Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Murid Kedua & Rahasia Tubuh Yin Iblis Murni Mulai Terbongkar
---
Pagi setelah kompetisi, Kedai Teh punya jadwal baru.
Jam 6 pagi: Ling'er bangun, menyapu halaman, menghitung persediaan daun teh.
Jam 6.30 pagi: Su Qing'er bangun, membantu Ling'er, tapi dengan tugas khusus: mengelap meja dengan sangat pelan karena dia masih belajar agar tidak berisik.
Jam 7 pagi: Kedai buka. Xiao Chen keluar dengan kursi bambunya.
Hari ini adalah hari hadiah untuk Su Qing'er. Sehari menjadi asisten pribadi Bos Teh.
Su Qing'er memakai celemek baru yang dibuatkan Ling'er semalam dari kain karung goni bekas yang dicuci bersih. Celemek itu kebesaran untuknya, tapi dia memakainya dengan bangga, seperti memakai jubah perang.
"Tugas pertama," kata Xiao Chen sambil menuang air panas dari teko besar ke teko-teko kecil, "Jangan panggil aku Kakak Penjaga lagi. Panggil Bos Teh, seperti Ling'er."
Su Qing'er mengangguk cepat, wajahnya merah. "Siap, Bos Teh!"
"Tugas kedua, hari ini kau tidak boleh kultivasi. Tidak boleh pakai qi sama sekali. Kau hanya pakai tangan biasa, seperti kemarin saat kompetisi."
"Kenapa, Bos Teh?" tanya Su Qing'er bingung. Sebagai putri Klan Su, dia sudah Pemurnian Qi tingkat 8, dia terbiasa mengalirkan qi untuk memperkuat tangan.
Xiao Chen menunjuk Ling'er yang sedang mengangkat karung beras 20 kg tanpa qi, hanya dengan tenaga biasa dan keringat. "Karena kalau kau pakai qi, kau tidak akan pernah merasakan kapan air itu 80 derajat. Tanganmu akan selalu merasa dingin karena dilindungi qi. Padahal, untuk menyeduh teh yang enak, kau harus tahu kapan air itu terlalu panas untuk dipegang."
Su Qing'er terdiam, lalu melepas aliran qi di tangannya. Seketika tangannya terasa lebih sensitif, dia bisa merasakan hawa panas dari teko.
Pelajaran pertama Klan Kedai Teh dimulai bukan dengan jurus pedang, tapi dengan menyeduh teh tanpa qi.
Siang itu, saat kedai ramai, kejadian aneh terjadi.
Ling'er yang sedang membawa nampan berisi 5 cangkir teh untuk Tetua Tanah Kokoh dan murid-muridnya, tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Wajahnya pucat. Cangkir-cangkir di nampan bergetar.
"Bos Teh..." bisiknya pelan.
Xiao Chen yang sedang tidur-tiduran, langsung membuka mata. Dia merasakan apa yang dirasakan Ling'er. Uap teh dari 5 cangkir itu tidak naik lurus seperti biasa, tapi tertarik ke satu titik di dada Ling'er, seperti pusaran kecil.
Tubuh Yin Iblis Murni Ling'er bereaksi lagi.
Sudah 27 hari sejak Ling'er minum teh pertama dari Xiao Chen, kultivasinya melesat dari Pemurnian Qi tingkat 2 ke tingkat 7 dalam waktu yang tidak masuk akal. Itu karena Kitab Teh Iblis Bab 1 dan 2 yang diajarkan Xiao Chen, adalah teknik iblis yang paling cocok untuk Tubuh Yin.
Tapi hari ini, ada yang berbeda. Energi Yin di tubuh Ling'er tidak lagi lembut dan hangat seperti teh jahe. Energi itu menjadi dingin, liar, dan lapar.
Ling'er menjatuhkan nampan. _PRANG!_ 5 cangkir pecah.
Semua pelanggan diam. Mo Sha langsung berdiri, menggeram pelan, mengira ada iblis menyerang.
Ling'er memegang dadanya, terengah-engah. "Dingin... Bos Teh... di dalam... dingin sekali... seperti ada yang mau keluar..."
Su Qing'er yang di sebelahnya langsung menangkap Ling'er sebelum jatuh.
Xiao Chen sudah berada di sebelah Ling'er dalam sekejap, tanpa ada yang melihat dia bergerak. Dia meletakkan telapak tangannya di kening Ling'er.
Panas. Kening Ling'er sangat panas, tapi tubuhnya menggigil kedinginan. Di dalam dantiannya, Xiao Chen merasakan sesuatu.
Selama 27 hari, energi Yin Iblis Murni Ling'er tumbuh dengan meminum teh yang mengandung sedikit energi jurang dari Xiao Chen. Itu seperti memberi makan bayi dengan susu. Bayi itu tumbuh cepat. Terlalu cepat. Dan sekarang, bayi itu lapar. Lapar akan energi Yin yang lebih murni, bukan dari teh, tapi dari sumber aslinya: Jurang Iblis.
"Tubuh Yin Iblis Murni... fase pertama bangun," gumam Xiao Chen pelan, hanya didengar Nenek Air Tenang yang sudah berlari mendekat.
Nenek Air Tenang yang mendengar istilah itu, wajahnya langsung pucat seperti kertas. "Tuan Bos Teh! Tubuh Yin Iblis Murni?! Itu... itu tubuh terkutuk yang di buku kuno dikatakan akan menjadi wadah Raja Iblis?!"
Semua Tetua yang mendengar itu langsung mundur selangkah, menatap Ling'er yang menggigil dengan tatapan takut. Mereka pernah membaca di kitab kuno Klan masing-masing: Setiap 1000 tahun akan lahir seorang anak dengan Tubuh Yin Iblis Murni, tubuh yang sangat disukai iblis, dan jika tidak dikendalikan, tubuh itu akan meledak dan menjadi pintu gerbang bagi Raja Iblis untuk masuk ke dunia manusia.
Xiao Chen tidak panik. Dia menggendong Ling'er, membawanya masuk ke dalam kedai, membaringkannya di atas meja teh yang panjang.
"Ling'er, dengarkan aku. Bernapas seperti saat menyeduh teh. Tarik napas 3 detik, tahan 2 detik, buang 4 detik. Jangan lawan dinginnya. Rasakan dinginnya seperti kau merasakan uap teh," kata Xiao Chen dengan suara tenang.
Ling'er mencoba, tapi tubuhnya semakin menggigil. Dari mulutnya keluar kabut hitam tipis, bukan putih.
Su Qing'er yang melihat itu, tanpa disuruh, langsung mengambil selimut dan menutupi Ling'er, lalu memegang tangan Ling'er yang dingin.
"Kak Ling'er, aku di sini! Jangan takut!"
Xiao Chen menatap Su Qing'er, lalu mengangguk. "Bagus. Pegang terus. Jangan lepas."
Dia berbalik menatap Mo Sha yang masih di depan pintu.
"Mo Sha, tutup kedai. Hari ini tutup lebih awal. Bilang semua pelanggan pulang, besok gratis 1 cangkir."
Mo Sha langsung mengusir semua pelanggan dengan tatapan, tanpa suara, sesuai peraturan.
Setelah kedai kosong, hanya ada 4 orang di dalam: Xiao Chen, Ling'er yang menggigil di atas meja, Su Qing'er yang memegang tangannya, dan Nenek Air Tenang yang tidak mau pergi karena khawatir.
"Bos Teh, apa yang terjadi pada Ling'er?" tanya Su Qing'er dengan air mata.
Xiao Chen mengambil teko teh terbesar di kedai, teko yang biasanya untuk 20 orang. Dia menuang semua daun teh yang ada di kedai - persediaan 1 minggu - ke dalam teko itu. Lalu dia mengambil pisau kecil dan... menyayat telapak tangannya sendiri.
Darah menetes. Bukan darah merah biasa, tapi darah merah dengan sedikit keemasan hitam di dalamnya. Darah yang sudah direndam energi jurang 1000 tahun.
Darah itu menetes ke dalam teko teh.
Nenek Air Tenang terbelalak. "Tuan! Darah Anda!"
Xiao Chen tidak menjawab. Dia menuang air panas 80 derajat ke dalam teko itu, menyeduh teh darah.
Teh itu berubah warna menjadi hitam keemasan, mengepul dengan uap yang tidak panas, tapi dingin.
"This is Kitab Teh Iblis Bab 3: Teh Darah Yin," kata Xiao Chen pelan. "Satu-satunya teh yang bisa memberi makan Tubuh Yin Iblis Murni yang lapar."
Dia menuang teh hitam keemasan itu ke dalam cangkir kecil, dan dengan hati-hati, meminumkannya ke Ling'er.
Saat teh darah itu masuk ke mulut Ling'er, keajaiban terjadi.
Kabut hitam yang keluar dari mulut Ling'er berhenti. Tubuhnya yang menggigil perlahan berhenti. Wajahnya yang pucat mulai memerah. Di dalam dantiannya, pusaran energi Yin yang liar, yang tadinya seperti ingin meledak, kini tenang, seperti bayi yang akhirnya diberi susu yang cukup.
Ling'er membuka matanya perlahan.
"Bos Teh... tehnya... pahit... tapi hangat..."
Xiao Chen tersenyum tipis, pertama kalinya hari itu. "Pahit itu bagus. Berarti kau masih hidup."
Ling'er mencoba duduk, dan saat dia duduk, sesuatu berubah di sekelilingnya. Uap teh dari teko besar di sebelahnya, yang masih mengepul, tertarik ke arahnya dan membentuk lingkaran kecil di atas kepalanya, seperti mahkota.
Nenek Air Tenang yang melihat mahkota uap teh itu, langsung berlutut, bukan karena takut, tapi karena kagum.
"Mahkota Yin... Kitab kuno bilang... jika Tubuh Yin Iblis Murni bisa mengendalikan lapar pertamanya tanpa menjadi iblis, dia akan membentuk Mahkota Yin... dan dia akan menjadi... Ratu Iblis yang baik..."
Su Qing'er yang masih memegang tangan Ling'er, melihat mahkota uap di atas kepala adik angkatnya, langsung bertepuk tangan. "Wah! Kak Ling'er jadi cantik! Ada mahkotanya!"
Ling'er menyentuh mahkota uap di atas kepalanya, uap itu tidak panas, malah dingin dan lembut.
Xiao Chen mengambil lap, membersihkan darah di telapak tangannya yang sudah menutup sendiri dalam 10 detik.
"Ling'er," kata Xiao Chen, "Mulai hari ini, kau bukan lagi Pemurnian Qi. Kau sudah setengah jalan menjadi Pembentukan Fondasi. Tapi fondasimu bukan fondasi manusia biasa. Fondasimu adalah fondasi teh."
Ling'er bingung, tapi mengangguk. "Fondasi teh itu kuat, Bos Teh?"
"Paling kuat," jawab Xiao Chen. "Karena fondasi teh tidak akan retak kalau diinjak orang. Paling-paling cuma tumpah."
Malam itu, Kedai Teh tutup lebih awal, tapi di dalamnya hangat.
Ling'er yang baru saja melewati fase berbahaya dalam hidupnya, tertidur di meja teh dengan mahkota uap masih di atas kepalanya, dijaga oleh Su Qing'er yang tidak mau lepas memegang tangannya.
Mo Sha duduk di depan pintu, menjaga dengan lebih serius dari biasanya, karena dia tahu, sekarang ada dua gadis yang harus dia jaga.
Dan Xiao Chen duduk di kursi bambunya, menatap teko teh darah yang masih setengah penuh, menatap darahnya sendiri yang berkilau keemasan hitam.
Dia tahu, memberi makan Tubuh Yin Iblis Murni dengan darahnya sendiri adalah jalan yang berbahaya. Setiap kali dia memberi teh darah, sebagian dari energi jurang 1000 tahunnya akan pindah ke Ling'er. Jika terus begitu, suatu hari nanti, Ling'er akan menjadi lebih kuat dari Mo Sha. Atau... menjadi sesuatu yang bahkan dia sendiri tidak bisa kendalikan.
Tapi dia tidak menyesal.
Karena untuk pertama kalinya dalam 1000 tahun, dia tidak lagi memberi darahnya untuk segel batu yang dingin. Dia memberi darahnya untuk manusia yang hidup.
Dan itu terasa... tidak terlalu pahit.