibirnya Joong Woo melihat sangat gugup dan tidak yakin.
Aiu membulatkan matanya sebagai isyarat atau tanda kepada Joong Woo untuk segera mengambil kertas itu dari mulutnya.
Tak mau membuang banyak waktu Joong Woo miringkan kepalanya untuk mempermudahkan diri saat mengambil kertas itu dari bibir Aiu.
"Ayo Predir! Anda bisa melakukannya lebih cepat, kan!" setelah berucap demikian Aiu kembali mengambil kertas dan untuk yang kedua kalinya Joong Woo melakukannya sesuai perintah Aiu dengan baik.
Mereka melakukannya dengan kompak hingga terlihat unggul di antara dua pasangan lainnya.
nlNamun di akhir acara Aiu yang terlalu bersemangat mengambil kertas sampai tak bisa menahan tawanya hingga ketika dia tertawa kertas itu terlepas dari bibirnya dan jatuh ke bawah akan tetapi saat itu Joong Woo yang sudah terbiasa mengambil kertas dari bibir Aiu dengan cepat tak menyangka kalau saat itu kertasnya telah terjatuh.
Akhirnya saat itu Joong Woo tidak berhasil mengambil kertas dari bibir Aiu akan tetapi dia justru malah mencium bibirnya.
Pembawa acara yang kebetulan saat itu berdiri di samping mereka teriak histeris terlebih lagi suaranya langsung memantul ke mikrofon yang ada di tangannya sehingga semua orang bisa mendengar teriakannya.
"Wooow!"
Orang-orang di sekitar pun langsung fokus kepada Joong Woo udan Aiu yang saat itu masih terdiam dengan bibir yang masih saling bersentuhan.
Semangat dan sehat sllu..
dia berkorban lagi untuk Joong woo
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...