NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gio Terluka

Giorgio Luigi Abraham putra Gio, buah cintanya dengan Lusi sudah tumbuh menjadi anak laki - laki yang ganteng dan pintar sebagai pewaris kekayaan Abraham dia sangat di sayangi oleh opanya. Bahkan sekarang kebiasaan opanya untuk bersama perempuan - perempuan muda sudah tidak lagi. Dia lebih banyak waktunya di rumah. Bahkan jika perjalanan dinas bertemu dengan kolega bisnisnya di luar negeri Lui yang baru berumur tujuh tahun dibawa ikut, akhirnya omanya juga harus ikut.

Sekarang rumah sakit sudah dikelola penuh oleh dokter Ronald Lemo suami kakak Rahel Abraham. Mami Hany sebagai owner rumah sakit sudah menyerahkan penuh kepengurusan rumah sakit dan cabang - cabangnya kepadanya. Sedangkan Kellen sekarang sudah berumur empat belas tahun dan dia sekolah di Singapore. Jadi mami dan papinya sering ke sana menemani anak satu - satu mereka.

Lusi masih tetap bekerja di rumah sakit yang sama yang dikelola oleh Kaka Ronald. Dia dipercayakan untuk mengelola cabang dari rumah sakit di daerah Jakarta juga, namun Lusi menolak. Dia lebih suka waktunya lebih banyak mengurus rumah tangganya. Saat ini Gio sedang ada di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, menutaskan misinya. Papi Samuel, sudah meminta Gio untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai intelejen kepolisian. karena beliau mau Gio fokus pada usaha mereka. Karena selama ini identitasnya selalu di rahasiakan makanya dia tidak mau terjun langsung dalam perusahaan. Namun setiap rapat dengan kolega yang membutuhkan dia selalu dia turun tangan.

Misi satu bulan ini, membuat Gio jauh dari istri dan anaknya. Lui yang biasa berangkat akhirnya tidak diijinkan oleh dedynya untuk meninggalkan mommynya.

"Mommy, deddy lama ya."

"Sepertinya mommy tidak tahu sayang. Kita berdoa biar misi deddy dan teman - temannya selesai dan boleh pulang dengan selamat ya."

"Amin."

Lui saat ini home schooling, karena sering di ajak opanya. Namun ini dilakukan oleh Gio, karena informasi yang Gio terima bahwa musuhnya mulai menargetkan keluarganya. Tanpa sepengetahuan orangtua dan istri juga kakak - kakaknya Gio sudah menempatkan anggota - anggota terbaiknya menjaga mereka.

Subuh hari Lusi dibangunkan oleh bunyi alaram. Masih pukul empat subuh, dia bangun berdoa. Namun saat ini dia sedikit kuatir. Hatinya gelisah. Handphone suaminya belum bisa di hubungi, Lusi tahu jika demikian berarti Gio masih menjalankan misinya.

Pagi hari, Lusi di hubungi oleh dokter Agus, kepala rumah sakit Bhayangkari, juga dokter mentornya saat dia menjadi dokter residen. Memintanya untuk ke rumah sakit tersebut. Baru pukul tujuh pagi. Akhirnya dia meminta suster Lui menjaga anaknya. Namun dia sudah menghubungi mama mertuanya memberitahukan bahwa dia mau ke rumah sakit Bhayangkari.

Sampai disana, ternyata dokter Agus ingin memberitahukan kondisi suaminya yang baru jam empat subuh tadi selesai dilakukan operasi, daj saat ini sudah melewati masa kritis.

Gio bersama timnya balik membawa bos utama dari mafia yang menjadi target mereka. Namun sayang, Gio juga mengalami luka parah. Lusi menangis waktu tahu suaminya terluka parah. Disana juga ada dokter Lydia dia tahu dari dokter Desy sahabatnya istri dari dokter Agus. Namun Lydia tidak diijinkan oleh Agus untuk melihat Gio bahkan penjagaan ketat yang membuatnya memberontak, Desy berusaha membujuk sahabatnya ini.

Lusi sudah di ruangan, dia langsung berada dalam pelukan suaminya ketika melihat Gio merentangkan kedua tangannya.

"Mas...jahat buat adek takut."

"Maafkan mas sayang." Gio mencium perempuan yang dia sayangi itu. Gio menceritakan kenapa dia bisa tertembak. Dan dia berpikir bahwa dia tidak bisa bertemu dengan istri dan anaknya lagi.

"Mas.... Pertimbangkan keinginan papi ya. Ade takut kalau mas begini lagi."

"Iya nanti kita pikirkan sama - sama ya."

Informasi kondisi Gio sudah didengar oleh mami dan papi juga kakak - kakaknya. Saat itu juga mereka langsung bergegas ke rumah sakit. Lydia yang melihat ke akraban dari keluarga ini langsung menyesal karena telah lukai hati Gio, yang dulu tulus mencintainya.

"Aku bukan jodohnya ya Des."

"Iya, kamu bukan jodohnya Gio. Yang Gio sayang itu Lusi. Sadar Ly, buka hatimu buat laki - laki lain yang baik."

Papi Semuel ketika melihat kondisi anaknya, langsung menangis. Kembali dia membujuk Gio untuk tetap mengurus perusahaan mereka. Dan jangan menentang bahaya lagi. Mami Hany masih tetap menangis. Melihat kondisi anaknya. Ini pertama kali, Lusi melihat papi menangis. Tentu beliau tidak menginginkan yang buruk terjadi pada anaknya. Ada tekat dihati Lusi untuk mau membantu mertuanya menyakinkan Gio suaminya.

Karena sudah malam, papi dan mami sudah pulang dengan membawa Lui cucu mereka, bersama kedua kakak Rahel dan suaminya dokter Roland. Hanya Lusi yang tinggal di ruangan ini menemani suami tercinta. Mami tidak mengijinkan Lui nginap disini karena kondisi ruangan. Dia tidak begitu yakin tentang keamanan disini bagi cucunya.

"Mas..... Ade boleh bertanya??"

"Mau nanya apa sayang."

"Ade kepikiran sama apa yang papi dan mami katakan tadi."

"Adek juga setuju, dengan keinginan papi dan mami."

"Melihat kondisi mas, dan perna menyaksikan saat bertugas bersama mas, adek takut. Adek takut sendiri." Lusi sudah meneteskan air matanya. Ini kelemahan Gio, ketika melihat perempuan yang dia cintai harus meneteskan air mata. Dipeluk dan dicium kening istrinya yang sedang berbaring di sampingnya di ranjang yang sama.

"Mas akan pikirkan dan pertimbangkan. Kamu ngak sedih kalau suamimu sudah tidak menggunakan seragam dinasnya."

"Mas jarang menggunakan seragam dinas. Adek lebih sedih lihat mas terluka." Gio tersenyum. Istrinya langsung mengultimatum dirinya.

"Iya ya. Tetapi mas rasa ganteng kalau menjadi polisi sayang."

"Biasa aja."

"Kok biasa sih."

"Mana gantengnya sedang sakit baru."

"Benar mas mu ngak ganteng." Lusi tersenyum langsung mencium pipi suaminya. Hal ini membuat Gio kembali tersenyum.

"Mas tetap ganteng buat adek. Sudah ganteng gagah, kaya lagi."

"Terima kasih istriku sayang."

Lusi langsung mengajak suaminya untuk beristirahat. Di luar ruangan sudah ada anggota suaminya yang berjaga.

Tiga hari di rawat Gio sudah diijinkan pulang oleh dokter Agus. Kepala rumah sakit, sekalian sahabatnya. Gio beberapa hari di rumah dia mempertimbangkan pendapat orangtua dan istrinya. Sampai pada saat Gio memutuskan untuk keluar dari kedinasan. Karena dia sedang fokus bersama istri tercintanya untuk program punya adek buat Lui. Ya.. Keluarga kecil ini berencana menambah anak lagi.

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!