NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sudah 3 hari Nadia tidak memberikan kabar pada semua orang. Gadis itu hanya duduk diam di balkon apartemen miliknya. Hanya Nathan yang mengetahui apartemen milik sang adik. Terdengar deringan ponsel di dalam kamar, namun Nadia selalu mengabaikan panggilan tersebut. Darren, mertuanya bahkan kedua orang tuanya menelepon dirinya. Entahlah, Nadia sangat malas mengangkat panggilan dari mereka semua. Nadia Hanya ingin sendiri, menenangkan pikirannya yang tengah kacau dan hatinya yang tengah hancur.

***

Di sisi lain. Dimas gelisah Karena sudah 3 hari Nadia tidak ada kabar. Pria itu mengecek miliknya berharap Nadia menggunakan kartu black card yang ia berikan pada gadis itu. Namun nihil, Nadia tidak menggunakan black card tersebut.

"Aish, kemana perginya gadis ini? Kenapa tidak ada kabar," gumam Dimas.

Dimas frustasi dan tiba tiba saja matanya tertuju kepada meja yang ada di samping kasur. Ia pun mendekat dan melihat meja tersebut, ternyata black card yang ia berikan kepada Nadia selama ini ada di meja tersebut.

"Astaga ya allah, kemana perginya nadia? Black card tidak dia bawa. Bagaimana caranya aku bisa menemukan dia?," gumam Dimas.

Dimas mengacak rambutnya dan langsung menendang tempat sampah yang ada di samping meja tersebut. Dimas menekan nomor sang istri, namun tidak di respon oleh Nadia. Pria itu langsung keluar dari dalam rumah, dan masuk ke dalam mobilnya. Ia akan mencari Nadia ke semua penginapan, menurutnya mungkin Nadia tengah menginap di suatu tempat.

*****

Di rumah kedua orang tua Nathan dan Nadia. "Anak sialan itu kenapa tidak ada kabar sih? Kenapa dia sampai pergi dari rumah suaminya? Anak itu selalu saja membuat mommy kesal, di telepon malah enggak di angkat sama dia. Bikin emosi!," marah nyonya alterio.

Ibu dari dua anak itu terus berusaha menghubungi anaknya. "Telepon saja terus mom, Daddy khawatir dengan Nadia, itu anak enggak pernah kayak gini sebelumnya. Mungkin dia ada masalah yang berat, sehingga sampai seperti ini," ucap tuan alterio.

Ibu dari dua anak itu pun menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa menit kemudian ia pun menyerah. "Sudah puluhan kali mommy telepon, tapi enggak di angkat juga. Nadia kemana sih? Membuat semua orang kesulitan saja mencari dia. Bikin kesel aja, kalau sampai ketemu, nanti mommy akan pukul dia supaya tau rasa," ucap nyonya alterio.

Tiba tiba saja ponsel ayah dari dua anak itu berdering, pria paru baya itu langsung mengangkat panggilan dari putranya. "Iya Nathan," ucap tuan alterio.

["Dad coba cari di apartemen sun and moon. Siapa tau Nadia ada di sana, jujur saja aku tidak bisa pulang. Masih banyak yang harus aku kerjakan di sini. Please dad, cari Nadia sampai ketemu, aku benar benar khawatir banget pada Nadia,"] ucap Nathan.

"Daddy akan cari ke sana, kamu tenang saja. Daddy akan menemukan adikmu, jadi kamu tenang saja di sana. Fokus saja pada pekerjaanmu, jika sudah selesai baru kamu pulang ke sini," ucap tuan alterio.

Panggilan pun berakhir. Ibu dan ayah dari dua anak tersebut langsung keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Mereka pun menuju apartemen yang di sebutkan oleh Nathan. Membutuhkan waktu selama 2 jam untuk sampai di apartemen tersebut, ibu dan ayah dari dua anak tersebut keluar dari dalam mobil dan kembali menelepon Nathan, dan menanyakan apartemen nomor berapa Nadia berada.

Setelah mengetahui kedua paru baya itu pun langsung masuk ke dalam apartemen. Tentunya mereka sudah mendapatkan izin dari satpam yang menjaga gedung apartemen tersebut. Mereka masuk ke dalam life menuju lantai 10. Kedua paru baya itu mencari nomor apartemen milik Nadia.

"Ini dad," ibu dari dua anak itu langsung berteriak, ayah dari dua anak tersebut langsung berjalan ke arah istrinya dan menekan bel apartemen. Setelah menunggu lama, pintu apartemen terbuka. Mereka terkejut saat melihat kondisi anak perempuan mereka yang dalam ke adaan kusut.

"Terima kasih sudah mengantarkan makan------, mommy? Daddy?," ucap Nadia terkejut.

Tuan alterio menatap anaknya sedangkan nyonya alterio langsung memikul anaknya berkali kali. Mereka masuk ke dalam apartemen, dan Nadia hanya pasrah saat di pukuli oleh ibunya.

"Apa apaan kamu hah? Kenapa kamu harus pergi dari rumah suami kamu? Mertua kamu mengkhawatirkan kamu tau enggak. Kamu selalu saja menyusahkan orang lain. Liat sekarang penampilan kamu sudah seperti orang tidak waras?!," marah nyonya alterio.

Nadia hanya diam, dan tuan alterio menahan tangan sang istri agar tidak memukul Nadia lagi. "Stop mom, jangan pukul anak kita lagi, dan stop bersikap kasar," ucap tuan alterio.

Nyonya alterio menatap suaminya. "Jika tidak di kasari dia akan semakin ngelunjak dad, jangan membela gadis kurang ajar ini, sudah di nikahkan malah kabur. bikin malu keluarga dan menyusahkan semua orang saja karena harus mencarinya selama 3 har------,"

Nadia menatap sang ibu. "Nadia enggak pernah menyuruh kalian untuk mencari Nadia. Jadi jangan salahkan Nadia, kenapa setiap yang Nadia lakukan selalu salah di mata mommy? Bukan hanya mommy, Nadia selalu salah di mata orang orang! Nadia hanya ingin hidup tenang dan bahagia!, Nadia berusaha agar bisa mendapatkan kebahagiaan yang Nadia mau. Selama ini tidak ada yang tulus menyayangi dan mencintai Nadia!, hanya kak Nathan yang selalu ada untuk Nadia, tapi sekarang kak Nathan sedang tidak ada di kota ini!," ucap Nadia.

"Nadia enggak pernah menyuruh mommy untuk mencari Nadia, sekarang mommy yang repot dan menyalahkan Nadia yang hanya diam. Nadia enggak ganggu siapa siapa, jadi jangan salahkan Nadia!," ucap Nadia lagi.

Nadia terlihat sangat frustasi, nyonya alterio langsung terdiam saat mendengar ucapan anaknya. Tuan alterio langsung memeluk Nadia, namun Nadia langsung menepis pelukan tersebut.

"Untuk apa Daddy memeluk Nadia? Untuk menenangkan Nadia? Enggak bisa dad, Nadia udah enggak butuh. Kenapa tidak dari dulu saja Daddy memeluk Nadia?. Kenapa harus di saat Nadia tidak membutuhkan pelukan, Daddy baru memeluk nadia? Kenapa?," ucap Nadia.

Tuan alterio menatap anaknya. "Maaf, Daddy salah. Harusnya Daddy memberikan kamu dan kakakmu kasih sayang yang berlimpah. Daddy janji akan menebus semuanya, sekarang kamu kembali ke rumah suami kamu ya. Dia mengkhawatirkan kam-------,"

Nadia tersenyum sedih. "Menghawatirkan ku? Itu enggak mungkin. Malah dia akan bahagia kalau aku tidak ada di rumah itu. Dia bisa bebas melakukan apa saja, dan bisa bernafas lega. Daddy, mommy, lebih baik kalian keluar. Sebelum aku mengusir kalian secara paksa," ucap Nadia.

"Tapi------,".

"Aku bilang keluar!," tegas Nadia.

Tuan alterio membawa sang istri yang akan kembali memarahi Nadia. mereka berdua pun keluar dari apartemen milik Nadia.

"Dad, kenapa bawa mommy keluar sih? Nadia itu harus di paksa untuk kembali ke rumah suam------,"

"Stop mommy! Biarkan Nadia tenang dulu, jangan sok peduli padanya mom. Semua ini juga salah mommy, sedari dulu hanya kerja dan kerja, tanpa mengurus anak kita. Sekarang liat kedua anak kita sudah jauh dari kita!," marah tuan alterio.

"Daddy salahkan mommy?. Daddy juga salah kenapa harus sibuk bekerja?, luangkan waktu untuk anak anak apa susahnya sih?," ucap nyonya alterio.

"Daddy bekerja demi mommy dan anak anak. Itu sudah menjadi tanggung jawab Daddy sebagai kepala keluarga. Seharusnya mommy yang diam di rumah dan menjaga mereka, didik mereka, beri mereka kasih sayang. Tapi mommy malah bekerja dan melupakan anak kita, mereka tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu dan ayah. Daddy benar benar merasa bersalah kepada mereka, harusnya dulu Daddy paksa mommy untuk berhenti bekerja!," marah tuan alterio.

"Stop! Jangan salahkan mommy. Siapa suruh Daddy menikahi mommy di saat mommy lagi jaya jayanya," marah nyonya alterio.

Tuan alterio menghela nafas dengan kasar dan pergi dari apartemen anaknya, Ibu dari dua anak itu bener bener keras kepala dan membuat ayah dua anak itu kesal. Nyonya alterio menyusul suaminya dan tanpa mereka sadari, Nadia mendengar semua perdebatan mereka.

"Selalu saja berdebat tanpa mengintrospeksi diri sendiri," gumam Nadia.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!