NovelToon NovelToon
STORY/ The Wandering Witch Serena

STORY/ The Wandering Witch Serena

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:56
Nilai: 5
Nama Author: Rizz the writter

Seri ini adalah lanjutan dari novel Story/the wandering witch Serena.

——Di dunia bernama Cardinal.

Seorang gadis bernama Serena tinggal di kota Wistoria. Ia bercita-cita menjadi penyihir pengembara yang dikenal banyak orang, namun setiap perjalanan tidak selalu membawa kebahagiaan.

Di balik dunia yang indah, terdapat berbagai konflik, misteri, dan kisah yang perlahan mengubah perjalanan Serena.

Inilah kisah perjalanan seorang penyihir muda dalam menemukan arti dari dunia yang ia tinggali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizz the writter, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 27—ISTANA KAISAR

Pagi hari telah tiba. Cahaya mentari pagi menyinari bagian dalam istana, menembus sela-sela jendela dan ventilasi.

Istana tersebut berbentuk seperti pagoda dengan beberapa lapangan luas yang dikelilingi koridor terbuka. Koridor-koridor itu menghubungkan satu kuil dengan kuil lainnya. Tepat di ujung pagoda, sebuah kuil besar bertingkat berdiri dengan megah. Pada puncaknya, terdapat bendera Dinasti Shen berwarna merah dengan gambar kepala naga yang terlihat garang.

Dari kejauhan, Serena memperhatikan gambar naga tersebut. Bentuknya terlihat cukup mirip dengan kepala naga Reid.

Lapangan Kekaisaran ini ternyata sangat luas, bahkan mungkin cukup untuk menampung sebuah kapal dagang raksasa.

Lapangan tersebut dipenuhi pasukan khusus Kekaisaran yang disebut Imperial Dragon. Di Kekaisaran yang biasa disebut Dinasti Shen ini, terdapat tiga jenis pasukan, yaitu Naga Tanah, Naga Laut, dan pasukan khusus mereka, Naga Kaisar.

Akhirnya, mereka berempat tiba di depan gerbang kuil singgasana. Pintu besar tersebut terbuka setelah Haruya memperlihatkan kartu identitasnya.

Dari balik pintu itu, sebuah karpet merah terbentang lebar, membentangkan jalan menuju singgasana.

Sepertinya, masih ada beberapa ruangan lagi yang harus mereka lewati sebelum sampai di ruangan Kaisar.

Setelah melewati beberapa pemeriksaan yang sangat ketat, akhirnya mereka tiba di ruangan singgasana Kaisar.

Di hadapan mereka, seorang pria mengenakan baju hitam ketat dengan haori emas beraksen merah. Celana putihnya memiliki beberapa aksen emas, lengkap dengan sepatu lancip berwarna hitam. Sementara itu, sebuah kain putih dengan logo naga merah menutupi bagian dahinya hingga matanya.

"Selamat datang. Ada berita apa sampai kalian datang ramai-ramai begini?" ucap sang Kaisar dengan santai sambil tersenyum.

Haruya dengan sigap segera membungkukkan tubuhnya, diikuti oleh anggota lainnya, kecuali Serena.

𝘏𝘢𝘩, 𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘯𝘪? 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘪𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢? Pikir Serena yang sedikit memiringkan kepala.

Di samping sang Kaisar, berdiri seorang pria berpenampilan layaknya bangsawan Dinasti dengan rambut cokelat yang cukup rapi.

"Kami datang untuk memberikan laporan mengenai si Shadow," tegas Haruya sambil mengangkat pandangannya.

"Oh? Silakan, ucapkan saja!"

Dari nada bicaranya, sang Kaisar sama sekali tidak terdengar menyeramkan. Sikapnya jauh berbeda dari apa yang Serena bayangkan sebelumnya.

Yang dilihat Serena saat ini adalah seseorang yang gayanya seperti remaja yang kebetulan memegang jabatan Kaisar. Meskipun gayanya terlihat cukup kekanak-kanakan, postur tubuhnya yang tegap tetap memberikan aura seorang penguasa yang berwibawa.

Bagaimanapun juga, Dinasti Shen merupakan Kekaisaran terkuat ketiga di wilayah timur, berada di bawah Babylon dan Thyrion.

"Kami menemukan benda ini saat bertemu dengannya tadi malam," ucap Haruya sambil mengeluarkan kalung yang sebelumnya mereka temukan.

Pria di samping Kaisar seketika terbelalak. Namun, ia segera kembali bersikap tenang.

Kaisar memperhatikan kalung itu. Ya, meskipun Serena tidak tahu apakah pria tersebut bisa melihat atau tidak karena penutup matanya.

"Sepertinya aku pernah melihat kalung itu."

Ia terdiam sejenak sebelum menoleh ke arah Taghna yang berdiri di sampingnya.

"Taghna! Bukankah kalung itu mirip dengan kalung yang kau miliki?"

"Ah, itu, ya. Aku masih memilikinya, dan benda itu tersimpan rapi di dalam kotaknya," jawab Taghna dengan tegas, menyangkal ucapan Kaisar barusan.

Kaisar mulai menaruh sedikit kecurigaan kepadanya. Pasalnya, Taghna biasanya selalu mengenakan kalung tersebut.

"Lagipula, kalung milikku memiliki tiga kristal berbentuk bintang, sedangkan kalung itu hanya memiliki satu," lanjutnya, seolah ingin semakin meyakinkan orang-orang di ruangan tersebut.

𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘥𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪.

Serena melirik Taghna dengan cukup serius. Tatapannya bahkan terlihat hampir sinis.

"Hm, apakah memang sesulit itu? Apa aku harus menambah biaya untuk misi ini? Menjadi 110 koin emas per orang," kata Kaisar sambil menyilangkan kakinya.

Entah mengapa, meskipun Kaisar mengenakan penutup mata, Serena merasa seolah-olah pandangannya terus tertuju kepadanya dengan tajam. Namun, ia tidak bisa memastikan hal itu. Apakah karena aku merupakan pendatang baru?

"Tidak perlu, Yang Mulia. Harga 100 koin emas Dinasti sudah sangat mahal bagi kami," tegas Haruya, menolak tawaran Kaisar.

"Omong-omong, kalian masih belum memperkenalkan anggota baru kalian, lho?"

Kaisar mulai menyinggung Serena. Sepertinya, ia memang ingin mengenalnya.

"Oh, maafkan saya atas itu. Dia Serena, anggota baru kami yang merupakan seorang penyihir," kata Haruya sambil sedikit menundukkan kepalanya.

Serena ikut sedikit menundukkan kepalanya sebelum kembali mengangkat pandangannya.

"Aku Serena, seorang Great Mage dengan sihir andalan... tidak ada."

"Panggil saja aku Kaisar Shen atau Kaisar. Jadi, secara tidak langsung kau menyatakan bahwa kau mampu menggunakan sihir apa pun?" balas Kaisar dengan senyum yang masih belum hilang.

"Ya, begitulah," jawab Serena dengan datar.

Anggota lainnya yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terdiam. Mereka tidak menyangka Serena bisa berbicara dengan begitu santai kepada Kaisar tanpa merendahkan diri sedikit pun.

Dari atas singgasana, Kaisar sepertinya menyadari bahwa Serena terlihat cukup penasaran dengan alasan dirinya mengenakan penutup mata.

Sungguh, dasar gadis pemalu, pikirnya.

"Mungkin kalian penasaran kenapa aku menggunakan penutup mata ini, jadi..."

Kaisar mulai menjelaskan.

"Aku menggunakan ini untuk membatasi kekuatan mata ini agar tidak memakan terlalu banyak Magi. Jika hal itu terjadi, aku bisa saja mengalami kebutaan permanen atau otakku rusak karena menerima ribuan informasi sekaligus."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya.

"Dan penglihatan masa depan selama 10 detik ini juga membuatku sedikit pusing jika menggunakannya terlalu lama."

Mata Surgawi adalah nama dari mata yang diwariskan setiap 100 tahun sekali. Mata itu pertama kali dimiliki oleh Kaisar pertama Qin, yang mendapatkannya pada usia muda. Setelah beberapa generasi, mata tersebut diwariskan kepada pewaris kedua bernama Kaisar Yu Han. Sementara itu, Kaisar Shen yang sekarang merupakan pewaris kesebelas.

Mata ini hanya mengalir melalui darah keturunan Kaisar, dan hanya pemegang takhta yang akan memilikinya.

"Baiklah, aku punya satu tugas penting lagi untuk kalian."

Kaisar menyilangkan kaki kirinya sambil menyandarkan pipi pada lengan kanannya.

"Tenang saja, aku akan memberi bayaran terpisah untuk tugas ini."

Kaisar mengangkat tangan kirinya setengah. Klik!

Tepat setelah ia menjentikkan jarinya, sebuah cahaya emas muncul sekilas dan menjatuhkan selembar dokumen yang tergulung.

"Buka itu. Isinya adalah peta menuju tempat yang akan kalian tuju. Aku ingin regu kalian menyelidiki kasus pasukan pemberontak di sana," titah Kaisar kepada regu Serena.

"Baik, Yang Mulia Kaisar," ucap Haruya sebelum membuka gulungan tersebut.

Di dalam gulungan itu terdapat peta wilayah Dinasti Shen yang terbentang luas, lengkap dengan detail kota dan jalanannya. Selain peta tersebut, terdapat pula selembar kertas kecil yang kemudian diambil dan dibuka oleh Aliya.

Kertas itu bertuliskan:

'Terdapat satu kelompok pasukan pengkhianat. Berdasarkan beberapa laporan, mereka berusaha melengserkan pemerintahan Kekaisaran dan mengubahnya menjadi negara republik dengan ideologi sosialisme atau yang biasa disebut komunis. Pasukan mereka di wilayah Zien tercatat sebanyak 124.000 personel aktif. Sebisa mungkin, musnahkan mereka dan culik pemimpinnya.'

Ya, sepertinya Kaisar malas menjelaskan semuanya secara langsung sehingga ia hanya menyampaikannya melalui surat.

Setelah itu, Kaisar menjanjikan bayaran sebesar 50 koin emas per orang apabila misi tersebut berhasil.

Dalam perjalanan, mereka tidak langsung menuju ke tempat kejadian perkara itu.

selagi mereka masih berada di ibu kota Kekaisaran yaitu kota Zhonggyu. mereka memutuskan untuk, "mengisi tenaga."

Kalimat itu diucapkan oleh Haruya.

ya, tidak heran juga jarak dari ibu kota ke Zien itu lebih jauh dari jarak ibu kota ke Kirin.

Beberapa menit kemudian.

"Sebenarnya, kalian itu apa? Apakah kalian petualang bayaran dari Kekaisaran?" tanya Serena setelah selesai mengunyah makanannya.

Gluk...

Aliya meneguk secangkir minumannya, lalu meletakkannya kembali ke meja sebelum menjawab. Sambil memandang Serena yang duduk di sebelah kirinya, Aliya berkata, "Tidak juga. Kami adalah regu bebas, bukan milik siapa pun. Khusus untuk tugas ini, kami dibayar oleh Kekaisaran karena reputasi regu kami yang tergolong kuat."

"Begitu, ya..." Serena menunduk sejenak sebelum kembali menatap Aliya dan bertanya, "Rencana apa yang akan kita gunakan untuk misi pembersihan pengkhianat ini?"

"Tenang saja!" celetuk Haruya yang duduk di hadapan Serena. "Meskipun Acheron izin hari ini, kita masih mampu membereskan semua kacung itu."

"Tidak ada rencana khusus untuk ini. Kita hanya perlu menghabisi mereka semua dan menculik para petingginya," kata Arth dari sebelah Haruya, sementara lengan kanannya masih memegang erat gelas minumannya.

"Baiklah. Karena semuanya sudah selesai makan, kita berangkat sekarang," ujar Haruya sambil segera berdiri.

Setelah membayar tagihan, regu mereka bergegas menuju lokasi. Karena jaraknya cukup jauh, mereka memilih menumpang pada sebuah kereta kuda milik pedagang yang kebetulan juga hendak menuju arah yang sama.

"Jadi, formasinya begini. Aku dan Arth akan berada di depan, sedangkan kalian berdua cukup menyerang dari belakang saja," jelas Haruya dengan rasa percaya diri yang terpampang jelas di wajahnya.

"Apa kau yakin? Bisa saja mereka memasang jebakan dan mengepung kita," sanggah Serena.

Menurutnya, rencana itu tidak lebih dari sekadar formasi permainan anak-anak.

Mendengar perkataan Serena barusan, Haruya terdiam sejenak sebelum kembali berbicara.

"Mungkin kau benar, tapi..." Ia menarik napas sebentar sebelum melanjutkan. "Dalam perspektif mereka, Kekaisaran sudah memastikan 100 persen bahwa kelompok mereka telah musnah. Jadi, rencana ini hanya diketahui oleh kita dan Kaisar."

𝘏𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘳𝘦𝘵𝘢 𝘬𝘶𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘥𝘢𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢𝘪 𝘬𝘶𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢?

"Tenang saja, misi ini tidak akan sesulit yang kau bayangkan," imbuh Aliya sambil menepuk pundak Serena dengan lembut.

Mendengar ucapan itu dari rekannya yang memang keras kepala, Serena hanya bisa mengiyakan dan mempercayai mereka.

Walaupun dalam benaknya tugas ini juga akan sangat mudah, pada awalnya Serena mengikuti misi bersama mereka bukan karena peduli atau alasan lainnya. Ia hanya menginginkan bayarannya dan segera meninggalkan kota ini.

Setelah melaju cukup jauh, kereta kuda mereka telah meninggalkan kota Kirin dan mulai memasuki area hutan. Serena merasakan adanya hawa Magi yang cukup berbahaya puluhan meter di depan kereta kuda mereka.

Namun, sepertinya bukan hanya Serena. Haruya juga merasakan hal yang sama.

"Ada sesuatu di depan sana. Bersiap untuk bertempur," ujar Haruya sambil bersiap dengan pedangnya.

Dengan menggunakan Unique Skill: Magi Indicator, Serena mengetahui persis apa yang akan mereka hadapi. Yang pasti, itu bukan bandit, melainkan monster.

Itu bukanlah monster biasa. Berdasarkan perkiraannya, monster tersebut kemungkinan berada pada tingkat Emperor, meskipun jenisnya masih belum diketahui.

𝘒𝘶𝘳𝘢𝘴𝘢... 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘪𝘯𝘪 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘔𝘰𝘳𝘱𝘩𝘦𝘨𝘰𝘳 𝘪𝘵𝘶.

Serena membayangkan tiga monster raksasa yang pernah dihadapinya beberapa bulan lalu.

Namun, hal yang tidak terduga terjadi.

Monster yang sebelumnya masih berjarak puluhan meter kini tiba-tiba sudah berada tepat di samping kereta kuda mereka.

Mendapati keadaan yang berada di luar prediksinya, Serena langsung memanggil tongkatnya dan menciptakan sebuah barrier untuk menghalangi serangan monster tersebut.

CRACK!

Serena terbelalak ketika mendengar barrier yang seharusnya mampu menahan serangan dengan kekuatan luar biasa itu dihancurkan begitu mudah.

Kereta kuda berhasil diselamatkan berkat barrier tersebut. Namun, memilih kabur menggunakan kereta kuda sama saja dengan bunuh diri.

Akhirnya, regu mereka turun untuk menghadapi monster tersebut, sementara pemilik kereta kuda diminta menjauh dari lokasi pertarungan.

"Apa-apaan..." Haruya mengernyit, matanya terbelalak melihat sosok humanoid mirip raptor di hadapannya.

Monster tersebut memiliki tubuh seperti raptor, tetapi posturnya menyerupai manusia. Sisik keras berwarna merah gelap menutupi sekujur tubuhnya, dengan ekor panjang nan tajam dan kepala yang dipenuhi tanduk, lengkap dengan tiga mata merah menyala.

"Monster ini..." Serena terdiam sejenak ketika menyadari bahwa sosok di hadapannya bukanlah monster yang bisa dianggap remeh.

Melalui skill analisisnya, Serena mengetahui bahwa monster ini termasuk ras Humanic Lizard. Namun, sepertinya makhluk tersebut mengalami kondisi abstraksi.

Kondisi tersebut terjadi ketika suatu monster terpapar Dark Magi atau Curse Magi dalam jumlah berlebihan.

GRRAAAAHHH!

Monster itu mengaum keras ke arah langit, menghasilkan gelombang suara yang begitu dahsyat hingga mampu mengganggu aliran Magi Cardinal di wilayah sekitarnya.

WHOOSH!

Kadal itu melesat begitu cepat hingga angin terasa seperti lupa untuk merespon.

Angin kencang berembus ketika Haruya memulai pertarungannya melawan monster setinggi tiga meter itu.

KLANG!

Haruya berhasil menangkis seluruh serangan cakar kadal tersebut. Namun, perbedaan ukuran tubuh membuatnya kesulitan menerobos pertahanan lawan dan menyerangnya secara langsung.

Duel itu berlangsung sangat cepat hingga hanya terlihat kilatan cahaya yang saling bertabrakan dari balik kepulan debu.

Pertarungan yang begitu dahsyat itu menyebabkan beberapa pohon tumbang, jalanan rusak, dan debu beterbangan ke mana-mana.

Serena dan dua orang lainnya hanya bisa mengamati dari kejauhan. Meskipun Arth sudah berinisiatif untuk membantu, perbedaan kecepatan yang sangat jauh tetap menjadi penghalang baginya.

Saat ini, yang berada pada tingkat kekuatan setara dengan Haruya dan kadal itu hanyalah Serena. Namun, ia masih merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan kejadian ini.

𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘢𝘣𝘴𝘵𝘳𝘢𝘬𝘴𝘪, 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘸𝘪𝘭𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘦𝘯𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘵𝘪𝘧 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪.

Kembali mengingat pengetahuannya dahulu, Serena teringat bahwa Kael pernah menjelaskan kondisi abstraksi hanya bisa terjadi di wilayah tertentu dengan aliran Curse Magi yang sangat tinggi, contohnya di Devil Continent.

𝘒𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯... 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯...

Sambil tenggelam dalam pikirannya, sebuah ide muncul dalam benak Serena.

"Sihir suci!" gumamnya.

Mendengar itu, Aliya dan Arth sontak meliriknya.

"Hah? Kau ngomong apa barusan?" tanya Aliya sambil mengangkat alisnya.

"Tidak, aku baru saja kepikiran cara untuk melawannya," jawab Serena sambil memasang posisi untuk menyerang.

Serena memejamkan matanya sebelum menarik napas panjang.

Udara dingin keluar dari mulutnya ketika ia mengembuskan napas.

Cahaya, api, dan energi Magi positif mulai terkumpul, menyelimuti tongkat Serena hingga perlahan membentuk sebuah tombak cahaya.

CLING!

Mata birunya terbuka lebar, berkilau bagaikan berlian. Sambil tersenyum percaya diri, ia bergumam,

"Bersinarlah, Violet."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!