NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang membawa satu rahasia terbesar. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Saat Rahasia Ziva mulai terkuak, memicu antara benci dan cinta. Apakah Ziva akan benar-benar merajut luka hatinya Rian, atau justru hancur bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07. Kericuhan Lapangan.

Matahari jam sepuluh pagi di lapangan outdoor SMA Taruna Bakti sama sekali tidak punya belas kasihan. Panasnya membakar aspal, tapi hawa di sekitar lapangan basket terasa jauh lebih dingin karena satu hal: tensi.

Pak Bambang menyemprit peluitnya kuat-kuat, memecah bisik-bisik anak-anak cewek di pinggir lapangan yang sejak tadi tidak berhenti menatap Rian.

"Materi hari ini scrimmage game. Tim A dikapteni Marvel, Tim B dikapteni tandingannya, Kevin. Karena anggota kurang satu di Tim B, Rian, kamu masuk ke sana."

Mendengar nama Rian disebut, Marvel yang sedang men-dribble bola langsung berhenti.

Dia menatap Rian yang sedang berjalan ke tengah lapangan.

Cowok itu sudah berganti pakaian olahraga. Kaos jersey tanpa lengan memperlihatkan bentuk lengannya yang ternyata proporsional—hasil dari Rian yang diam-diam sering angkat beban di kamar kosnya, sesuatu yang tidak pernah diketahui siapa pun karena selalu tertutup seragam gombrang.

Di pinggir lapangan, Keysha duduk dengan botol minum di tangan. Matanya tidak lepas dari Rian. Ada rasa asing yang menggelitik dadanya. Rian yang dia tahu biasanya akan berjalan membungkuk, meminta maaf karena canggung, lalu mengambil posisi paling belakang agar tidak menonjol.

Tapi Rian yang sekarang berdiri tegak. Saat mata mereka tidak sengaja berpapasan, Rian hanya menatapnya datar. Dingin. Tidak ada lagi binar memuja atau kepanikan yang biasanya Rian tunjukkan setiap kali Keysha melihatnya. Rasa kehilangan yang aneh mendadak menyergap Keysha.

"Lo yakin bisa main? Jangan sampai encok, taruhan kita masih jalan," bisik sebuah suara familier dari arah belakang.

Rian menoleh sedikit. Ziva berdiri di dekat tiang pembatas, pura-pura minum dari botolnya. Wajah cewek itu datar, tapi matanya memancarkan peringatan.

Rian menyeringai tipis—sebuah ekspresi yang belum pernah dia tunjukkan sebelumnya. "Tonton aja."

PRIIIIIT!

Game dimulai. Bola dilempar ke atas. Kevin berhasil memenangkan tip-off dan mengoper bola ke arah bek.

Permainan berjalan cepat. Sebagai kapten tim basket sekolah, Marvel mendominasi dengan mudah. Dia mencetak dua angka pertama dengan lay-up bersih, sengaja mendarat tepat di depan Rian sambil menepuk dadanya sendiri dengan sombong.

"Ganti gaya rambut gak bikin lo bisa main basket, pecundang," bisik Marvel penuh racun saat mereka berlari kembali ke area bertahan.

Rian tidak membalas. Dia bukan tipe orang yang meladeni sampah kata-kata. Dia memilih membuktikannya lewat pergerakan.

Menit kelima, Kevin terdesak di sudut garis three-point oleh penjagaan ketat Marvel.

"Vin, kosong!" teriak Rian, melakukan cutting cepat ke arah paint area.

Kevin tanpa ragu melempar bola. Rian menangkapnya dengan mulus. Marvel yang menyadari kecolongan langsung berbalik arah, melompat tinggi untuk melakukan block kasar. Tapi Rian sudah memprediksi hal itu. Bukannya langsung menembak, Rian melakukan fake shot, membiarkan tubuh Marvel melayang melewatinya, lalu dengan satu langkah tenang, Rian melepaskan jump shot pendek.

Swish. Bola masuk tanpa menyentuh ring.

"Nice, Rian!" teriak Kevin sambil mengajak high-five. Rian menyambutnya, wajahnya tetap tenang.

Di pinggir lapangan, sorak-sorai anak-anak cewek pecah.

"Gila, Rian keren banget!"

"Dia selama ini sembunyi di mana, sih?"

Mendengar pujian yang biasanya hanya ditujukan untuknya kini beralih ke Rian, telinga Marvel memerah. Amarahnya naik ke ubun-ubun. Dia melirik ke arah tribune tempat Keysha duduk. Benar saja, Keysha sedang menatap Rian dengan tatapan yang belum pernah Marvel lihat sebelumnya—tatapan penuh minat dan kekaguman. Ego Marvel sebagai alpha di sekolah itu runtuh seketika.

Game berlanjut dengan intensitas yang naik berkali-kali lipat. Marvel mulai bermain kotor. Dia sengaja menggunakan sikutnya saat melakukan screen, menyenggol bahu Rian dengan keras hingga Rian hampir terjerembab. Tapi Rian tetap diam. Dia bangkit, menghapus keringat di pelipisnya, dan kembali fokus.

Ketegangan di lapangan begitu pekat hingga anak-anak lain mulai bermain dengan ragu, takut terkena imbas amarah Marvel.

Skor menempel ketat, 18-19 untuk keunggulan tim Marvel. Waktu menyisakan satu menit.

Bola berada di tangan Rian. Dia melakukan dribble rendah, mencari celah. Marvel langsung maju menghadang, merentangkan tangannya lebar-lebar dengan tatapan mata yang siap membunuh.

"Lo pikir lo udah menang karena dandan kayak gini, hah?" desis Marvel rendah, napasnya memburu. "Di mata Keysha, lo tetap cuma pembantu. Nggak lebih."

Rian menatap mata Marvel lurus-lurus. Bukannya emosi, Rian justru tersenyum tipis. "Kalau gue cuma pembantu, kenapa sekarang lo kelihatan ketakutan setengah mati, Vel?"

Kalimat itu telak menghantam harga diri Marvel.

Bersamaan dengan itu, Rian melakukan crossover cepat ke arah kiri. Gerakannya begitu eksplosif hingga Marvel tertinggal satu langkah. Rian memacu langkahnya menuju ring, melompat tinggi untuk melakukan lay-up penentu kemenangan.

Mata Marvel memerah melihat Rian yang sudah melayang di udara. Logikanya mati. Yang ada di otaknya hanya satu: Rian harus hancur. Sekarang juga.

Bukannya melompat untuk memblok bola, Marvel justru sengaja menabrakkan seluruh berat badannya ke tubuh Rian yang sedang tidak memiliki tumpuan di udara. Tidak berhenti di situ, kaki kanan Marvel dengan sengaja menjegal pergelangan kaki Rian saat cowok itu akan mendarat.

BRAKK!

Tubuh Rian menghantam aspal lapangan dengan keras. Tapi bunyi yang paling mengerikan adalah suara 'krek' pendek yang terdengar dari pergelangan kaki kanannya saat mendarat dalam posisi yang salah, menahan seluruh beban tubuhnya sendiri ditambah dorongan dari Marvel.

"ARGH!" Rian mengerang tertahan, langsung mencengkeram pergelangan kakinya. Wajahnya seketika pucat pasi, keringat dingin bercucuran dalam hitungan detik. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari kakinya, membuat seluruh tubuhnya gemetar.

Bola menggelinding jauh keluar lapangan. Suasana mendadak hening mencekam.

"Marvel! Apa-apaan kamu?!" teriak Pak Bambang panik, langsung berlari meniup peluit berkali-kali.

Anak-anak tim B langsung mengerumuni Rian. Kevin mendorong dada Marvel dengan emosi. "Lo sengaja, kan?! Brengsek lo, Vel! Ini cuma main biasa!"

Marvel mundur dua langkah, mengangkat kedua tangannya dengan ekspresi pura-pura bersalah yang sangat tipis. "Gue gak sengaja. Dia aja yang mendaratnya gak becus. Lemah."

Di pinggir lapangan, Keysha berdiri dari duduknya, menjatuhkan botol minumnya hingga airnya tumpah ke mana-mana. Jantungnya mencelos melihat Rian yang terkapar menahan sakit di tengah lapangan. Dia ingin berlari ke sana, tapi kakinya mendadak lemas.

Sementara itu, di sudut lain, Ziva menatap pemandangan itu dengan rahang yang mengatup rapat. Jemarinya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya yang dingin kini menyala penuh amarah yang berbahaya. Dia tidak melihat ke arah Rian yang sedang dibantu duduk oleh anak-anak lain.

Pandangan Ziva terkunci lurus pada Marvel yang sedang tersenyum sinis di tengah lapangan.

......................

...****************...

Tbc,

1
Luna
untuk yg suka simpel dan no drama Indosiar,,,novel ini aku kasih bintang 5
Luna
akhirnya tamat juga,happy ending ceritanya,
Luna
timy ,,, akhirnya wujudmu muncul juga setelah sekian purnama🤣🤣🤣🤣,pantes aku feeling kok ada nama Jihan berarti ada timy 🤭🤭🤭🤭
Luna
jadi ingat dulu setelah SMA pingin kuliah tapi GK bisa GK ada biaya ,,, setelah bertahun tahun mempunyai 2 anak baru bisa kuliah lagi,,,😌
falea sezi
plin plan amat Riyan ini🤣 lu doyan kesya balik aja sana biar Ziva dpet cowok lain yg ganteng kaya lebih dr eluuu😒
Luna
penerus ziva dah nongol🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
good job sya👍
Luna
semangat sya💪,berubah jadi baik itu emang sulit . keberanian kamu ngomong ke guru tua keren loh,
Luna
akhirnya si Keysa waras juga,,, siapa tau nanti muncul jodoh mu sya🤭,
Rofiwan: akan kukabulkan jodoh untuk keysha yang... setara🤭
total 1 replies
falea sezi
bagus
falea sezi
uda ziva jauhin pindah sekolah😕 laki. oon. g ba nrima takdir ya😓
falea sezi
jangan ampe nyesel lu rian kehilangan ziva😓 buat ziva pergi aja thor rian bego malah nyalahin ziva
Luna
udah ziva menjauh aja dari cowok yang GK bisa terima takdir , siapa juga yg mau nabrak orang ,,,egois sekali ,,jadi GK respect sama Rian ,
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!