NovelToon NovelToon
Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.

Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tangan kanannya terayun ke belakang, mengumpulkan tenaga Qi, lalu melesat menghantam pipi kiri Zhao Tianyu dengan kekuatan brutal.

Plak!

Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring dan mengerikan, menggema memecah keheningan di seluruh area lobi apartemen.

Dampak dari tamparan itu begitu kuat hingga tubuh Zhao Tianyu terangkat paksa ke udara.

Pria arogan itu berputar setengah lingkaran sebelum akhirnya jatuh berdebum menghantam kap mobil sportnya sendiri.

Brak!

Kaca depan mobil mewah itu langsung retak parah membentuk jaring laba-laba akibat benturan keras tubuh pemiliknya.

"Uaargh!" jerit Zhao Tianyu histeris sambil memegangi pipinya yang kini membengkak sebesar bakpao panas.

Darah segar berwarna merah gelap mengalir deras dari sudut bibirnya yang robek.

Dua buah gigi gerahamnya rontok dan terlempar keluar dari mulutnya, jatuh bergemerincing ke atas lantai aspal yang keras.

Kerumunan mahasiswa dan satpam yang menonton langsung menahan napas serentak karena terkejut melihat aksi kekerasan sepihak tersebut.

Chu Mengqi sendiri menutupi mulutnya dengan kedua tangan, matanya terbelalak tak percaya menatap punggung tegap Jiang Chen.

Pria yang tadi pagi hanya terlihat seperti penipu gila harta dan sangat menyebalkan, kini berdiri membelanya layaknya seorang dewa perang pelindung.

"Kau... kau berani memukulku?! Aku akan menyuruh orang membunuhmu malam ini juga!" raung Zhao Tianyu dengan suara sengau karena kehilangan giginya.

Pria itu mencoba bangkit berdiri dari atas kap mobilnya dengan sisa tenaga yang dia miliki.

Namun Jiang Chen tentu saja tidak memberinya kesempatan untuk mengatur napas.

Pemuda itu melangkah maju dan langsung mencengkeram kerah jas mahal Zhao Tianyu, mengangkat tubuh pria itu seperti mengangkat seekor ayam yang sakit.

"Membunuhku? Silakan coba saja kalau kau memang punya nyali dan uang yang cukup," bisik Jiang Chen tepat di telinga Zhao Tianyu.

Jiang Chen dengan sengaja mengalirkan hawa dingin yang sangat menusuk tulang dari titik meridian di ujung jari-jarinya.

Hawa es mistis itu merambat masuk melalui pori-pori kulit leher Zhao Tianyu, membuat pria arogan itu menggigil ketakutan setengah mati hingga mengompol sedikit di celananya.

Tatapan mata Jiang Chen yang kosong, gelap, dan sepenuhnya tanpa emosi membuat Zhao Tianyu sadar akan satu hal.

Pemuda gembel di depannya ini benar-benar bisa mencabut nyawanya saat ini juga tanpa keraguan sedikit pun.

"Tu, tunggu! Aku minta maaf! Aku yang salah, tolong lepaskan aku!" rintih Zhao Tianyu dengan tubuh bergetar sangat hebat.

Bruk!

Jiang Chen membanting tubuh pria itu ke tanah dengan kasar, tepat di depan ujung sepatu kets milik Chu Mengqi.

"Jangan minta maaf padaku, dasar idiot," perintah Jiang Chen dengan nada mutlak yang memancarkan dominasi penuh.

"Berlututlah di tanah dan minta maaf padanya dengan benar."

"Harga diri wanita ini tidak akan pernah bisa kau beli, bahkan dengan seluruh harta keluargamu yang menyedihkan itu."

Zhao Tianyu yang mentalnya sudah hancur lebur ketakutan setengah mati tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan nyawanya.

Rasa sakit yang berdenyut di pipinya dan sensasi hawa dingin mematikan di lehernya menghancurkan semua kesombongannya sebagai tuan muda.

Dia menelan ludahnya yang bercampur anyir darah dan menundukkan kepalanya dalam-dalam menyentuh aspal di depan Chu Mengqi.

"Maafkan aku, Mengqi. Aku, aku yang buta dan salah. Tolong maafkan kesombonganku," ratap Zhao Tianyu dengan suara bergetar keras menahan isak tangis.

Mengqi menatap pria yang bersujud memelas di kakinya itu dengan perasaan yang sangat campur aduk.

Rasa sakit hati dan penghinaan yang baru saja merobek dadanya seolah menguap begitu saja ke udara, digantikan oleh rasa lega yang luar biasa memuaskan.

Gadis itu perlahan mengalihkan pandangannya menatap Jiang Chen, mata indahnya kini memancarkan rasa terima kasih yang sangat tulus dan dalam.

"Pergilah dari sini, dan jangan pernah berani menampakkan wajah busukmu lagi di depanku," ucap Mengqi kepada Zhao Tianyu dengan nada tegas dan sangat percaya diri.

Mendengar pengampunan yang dinantikannya, Zhao Tianyu langsung merangkak bangun dengan susah payah seperti anjing yang ketakutan.

Dia berlari tertatih-tatih masuk ke dalam mobil sportnya dengan panik dan segera menekan tombol starter mesin.

Ngeeeng!

Mobil sport merah dengan kaca depan retak itu melaju sangat kencang meninggalkan pelataran apartemen, membelah kerumunan orang yang langsung menyingkir ketakutan.

Jiang Chen mendesah pelan dan menepuk-nepuk kedua telapak tangannya seolah dia baru saja menyentuh tong sampah yang kotor.

Dia berjalan santai menginjak tumpukan uang dua puluh ribu Yuan yang berhamburan di tanah, sama sekali tidak berniat memungutnya meskipun dia sangat mencintai uang.

Uang kotor yang digunakan untuk menghina harga diri manusia adalah satu-satunya jenis uang yang tidak sudi disentuh oleh Jiang Chen.

"Lain kali, kalau ada anjing gila yang menggonggongimu di jalan, tendang saja moncongnya," ucap Jiang Chen santai sambil menoleh ke arah Mengqi.

"Jangan hanya berdiri diam dan menangis, itu justru akan membuat anjing itu semakin berani menggigitmu."

Bukannya marah mendengar perumpamaan kasar dan teguran itu, Mengqi justru tersenyum dengan sangat manis.

Senyuman itu murni, sangat tulus, dan sama sekali berbeda dengan senyuman sinis yang selalu dia tunjukkan sejak pagi tadi di dalam apartemen.

"Terima kasih banyak, Jiang Chen," ucap Mengqi dengan suara lembut yang terdengar sangat asing sekaligus menenangkan di telinga pemuda itu.

Jiang Chen pura-pura bergidik ngeri sambil memeluk kedua bahunya sendiri saat mendengar perubahan drastis nada suara gadis barbar tersebut.

"Tolong jangan bersikap semanis itu padaku, Nona. Tubuhku rasanya langsung merinding," balas Jiang Chen sambil berbalik menuju mesin penjual kopi otomatis.

"Dan tolong ingat baik-baik, biaya perlindungan keamanan eksklusif barusan adalah lima ratus Yuan, jangan lupa bayar saat kau pulang kuliah nanti."

Mengqi yang baru saja merasa sangat terharu hingga ingin menangis langsung mendengus kesal mendengar tagihan konyol yang keluar dari mulut pria itu.

'Pria ini memang sudah berpenyakit kronis gila uang dan tidak bisa diselamatkan lagi sifatnya,' rutuk Mengqi dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

Namun anehnya, perasaan kesal di hatinya sama sekali tidak lagi sebesar atau sedingin sebelumnya.

Gadis itu berbalik dan berjalan menuju kampus dengan langkah yang jauh lebih ringan dan bahagia, meninggalkan Jiang Chen yang mulai bertengkar memukul mesin kopi karena koin kembaliannya tersangkut.

1
Abady Ehm
cerita sampah juga nih,.....
ARay
ini cowok mulutnya lemez banget, pake rok aja sekalian
syarif ibrahim
orang lugu cuman ada di komik dan novel saja🤭😄tidak ada di dunia ini🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!