NovelToon NovelToon
Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Ogah jadi istri kedua aki-aki tapi tak mau rugi, Elara (22) memutar otak saat hendak dijadikan istri muda oleh Pak Broto (65). Di tengah acara lamaran yang tegang, dengan nekat dia menunjuk pria berjas hitam di seberang meja.

"Maaf Pak, saya nolak jadi istri kedua Bapak. Tapi kalau nikah sama anak Bapak yang itu... saya mau."

​Arka (30), CEO sekaligus anak tunggal Pak Broto, mendadak tersedak dan langsung mengiyakan tawaran gila itu, demi menyelamatkan perasaan ibunya. Namun, niat Arka menyelamatkan rumah tangga orang tuanya justru menjadi awal dari bencana di rumah mewahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Sekadar Sandiwara ​

​Mobil sedan mewah berwarna hitam yang dikendarai sopir pribadi Arka membelah jalanan malam kota Jakarta yang berangsur senggang. Di kursi belakang, hening menyelimuti udara. Keheningan yang bukan terasa canggung, tetapi sarat akan ketegangan manis yang sukar dijelaskan.

​Elara menyandarkan kepalanya di jok mobil, menatap keluar jendela. Gaun hijau zamrudnya masih membalut tubuh anggunnya. Namun, riasan di wajahnya tak mampu menyembunyikan rasa lelah sekaligus debaran kencang di dadanya.

​Arka yang duduk di sampingnya tak henti-hentinya menatap Elara dari samping. Pria itu menyandarkan punggungnya, lalu perlahan mengulurkan tangan, meraih jemari Elara yang tergeletak di atas pangkuan.

​Elara tersentak kecil, menoleh menatap Arka dengan mata bulatnya. "M-Mas Arka?"

​"Ucapan saya ke Mr. Smith tadi," suara Arka terdengar berat, dalam, dan sangat tenang di dalam ruang mobil yang kedap suara. "Itu bukan bagian dari akting."

​Jantung Elara rasanya seperti meloncat keluar dari tempatnya. "Hah? Maksud Mas Arka yang mana?"

​"Bahwa kamu adalah pusat kebanggaan paling bersinar dalam hidup saya," Arka mempererat genggaman tangannya pada jemari Elara, mengusap punggung tangan gadis itu menggunakan ibu jarinya. "Saya tidak pernah bermaksud bersandiwara saat mengatakan itu."

​Wajah Elara langsung memerah. Ia memalingkan wajahnya cepat-cepat ke arah jendela demi menyembunyikan senyum dan rona merah di pipinya yang tak sanggup dia tahan. "Aduh, Mas CEO! Jangan bikin Ara mati berdiri karena kehabisan napas, dong!" batin Elara histeris.

​Namun, di tengah buncahan rasa bahagia yang meletup-letup di dadanya, sebuah bayangan mendadak melintas di pikiran Elara. Dokumen putih bersampul hitam yang tersimpan rapi di laci meja kamar mereka. Surat Perjanjian Pernikahan Kontrak.

​Senyum di bibir Elara perlahan memudar. Senandung bahagia di hatinya mendadak lenyap digantikan oleh rasa takut yang dingin. "Gimana kalau Mas Arka cuma terbawa suasana malam ini? Gimana kalau rasa nyaman ini cuma sementara sampai masa kontrak berakhir?"

​Sementara itu, di sebuah kediaman mewah lainnya di kawasan Menteng, suasana terasa sangat panas dan tegang.

​Pak Broto melemparkan jas mewahnya ke sofa dengan cemberut. Clarissa duduk di sebelahnya dengan raut wajah memerah, menahan amarah yang meledak-ledak.

​"Ini tidak bisa dibiarkan, Om!" seru Clarissa tajam. "Cewek penjual baju bekas itu makin ngelunjak. Dia bikin Clarissa malu setengah mati di depan Mr. Smith dan investor Inggris lainnya."

​Pak Broto menyesap minuman keras di gelasnya, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Om juga heran. Arka itu pria yang sangat rasional dan dingin. Mana mungkin dalam waktu singkat dia bisa benar-benar jatuh cinta dan tunduk sama cewek kelas bawah seperti Elara?"

​"Maksud Om Broto, ada yang aneh dengan pernikahan mereka?" tanya Clarissa, mengerutkan dahinya.

​Pak Broto mengangguk pelan dengan senyum licik yang terukir di bibirnya. "Pernikahan mereka terjadi terlalu mendadak. Tanpa pesta besar, tanpa pemberitahuan resmi ke media, dan terkesan ditutup-tutupi. Om curiga, Arka sengaja memanfaatkan Elara cuma buat menghindari perjodohan dengan kamu."

​Clarissa terbelalak, lalu tersenyum puas. "Jadi, pernikahan mereka cuma pura-pura?!"

​"Kita tidak boleh gegabah," potong Pak Broto tegas. "Om bakal suruh detektif swasta kepercayaan Om buat selidiki latar belakang pernikahan mereka. Kalau benar ada perjanjian tertulis atau bukti bahwa pernikahan mereka cuma akting, Om bakal bongkar rahasia ini di depan publik dan dewan direksi Valora Group. Kita lihat, bagaimana cara Arka menyelamatkan reputasinya nanti."

​Keesokan harinya di rumah Arka.

​Matahari pagi menyinari ruang tengah. Elara baru saja selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian santainya, kaus oversized dan celana kulot yang nyaman. Namun, raut wajahnya tidak sesemeringah biasanya.

​Momen hangat semalam di dalam mobil terus berputar di kepalanya, bertarung keras dengan kenyataan status pernikahan mereka.

​Elara melangkah pelan menuju kamar kerja Arka di lantai atas. Pintu kamar itu sedikit terbuka. Dari celah pintu, Elara melihat Arka sedang fokus menatap layar laptopnya sambil menerima telepon kerja.

​Elara mengepalkan tangannya di samping tubuh. Jiwa petarungnya yang biasanya ceplos-ceplos kini mendadak dipenuhi rasa ragu.

​"Mas Arka," panggil Elara pelan seraya mendorong pintu kamar kerja.

​Arka menghentikan pembicaraannya di telepon, lalu memberi isyarat pada lawan bicaranya untuk menunggu. Pria itu menoleh menatap Elara dengan tatapan teduh. "Ya, Elara? Ada apa? Kamu butuh sesuatu?"

​Elara melangkah masuk, berdiri beberapa langkah di depan meja kerja Arka. Dia menatap mata pria itu dengan pandangan yang campur aduk.

​"Mas Arka, Ara mau tanya sesuatu," bisik Elara, suaranya terdengar agak gemetar.

​Arka mematikan sambungan teleponnya sepenuhnya, merasakan perubahan energi dari istrinya. "Tanya apa? Katakan saja."

​Elara menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian yang tersisa. "Semalam, semua perhatian Mas Arka, ucapan Mas Arka ke Mr. Smith, dan apa yang Mas Arka katakan di mobil, itu semua beneran murni dari hati Mas Arka, atau cuma bagian dari tanggung jawab Mas Arka sebagai aktor lawan main Ara demi menjaga nama baik keluarga?"

​Arka terdiam. Alisnya bertaut pelan mendengar pertanyaan yang meluncur dari bibir Elara.

​"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu?" tanya Arka datar, namun matanya menatap Elara dengan sangat dalam.

​"Karena Ara takut, Mas!" sahut Elara jujur, matanya mulai berkaca-kaca. "Ara takut Ara kegeeran. Ara takut terlena sama semua kebaikan dan sikap manis Mas Arka, padahal di lemari kita ada lembaran kertas kontrak yang punya tanggal kadaluarsa. Ara cuma nggak mau sakit hati sendirian pas waktu kita habis nanti."

​Mendengar kejujuran Elara yang meledak polos di hadapannya, Arka perlahan bangkit dari kursi kerjanya. Pria itu melangkah mengikis jarak, berdiri tepat di hadapan Elara yang sedang menahan napasnya.

1
Adinda
🤣🤣🤣🤣🤣
gadis bucin: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rian Moontero
lanjooott👍😍
gadis bucin: pantengin terus updatenya, ya, kak. 🤗❤️
total 1 replies
Putry Chan
untung dia masih waras ya walaupun kaya raya tapi dia udh tua punya bini lagi , ogah lah 🤣
gadis bucin: iyaa bener 🤣🤣🤣
total 1 replies
Putry Chan
buset pria kaya tua bangka pengen nikah
gadis bucin: nikah lagi tepatnya, kak 🤭
total 1 replies
gadis bucin
Kalau suka jangan lupa like dan komen, ya. Terima kasih untuk dukungannya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!