NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 — Pagi yang Berbeda

Pagi di rumah sakit terasa tenang.

Cahaya matahari masuk samar melalui jendela besar kamar VIP tempat Leon dirawat. Aroma kopi dan makanan hangat mulai memenuhi ruangan.

Di sofa kecil dekat jendela, Alya terbangun perlahan setelah semalaman tertidur dalam posisi duduk sambil menemani Liora.

Wanita itu langsung refleks menoleh ke arah ranjang.

Dan mendapati Leon ternyata sudah bangun lebih dulu.

Pria itu sedang menatapnya diam-diam.

Deg.

Alya langsung salah tingkah lalu buru-buru merapikan rambutnya yang berantakan.

“Kamu bangun dari kapan?”

“Baru.”

Suara Leon masih sedikit serak karena baru bangun tidur.

Namun tatapannya terlihat jauh lebih segar dibanding semalam.

Alya langsung berdiri mendekat.

“Pusing nggak?”

“Sedikit.”

“Dokter bilang jangan banyak gerak dulu.”

Leon menatap wanita itu beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan—

“Kamu jagain aku semalaman?”

Alya langsung mengalihkan pandangan kecil.

“Liora nggak mau pulang.”

Padahal bukan hanya Liora.

Dirinya juga tidak tega meninggalkan Leon sendirian di rumah sakit.

Leon tersenyum samar seolah mengerti jawaban itu hanya alasan setengah hati.

---

Liora masih tidur pulas di sofa sambil memeluk boneka kelincinya.

Pipi bulat anak kecil itu terlihat lucu karena sedikit tertekan bantal.

Alya pelan-pelan menyelimuti putrinya sebelum kembali ke meja makan kecil saat perawat datang membawa sarapan.

“Aku bantu.”

Perawat terlihat sedikit terkejut namun langsung mengangguk ramah.

Begitu perawat keluar, suasana kamar kembali sunyi.

Leon memperhatikan Alya yang sedang membuka makanan satu per satu.

Ada bubur hangat.

Sup.

Dan jus buah.

“Rumah sakit luar negeri makanannya lebih bagus,” gumam Leon pelan.

Alya spontan tertawa kecil.

“Kamu masih sempat komentar.”

Leon ikut tersenyum tipis.

Dan suasana hangat kecil itu terasa begitu alami.

“Aku bisa makan sendiri,” ujar Leon saat Alya mengambil mangkuk bubur.

Namun begitu pria itu mencoba bergerak, wajahnya langsung meringis kecil karena tangan kirinya sakit.

Alya langsung menghela napas.

“Makanya jangan sok kuat.”

Leon menatapnya.

Lalu tanpa protes lagi, pria itu membiarkan Alya duduk di sisi ranjang sambil menyuapinya pelan.

Suasana mendadak berubah canggung.

Sangat canggung.

Karena dulu…

Alya sering melakukan hal-hal kecil seperti ini untuk Leon.

Namun pria itu tidak pernah benar-benar peduli.

Dan sekarang setelah bertahun-tahun…

Mereka kembali seperti ini lagi.

“Mulutnya dibuka,” ujar Alya pelan.

Leon menurut tanpa membantah.

Tatapannya justru terus memperhatikan wajah Alya dari dekat.

Wanita itu terlihat lelah karena kurang tidur.

Namun tetap cantik.

Sangat cantik.

“Kamu kurusan,” gumam Leon tiba-tiba.

Tangan Alya langsung berhenti.

“Hm?”

“Kamu dulu lebih chubby.”

Alya langsung melotot kecil.

“Itu bukan pujian.”

Leon terkekeh pelan.

“Aku suka yang dulu.”

Pipi Alya langsung memanas.

Dan untungnya sebelum suasana makin aneh, ponselnya berbunyi.

Nama Kate muncul di layar.

Alya langsung mengangkat cepat.

“Halo?”

“Gimana keadaan Mr. Sad Boy?” suara Kate langsung terdengar heboh dari sana.

Leon yang mendengar samar langsung mengangkat alis.

Alya buru-buru menjauh sedikit sambil menahan malu.

“Dia udah mendingan.”

“Semalam aku kaget banget pas kamu bilang dia kecelakaan.”

Alya melirik Leon sesaat.

“Untung nggak parah.”

Kate langsung mendesah lega.

“Liora gimana?”

“Masih tidur.”

“Fix itu anak semalam nangis ya?”

Alya diam sebentar sebelum mengangguk kecil meski Kate tidak bisa melihat.

“Iya.”

Dan bukan cuma Liora.

Dirinya juga hampir menangis sepanjang perjalanan ke rumah sakit tadi malam.

“Jadi sekarang gimana?” goda Kate tiba-tiba. “Makin cinta lagi?”

“Kate!”

Suara Alya langsung mengecil panik.

Namun terlambat.

Karena Leon jelas mendengar itu.

Pria itu menatapnya dengan sudut bibir naik tipis penuh arti.

Sementara Alya langsung mematikan telepon dengan wajah merah total.

“Temen kamu berisik,” ujar Leon santai.

Alya menatap kesal.

“Jangan didengerin.”

“Kenapa?”

“Karena dia ngaco.”

Leon hanya tersenyum kecil tanpa membalas.

Namun dalam hati…

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia mulai berani berharap lagi.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!