NovelToon NovelToon
PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:58
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

DENDAM BERSELIMUT TAWA

Bagaimana jika pemuda paling santai di desa ternyata adalah pewaris takhta yang seharusnya sudah mati?

Namanya Raka. Hidupnya sederhana, hobinya bercanda, dan ia paling tidak suka berurusan dengan masalah orang lain. Baginya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memikirkan hal-hal yang merepotkan.

Namun, kematian seseorang yang telah membesarkannya mengubah segalanya.

Perjalanan untuk mengungkap kebenaran justru menyeret Raka ke dalam rahasia kelam kerajaan Sangkara—sebuah kerajaan yang kini dipimpin oleh raja yang dicintai rakyatnya, tetapi menyimpan dosa berdarah di balik mahkotanya.

Raka tidak tahu bahwa masa lalu yang selama ini tersembunyi perlahan sedang mengejarnya.

Terlebih lagi, di balik senyumnya yang jahil, tersimpan kekuatan misterius dalam kedua matanya: merah seperti kegelapan yang menuntut balas, dan biru seperti cahaya yang melindungi.

Bersama Kirana, sahabat masa kecilnya yang memiliki sihir bayangan langka, Raka harus menghadapi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21-KALUNG NERAKA

 Benturan itu berlangsung cukup lama, terlihat tak ada yang berniat ingin mundur.

 Golem lain muncul tiba tiba, Golem itu langsung mengayunkan tinju ke arah Raka.

 Raka menoleh setelah merasakan ada bahaya.

 Namun ia terlambat, pukulan itu sudah dekat dan ia tak sempat menghindar.

 Bug....

 Tubuhnya melayang cepat, pedang yang berselimut api terjatuh ke tanah..

 Bom....

 Debu mengepul saat Raka menabrak dinding gerbang.

 "Raka" teriak Kirana.

 Namun saat ia hendak menghampiri, jendral pertama yang baru saja di pukul mundur sudah kembali.

 Pertarungan Kirana belum usai, walau dari segi kekuatan ia unggul.

 Tapi jumlah musuh terlalu banyak, menghadapi dua jendral yang memimpin ribuan pasukan hantu bukanlah hal sepele.

 Ia hanya bisa menatap khawatir ke arah Raka.

 Uhuk....

 Setelah debu menghilang, Raka mulai terbatuk batuk.

 Darah ikut keluar bersama dahak yang keluar.

 Saat mendongak, salah satu Golem sudah muncul di depannya.

 Golem itu menjulurkan tangannya hendak menangkap Raka.

 Pedang yang telah menancap ke tanah tiba tiba bergetar.

 Sebelum, wus....

 Pedang itu melesat cepat.

 bom.....

 Debu tebal kembali terlihat, Raka melayang mundur dari kepulan debu.

 "ark....." dari dalam debu raungan terdengar.

 dengan cepat debu debu itu langsung menghilang karena kibasan tangan dari Golem yang ada di dalamnya.

 Tepat di tangan Golem ada pedang yang menembus, bahkan di dinding terlihat ada lubang kecil seperti bekas tusukan pedang.

Di udara Raka membentuk segel tangan, namun belum selesai membentuk segel tangan.

 Tiba tiba ada kelebatan cepat melewatinya.

 " cepat sekali" gumamnya.

 Saat menoleh, Golem lainnya sudah berada di atasnya sambil mengayunkan kedua tangan seperti hendak menghancurkan tubuhnya saat itu juga.

  beberapa belati membentuk perisai di belakangnya, Raka pun menyilangkan tangan.

 Namun semua itu percuma, belati belati itu hanya seperti duri kecil di hadapan Golem rakasasa.

 Bahkan tangan Raka yang menyilang juga sama.

 Itu tak mampu menahan serangan Golem di hadapannya kini.

 Tubuhnya langsung melesat ke bawah dengan cepat.

 "Ark..." Raka meraung tanpa sadar saat tubuhnya terkena tanah.

 Bahkan kini ia merasa kesadarannya sudah mulai kabur.

 Raka menoleh sedikit ke samping, 2 pasang kaki Golem sudah ada di dekatnya.

 Ingin melawan, tapi ia tak sanggup.

Bahkan pupil matanya sudah mulai berputar, namun tak lama sebelum berhenti kembali tanpa merubah apapun

"energiku tak cukup" batin Raka.

 Golem itu semakin mendekat, Tangan mereka kembali ter ulur.

Kini Raka memejamkan matanya, seakan sudah pasrah dengan hidupnya sendiri.

Sedangkan Kirana yang melihat Raka sedang di tahan oleh dua Golem besar.

Ia tentu marah, matanya memerah penuh amarah.

Namun mau sekuat apapun dia, hantu hantu di depannya seakan tak ada habisnya.

Entah mengapa setiap ia membunuh pasti ada hantu lain yang muncul.

Di bawah, Raka mulai membuka mata saat merasakan tubuhnya di angkat.

Pertama yang ia lihat adalah anak kecil yang sedari tadi diam kini mendekat ke arahnya.

Tatapannya tetap kosong, tangannya menjulur tanpa ekspresi.

Raka ingin memberontak tapi ia sama sekali tak mampu melepaskan diri.

Tangan kecil itu terus mendekat, dan mengarah ke kalung yang ia pakai.

bandul kalung, yang Raka kenakan tiba tiba bergetar sedikit saat tangan anak itu mendekat.

Sangat sedikit sampai tak ada yang sadar hal ini kecuali Raka.

Raka menunduk.

Ia melihat petir hitam samar muncul dari kalung, sedangkan anak kecil itu tetap mendekatkan tangannya seakan tujuannya memang untuk kalung itu.

Saat jarak hanya beberapa centimeter lagi.

Bom.....

Ledakan energi besar meledak, kedua Golem yang memegang Raka tiba tiba mundur.

Begitu juga dengan anak kecil yang sebelumnya.

Hanya Raka yang tak merasakan efek ledakan energi itu.

Tak ada yang memegangi, tubuhnya hendak jatuh.

Namun ia buru buru menahan tubuhnya sendiri dengan satu lutut ke tanah.

Sedangkan anak kecil tadi, setelah terpental mundur beberapa meter.

Ia tiba tiba menyeringai, wajah datarnya langsung berubah penuh ketertarikan yang menyeramkan.

"benar, ini memang benar. Kalung itu memang kalung neraka" ungkapnya dengan wajah penuh seringai.

Namun walau begitu Raka tak mengubah ekspresinya setelah melihat perubahan anak itu.

Dia malah terdiam karena ada suara yang membisikkan sesuatu di telinganya.

"aku akan membantumu memulihkan energimu sepenuhnya, tapi kau harus pastikan jika semua musuhmu yang melihat harus mati di sini. Jika sampai menyebar informasi tentang ini, musuh yang akan kau hadapi akan jauh lebih kuat dari bocah dunia bawah ini" suara bisikan itu.

Raka hanya diam, ia tau ini bukan perintah atau permintaan tapi peringatan.

Bahkan tepat setelah itu, ribuan petir hitam langsung menyambar ke sembarang arah.

Beberapa hantu yang tersenggol oleh petir ini tiba tiba meraung hebat.

Bahkan Kirana langsung mundur menjauh, dengan reflek.

Ia tau sumbernya, tapi ia tak tau apa kenapa kalung peninggalan ibunya tiba tiba bisa mengeluarkan kekuatan sebesar ini.

Di saat yang bersamaan, luka di tubuh Raka perlahan beregenerasi.

Tak hanya luka luar, bahkan beberapa tulang yang telah patah mulai menyambung dengan cepat.

Energi tak kasap mata mengalir ke tubuh Raka seperti aliran air.

Tak ada yang berani mendekat saat peroses ini, mereka takut kepada petir hitam yang menyambar kemana mana.

Berbeda dengan kebanyakan mahluk yang ketakutan, bocah kecil yang ada di sana hanya berdiri.

Matanya berbinar melihat kejadian ini.

"ha ha ha... Memang artefak tingkat suci yang bagus, dan sebentar lagi ini akan menjadi milikku" gumamnya dengan penuh keserakahan.

Ia sangat kagum dengan kekuatan kalung ini, namun walau begitu ia percaya diri akan dapat merebutnya.

Bagaimanapun kalung ini hanya bisa memulihkan tubuh dan energi pemiliknya ke semula.

Ini akan bagus jika di miliki sosok yang kuat, dan kali ini di miliki oleh Raka, yang menurut anak itu mau Raka memulihkan kekuatannya ribuan kali pun itu tak akan berguna di hadapan kekuatannya.

Fenomena ini hanya terjadi beberapa detik saja.

Namun hal ini sudah menggemparkan tempat itu.

Setelah selesai, tubuh Raka kini benar benar sudah pulih total.

Tatapannya kini berubah.

Tak ada wajah ramah yang biasa ia tampilkan, bahkan wajahnya lebih dingin di bandingkan saat melawan dua jendral tadi.

"bocah, sepertinya kau sudah pulih. Karena suasana hatiku sedang baik bagaimana kalau kau berikan kalung itu kepadaku. Jika kau mau aku akan mengurungkan niatku menyiksamu sebelum kematian, aku bisa membunuhmu tanpa rasa sakit" ucap bocah itu.

Raka tak langsung menjawab, ia melirik Kirana yang hendak bergerak.

"tetap di situ, biar aku yang mengurus semuanya" ucap Raka dengan serius.

"Raka, apa jangan jangan kau ingin menggunakan kekuatan itu"

"tak ada pilihan lagi" jawab Raka.

Setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke arah bocah kecil di depannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!