Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Badai di Atas Panggung Luoyang
Satu bulan berlalu dengan cepat. Kota Luoyang tidak pernah sesibuk dan setegang ini.
Pertemuan Besar Aliansi Ortodoks (Wu-Lin Da-Hui) digelar di Alun-Alun Utama Luoyang. Puluhan ribu pendekar, tetua dari Sekte Wudang, Sekte Shaolin, Sekte Pedang Qingcheng, hingga perwakilan klan-klan kaya dari seluruh benua berkumpul mengelilingi panggung batu raksasa.
Di tribun kehormatan tertinggi, duduk seorang pria tua berjanggut putih panjang mengenakan jubah emas kebangsawanan Sekte Wudang. Wajahnya tampak sangat tenang, anggun, dan dipenuhi aura kebijaksanaan seorang pemimpin suci.
Dia adalah Grandmaster Gu Feng—sosok yang dihormati seluruh benua sebagai pilar keadilan Aliansi Ortodoks, sekaligus dalang rahasia di balik Ordo Mata Dantian dan sosok The Core Sovereign.
Di samping panggung utama, rakyat dan pedagang Luoyang menyemut. Namun, berbeda dari acara-acara sebelumnya, keamanan di sekeliling alun-alun tidak lagi dijaga oleh prajurit sekte lokal, melainkan oleh lima puluh ksatria Ordo Roda Bintang yang mengenakan jubah hitam dan zirah komposit abu-abu gelap.
"Lihat itu," bisik salah satu pendekar dari sekte luar. "Anak-anak Ordo Roda Bintang itu tenang sekali. Mereka beneran tidak takut berada di tengah markas Aliansi Ortodoks?"
"Siapa yang berani mengusik mereka?" sahut temannya. "Sejak mereka menundukkan Kartel Emas Merah, Serikat Dagang Roda Bintang sudah menguasai seluruh jalur logistik dan pasar di Luoyang!"
Pukul sepuluh pagi. Suara dentuman gong raksasa bergema tiga kali membelah angkasa, menandakan dimulainya Pertemuan Besar.
Grandmaster Gu Feng perlahan berdiri dari kursi kebesarannya. Dengan gerakan anggun, ia melangkah mendekati tepi tribun kehormatan. Aura Ranah Grandmaster Puncak memancar halus dari tubuhnya, membuat puluhan ribu pendekar di alun-alun mendadak bungkam penuh rasa hormat.
"Para pendekar dan warga Central Plains sekalian," suara Gu Feng bergema jernih, memikat, dan menenangkan hati lewat dorongan Ki tingkat tinggi. "Pertemuan hari ini digelar untuk membahas ancaman dari kelompok-kelompok liar yang merusak tatanan ekonomi dan keamanan benua kita..."
Gu Feng menghentikan kalimatnya sejenak, lalu mengarahkan pandangan matanya yang dingin ke arah barisan Ordo Roda Bintang.
"Termasuk keberadaan kelompok ajaran sesat dari Kultus Iblis yang menyebut diri mereka Ordo Roda Bintang," lanjut Gu Feng dengan nada menghakimi. "Mereka telah menyusup ke Luoyang, merusak harga pasar, dan membunuh para pengawal sekte di Lembah Kabut Jiwa!"
BUMMM!
Sorak-sorai kekagetan dan amarah meledak di antara para murid sekte ortodoks!
"Hancurkan Kultus Iblis!"
"Usir Ordo Roda Bintang dari Luoyang!"
Gu Feng menyunggingkan senyum tipis yang tersembunyi di balik janggut putihnya. Semuanya berjalan sesuai rencana manipulasinya untuk memojokkan Ryeon dan merebut kembali Inti Reaktor CORE SOVEREIGN secara legal di hadapan publik.
Namun, di tengah gelombang cemoohan puluhan ribu orang tersebut, sebuah suara datar dan jernih meluncur menembus kebisingan alun-alun.
"Bicara soal penyusupan dan pembunuhan..."
Cheon Ryeon melangkah keluar dari barisan Ordo Roda Bintang, berjalan tenang menaiki tangga panggung batu utama. Jubah hitam bersulam benang peraknya berkibar pelan ditiup angin pagi.
Di sampingnya, Jaegal So-yeon melangkah dengan anggun, membawa sebuah kotak kayu perak di tangannya.
Ryeon berdiri di tengah panggung, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubahnya, lalu menatap lurus ke arah Gu Feng di tribun atas.
"Kau bicara sangat manis untuk seseorang yang sudah memanen ratusan Dantian pendekar di Lembah Kabut Jiwa, Grandmaster Gu Feng," ucap Ryeon datar tanpa ada rasa takut sedikit pun.
Seluruh alun-alun mendadak hening!
Para Tetua Tinggi dari Sekte Shaolin dan Qingcheng terbelalak kaget.
"Bocah sombong!" bentak salah satu Tetua Wudang berdiri murka. "Berani sekali kau memfitnah Grandmaster Gu Feng di depan umum?!"
Ryeon bahkan tidak menoleh ke arah Tetua Wudang tersebut. Dia melirik ke arah So-yeon.
"So-yeon, buka papannya," komando Ryeon dingin.
Jaegal So-yeon melangkah ke depan, membentangkan gulungan kertas sutra hitam raksasa serta memutar Proyektor Kristal Reaktor buatan laboratorium Roda Bintang.
BZZZZZT!
Cahaya biru memancar dari kristal tersebut, memproyeksikan layar transparan raksasa di udara di atas alun-alun!
Di dalam layar proyeksi cahaya itu, terpampang jelas skema PROJECT CORE SOVEREIGN, rekaman audio percakapan rahasia, serta daftar nama ratusan pejabat yang terlibat dalam transaksi ekstraksi Dantian—dengan nama Grandmaster Gu Feng berada di posisi paling atas sebagai pimpinan tertinggi!
"A-APA?!"
"Lihat itu! Itu stempel resmi dan tanda tangan Grandmaster Gu Feng!"
"Gila! Jadi selama ini pembunuhan pendekar di perbatasan dilakukan oleh Ordo Mata Dantian atas perintah Gu Feng?!"
Kepanikan dan histeria meledak luar biasa di seluruh alun-alun Luoyang! Puluhan ribu pendekar Aliansi Ortodoks melotot tidak percaya menatap layar proyeksi tersebut.
Wajah anggun Gu Feng di tribun atas mendadak berubah sangat pucat, lalu mengeras menjadi ekspresi kejam dan penuh aura membunuh yang mengerikan.
"Topengmu sudah lepas, Gu Feng," ucap So-yeon dingin, mengibaskan kipas sutranya. "Seluruh bukti dari kaset memori Reaktor Kedua sudah disebarkan ke sepuluh klan utama Aliansi oleh Keluarga Jaegal hari ini."
Gu Feng perlahan tertawa serak. Tawa yang tadinya lembut kini berubah menjadi raungan iblis yang memekakkan telinga!
"Hahaha! Membongkar buktinya di sini?!" jerit Gu Feng murka. Aura keemasan mekanis membumbung tinggi dari tubuhnya saat jubah kebesarannya robek, memperlihatkan Zirah Reaktor Kuno yang tertanam langsung di dalam dadanya!
Ranah Grandmaster Puncak (Core Integration)!
"Kalian pikir bukti kertas dan proyeksi mainan ini ada artinya di hadapan kekuatan mutlak?!" teriak Gu Feng histeris. Ia mengangkat tangannya, melepaskan gelombang hisapan radiasi Ki raksasa yang menyedot udara di seluruh alun-alun!
SWOOSH!
Lantai batu alun-alun hancur berantakan! Tekanan hawa panas menyapu puluhan ribu penonton yang panik berhamburan menyelamatkan diri.
"Serahkan Inti Reaktor CORE SOVEREIGN itu padaku, Cheon Ryeon!" teriak Gu Feng melesat turun dari tribun bagaikan meteor keemasan, menghantam lurus ke arah panggung batu!
Namun, Ryeon tidak bergerak mundur satu sentimeter pun.
Ia menarik keluar Wadah Isolasi Komposit dari balik jubahnya, mengaktifkan pendar cahaya biru Inti Reaktor CORE SOVEREIGN.
"Jin-Bao, Son-mi, aktifkan Formasi Pembalik Resonansi Kinetik!" komando Ryeon tegas.
"SIAP, BOS!"
BOOM!
Gong Son-mi menghentakkan perisai kompositnya ke tanah, sementara Jin-Bao dan lima puluh anggota Ordo Roda Bintang menembakkan selongsong gas penetral frekuensi tinggi secara serentak di sekeliling panggung!
Ryeon mengarahkan pedang tipis mikro-karbonnya tepat ke titik poros pendar cahaya Inti Reaktor di tangannya, menggetarkan bilahnya dengan frekuensi puncak 8.000 Hertz!
BZZZZZZZZZZT!
Prinsip Pembalik Gelombang Fusi Kuantum!
Sebuah gelombang kejutan transparan berwarna biru keemasan meledak memancar dari panggung batu, menyapu seluruh aura keemasan mekanis milik Gu Feng di udara!
"A-APA?! AURA REAKTOR-KU MENDADAK KAKU?!" jerit Gu Feng histeris di udara.
Ia merasakan Zirah Reaktor Kuno yang tertanam di dadanya... mendadak bergetar hebat dan berbalik menyedot seluruh Dantian di dalam tubuhnya sendiri akibat benturan frekuensi berlawanan dari Ryeon!
BOOOOOOMMM!
Sebuah ledakan energi internal meledak dari dalam dada Gu Feng!
"GUAAGHAHAHH!"
Gu Feng menyemburkan darah segar dalam jumlah besar. Zirah kuno di dadanya hancur meleleh, dan tubuh Grandmaster puncak itu terlempar ke udara sejauh belasan meter sebelum jatuh tersungkur keras menghantam panggung batu di depan kaki Ryeon!
BRUK!
Keheningan yang luar biasa mencekam melingkupi seluruh Kota Luoyang.
Asap membumbung pelan di atas panggung yang retak-retak.
Grandmaster Gu Feng—sosok tertinggi Aliansi Ortodoks sekaligus pimpinan Ordo Mata Dantian—terkulai lemas tak sadarkan diri dalam keadaan Dantian dan zirah mekanisnya runtuh total dari dalam.
Ryeon menyarungkan kembali pedang tipisnya dengan bunyi KLIK yang jernih, lalu menatap seluruh Tetua Aliansi Ortodoks yang berdiri membeku ketakutan di tribun atas.
"Teknologi dan kekuatan tanpa pemahaman sains..." ucap Ryeon datar, suaranya jernih bergema menembus seluruh alun-alun, "...cuma bakal memakan pemiliknya sendiri."
Di sampingnya, Jaegal So-yeon menyunggingkan senyum paling indah dan takjub dalam hidupnya.
Sorak-sorai gemuruh dari anggota Ordo Roda Bintang dan rakyat Luoyang meledak bagaikan badai guntur!
Hari itu, konspirasi seribu tahun Ordo Mata Dantian resmi dihancurkan sampai ke akar-akarnya. Dan di atas puing-puing tatanan lama benua Murim, nama Cheon Ryeon, Jaegal So-yeon, dan Ordo Roda Bintang... resmi berdiri kokoh sebagai penguasa dan penentu takdir baru di Central Plains!