NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Misi Pertama Sera.

Mama Irene meminta Ravin dan Sera untuk menginap di rumah utama. Namun, sang putra menolak secara halus. Dengan alasan ingin lebih privasi bersama sang istri.

“Bukannya mama ingin segera memiliki cucu?” Tanya Ravin dengan menaik turunkan alisnya.

Mama Irene berdecak pelan. “Kamu sangat pintar mencari alasan, Ravin.”

Ravin menyunggingkan sudut bibirnya. Ia dan Sera kemudian pamit untuk kembali pulang.

Pukul sepuluh malam, Sera dan Ravin pun tiba di rumah mereka.

Bi Sari sudah menunggu kedatangan sang majikan.

“Terima kasih sudah menunggu kami pulang, bi.” Ucap Sera pada sang asisten rumah.

“Lain kali, bibi bisa tidur lebih dulu jika kami terlalu lama tidak kembali.” Sambung Ravin.

“Tidak apa - apa, tuan. Saya juga tidak bisa tidur kalau kalian belum pulang.” Ucap bi Sari.

“Ya sudah, kalau begitu sekarang bibi bisa istirahat.” Ucap Ravin.

Bi Sari menganggukkan kepalanya. Setelah memastikan semua pintu terkunci dan mematikan lampu, wanita paruh baya itu pun kembali ke kamar belakang.

Sementara itu, di kamar utama rumah mewah itu. Sera sedang menyiapkan baju ganti untuk Ravin yang kini tengah membuang hajat di kamar mandi.

Saat memeriksa saku jas sang suami seperti biasanya, Sera menemukan ponsel pria itu di dalamnya.

Terbersit niat untuk memeriksa isi benda pipih pintar itu. Namun, Sera mengurungkan niatnya. Ia tidak mau menambah rasa sakit hatinya.

Sera akan mencari tau tentang Rania dengan caranya sendiri. Tanpa harus memeriksa ponsel Ravin.

Gadis itu pun meletakkan ponsel itu di atas sofa bersebelahan dengan piyama yang akan Ravin gunakan. Sera pun menyimpan jas kerja di dalam keranjang cucian.

Saat Sera hendak pergi meninggalkan ruang ganti, ponsel Ravin tiba - tiba berdering pelan. Gadis itu pun kembali ke arah sofa.

Sebaris nomor tanpa nama tertera pada layar benda pipih pintar itu. Sera pun mengurungkan niat untuk menjawab panggilan itu.

“Mungkin hanya orang iseng.” Ucap gadis itu sembari mengedikan bahu.

Tak berselang lama, panggilan itu berhenti. Namun, diikuti dengan sebuah pesan masuk.

Sera ingin mengabadikan, tetapi rasa penasaran membuat gadis itu mengintip isi pesan yang masuk ke ponsel Ravin.

Tidak perlu membuka kunci, karena pesan itu bisa di baca meski ponsel dalam keadaan terkunci.

“Pak.. saya sudah mengirim bahan makanan ke apartemen.”

Kening Sera berkerut halus.

Apartemen?

Apakah apartemen yang di maksud ini, adalah apartemen yang diberikan oleh mama Irene pada Ravin?

Sera tentu mengetahui apartemen itu. Apapun yang menyangkut tentang Ravin, gadis itu pasti mengetahuinya.

“Siapa ini? Kenapa mengirim bahan makanan ke apartemen kak Ravin? Apa pesan ini memang ditujukan untuk kak —

Sera meletakkan kembali ponsel itu ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Dengan cepat ia menjauh dari sofa, dan berdiri di depan meja rias.

“Maaf lama, Ra. Perut aku tiba - tiba sangat mulas.” Ucap Ravin melangkah mendekat.

Sera mengangguk pelan. “Aku sudah menyiapkan piyama untuk kakak. Aku mau ke kamar mandi sebentar.”

Sera pergi meninggalkan pria itu. Namun, dalam hatinya bertanya - tanya. Apakah pesan itu memang di kirim kepada Ravin?

Atau hanya salah kirim?

Kalau bukan pesan salah kirim, untuk apa Ravin menyiapkan bahan makanan di apartemennya?

Sera harus mencari tau. Apa ada orang yang tinggal di apartemen Ravin.

.

.

.

Sera bangun lebih awal dari Ravin seperti biasanya. Namun kali ini gadis itu tidak membangunkan sang suami.

Ia akan berangkat lebih pagi hari ini. Tujuan pertama gadis itu adalah apartemen sang suami.

Ini adalah misi pertama Sera untuk mengungkap kebohongan Ravin selama ini.

Sera bergegas pergi ke kamar mandi, untuk melakukan ritual pagi. Kemudian bersiap menggunakan pakaian kerjanya.

30 menit kemudian, ia pun selesai bersiap. Saat hendak keluar dari ruang ganti, bertepatan dengan Ravin yang akan masuk ke dalam ke kamar mandi.

“Kamu sudah selesai bersiap?” Dahi Ravin berkerut halus.

Biasanya, saat ia bangun tidur Sera masih ada di dalam kamar mandi.

“Hmm. Aku berangkat lebih dulu, kak. Aku harus menyiapkan bahan meeting dengan klien dari Surabaya.”

Sera tak sepenuhnya berdusta. Hari ini ia memang ada pertemuan dengan klien dari Surabaya. Namun semuanya sudah di siapkan oleh sekretaris gadis itu.

“Lalu sarapan kamu?” Tanya Ravin lagi.

“Nanti aku sarapan di kantor. Aku akan minta bibi menyiapkan untuk kakak.” Gadis itu tak lupa meminta tangan kanan sang suami sebelum ia keluar dari kamar.

“Hati - hati, Ra.” Pesan Ravin sembari mengecup kening sang istri.

Sera menganggukkan kepalanya. Ia pun keluar dari dalam kamar mereka. Pergi ke dapur mencari keberadaan Wira.

“Bi, saya tidak sarapan pagi ini. Siapkan untuk kak Ravin saja, ya.” Ucap Sera kemudian meminum segelas air putih.

“Bibi siapkan roti sebentar, ya? Sembari menunggu mas Wira. Nanti non makan di mobil.” Bi Sari dengan cepat mengambil kotak makan, kemudian mengolesi dua lembar roti dengan selai kacang.

Wira pun muncul dari dapur belakang.

“Mas. Kita berangkat sekarang, ya.” Ucap Sera.

Wira melirik jam tangan miliknya. “Sekarang, non?” Ulang pria itu.

Baru pukul 06.15 WIB. Masih terlalu pagi untuk pergi ke kantor.

“Hmm.. saya ada urusan, mas.” Sera mengulurkan tangannya ketika bi Sari menyerahkan kantong berisi kotak makan dan sebotol air mineral.

“Baik. Saya siapkan mobilnya.” Pamit Wira.

“Saya berangkat dulu, bi.” Pamit Sera pada sang asisten rumah sembari mengekori langkah Wira.

“Hati - hati, non.” Pesan bi Sari.

Wira dengan sigap membukakan pintu mobil saat sang nyonya akan masuk. Setelah gadis itu duduk dengan nyaman, ia pun menutup pintu, lalu melangkah lebar menuju sisi mobil sebelah kanan.

“Mas, kita pergi ke daerah Thamrin.” Ucap Sera saat Wira hendak melajukan mobil.

Kening pria itu berkerut halus. “Kita langsung kesana sekarang, non?”

“Iya. Saya ada urusan di sana.” Ucap Sera sembari membuka kotak bekal yang bi Satri siapkan.

Mobil melaju pelan meninggalkan kompleks perumahan mewah itu. Wira melirik Sera dari kaca sepion tengah mobil.

Pria itu berdeham pelan.

“Kalau boleh tau, untuk apa kita ke daerah Thamrin, non? Maaf, bukannya ikut campur. Tetapi, nanti kalau pak Ravin bertanya, saya bisa menjawab dengan benar.”

“Mencari tau sesuatu, mas. Dan tolong, jangan katakan apapun pada kak Ravin. Kalau dia bertanya, katakan kalau mas Wira mengantar saya langsung ke kantor.” Ucap Sera.

Wira kembali mengerutkan keningnya.

‘Mencari tau sesuatu di daerah Thamrin? Bukannya disana ada apartemen Ravin? Apa dia mau kesana?’

Wira kembali melirik Sera dari kaca sepion.

‘Apa jangan - jangan, Sera sudah tau kalau Rania tinggal di apartemen itu?’

Wira menyunggingkan sudut bibirnya. Ia akan membantu Sera untuk bertemu dengan Rania pagi ini.

1
Naufal Affiq
kau harus sadar ravin,perbuatan mu sudah membuat sera untuk hidup bersama mu lagi
Aretha Shanum
ngapa berbelit"
sunaryati jarum
Seruuu.Ayo up rutin Thoor,tak tahu kelanjutan dan kehancuran Ravin
Ilfa Yarni
manfus kau ravinsrmoga saja Rajendra tmbh syok liar berita itu
sunaryati jarum
Ya harus sabar menunggu melihat reaksi Ravin dan Irene saat pengkhianatan Ravin di unggah.Semoga hari ini viral
sunaryati jarum
Pertarungan ibu anak ini bisa jadi celah Raditya dan Sera untuk memulai balas dendam.
Naufal Affiq
perang sudah di mulai,tinggal menunggu kehancuran keluarga mu ravin
Lee Mba Young
seru 🔥🔥
Elsker
seruuu nih pertarungan
Ilfa Yarni
bags bertsnfkarlah Malian sample slab satu kalian mati dan memudahkan wira bla dendam
Elsker
seruuu nih pertarungan ibu anak
Naufal Affiq
bertarung ibu dan anak untuk mengalah kan satu wanita.lanjut kan siapa yang menang pertarungan kalian
Elsker
kasih paham tuh suami laknat...enak ajah
Naufal Affiq
cerai aja cepat sera gak ada gunanya berlama-lama sama manusia yang gak pernah kita dianggap
sunaryati jarum
Kehancuran Irene ,Ravin dan Rania dimulai,kamu harus tegas dan membentengi diri
Ilfa Yarni
Knp msh bertahan klo tau sakit udah lah bercerai aja Sera nuktinya udah ada ditangan km tunggu apalgi
Heni Fitoria
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Naufal Affiq
semoga kebusukan mama irene terbongkar semua,biar tau rasa jadi manusia
Ilfa Yarni
kasian skali raditys semoga orang suruhan pelakor Irene itu ga bisa melacak asal usul wira dan semoga ratitya bisa membslas si jalang itu sampe dia jg mati
Ilfa Yarni
Ayo wira Sera hancur kan kluarga mereka para tukang selingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!