NovelToon NovelToon
Jatuh Ke Pelukan Ayah Sahabatku

Jatuh Ke Pelukan Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Terbang menuju Italia demi cinta, Evelyn hanya ingin membahagiakan kekasihnya. Namun, takdir berkata lain saat ia menemukan kenyataan pahit di dalam pesawat: sang kekasih berciuman mesra dengan wanita lain di depan matanya.

Saat air mata menetes dan tubuhnya goyah akibat turbulensi mendadak, sepasang lengan kekar menariknya rapat. Ia berada di pelukan Wiliam, pria dewasa berwajah tegas, berkelas, dan memiliki tatapan dingin membunuh. Pria itu tak membiarkan Evelyn lepas begitu saja. Dari sebuah insiden guncangan pesawat, Evelyn justru melangkah masuk ke dalam dunia sang pria paruh baya yang kaya raya, protektif, dan siap memanjakannya tanpa batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32

****

Pendar lampu neon di ruang redaksi media infotainment kenamaan Jakarta terus berkedip mengikuti panasnya berita yang mendadak meledak di jagat maya. Siska duduk di dalam mobil mewahnya yang terparkir dua blok dari gedung media tersebut, meremas ponselnya dengan senyum culas yang terukir di wajah mewahnya.

Meski detektif swasta yang ia sewa gagal mendapatkan nama atau foto dari wanita yang terkurung di vila perbukitan itu, Siska cukup cerdik untuk memanfaatkan pergerakan tim dokter spesialis kandungan ternama yang rutin keluar-masuk gerbang vila privat milik mantan suaminya. Berbekal informasi setengah matang itu, Siska sengaja membocorkan narasi panas: "Konglomerat Wiliam Blackwood Sembunyikan Wanita Simpanan yang Sedang Hamil di Vila Mewah."

Siska tahu betul, berita tanpa identitas pasti ini sudah cukup untuk merobohkan citra terhormat yang dibangun Wiliam puluhan tahun—sekaligus memancing pria itu keluar dari sangkar persembunyiannya.

Namun, efek domino dari manuver kotor itu menghantam jauh lebih keras daripada yang diperkirakan.

Di ruang tengah mansion utama, Clara duduk mematung di depan televisi berlayar lebar. Papan ketik ponsel di genggamannya bergetar hebat saat ratusan notifikasi pesan dari teman-teman sosialitanya memenuhi layar. Pendar berita utama di layar kaca menampilkan siluet mansion dan foto Wiliam dengan judul tajam yang membakar matanya.

"P-Papa... punya wanita simpanan...? Dan wanita itu... sedang hamil...?" bisik Clara dengan suara bergetar tajam, air matanya seketika menetes deras membasahi pipi pucatnya.

Hati gadis polos itu terasa hancur berkeping-keping. Bayangan tentang keluarga utuh yang selama ini ia impikan bersama sang ibu mendadak runtuh total. Pikiran bahwa ia akan memiliki ibu tiri—dan seorang adik yang akan menggeser posisinya di hati sang ayah—membuat rasa tidak terima meluap secara liar di dalam dadanya.

"Tidak mungkin... Papa tidak mungkin sejahat ini padaku dan Mami!" jerit Clara histeris.

Tanpa membuang detik, dengan mata sembap dan amarah yang membakar jiwa, Clara menyambar kunci mobilnya. Gadis itu memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi menembus kemacetan ibu kota, meluncur lurus menuju gedung pencakar langit markas pusat korporasi milik Wiliam.

Sementara itu, di lantai teratas gedung korporasi Wiliam, atmosfer di ruang kerja utama terasa bagaikan neraka yang membeku.

Wiliam duduk tenang di balik meja mahoni mewahnya. Jas abu-abu gelap terpasang sempurna, memancarkan aura old money yang teramat dingin dan membunuh. Di depannya, kepala tim hukum korporasi dan sekretaris pribadinya berdiri menunduk kaku dengan peluh dingin yang membasahi kening mereka.

"Berapa persen saham media berita itu yang beredar di pasar publik?" suara berat Wiliam bergaung datar, tanpa nada emosi sedikit pun.

"S-sekitar lima puluh satu persen, Tuan Besar," sahut sekretarisnya dengan suara gemetar. "Sejak berita itu diunggah dua jam lalu, lalu lintas situs mereka melonjak drastis—"

"Beli seluruh saham mayoritas itu sekarang juga," potong Wiliam tanpa mengedipkan mata. "Aku beri waktu tiga puluh menit. Akuisisi media itu, tarik seluruh artikel dalam hitungan detik, dan pecat pimpinan redaksinya hari ini juga."

"Baik, Tuan!" sekretarisnya membungkuk dalam dan bergegas keluar ruangan.

Wiliam menoleh menatap kepala tim hukumnya dengan pendar mata sehitam jelaga yang sangat tajam. "Siapkan gugatan pidana pencemaran nama baik, perbuatan melawan hukum, dan pelanggaran privasi. Seret Siska dan seluruh pihak yang terlibat. Aku ingin seluruh rekening bank miliknya dibekukan sore ini, dan pastikan surat panggilan kepolisian sampai di tangannya sebelum matahari terbenam."

"Laksanakan, Tuan Wiliam. Kami akan memastikan Nyonya Siska tersudut tanpa ada celah hukum sedikit pun untuk membela diri," tegas pengacara senior itu sebelum memohon diri.

Belum sempat Wiliam membedah dokumen di mejanya, pintu ganda ruang kerja mewahnya mendadak terdorong paksa.

BRAK!

"PAPA!"

Clara menerobos masuk dengan wajah yang basah oleh derai air mata. Pengawal di ambang pintu bergegas ingin menahan, namun Wiliam memberi isyarat tangan pelan agar para pengawal mundur dan menutup pintu.

Clara melangkah mendekati meja kerja ayahnya dengan napas yang memburu kencang. Tangannya yang gemetar menunjuk layar ponselnya yang masih memuat tangkapan layar berita skandal tersebut.

"Apa-apan ini, Papa?!" jerit Clara histeris, suaranya pecah oleh penderitaan batin yang meluap. "Tolong katakan padaku kalau berita ini bohong! Tolong katakan kalau Papa tidak punya wanita simpanan di luar sana!"

Wiliam berdiri perlahan dari kursi kebesarannya. Tinggi badannya yang menjulang membingkai figur ayah yang tenang, dingin, dan tak tergoyahkan. Pria paruh baya itu melangkah memutari meja, menatap putri tunggalnya dengan pandangan mata datar.

"Clara, tenanglah. Jangan biarkan berita sampah di media merusak akal sehatmu," ujar Wiliam halus, suara beratnya bergaung mengontrol keadaan.

"Bagaimana aku bisa tenang, Papa?!" pangkas Clara dengan tangisan yang makin menjadi-jadi, memukuli dada bidang ayahnya dengan kepalan tangan kecilnya. "Di luar sana semua orang membicarakan Papa! Semua orang bilang aku akan punya mamah tiri dan adik baru! Papa... kenapa Papa sekejam ini pada Mami dan aku?! Kenapa Papa menyembunyikan wanita itu di belakangku?!"

Wiliam menangkap kedua pergelangan tangan Clara secara lembut namun kokoh, menghentikan pukulan putrinya. "Cukup, Clara."

"Aku tidak mau punya ibu tiri, Papa!" teriak Clara menatap lurus mata sehitam jelaga sang ayah dengan pendar penolakan yang membara. "Aku tidak akan pernah menerima wanita mana pun untuk menggantikan Mami! Dan aku tidak akan pernah sudi mengakui anak dari wanita simpanan itu sebagai adikku! Jika Papa benar-benar membawa wanita itu ke dalam hidup kita... aku benci Papa! Aku tidak akan pernah menganggap Papa sebagai ayahku lagi!"

Atmosfer di dalam ruang kerja itu seketika mendingin secara ekstrem.

Wiliam menatap putri tunggalnya yang sedang diliputi amarah dan emosi yang meluap. Di dalam benak pria berkuasa itu, bayangan Lyn yang sedang terbaring lemas di vila perbukitan—menjaga janin darah dagingnya yang rawan—terlintas amat jelas. Wiliam tahu betul betapa hancurnya batin Lyn jika mendengar jeritan penolakan dari Clara saat ini.

"Dengarkan Papa baik-baik, Clara," bisik Wiliam dengan nada suara yang teramat rendah, berat, dan dipenuhi otoritas yang tak bisa dibantah. "Kehidupan pribadiku dan keputusan hukum yang kuambil... bukan sesuatu yang bisa kamu dikte. Papa memenuhi seluruh kebutuhanmu, menjaga kehormatanmu, dan memberimu perlindungan terbaik di kota ini. Tapi jangan pernah sekali pun mencoba mengatur dengan siapa Papa harus hidup."

Clara membelalak kaku, melangkah mundur satu tapak dengan raut wajah tak percaya. "Papa... Papa membela wanita itu daripada aku...?"

"Papa sedang memintamu untuk bersikap dewasa dan tidak mencampuri urusan orang tua," potong Wiliam dingin tanpa keraguan sedikit pun. "Pulanglah ke mansion. Pengawal akan mengantarmu."

Clara menggelengkan kepalanya dengan derai air mata yang deras, menatap ayahnya dengan pandangan hancur sebelum akhirnya memutar tubuh dan berlari keluar dari ruang kerja seraya membanting pintu kencang.

BLAM!

Wiliam berdiri membisu di tengah ruangan yang kembali sunyi. Pria paruh baya itu merapikan kancing jasnya, mengambil ponsel pribadinya, lalu menekan satu nomor yang terhubung langsung ke vila tersembunyi di perbukitan.

"Bagaimana kondisi wanitaku sore ini?" tanya Wiliam dingin saat sambungan terhubung dengan dokter pribadi Lyn.

"Nona Evelyn baru saja makan sedikit dan sudah tertidur lelap setelah minum obat penguat kandungan, Tuan Besar. Kondisi fisiknya mulai stabil," sahut dokter dari ujung telepon.

Wiliam menghembuskan napas panjang, pendar posesif dan kehangatan terselubung perlahan kembali ke matanya. "Bagus. Perketat penjagaan. Aku akan segera pulang ke vila malam ini."

Wiliam mematikan ponselnya. Pria tua yang berkuasa itu tahu, badai skandal yang diciptakan Siska telah berhasil ia bungkam dengan kekuatan finansial dan hukum dalam hitungan jam. Namun, benturan emosional antara kebenaran kehamilan Lyn dan penolakan mentah-mentah dari Clara kini telah menjadi bom waktu yang tinggal menunggu detik untuk meledak secara sempurna.

Bersambung....

1
Mutaharotin Rotin
😍😍😍
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰 suka ceritanya
ollyooliver
knp gak panggil mami papi aja..kalau mami papa apa bedanya kay dengan clara yg punya ibu sambung pdhl kaay itu anak kandung evelyn dan william
D_wiwied
Clara sdh ketemu jodohnya, smg Julian benar-benar orang baik
D_wiwied
hanya di dunia halu hamilpun bisa request kembar 😆😆
beybi T.Halim
entah lah., pertama kaki,lalu tangan,gas lah kita baca aja daripada mikir..walau pusing🙈
Heresnanaa_: hai Kaka, happy reading 😚🫶
total 1 replies
D_wiwied
gelagatnya calonnya Clara nih 😆🤭
ollyooliver
wah si kecil yang sudah dewasa🤏😄
ollyooliver
sudah suami istri punya anak pula masih pake "saya". formal ya
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
😍😍😍😍
D_wiwied
alamat bs punya adik nih kaysan, si daddy main sembur aja 😆😆🤭
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
😍😍😍😍🫣🫣
Arum Dyah
jangan end dlu lo kak... tau² udh umur 4th aja kan🤣🤣
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
👍🥰👍🥰🥰
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰 mampir baca
Arum Dyah
kalo perlu dibikin season ke 2🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!