NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:126.7k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boqin Changing Pulang ke Sekte

Belasan ribu calon murid yang berkumpul di lapangan Sekte Dua Pedang Petir tampak semakin antusias. Mereka telah menunggu cukup lama untuk mengikuti ujian pertama, dan sebagian besar berharap dapat menjadi bagian dari sekte yang reputasinya terus meningkat di Kekaisaran Qin.

Bagi anak-anak itu, kesempatan untuk bergabung dengan Sekte Dua Pedang Petir merupakan langkah penting dalam kehidupan mereka. Jika berhasil diterima, mereka akan memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik kultivasi, mendapatkan bimbingan para tetua, serta menempuh jalan menuju kekuatan yang selama ini hanya bisa mereka impikan.

Tidak lama kemudian, para murid senior mulai menempati posisi masing-masing di sekitar batu penguji bakat. Beberapa meja dan kursi telah disiapkan di samping bebatuan tersebut. Para murid yang bertugas mencatat hasil ujian segera duduk di tempat masing-masing, sementara murid senior lainnya berdiri di dekat batu penguji untuk mengawasi jalannya pemeriksaan.

Mereka akan menilai hasil pengujian setiap calon murid, kemudian mencatat warna cahaya yang muncul dari batu tersebut sebagai petunjuk mengenai kualitas bakat kultivasi mereka.

Di sisi lain, Patriak Wang Zhou beserta para tetua telah turun dari panggung. Kini, tidak ada seorang pun yang duduk di atasnya.

Mereka bergerak mendekati area pengujian untuk memeriksa persiapan terakhir sekaligus mengawasi jalannya ujian. Sebagai pemimpin sekte, Wang Zhou tentu ingin memastikan bahwa penerimaan murid kali ini berlangsung dengan tertib. Ia juga tidak ingin ada calon murid yang diperlakukan tidak adil.

Jalur antrean pun telah disiapkan. Para calon murid harus berdiri sesuai urutan yang telah ditentukan dan segera maju ketika nama mereka dipanggil.

"Pastikan setiap hasil pengujian dicatat dengan benar. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam penilaian," ujar Wang Zhou kepada seorang murid senior yang bertugas di dekat meja pencatatan.

"Baik, Patriak!"

Setelah memastikan semuanya siap, Wang Zhou berdiri di depan area pengujian. Ia memandang ribuan anak muda yang telah menantikan dimulainya ujian dengan penuh harap.

"Baiklah, semuanya. Ujian pertama..."

Namun, sebelum Wang Zhou menyelesaikan ucapannya, sesuatu yang tidak terduga tiba-tiba terjadi. Cahaya terang mendadak muncul di atas panggung yang sebelumnya kosong.

Sinar itu datang begitu tiba-tiba sehingga menarik perhatian semua orang yang berada di lapangan. Para calon murid yang semula memusatkan perhatian kepada Wang Zhou serentak menoleh ke arah panggung.

"Apa itu?"

"Kenapa tiba-tiba ada cahaya di sana?"

Beberapa calon murid mengangkat kepala dengan wajah kebingungan. Para murid senior yang berada di sekitar batu penguji juga menghentikan pekerjaan mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Dalam sekejap, cahaya di atas panggung semakin terang. Ruang di sekitarnya tampak bergetar samar, seolah-olah seseorang baru saja merobek batas antara dua tempat yang berbeda.

Sesaat kemudian, sesosok pemuda muncul di tengah cahaya tersebut. Pemuda itu mengenakan jubah sederhana. Rambut hitamnya tertata rapi, sementara wajahnya yang tampan terlihat tenang ketika ia berdiri di atas panggung.

Ia tidak langsung berbicara. Sebaliknya, pemuda itu menundukkan pandangan, mengamati belasan ribu orang yang memenuhi lapangan Sekte Dua Pedang Petir.

Pemandangan di hadapannya membuatnya sedikit mengangkat alis.

"Ramai sekali."

Suara itu terdengar pelan, tetapi bagi beberapa orang yang memiliki pendengaran tajam, perkataan tersebut masih dapat ditangkap.

Sementara itu, reaksi para petinggi Sekte Dua Pedang Petir jauh berbeda dari para calon murid yang masih kebingungan. Wang Zhou membelalakkan mata.

"Eh ini..."

Ia sempat mengira dirinya salah melihat. Namun, setelah memastikan sosok yang berdiri di atas panggung itu, wajahnya segera berubah menjadi penuh kegembiraan.

"Tetua Keempat!"

Wang Tian yang berdiri tidak jauh darinya juga tertegun. Beberapa saat kemudian, ia tertawa kecil dengan ekspresi lega.

Ia berucap pelan.

"Bocah itu akhirnya kembali!"

Sebagai guru Boqin Changing, Wang Tian tentu mengenali muridnya hanya dengan sekali pandang. Ia telah menunggu kabar kepulangan pemuda itu selama beberapa waktu, terlebih karena hari ini merupakan hari penting bagi sekte mereka.

Qiu Ling dan Han Bikwang saling bertukar pandang. Keduanya tidak menyangka Boqin Changing akan muncul tepat ketika ujian penerimaan murid baru hendak dimulai. Yi Min bahkan sempat terpaku di tempatnya sebelum buru-buru membungkuk hormat.

"Salam, Tetua Keempat!"

Wu Xing yang berdiri di antara para tetua juga tersenyum. Ia tidak menunjukkan keterkejutan berlebihan, tetapi tatapan matanya memperlihatkan bahwa ia senang melihat Boqin Changing kembali.

"Sepertinya Tetua Keempat telah menyelesaikan pelatihan tertutupnya," gumam Wu Xing pelan.

Ia segera menyadari bahwa aura Boqin Changing terasa berbeda dibandingkan sebelum pemuda itu pergi. Meski tidak bisa memastikan tingkat kemajuannya hanya dengan sekali pandang, Wu Xing dapat merasakan bahwa kekuatan tuannya telah meningkat.

Hal itu membuatnya sedikit penasaran. Dalam waktu sesingkat ini, sejauh mana kekuatan Tuan telah berkembang?

Namun, Wu Xing tidak menanyakan hal tersebut. Ia hanya berdiri dengan tenang, menunggu Boqin Changing menyadari keberadaan mereka.

Wang Zhou tidak lagi memedulikan ujian yang hendak dimulainya. Ia segera melangkah maju, menatap Boqin Changing dengan senyum lebar.

"Tetua Keempat, kau akhirnya kembali!"

Mendengar suara itu, Boqin Changing menoleh ke arah Wang Zhou. Ia kemudian melompat turun dari panggung dan berjalan menghampiri para tetua.

"Patriak Zhou, Guru, serta para tetua sekalian. Sudah lama kita tidak bertemu."

Boqin Changing menyapa mereka dengan santai, seolah-olah ia hanya baru pergi selama beberapa hari.

Wang Tian segera menghampirinya dan menepuk bahunya.

"Kau benar-benar membuat kami menunggu. Aku bahkan sempat mengira kau tidak akan kembali tepat waktu untuk penerimaan murid baru."

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Aku hanya sedikit terlambat, Guru."

"Sedikit?" Wang Tian mendengus. "Aku bahkan telah memberi tahumu sebelum kau pergi meninggalkan sekte ini.”

Boqin Changing tertawa canggung. Sejujurnya ia bahkan tidak ingat gurunya pernah mengatakan itu. Ia hanya kebetulan bisa datang di momen seperti ini.

Wang Zhou tertawa mendengar percakapan guru dan murid tersebut.

"Sudahlah, Tetua Agung. Yang penting Tetua Keempat sudah kembali. Kita masih bisa memulai ujian sekarang."

Ia kemudian menoleh kepada Boqin Changing.

"Bagaimana urusanmu? Apakah semuanya berjalan lancar?"

"Kurang lebih begitu," jawab Boqin Changing singkat.

Ia tidak berniat membicarakan petualangannya sebelumnya di tengah kerumunan sebanyak ini. Terlebih lagi, ia baru saja kembali dan belum mengetahui banyak hal yang terjadi selama dirinya pergi dari sekte ini.

Wang Zhou pun tidak mendesaknya untuk menjelaskan lebih lanjut. Sebaliknya, ia hanya tersenyum.

 "Kau datang tepat waktu. Hari ini sekte kita sedang menerima murid baru. Jumlah pesertanya jauh lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya."

Boqin Changing mengalihkan pandangan ke arah lapangan. Belasan ribu anak muda memenuhi area tersebut.  

Sebagian menatapnya dengan rasa ingin tahu, sementara yang lain masih berusaha memahami mengapa para petinggi sekte begitu menghormati pemuda yang baru saja muncul itu. Namun tidak sedikit pula yang sudah menerka-nerka bahwa pemuda yang baru datang adalah salah satu pendekar terkuat di alam ini, Boqin Changing.

1
y@y@
⭐👍🏿👍🏼👍🏿⭐
Rinaldi Sigar
lnjut
yayat
wah lawan tangguh sudah mulai bergerak untung boqin ikut gurunya
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Nanik S
Jika Luan Feng bisa melihat Wang Tian didepanya sebagai Tetua Agung dan Anak Muda didepanya adalah Raja Dunia lalu apa yang terjadi
Nanik S
Luan Feng... kenangan apa yang menyakitkan ...terluka karena pertarungan dengan siapa
Ipung Umam
lanjutkan
rangga f4f4n4nd4
mulai lagi bertemu pertarungan.... gassss
Akhmad Baihaki
💪💪💪💪💪💪😀
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪👍💪💪💪💪💪👍💪
Eko🍤
hahahaha..dia belum tau anak muda yang duduk bersama adalah raja dunia🤣🤣👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Perlu bantuan segera🔥🌽
Sarip Hidayat
waah jadi ingat kembali😍
will
mungkin dianya msh lapar mo pesenn lg tp malu....🤭
Jeffie Firmansyah
ada apa gerangan yang telah menimpa Luan Feng....? ceritalah pendekar dunia dihadapan Mu pasti membantu nya tuk membalas dendam Luan Feng 🤣🤣🤣💪💪💪💪👍👍👍👍
Jeffie Firmansyah: tunggu lanjutannya dengan sabar ya 😅😍🤭
total 1 replies
meiii
sama guru Tian udah begitu hormat, apa lagi nanti tau kalau di sebelahnya ada Raja Dunia... wkwkwwk😄😄😄❤️❤️❤️❤️
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!