NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RESEPSIONIS SIALAN

Setelah tau jika ayahnya dipenjara, Gina malah bernafas lega sambil duduk kembali di sofa depan tv.

Abraham berjalan mendekat.

"Kamu tidak membela ayahmu lagi? Biasanya kamu selalu membelanya" pancingnya.

"Tidak. Mulai hari ini aku tidak akan membela pria tidak bertanggung jawab sepertinya. Baktiku sudah kulakukan semampu ku, sampai sampai kita saja tidak bisa menabung lebih karena membayar hutang pria itu" ucap Gina.

"Terus bagaimana soal ibumu?" tanya Abraham.

"Aku akan mengurusnya. Mungkin aku akan tinggal disini saja dan kita bisa memiliki waktu sendiri sendiri. Ini kan yang kau mau? Berpisah denganku, Abraham?" serang Gina dengan senyuman menyeringai.

"Kalau gitu kita bercerai sa..." belum juga Abraham selesai berbicara, tamparan sang istri sudah mendarat dipipinya.

Plak!

"Ka....kamu" lirih Abraham dengan wajah menahan marah.

"AKU BILANG AKU TIDAK MAU CERAI DARIMU ABRAHAM!!! CUKUP MENYEBUT KATA CERAI!" teriak Gina sambil berdiri.

Wanita ini kelepasan sampai membangunkan ibunya.

"Ada apa ini? Kalian bertengkar?" tanya Veronica yang baru saja keluar dari kamar setelah mendengar teriakan putrinya.

Abraham mengepalkan tangannya kuat.

"Ibu, aku sudah tidak tahan lagi dengan Gina. Mungkin aku akan memberikan waktu untuknya tinggal bersama ibu dan menjaga ibu disini" ucapnya lalu pergi meninggalkan rumah sang mertua.

Veronica berjalan menghampiri sang putri.

Gina menahan tangis. Matanya sudah memerah, wajahnya juga karena menahan amarah.

"Ibu..." lirihnya sedih. Air matanya tak terbendung lagi.

Veronica memeluk sang putri.

"Apa yang kamu katakan sampai berteriak tadi Gina?" tanya wanita rentan itu.

"Aku tidak ingin bercerai dari Abraham, bu. Aku tidak ingin" curahan hati Gina.

"Jika dia tidak menginginkan mu lagi, lebih baik kamu berpisah saja, Na. Ibu tidak tega jika kamu memohon mohon seperti ini" sahut Veronica.

"Ayahmu bukan pria yang bertanggungjawab untuk keluarga, dia juga tidak baik memperlakukan ibu dan kamu sebagai putrinya. Jadi ibu hanya ingin putri ibu bahagia" lanjutnya.

Gina terisak sambil memeluk ibunya.

Hingga beberapa saat lebih tenang, ia melepaskan pelukannya. Ia akan mengatakan yang sebenarnya apa yang terjadi kepada sang ayah.

"Ibu.." panggil Gina.

"Apa sayang?" tanya Veronica.

"Ayah dipenjara. Dia melakukan judi illegal dan kekerasan" jawab Gina.

Veronica terdiam dan tidak menunjukkan ekspresi kaget.

Uhuuk...uhuuk..

Ia malah terbatuk.

"Biarkan saja. Ibu juga sudah lelah dengannya" ucapnya kemudian.

"Jika ibu bisa memutar waktu, mungkin setelah kamu lahir, ibu meminta cerai darinya" lanjut Veronica.

"Apakah sejak kalian menikah, dia tidak baik memperlakukan ibu? Apakah tidak ada cinta di awal untuk kalian?" tanya Gina.

"Ibu ini adalah anak dari teman judinya waktu muda atau bisa ibu bilang kakekmu juga penjudi. Ibu tidak menyukai Philip, tapi ayah ibu ingin segera menikahkan ibu dengan pria agar tidak menafkahi ibu diusia 18 tahun" jawab Veronica.

"Astaga, bu.." respon Gina ikut sedih.

"Ibu juga mengalami 2 kali keguguran sebelum ada kamu karena kekerasan saat berhubungan. Hingga akhirnya ketika mengetahui hamil kamu, ibu menolak berhubungan, ayahmu tidak bisa memaksa karena ia juga menginginkan mu" balas Veronica.

"Tapi kenapa ayah begitu menyia nyiakan kita setelah mendapatkan kebahagiaan dengan keluarganya?" tanya Gina lagi.

"Entahlah. Manusia selalu begitu. Kebiasaan manusia tidak bisa mudah berubah. Ayahmu memang suka judi dari muda. Pernah mendapatkan jackpot tapi juga ruginya banyak. Tapi jujur, ibu tidak bisa meninggalkannya karena dia pria pertama di hidup ibu" jawab Veronica.

Gina terdiam sesaat.

"Apakah harus melepaskan Abraham bu? Dia juga pria pertama dihidupku" ucapnya kemudian.

Veronica mengelus kepala sang putri lembut.

"Jika pria yang kau cintai tidak memperhatikan dan memperlakukanmu dengan baik, maka cintamu itu salah karena cinta yang benar adalah cinta yang setara" sahut Veronica.

Gina menghembuskan nafas lelah.

"Jangan ulangi kesalahan ibu bertahan dengan pria yang tidak pantas dipertahankan" pesan Veronica.

Gina lagi lagi menatap lekat wajah lelah dan lemah sang ibu.

Kehidupan masa kecilnya yang terbilang bahagia untuknya mulai berubah saat sang ayah terang terangan menyakiti ibunya.

"Awalnya ibu menolak Abraham karena ibu tau hidup dengan pria pas pas itu tidak enak, tapi melihatmu mencintainya dan bisa menerimanya dengan baik, ibu merestui kalian" ingat Veronica.

"Ternyata restu ibu dulu juga salah. Seharusnya ibu tetap menolak Abraham untuk menikahimu" lanjutnya.

"Ibu tidak salah. Semua yang terjadi padaku saat ini karena keputusanku" balas Gina.

Lalu ia memeluk ibunya lagi.

"Mungkin kita memang harus hidup berdua saja bu. Aku akan menyelesaikan masalah ku dengan Abraham setelah ibu selesai operasi saja. Kini tugasku menemani dan menjaga ibu" ujar Gina.

Veronica mengangguk menurut saja.

Keduanya pun berusaha saling menguatkan sebagai ibu dan anak.

.

Sebulan kemudian, Abraham dan Gina benar benar pisah atap tempat tinggal. Hanya bertemu di kantor dan tidak sering berbicara.

Rekan rekan pengacara dan penghuni firma MC pun mulai ramai dengan isu pisah rumah antara suami istri itu.

"Hei lihat tuh Gina sama Abraham? Kayaknya bakal end deh"

"Hust! Jangan urusin masalah rumah tangga orang"

"Hehe bukan ngurusin sih, tapi kepo aja. Dulu kelihatan banget saling menerima. Gina seorang pengacara senior menikah dengan driver, akhirnya berakhir juga"

"Namanya juga beda status. Gak tau dulu Gina dipelet apa sama Abraham. Supir yang baru kerja disini langsung jatuh cinta sama pengacara terus nikah. Seakan akan jadi cerita sempurna cinta pria miskin dapet wanita berkelas, ya meskipun Gina juga bukan orang kaya tapi kerja kerasnya buat keluarga gak main main"

"Hmm...kasian juga Gina ya..kalau aku jadi Gina udah aku cerai aja supir itu"

"Ngawur kamu! Jangan asal bilang cerai aja, konsekuensi dong sama pilihan awal"

"Aduh bapak bapak ini..selalu saja membela gendernya. Jelas jelas Abraham yang salah. Udah tau jadi supir tapi malah nyuruh Gina resign biar bisa punya anak"

"Tapi..tadi Gina gak ikut kita soalnya ditarik sama Abraham masuk kantor lagi. Ada apa ya kira kira?"

"Mungkin melepas rindu"

"Bisa jadi sih, wajah Abraham merah banget tadi"

"Mangkanya kalian jangan ngawur ngomongin perpisahan orang yang masih cinta. Namanya juga suami istri pasti ada sesi bertengkarnya"

Percakapan antara 4 orang pengacara saat istirahat di sebuah cafe.

Sedangkan yang dibicarakan lagi berduan memadu rindu di kamar mandi kantor.

"Pelan...pelan..Abraham" protes Gina berada dipangkuan suaminya yang duduk diatas closet.

"Sialan, Jennifer! Tadi ngasih aku obat perangsang saat lagi baru aja sampai kantir habis nganter Bos" kesal pria itu sambil mengoyangkan pinggang istrinya.

Flashback, 15 menit lalu, tiba tiba Abraham menarik Gina saat jam istirahat baru mulai ke kamar mandi private milik pengacara senior diruangan tersendiri.

Abraham tau jika pengacara senior lainnya sedang keluar untuk makan siang jadi aman bisa main di kamar mandi khusus jabatan sang istri.

Dia pun menyuruh Haile, sepupunya untuk memecat Jennifer langsung setelah berani memberinya obat perangsang di siang hari.

Jennifer Larson adalah pegawai firma MC dibagian recepsionis kantor. Baru masuk kerja saat Abraham baru saja menikah dengan Gina, tapi tetap jatuh cinta sama suami orang.

Setahun mengamati perkembangan pernikahan pria yang ia cintai, entah kenapa hari ini ia ingin menjebak Abraham untuk melakukan hubungan terlarang siang bolong di kantor agar bisa memisahkan pria itu dengan istrinya. Meskipun nama baiknya akan tercoreng dan pekerjaannya hilang.

Namanya juga obsesi, ngeri juga.

Tapi setelah efek obat perangsang dirasakan Abraham yang sedang berada diruangan Haile, sepupunya, langsung aja ia tau siapa yang melakukan ini.

Jennifer memberikan minuman botol ke Abraham sebagai bentuk perhatian karena baru saja datang ke kantor setelah mengantar Haile dan Luke Jackson, ke sebuah pertemuan penting antara pengacara se Amerika yang diadakan di California.

Abraham tidak curiga karena memang ia tau bahwa Jennifer sejak lama menaruh hati padanya dengan perhatian kecil. Tapi ia tidak menyangka bahwa wanita berumur 24 tahun itu berani memberikan obat pembangkit gairah.

"Gila memang wanita itu, beraninya..beraninya membuatku kepanasan di siang bolong" ujar Abraham kepada Haile sambil meminum air es.

"PECAT DIA, HAILE! Dia tidak pantas berada di kantormu" lanjutnya.

Haile menahan tawa.

"Hahahahaa...sukurin. Kamu sih sok ganteng di kantor padahal cuma jadi supir. Gimana kalau kamu membuka penyamaranmu ya? Bisa bisa wanita sekantor ini menyerbumu" ledek wakil direktur Firma MC.

"Sialan! Kamu seneng ya kalau aku kepanasan begini, dasar sepupu lucknut!" balas Abraham.

"Yaudah sana samperin Gina, 1 menit lagi bel istirahat. Kayaknya para pengacara senior mau ke cafe buat istirahat. Jemput istrimu dan berbaikan lah, kasian Gina, Ham" ucap Haile.

Abraham tidak senang mendengar saran itu.

"Aku udah nunggu sebulan buat dia bisa jujur dan menceritakan apa yang dia lalui tapi...tapi dia tidak melakukannya. Dia anggap aku suami apaan? Suami miskin? Tidak bisa diandalkan?" curhatnya.

"Kamu sih pake main samar samaran segala. Kalau dari awal kamu jujur sama dia siapa kamu dan apa yang kamu inginkan sebagai suami, mungkin dia juga tidak menutup diri. Kamunya yang mengawali ketidakjujuran dalam rumah tangga, Abraham" balas Haile.

"Aku hanya ingin wanita yang tidak memandang harta. Kamu sudah tau riwayat cintaku yang berakhir diselingkuhi" ujar pria itu.

Teng...tong..teng..tong...

Suara bel istirahat berbunyi.

Haile berdiri.

"Biar aku urus si Jennifer. Kamu urus kebutuhanmu sendiri" ucapnya lalu keluar ruangan.

Abraham pun berdiri dan keluar ruangan sepupunya.

Dan akhirnya berakhir di kamar mandi bersama sang istri.

"AKU BILANG PELAN PELAN ABRAHAM!!!" seru Gina sambil mendorong pundak suaminya.

Abraham terdiam. Wajahnya masih merah karena gairahnya.

"Aku..aku tidak tahan..." keluhnya.

Gina sadar apa yang sedang terjadi dengan suaminya, tapi ia ingin diperlakukan dengan baik juga meskipun hanya dimanfaatkan sebagai obat pereda nafsu.

Kedua tangan Gina terangkat menangkup wajah suaminya.

"Apa hanya karena obat perangsang ini kamu menginginkan ku lagi, Abraham? Tidak kah kamu merindukanku?" tanya Gina lembut.

Abraham terdiam sesaat melihat wajah cantik istirnya yang mulai berkeringat karena ulahnya.

Posisi mereka masih bersatu dibawah sana, Abraham masih merasakan miliknya teremas ditempatnya, tapi menatap Gina yang melihatnya dengan pandangan lembut membuatnya luluh.

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!