NovelToon NovelToon
Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Suami Tak Berguna / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Quoari

Hanis memiliki empat orang anak Yang masih kecil, namun suaminya sedang menganggur. Demi anak anaknya bisa makan dan bersekolah maka Hanis rela menjadi ibu pengganti. Ia menyewakan rahimnya pada Sean, seorang pria kaya yang istrinya divonis mandul. Namun, keajaiban terjadi, saat Hanis sudah positif mengandung anak Sean, sang istri sah juga dinyatakan hamil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quoari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jinny Pulang

Hingga tiga minggu berlalu, Jinny belum juga pulang, menyisakan kekosongan yang ganjil di dalam rumah itu. Sean hampir setiap hari terlihat uring-uringan, namun Hanis memilih untuk diam. Menganggap itu bukan urusannya.

Pagi ini, Sean kembali berdebat dengan Jinny di telepon. Suaranya samar-samar terdengar hingga ke kamar dimana Hanis berada.

Semestinya ini sudah jam sarapan pagi, namun belum ada tanda-tanda Sean akan segera turun, maka Hanis juga menunggu.

Ia duduk di pinggiran kasur, menatap layar ponsel yang menampilkan foto Seno tengah memakai seragam olahraga Taman Kanak-kanak.

Kebahagiaan anak-anaknya yang menjadi penguat bagi Hanis untuk menjalani ini semua. Ia hanya perlu bertahan hingga sembilan bulan ke depan, namun masa depan anak-anaknya terjamin hingga mereka dewasa.

Tiba-tiba terdengar suara kamar sebelah terbuka dengan kasar. Sepertinya Sean sudah keluar dari kamarnya.

Hanis bangkit, ikut keluar kamar untuk sarapan bersama.

“Han, Jinny bakal pulang sore ini,” ucap Sean sembari berjalan menuruni tangga.

Sejujurnya, Hanis tidak tahu harus menanggapi bagaimana, jadi ia memilih diam.

“Kamu hubungi aku kalau Jinny sudah sampai nanti,” lanjutnya.

“Oh… baik…”

“Kamu jangan bawa anak-anak kesini atau gimana,” pesan Sean, seolah mengisyaratkan bahwa dirinya dan Jinny tidak sedang dalam kondisi yang baik.

“Iya…”

Keduanya makan dalam diam, hingga Sean lebih dahulu meletakkan sendok dan garpunya dalam posisi menyilang. “Aku pergi dulu.”

***

Sore hari, saat matahari sudah hampir terbenam sepenuhnya, sebuah taksi berhenti tepat di depan gerbang rumah. Tiga buah koper besar dan belasan tas belanja dibawakan masuk, memenuhi ruang tamu.

Jinny memastikan semuanya sudah diturunkan dan bergegas naik menuju kamarnya. Mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah penerbangan internasional.

Sesuai perintah tadi pagi, Hanis melaporkannya pada Sean.

📱Hanis: Jinny sudah pulang

Namun Hanis tidak keluar kamar untuk mengecek. Hanya mendengarkan suaranya dan kembali mengistirahatkan diri berbaring.

Sesungguhnya, rebahan adalah hobi baru Hanis. Selama menikah dengan Rino, ia hampir tak punya waktu untuk santai tiduran di siang hari seperti ini. Apalagi di kamar yang dingin dengan ranjang empuk yang nyaman.

Sayangnya, ketenangan yang dinikmati Hanis tak berlangsung lama. Teriakan Jinny membuatnya terlonjak kaget meski mereka dipisahkan oleh tembok.

“YA SINI KAMU CEK SENDIRI! KAMU NYURUH AKU PULANG, TAPI KAMU SENDIRI NGGAK ADA DI RUMAH!”

Hanis tahu, Jinny pasti sedang marah dengan Sean. Dan sepertinya setelah Sean pulang, pertengkaran akan berlanjut lebih sengit dan menyebalkan bagi Hanis. 

Tak berselang lama, Hanis dapat mendengar suara Sean yang berteriak dari lantai bawah.

“JINNY! Sini kamu! Aku di bawah!”

Disusul dengan suara pintu kamar sebelah yang terbuka dan tertutup kembali. Sandal Jinny yang beradu kasar dengan lantai tangga menghasilkan bunyi yang berisik, terdengar jelas hingga ke kamar Hanis.

Di bawah, Sean menunggu istrinya dengan wajah penuh amarah. Ia berkacak pinggang, memandangi belanjaan istrinya yang menurutnya sangat tak berguna.

“Kamu sebulan nggak pulang, terus akhirnya pulang setelah kartu kredit aku blokir. Dan kamu bawa belanjaan sebanyak ini?”

Jinny berdiri di samping suaminya dengan tatapan mata menantang. “Iya, aku belanja banyak, dan aku pulang karena sudah nggak bisa lagi belanja. Kenapa?”

“Aku yang harusnya tanya, Jin. Kenapa?”

“Karena aku nggak mau jadi saksi perselingkuhan suamiku sendiri di dalam rumah!”

“Aku nggak selingkuh!” balas Sean tak terima. “Ini usaha biar kita ada keturunan.”

“Keturunanmu, bukan keturunanku.”

Di kamar atas, Hanis hanya bisa menghela napas panjang dan menghembuskannya. Kini ia tahu, bagaimanapun Jinny adalah istri yang cemburu karena suaminya berhubungan dengan wanita lain, apapun alasannya.

......................

1
falea sezi
sean ini bodoh mau ma jiny bekas gt🤣 mending bantuin haniscerai dr suami nya 🤣 trs elu ama hanis aja
falea sezi
egois ini sean🤣 dan lu masih mau ma istri yg bekas di obok2 mantan pcrnya menjijikkan
falea sezi
🤣goblok istri bekas aja mau
Quoari: Terlalu baik sih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!