Iris Quinn hanyalah sekretaris culun yang mudah diinjak-injak. Di rumah ia dijadikan keset oleh keluarganya, di kantor ia jadi samsak perundungan. Bahkan sang CEO, Ethan Cole, memilihnya hanya karena yakin gadis itu tidak akan punya nyali untuk menggodanya.
Tapi mereka tidak tahu, Iris yang asli sudah mati.
Tubuh ringkih itu kini dikuasai oleh jiwa Valerie Crowe, jenderal perang wanita kejam yang tewas diterkam harimau di medan tempur. Bagi Valerie, menghadapi drama kantor dan keluarga picik bukanlah masalah besar. Ini hanyalah medan perang baru yang sangat mudah ditaklukkan.
Dengan kecerdasan otak Iris dan insting membunuh seorang jenderal, Valerie mulai mematahkan satu per satu harga diri orang yang pernah menindasnya. Saat Ethan Cole menyadari sekretaris penurutnya berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, sang CEO justru mulai terobsesi.
Mereka pikir Iris bisa terus ditindas? Selamat datang di neraka. Permainan baru saja dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ethan dan Iris
Beberapa hari ini hidup Iris benar-benar damai tanpa gangguan. Tidak ada ibunya yang datang minta uang ataupun teman-temannya yang bersikap buruk padanya. Pekerjaannya pun selesai dengan cepat hingga ia punya banyak waktu menonton drama seperti yang Chloe tunjukkan.
Awalnya Chloe dan Jessica sangat sibuk menatap ponsel. Kadang mereka tertawa, lalu detik berikutnya menangis. Iris yang penasaran akhirnya mendekati mereka dan bertanya apa yang mereka lakukan.
'Apa kau tidak tau apa itu film atau drama ?'
'Tidak'
'Kau kuno sekali tidak tau hal semenarik itu. Cobalah kau menontonnya saat pikiran mu lelah'
'Apa tidak ada yang menceritakan tentang perang ?'
'Kau suka genre perang ya ? Baiklah akan aku tunjukkan'
Sejak saat itu, Iris jadi suka menonton drama bergenre kolosal. Apalagi pemainnya sangat tampan dan kekar. Lagi-lagi ia menyamakan nya dengan Alexander.
Sama seperti Chloe dan Jessica, Iris pun dibuat campur aduk perasaannya saat menonton. Kadang ia marah, kadang tiba-tiba tertawa lalu menangis saat pemeran utamanya terluka.
"Apa dia sangat senggang sampai bisa menonton ?" tanya Ethan pada Kevin. Ia memperhatikan pergerakan Iris dari layar iPad nya.
"Tapi, pekerjaan Iris sudah selesai, Tuan. Saya sudah memeriksa nya dan itu benar semua" kata Kevin.
"Lantas itu bisa menjadikannya seperti Bos ?" tanya Ethan menatap tajam Kevin.
Kevin hanya diam dan menggaruk kepalanya. Bingung juga kalau harus ditanya seperti itu.
"Panggil dia kemari !" perintah Ethan.
"Baik, Tuan"
..
"Bos, anda memanggil ku ?" Iris masuk setelah mengetuk pintu.
"Hem. Kemari "
Iris mengangguk meskipun Ethan tidak melihatnya. Tapi diam-diam Ethan memperhatikan cara berjalan Iris dari balik kacamata nya.
Iris benar-benar berbeda. Setiap pergerakannya, caranya bicara bahkan tiupan angin di rambut nya pun kini benar-benar membuat Ethan sedikit terpana. Untuk sesaat Ethan lupa kalau yang ada di depannya itu adalah sekretaris culunnya yang sering ia marahi.
"Ada masalah, Bos ?" tanya Iris. Meskipun diucapkan dengan nada pelan, entah mengapa Ethan merasa ada aura kuat di dalamnya. Pertanyaan yang terdengar seperti perintah.
"Apa kau tidak punya pekerjaan ?" tanya Ethan yang tiba-tiba saja menulis.
"Pekerjaan ku semuanya sudah selesai" jawab Iris tanpa ragu.
"Lalu kau hanya diam bermain ponsel sampai jam pulang ?"
"Memangnya aku harus apa lagi ?"
Ethan menghela nafas panjang lalu menyodorkan tumpukan kertas di depannya yang sejak tadi beranak pinak.
"Bantu aku mengoreksi semua ini"
"Tapi Bos, ini kan tugas anda" tolak Iris. Ia sebenarnya sudah sangat sebal tapi ia coba bersikap lembut selayaknya Iris yang tidak neko-neko.
"Tugasku juga tugasmu. Kau adalah sekretaris ku. Jadi kau pasti mengerti" kata Ethan tidak bisa dibantah.
"Apa ini ada uang lembur nya ?" tanya Iris sembari menghitung kira-kira berapa jumlah kertas-kertas yang menumpuk itu.
"Hem" balas Ethan setelah menatap Iris beberapa saat.
"Baiklah. Aku akan mengoreksinya" kata Iris yang sudah bersiap mengangkat tumpukan kertas itu.
"Eits siapa yang menyuruhmu membawanya. Kerjakan disini. Duduklah" kata Ethan menghentikan pergerakan Iris.
Iris dengan tatapan mata tajam menatap tangan Ethan yang menunjuk pada kursi di depannya. Apa maksudnya ia harus duduk sedekat ini dengan Ethan ?
"Kalau begitu aku kerjakan di sofa saja"
"Nona Quinn, apa kau tidak punya telinga ?" kata Ethan dengan geram. Akhirnya mau tak mau Iris meletakkan kembali berkas-berkas yang sudah melayang beberapa senti dari meja.
"Gunakan ini untuk bagian yang salah" Ethan melempar bolpoin kearah Iris. Iris hanya melirik dengan malas pada Ethan lalu mulai membuka lembaran di depannya.
Ethan hampir kelepasan tertawa saat melihat wajah Iris yang ditekuk. Dahinya mengkerut, bibirnya mengerucut dan kedua pipinya sedikit menggembung.
Dengan gerakan cepat, Iris membolak-balik halaman demi halaman sampai membuat Ethan pusing.
"Awas jangan sampai salah. Kalau ada yang salah ku potong gajimu" kata Ethan.
Lagi-lagi Iris tidak menyahut. Ia hanya melirik sekilas lalu kembali mengerjakan pekerjaan nya.
'Berada di dekatnya membuat ku tidak bisa bernafas. kenapa orang ini harus begitu tampan ? Tubuhnya sangat kekar'
'Oh ayolah Iris, jangan lihat dia lagi'
"Kemana perginya kacamata bulat mu itu ?" tiba-tiba Ethan bertanya dan mengganggu konsentrasi Iris. Iris yang sebal hanya tersenyum kaku lalu menghela nafas panjang sebelum menjawabnya.
"Kacamata ku tidak ada hubungannya dengan anda, Bos. Kalau anda bicara terus, maka berkas ini akan selesai dalam seminggu. Jadi biarkan aku menyelesaikan ini dulu" jawabnya sembari mempertahankan senyum palsu nya.
Mendengar itu lagi-lagi Ethan ingin tertawa. Ia tau senyum Iris sengaja dibuat-buat tapi entah mengapa dia tidak marah. Bukankah selama ini, dia tidak suka dengan kepura-puraan ?
Seingatnya, Iris yang dulu selalu gemetar saat namanya dipanggil. Sering membetulkan letak kacamatanya meskipun tidak miring, dan selalu tengok kanan kiri seperti ada yang mengawasi.
Tapi beberapa waktu ini, Iris yang sama terasa sedikit berbeda. Ucapannya bagaikan perintah, tatapannya seperti anak panah dan cara berjalannya pun seperti orang yang siap bertempur.
"Kerjakan sebisanya saja. Aku ingin keluar " kata Ethan sembari bangkit dari duduknya.
"Baik, Bos. Hati-hati" balas Iris sekenanya.
Lalu Ethan keluar dari ruangan dan meninggalkan Iris sendirian. Tujuan adalah suatu tempat yang selalu ia kunjungi saat ia merasa rindu. Yakni makam sang Ibu.
Iris menoleh kearah pintu yang tertutup rapat. Setelah kepergian Ethan, Iris merasa ruangan seperti mendapatkan pasokan oksigen yang segar dan melimpah. Sejak tadi ia merasa tercekik karena Ethan selalu memperhatikannya.
Meskipun Iris hanya menunduk, tapi ia sadar jika diperhatikan. Ingin menegur, tapi ia tau itu tidak sopan.
"Cepatlah selesai. Besok akhir pekan aku ingin bersenang-senang " gerutu Iris sembari matanya awas menatap tulisan yang berurutan seperti pasukan baris-berbaris.
"Hah mataku lelah. Ethan benar-benar tidak kira-kira kalau memberi tugas" teriak Iris setelah lima belas menit. Ia tidak takut ada yang mendengar suaranya sebab ia tau ruangan ini kedap suara.
"Aku doakan dia selalu mengantuk"
"Eh jangan lah. Kalau dia mengantuk aku lagi yang mengerjakan pekerjaannya"
Tanpa Iris sadari, sebenarnya Ethan sudah duduk di sofa dengan melipat kedua tangannya dan tertawa kecut mendengar umpatan Iris. Ethan masuk saat Iris berteriak jadi tidak menyadari saat ada yang membuka pintu.
"Sepertinya aku memang tidak cocok bekerja disini. Tapi gajinya sangat banyak sayang jika dilewatkan"
"Kemarin aku melihat ada orang kaya yang membutuhkan pengawal untuk anak gadisnya. Apa kira-kira aku bisa diterima ya ?"
"Tapi lebih baik lagi tidak bekerja tapi mendapatkan uang. Huahh aku ingin menikah saja supaya tidak mencari uang" teriaknya lagi sembari menggaruk kepalanya yang gatal.
...
Tinggalkan jejak kalian teman-teman 🥰
abs pnya apartmen baru,abs tu blnju baju yg bgus...trs k salon,kl prlu ptong rmbut biar buang sial.....
kl kluarganya mnta uang,jgn d ksih...lbh baik pke buat dri sndri aja...ok jendral....
Aku udh mmpir lg....crtanya seru,sm ky crtamu yg lain....😁😁😁...
ska bgt kl cwek tngguh ky gni,ga menye2 trs kl ada yg ngusik lngsng d bls....d tnggu up'ny y....smngttt....😘😘😘