NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

"Iya, Dika! Katanya ilmu pengobatanmu hebat? Itu ada orang mau mati di depanmu! Cobalah sembuhkan kalau memang kamu bukan penipu!" kata Ningsih ikut campur sambil melipat tangannya.

Mahardika menatap Aris dan Ningsih dengan pandangan dingin. "Kalian pikir nyawa manusia adalah bahan taruhan untuk kesombongan kalian?"

"Alah, banyak alasan!" Bilang saja kamu memang tidak bisa dan cuma modal omong kosong!" ejek Aris tertawa puas.

"Sudah, jangan banyak bicara! Anak muda, ini urusan medis tingkat tinggi! Pendarahan otak bukan mainan! Jangan sok tahu dan merusak tubuh pasien!" potong Kepala Rumah Sakit tajam pada Mahardika.

Mahardika menghela napas pelan. Ia menunduk menatap Amel. "Amel, duduk di samping Paman Baskoro sebentar ya, Sayang."

"Iya, Papa," angguk Amel patuh.

Mahardika melangkah mendekati tubuh Pak Hendra yang sudah kejang-kejang kecil.

"Jauh-jauh dari pasien. Jika kalian menunggu ambulans, pria ini akan mati dalam waktu tiga menit," kata Mahardika dengan tegas.

"Hei! Kamu mau apa?!" bentak Kepala Rumah Sakit mencoba menghalangi.

"Jika Anda tidak punya kemampuan untuk menyelamatkannya, diam dan biarkan yang mampu bekerja!" gertak Mahardika dengan suara rendah namun memancarkan aura dingin.

Mahardika berjongkok. Mengaktifkan penglihatan tembus pandangnya.

Dalam pandangannya, pembuluh darah di bagian otak kiri Pak Hendra telah pecah, menumpahkan darah yang menekan saraf utama, sementara jantungnya berdetak sangat lemah.

Mahardika merogoh wadah kainnya dan mengeluarkan tujuh buah jarum perak.

Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!

Tujuh jarum perak menancap sempurna di titik-titik vital kepala, leher, dan dada Pak Hendra.

"Itu... teknik penusukan jarum kecepatan tinggi?!" gumam Kepala Rumah Sakit terperanjat, matanya melotot tak percaya.

Mahardika tidak berhenti di situ. Ia menempelkan dua telapak tangannya di dada dan dahi Pak Hendra.

Energi murni keemasan mengalir dari jarinya, menembus kulit dan tengkorak pasien.

Secara ajaib, energi hangat itu menghentikan pendarahan di otak, serta memperbaiki sel-sel pembuluh darah yang pecah secara instan.

Wusss...

Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, kejang di tubuh Pak Hendra berhenti.

Warna kulitnya yang semula membiru perlahan kembali memerah segar.

Napasnya yang tadi terputus-putus kini kembali teratur dan dalam.

Uhuk! Uhuk!

Pak Hendra tiba-tiba terbatuk pelan, menyemburkan sedikit darah kotor dari mulutnya, lalu perlahan membuka matanya dengan segar!

"L-Lega sekali... Dadaku tidak sakit lagi... Kepala saya juga terasa sangat ringan..." gumam Pak Hendra terduduk pelan sambil memegang kepalanya sendiri, tampak sepenuhnya sehat.

Sreeek!

Seluruh ruangan VIP seketika terdiam.

Kepala Rumah Sakit tersungkur ke lantai, berlutut mendekati Pak Hendra dengan tangan gemetar.

Ia memeriksa denyut nadi dan refleks mata Pak Hendra secara langsung.

"I-Ini tidak mungkin... Ini tidak masuk akal! Pendarahan otak akut dan serangan jantungnya... sembuh total?! Tidak ada sisa kerusakan saraf sedikit pun?! Ya Tuhan... ilmu pengobatan apa ini?!" teriak Kepala Rumah Sakit histeris bercampur takjub yang luar biasa.

Kepala Rumah Sakit mendongak menatap Mahardika penuh rasa malu dan hormat yang teramat sangat.

"Master! Maafkan kesombongan dan kebodohan saya tadi! Anda bukan sekadar dokter... Anda adalah Mahadewa Pengobatan!" kata Kepala Rumah Sakit sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Walikota bertepuk tangan penuh kekaguman. "Luar biasa! Benar-benar dokter ajaib!"

Tuan Baskoro tersenyum bangga seraya menatap Aris dan Ningsih yang kini berdiri mematung dengan wajah pucat.

"Bagaimana, Aris? Ningsih? Masih mau menyebut penyelamat nyawa kami ini sebagai penipu miskin tidak berguna?" panggil Tuan Baskoro dengan nada mengejek yang dingin.

Aris dan Ningsih terdiam penuh rasa malu.

1
Wega Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!