NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:438.3k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Di ruangannya yang luas dan dingin, Aslan tidak bisa duduk tenang. Sudah hampir sejam ia bolak-balik dari meja kerja ke jendela kaca, lalu kembali lagi ke kursi kebesarannya. Jas yang biasanya selalu rapi kini tergantung di sandaran kursi, lengan kemejanya digulung asal, dan rambutnya sedikit berantakan karena berkali-kali diusap oleh jarinya sendiri. Di atas meja, beberapa berkas penting masih menunggu tanda tangan, tapi sama sekali tidak tersentuh.

Faris yang sejak tadi bolak balik ke ruangan itu, akhirnya memberanikan diri berbicara. “Anda kenapa, Tuan? Kenapa gelisah seperti itu?” tanyanya hati-hati, suaranya pelan agar tidak terdengar menyinggung.

Aslan berhenti melangkah. Ia menoleh ke arah asistennya dengan wajah tegang. “Naya, Ris,” keluhnya akhirnya, nada suaranya campur antara kesal dan bingung. “Sejak aku pulang, dia tampak berubah, total. Tidak seperti biasanya.”

Faris terdiam sejenak. Ia menunduk sedikit, mencoba merangkai kata yang tepat. Di kepalanya, berbagai kemungkinan berputar cepat. Ia ingat bagaimana selama bertahun-tahun Aslan mengabaikan telepon dan pesan istrinya. 

“Mungkin… Bu Naya sudah lelah Anda abaikan terus menerus, Tuan,” ujarnya hati-hati. “Makanya sekarang dia memilih untuk cuek. Orang juga ada batasnya.”

Aslan langsung menajamkan tatapan. “Tidak mungkin!” potongnya cepat, suaranya naik. “Dari dulu dia selalu patuh. Tidak pernah berani mengabaikanku seperti sekarang. Naya selalu menunggu, selalu siap. Tidak mungkin dia tiba-tiba berubah hanya karena aku pergi tiga bulan.”

Faris menahan napas. Di dalam hati ia berpikir, bosnya ini benar-benar melihat istrinya seperti robot, sesuatu yang tidak punya rasa lelah, tidak punya sakit hati, dan tidak akan pernah berhenti melayani. “Itu dulu, Tuan,” katanya pelan tapi tegas. “Mungkin sekarang sudah berbeda. Orang bisa berubah kalau terlalu lama disakiti.”

Aslan menghela napas kasar, lalu menjatuhkan diri ke kursi. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan, seolah ingin menghapus rasa frustrasi yang semakin menebal. “Kau bicara seolah-olah aku yang salah,” gumamnya.

Faris tidak menjawab. Ia hanya berdiri diam, menunggu. Beberapa detik kemudian, Aslan mengangkat wajah. Matanya sudah berubah dingin. “Mending kamu keluar dari ruanganku, Faris,” ucapnya datar. “Kau tidak memberikan solusi. Malah membuatku semakin kesal.”

Faris mengangguk kaku. “Baik, Tuan.” Ia berbalik dan keluar tanpa menambah satu kata pun, menutup pintu dengan pelan.

Begitu sendirian, Aslan menyandarkan kepala ke sandaran kursi dan menatap langit-langit. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Kalimat Faris terus bergema di kepalanya, orang juga ada batasnya. Ia mencoba mengusirnya, tapi tidak berhasil.

Di meja, ponselnya bergetar, nama Liza muncul di layar. Aslan menatapnya beberapa detik, lalu mengabaikannya. Ia tidak langsung mengangkat telepon dari wanita yang biasanya selalu berhasil mengalihkan perhatiannya.

Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Naya. Sejak tadi wanita itu tidak membalas pesannya.

Dan semakin ia memikirkannya, semakin kuat rasa tidak nyaman yang menggerogoti dadanya, rasa yang selama ini berhasil ia tekan dengan keserakahan dan keyakinan bahwa istrinya tidak akan pernah pergi. Kini, Aslan semakin ragu.

*****

Aslan memarkir mobilnya di garasi dengan gerakan kasar. Pintu mobil dibanting hingga berbunyi keras, lalu ia melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah berat. Lampu ruang tamu sudah menyala, tapi suasana di dalamnya terasa kosong dan dingin. Tidak ada aroma masakan, tidak ada suara televisi, tidak ada sandal Naya di dekat pintu.

Ia berdiri di tengah ruang tamu, memandang sekeliling. Jam dinding menunjukkan pukul delapan malam. Sudah terlalu malam untuk seorang istri yang pergi sejak pagi tanpa kabar sama sekali. Dan lagi dia pergi kemana? Karena yang dia tahu Naya tidak memiliki keluarga.

“Ke mana dia… kenapa sampai malam begini belum pulang?” gumam Aslan pelan, suaranya serak karena menahan kesal seharian. 

Ia mengeluarkan ponsel, menatap daftar panggilan. Empat kali ia menelepon Naya sejak sore. Semuanya tidak diangkat. Pesan-pesan yang ia kirim juga masih berstatus terkirim, tapi hanya di baca doang tidak di balas.

Aslan menghela napas kasar, lalu duduk di sofa dengan tubuh yang tegang. Tinjunya terkepal di atas lutut. Di kepalanya, berbagai kemungkinan berputar, ada yang masuk akal, ada yang membuatnya semakin marah. Naya tidak pernah seperti ini. Dulu, bahkan jika hanya pergi ke minimarket, ia pasti memberi kabar.

Klek....

Tiba-tiba bunyi kunci berputar di pintu terdengar. Aslan langsung berdiri.

Ceklek....

Naya masuk dengan langkah santai. Rambutnya sedikit berantakan kena angin, tas masih tersandang di bahu, dan wajahnya terlihat tenang.

“Dari mana saja kamu, Naya?!” teriak Aslan, suaranya memecah keheningan rumah. Nada marahnya jelas, hampir tidak terkendali. “Aku telepon berkali-kali tidak diangkat! Pesan tidak dibalas! Kamu pergi sejak pagi dan baru pulang sekarang?!”

Naya menutup pintu pelan di belakangnya. Ia bahkan tidak flinch mendengar teriakan itu. Dengan gerakan tenang, ia melepas sepatu high heels-nya, meletakkan tas di meja konsol, lalu berjalan melewati Aslan menuju dapur.

“Cari angin,” jawabnya sekenanya, tanpa menoleh sedikit pun ke arah suaminya.

Aslan membelalak. Ia merasa darahnya naik ke kepala. “Cari angin?!” ulangnya, nada suaranya semakin tinggi. “Sampai malam begini? Tanpa kabar? Kamu pikir ini rumah kos, Naya? Kamu pikir aku tidak perlu tahu ke mana kamu pergi?”

Naya membuka kulkas, mengambil sebotol air mineral, lalu menuangnya ke gelas. Gerakannya santai, seolah Aslan hanya berbicara sendiri. Setelah meneguk air, ia akhirnya menoleh sedikit. Matanya datar. 

"Kan kamu sendiri yang tidak suka aku hubungi. Lalu untuk apa kamu menghubungiku"

Aslan melangkah mendekat, wajahnya merah menahan marah. “Sejak kapan kamu bicara seperti itu padaku? Sejak kapan kamu berani—”

“Sejak kamu menghilang tiga bulan tanpa kabar yang jelas,” potong Naya pelan, tapi setiap katanya menusuk. Ia meletakkan gelas di atas meja dapur dengan hati-hati. “Atau sejak kamu menikahi wanita lain di Bandung. Mau aku sebutkan yang mana dulu?”

Aslan terdiam sejenak. Rahangnya mengeras. “Kamu… dari mana kamu tahu?” gugup Aslan

Naya hanya tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak sampai ke matanya. “Tidak penting dari mana aku tahu. Yang penting, sekarang aku sudah tidak sama seperti dulu. Jadi jangan teriak-teriak seolah aku masih wanita yang akan langsung menurut kalau kamu marah.”

Tanpa menunggu jawaban, Naya berbalik dan naik ke lantai atas. Langkahnya stabil, punggungnya tegak. Tidak ada rasa takut sedikitpun.

Aslan masih berdiri di dapur, napasnya naik-turun cepat. Tinjunya terkepal begitu kuat hingga kuku-kukunya menancap di telapak tangan. Dia merasa benar-benar kehilangan kendali atas istrinya.

"Darimana dia tahu pernikahan ku dan Liza? apa benar yang di katakan ibu Liza? Dia datang ke Bandung waktu itu?"

1
Cicih Sophiana
aq menunggu karma untuk si Aslan dan si Lusi... enak sekali jadi mereka orang jahat gak dapat balasan..
Cicih Sophiana
eh Aslan klo mau nyalahin... salah kan diri sendiri kamu yg egois... harta gono gini kamu mau menguasai sendiri...
Rini Maryani
lanjut thoor semangat
Cicih Sophiana
semoga bahagia Naya lupakan masa lalu mu bersama si Aslan... sosong masa depan mu bersama Erlan..
Cicih Sophiana
masih kurang tuh penderitaan Aslan dan si Liza seharus nya anak nya tdk selamat... kan kasian sama anak nya krn dia jd anak haram...
Cicih Sophiana
hak kamu apa Liza? nikah pun nikah siri yg gak punya hak... anak nya pun gak ada hak krn tdk terdaftar di negara... kamu mau nuntut siapa ? gak akan bisa biar kepengadilan pun
Cicih Sophiana
semoga yg jahat mendapat balasan yg setimpal... yg baik kedepan nya bahagia
Cicih Sophiana
yah awasin aja terus....
Cicih Sophiana
nih Aslan Liza..🤛🤛
Sholawat Nariyah
AUTHOR GUOBLOK membiarkan tokohu utamanya tdk tegas, dan tenggelam dlm kebodohan yg berlarut 👎
Cicih Sophiana
knp selamat... dulu Naya di larang punya anak... seharus nya keguguran dong si pelakor nya jgn di kasih bahagia mereka
Cicih Sophiana
terus lah begitu semakin hancur, rumah tdk terbayar, si Liza keguguran 😂 si Aslan bangkrut
Cicih Sophiana
sukur lah akhir nya rumah itu terjual... wah si Liza klo tau langsung stres dan langsung keguguran
Cicih Sophiana
untuk si Aslan cobalah sadar diri... itu emang sdh hak nya Naya... dia bukan merehut tp menganmbi hak nya Aslan..
Cicih Sophiana
hancur kan mereka... mereka yg serakah dan mereka yg zolim sama istri sah tapi mereka sll menyalah kan Naya...
Cicih Sophiana
perempuan yg aneh dia yg merebut kok di tuduhkan Naya yg merebut 😂😂😂😂😂
pake so kuasa pula... Naya bertahun tahun pernikahan nya yg hanya di jadikan pembantu gratisan... dia yg tinggal enak nya doang menikmati... nikah pun hanya nikah siri sekarang so kuasa
Cicih Sophiana
eh pelakor kamu tuh cuma nikah sirih jd gak ada tuh undang undang nya mendapat kan harta gono gini... anak kamu pun gak akan bisa mendapat kan apa apa... sekarang gigit jari aja yah sampe putus 😂😂😂
Cicih Sophiana
wah ternyata aset nya si Aslan banyak... pantesan dia ngamuk gak rela Naya ngambil...
Cicih Sophiana
ayo bahagialah kalian... karena kalian pantas untuk mendapat kan nya...
Cicih Sophiana
susah Nay cari mertua yg langsung baik seperti mama Erlan... mulai sekarang jgn menyia nyiakan nya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!