NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya Kabut

Informasi yang dibeli Ling'er seharga 50 batu dari seorang pelayan Kota Kabut masuk ke Cermin Giok Xiao Chen jam 3 pagi, saat Xiao Chen masih jalan kaki dari Kota Pasir Hitam menuju Kota Kabut.

Isi informasinya membuat tangan bersisik Xiao Chen yang memegang 2 botol darah ibunya mengepal sampai botol giok retak.

*INFO TERBELI (50 BATU):*

*Target No.2: Nyonya Kabut, Mu Rong Xue.*

*Kepala Klan Kabut Hitam, Nascent Soul Tahap Akhir, umur 89 tahun tapi wajah umur 30 tahun.*

*Membeli 3 botol darah Xiao Yue 10 tahun lalu, bukan 1 botol.*

*Kegunaan: Bukan investasi, bukan kosmetik. Dipakai untuk Ritual Pemujaan Iblis Kabut - Ritual Awet Muda. Setiap bulan purnama, dia mandi dengan 1 tetes darah Xiao Yue dicampur darah 7 perawan, sambil memuja patung Iblis Kabut di ruang rahasia bawah rumah lelangnya, biar wajahnya tetap muda dan kultivasinya tidak turun.*

*Brankas ritual ada di bawah patung Iblis Kabut, dijaga 1 Iblis Kabut Nascent Soul Puncak yang dia puja sendiri.*

*Catatan: Sisa 1 botol darah Xiao Yue masih utuh belum dipakai, disimpan di altar pemujaan.*

Xiao Chen berhenti di tengah hutan kabut antara dua kota.

Kabut di sini tebal, bau dupa iblis yang manis busuk. Kabut yang dulu dia kira kabut biasa saat menyapu jurang, ternyata kabut dupa pemujaan.

Dia membuka 2 botol darah ibunya yang dia bawa dari Kota Pasir Hitam. Darah itu sudah busuk, sudah tidak bisa dipakai ritual lagi. Tapi darah yang ada di tangan Nyonya Kabut... masih segar, karena disimpan di altar iblis yang mengawetkan.

"Jadi ibuku... dipakai mandi..." bisik Xiao Chen, suaranya akhirnya tidak pelan lagi, bergetar.

Dot kayu Bos Kecil di gagang pedang Hei Feng bergoyang keras, merasakan marah Bos Teh yang pertama kali meledak setelah 1000 tahun menahan jangan berisik.

Xiao Chen tidak lari. Dia jalan lebih pelan, tapi setiap langkahnya, rumput di bawah kakinya menghitam bukan karena iblis, tapi karena sisik naga di kakinya yang sudah naik sampai lutut marah.

Pagi jam 6, Kota Kabut.

Kota ini nilai kebersihannya 4/10, tapi Rumah Lelang Kabut Hitam nilai 10/10, paling wangi di antara semua rumah lelang, karena setiap hari dipasang dupa awet muda.

Di dalam rumah lelang, Nyonya Kabut Mu Rong Xue sedang bersiap ritual bulanan. Hari ini purnama. Dia sudah mandi kembang, memakai jubah tipis putih, wajahnya cantik umur 30 tahun, padahal umur aslinya 89 tahun. Di depannya ada bak mandi giok berisi air hangat dicampur darah 7 perawan yang baru diambil malam tadi, dan di tengah bak, ada altar kecil dengan 1 botol giok berisi darah merah keemasan - botol terakhir darah Xiao Yue.

Di belakang altar, ada patung Iblis Kabut setinggi 3 meter, mata merah, sedang tersenyum, menunggu persembahan.

"Setelah mandi hari ini, aku bisa naik ke Nascent Soul Puncak," gumam Nyonya Kabut sambil menuang 1 tetes darah Xiao Yue ke bak mandi. Air bak langsung berubah merah keemasan dan berbau harum aneh, "Darah wanita penjaga jurang itu memang paling murni untuk memuja Tuan Kabut. Sayang stoknya tinggal 1 botol. Nanti harus cari lagi anaknya kalau masih hidup, darahnya pasti sama murninya..."

Pintu ruang ritual diketuk.

_TOK TOK TOK._

Tiga ketukan pelan.

Nyonya Kabut kaget, "Siapa? Aku bilang jangan ganggu ritual!"

Tidak ada jawaban. Ketukan lagi, lebih pelan.

_TOK TOK TOK._

Iblis Kabut penjaga yang Nascent Soul Puncak di belakang patung membuka mata merahnya, "Nyonya, ada bau naga setengah jadi di luar."

Nyonya Kabut memakai jubahnya, membuka pintu ruang ritual dengan kesal.

Di depan pintu berdiri Xiao Chen, dengan 2 botol darah busuk ibunya di tangan kiri, pedang patah Hei Feng bercap palu lelang di pinggang, dan mata kanan emas hitam menyala di balik kabut dupa.

"Siapa kau? Pembeli? Ritual tutup!" bentak Nyonya Kabut.

Xiao Chen tidak menjawab bentakan itu. Dia hanya mengangkat 2 botol darah busuk di tangannya, dan melemparkannya pelan ke kaki Nyonya Kabut.

_PRANG!_ Botol pecah, darah busuk 10 tahun mengalir di lantai wangi.

"Ini darah ibuku yang dibeli temanmu Huang Sha. Dia sudah aku lelang semalam dengan harga 230 batu. Mayatnya masih duduk di panggung lelangnya sendiri," kata Xiao Chen pelan.

Nyonya Kabut melihat darah busuk itu, wajahnya yang awet muda langsung pucat, tapi masih sombong, "Jadi kau anak sampah Xiao Yue itu! Kau datang mau balas dendam? Kau tahu aku siapa? Aku pemuja Tuan Iblis Kabut! Darah ibumu saja aku pakai untuk mandi biar cantik! Darah sampah cocoknya buat mandi sampah sepertiku, hahaha!"

Dia tertawa, tapi tawanya dipotong oleh Iblis Kabut di belakangnya yang tiba-tiba berlutut, bukan ke Nyonya Kabut, tapi ke Xiao Chen.

Iblis Kabut Nascent Soul Puncak itu mencium bau naga di tubuh Xiao Chen - bau Hei Yan Long, Raja Iblis yang 7000 tahun lalu adalah atasan dari semua iblis kabut. Iblis Kabut itu langsung takut, berbisik ke Nyonya Kabut, "Nyonya... lari... dia bukan manusia... dia..."

Xiao Chen melangkah masuk ke ruang ritual, melewati Nyonya Kabut, langsung menuju bak mandi giok yang berisi campuran darah 7 perawan dan 1 tetes darah ibunya.

Dia menatap bak itu.

"Jadi selama 10 tahun, kau pakai darah ibuku... untuk mandi?"

Nyonya Kabut yang masih sombong karena merasa dilindungi Iblis Kabut, menjawab, "Ya! Dan sangat ampuh! Lihat wajahku! Awet muda! Darah ibumu memang bagus untuk ritual pemujaan! Kalau kau anaknya, darahmu pasti lebih bagus! Sini, biar aku..."

Dia tidak selesai.

Xiao Chen mencabut pedang patah Hei Feng, bukan untuk menebas Nyonya Kabut, tapi menebas... patung Iblis Kabut 3 meter di belakang altar.

_WUNG!_

Pedang patah kusam itu memotong patung iblis dari kepala sampai kaki dengan satu tebasan halus, seperti memotong tahu. Patung itu adalah kayu yang dipuja 30 tahun, dianggap dewa oleh Nyonya Kabut.

Patung terbelah dua, di dalamnya tidak ada apa-apa, hanya debu dupa.

Iblis Kabut penjaga yang Nascent Soul Puncak melihat tuannya dipotong, menjerit dan lari menembus dinding, tidak berani lawan Xiao Chen yang darah naganya lebih tinggi.

Nyonya Kabut menjerit, "TUAN KABUT! TUAN KABUT KU!"

Selama 30 tahun dia memuja patung itu, mandi darah untuk patung itu, membunuh 7 perawan tiap bulan untuk patung itu, ternyata patung itu kosong.

Xiao Chen menempelkan gagang pedang Hei Feng yang bercap palu lelang ke dahi Nyonya Kabut.

_TOK!_

Cap muncul: *TERJUAL - HARGA AWAL 1 BATU - BARANG CACAT RITUAL.*

Saat itu juga, di Jurang Besar, Ling'er yang sudah siap, Cermin Gioknya menyala lagi. Tulisan cahaya muncul di udara panggung lelang:

*BARANG LELANG NO.2: NYONYA KABUT MU RONG XUE - HIDUP, KULTIVASI NASCENT SOUL TAHAP AKHIR TERSEGEL, TERMASUK RUMAH LELANG KABUT HITAM (2.500 BATU, 1 BAK MANDI GIORITUAL, 1 BOTOL DARAH XIAO YUE SISA) - HARGA AWAL 1 BATU! CATATAN: BARANG INI PERNAH PAKAI DARAH XIAO YUE UNTUK RITUAL PEMUJAAN IBLIS - PEMBELI WAJIB TAHU!*

Ling'er yang baca catatan itu, tangannya gemetar marah, tapi dia tetap profesional sebagai Kepala Lelang. Dia pukul palu keras.

_TOK TOK TOK!_

"LELANG DARURAT KEDUA! NYONYA KABUT! YANG PAKAI DARAH IBU BOS TEH UNTUK MANDI RITUAL IBLIS! HARGA AWAL 1 BATU! SIAPA YANG MAU BELI RUMAH LELANGNYA DAN BAWA PULANG DOSANYA?!"

Kali ini pembeli yang datang lebih banyak, 15 orang, karena berita lelang pertama Huang Sha sudah menyebar. Mereka adalah klan-klan yang dulu anak perawannya diculik Nyonya Kabut untuk ritual.

"AKU 20 BATU! AKU MAU BAK MANDINYA AKU PECAHKAN!"

"AKU 100 BATU! AKU MAU RUMAH LELANGNYA AKU BAKAR!"

Di ruang ritual Kota Kabut, Nyonya Kabut mendengar lelang itu dari Cermin Giok altar yang tiba-tiba terhubung, sama seperti Huang Sha.

Dia mendengar orang-orang menawar dirinya 20 batu, 100 batu, sambil berteriak mau pecahkan bak mandinya.

Wajah awet mudanya yang 89 tahun dipertahankan dengan darah, tiba-tiba retak. Ritualnya putus karena patung pujaannya sudah dipotong Xiao Chen. Tanpa patung, tanpa dupa, tanpa pemujaan, efek awet muda 30 tahun hilang seketika.

Di depan mata Xiao Chen, Nyonya Kabut Mu Rong Xue yang tadi wajah umur 30 tahun, dalam 1 menit menjadi nenek umur 89 tahun asli: kulit keriput, rambut putih rontok, punggung bungkuk, gigi tanggal.

"Ti... tidak... wajahku... wajahku..." dia meraba wajahnya, melihat bayangannya di bak mandi berisi darah perawan dan darah ibu Xiao Chen, "Wajahku..."

Xiao Chen mengambil botol terakhir darah ibunya yang masih utuh di altar, memasukkannya ke jubah, bersama 2 botol busuk tadi.

" Kau pakai darah ibuku untuk awet muda. Sekarang tanpa darah itu, kau kembali tua. Itu bukan aku yang buat. Itu harga ritualmu sendiri."

Nyonya Kabut yang sudah jadi nenek keriput, jatuh berlutut di depan bak mandinya sendiri, menangis, bukan karena mau mati, tapi karena melihat wajah tuanya di air bak yang dia banggakan.

Di jurang, palu Ling'er diketuk terakhir.

_TOK!_

"TERJUAL! NYONYA KABUT BESERTA RUMAH LELANGNYA TERJUAL 180 BATU! DIBELI OLEH 7 KELUARGA KORBAN RITUAL!"

Saat palu diketuk, cap TERJUAL di dahi Nyonya Kabut menyala, kultivasinya yang tersegel pecah, dan dia mati duduk membeku di depan bak mandi ritualnya sendiri, dengan wajah nenek 89 tahun yang menangis melihat bayangannya, bukan mati karena pedang, tapi mati karena malu dan tua mendadak saat mendengar dirinya dilelang 1 batu di jurang sampah.

Mati mengenaskan versi A: mati karena kecantikannya yang dibeli dengan darah ibu orang lain, dijual murah kembali di depan umum.

Xiao Chen menendang bak mandi giok itu sampai pecah, air darah perawan dan tetes terakhir darah ibunya tumpah ke lantai, mengalir ke tanah, kembali ke bumi.

Dia keluar dari Kota Kabut, membawa 3 botol darah ibunya yang kini lengkap - 2 busuk, 1 masih segar - untuk nanti dikubur benar di samping kedai teh yang tutup.

Di saku, Cermin Giok bergetar lagi:

_Ling'er: Bos Teh, lelang kedua sukses! 180 batu! Tapi Bos Teh... kami dapat informasi baru yang mahal. Dari 7 keluarga yang beli Nyonya Kabut, mereka bilang 1 dari 47 nama daftar Bos Teh ada di sini, di Kota Kabut, sedang sembunyi. Dia yang menjual 3 botol darah ibu ke Nyonya Kabut. Namanya... Pengurus Rumah Lelang Langit Hitam Cabang Bawah, yang dulu yang jual ibu Bos Teh. Dia masih di sini! Mau kami tahan?_

Xiao Chen membalas sambil jalan keluar kota, dengan 3 botol darah di jubah berdenting pelan:

_Jangan tahan. Kasih tahu dia aku datang. Biar dia siapkan panggung lelangnya sendiri. Aku mau lelang dia di rumah lelangnya sendiri._

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!