NovelToon NovelToon
Preman Sekolah Jadi Pewaris

Preman Sekolah Jadi Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Preman / Komedi / Harem
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sage Iskandar atau lebih sering dipanggil Ge, merupakan murid badung di sekolah. Sejak kecil dia memang dirawat oleh pasangan rentenir. Orang sering menganggapnya preman, karena memang kebanyakan orang terdekatnya adalah preman.

Sampai suatu hari, seorang pria asing mendatangi Ge dan mengatakan sesuatu yang selama ini dirahasiakan darinya. Apakah itu?

"Kamu tuh ya, Ge! Nggak capek kamu tiap hari kerjaannya keluar masuk ruang BK terus, hah?!" omel guru BK.

"Nggak capek lah, Bu. Kan guru BKnya cantik," sahut Ge gamblang. Dia langsung kena jewer.

"Ge! Kamu ya yang ambil duit Mamak? Dasar anak kurang ajar!" timpal ibunya Ge sambil berlari keluar.

"Makasih, Mak! Love yuhh!" Ge langsung pergi dengan motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 - Perasaan Aneh Ibu Tiri

Malam itu, setelah meninggalkan Ge di kamar tamu, Zara berjalan pelan menuju kamarnya sendiri. Lorong terasa sunyi, hanya suara langkahnya yang terdengar pelan di atas karpet tebal. Begitu masuk, dia langsung menutup pintu dan bersandar di sana.

“Hah…” Zara menghela napas panjang. Tangannya refleks memegang dadanya sendiri.

“Kenapa sih…” gumamnya pelan. Bayangan Ge terus muncul di kepalanya. Cara dia ketawa. Cara dia ngomong santai. Sampai ekspresinya waktu bercermin tadi.

Zara berjalan ke kasur, lalu duduk. Dia mengambil bantal dan memeluknya. “Baru juga kenal sehari…” katanya lirih. “Kenapa jadi kepikiran terus…”

Dia merebahkan diri, menatap langit-langit. Senyum kecil muncul tanpa sadar. “Padahal harusnya gue kesel… dia kan bikin rumah jadi ribut,” lanjutnya pelan.

Tapi bukannya kesal, Zara justru merasa senang. “Gue bakal tinggal serumah sama dia…” gumamnya lagi. Jantungnya kembali berdebar tanpa alasan yang jelas.

BRAK!

Tiba-tiba pintu kamar Zara terbuka keras.

Zara langsung bangkit kaget. “MAMA?!”

Clara berdiri di ambang pintu dengan wajah marah. Tatapannya tajam seperti biasa. Tak lama, Naya muncul di belakangnya, juga dengan ekspresi kesal.

“Lu tuh kenapa sih?!” bentak Naya.

Zara mengernyit. “Apa lagi?”

Clara melangkah masuk. “Kamu sadar nggak apa yang kamu lakukan tadi?”

Zara berdiri dari kasur. “Apa?”

“Kamu bersikap baik ke anak itu!” kata Clara tajam.

Naya langsung menimpali, “Dia itu yang mau ngambil semua harta kita, Zara!”

Zara menatap mereka bergantian. Ekspresinya tetap tenang. “Terus?” balasnya santai.

“TERUS?!” Naya hampir meledak. “Lu malah ngajak dia keliling rumah, keluar bareng, segala macem!”

Clara menatap Zara dalam-dalam. “Kamu ini di pihak siapa?”

Beberapa detik hening. Zara menghela napas pelan. Lalu dia berjalan mendekat sedikit.

“Di pihak kita,” jawabnya tenang.

Clara dan Naya mengernyit bersamaan.

“Maksudnya?” tanya Clara.

Zara menyilangkan tangan. “Kita nggak bisa lawan dia sekarang.”

Naya langsung membalas, “Kenapa nggak?!”

Zara menatapnya. “Karena secara hukum, dia menang.”

Hening lagi. Zara melanjutkan dengan suara pelan tapi jelas, “Kalau kita frontal… kita malah kalah cepat.”

Clara mulai memperhatikan lebih serius sekarang.

Zara menatap mereka berdua. “Jadi…” dia berhenti sejenak, “…kenapa nggak kita main halus?”

Naya menyipitkan mata. “Halus gimana?”

Zara tersenyum tipis. Kali ini senyum yang berbeda. Lebih licik.

“Kita pura-pura baik.”

Clara terdiam.

Zara melanjutkan, “Dia baru masuk ke dunia ini. Sendirian. Nggak ngerti apa-apa.”

Naya mulai mengerti arah pembicaraan.

“Kalau kita ambil hatinya…” lanjut Zara, “…pelan-pelan kita bisa kendaliin dia.”

Clara menatap Zara dalam-dalam. Wajahnya mulai berubah.

“Dan kalau dia udah percaya sama kita,” tambah Zara, “balikin semuanya… bukan hal mustahil.”

Beberapa detik suasana hening. Lalu Clara tersenyum tipis. “Cerdas juga kamu,” katanya pelan.

Naya juga mulai menyeringai. “Hmm… masuk akal.”

Zara mengangkat bahu santai. “Daripada ribut nggak jelas.”

Clara mengangguk kecil. “Baik. Kita coba cara kamu.”

Naya menatap Zara. “Tapi kalau gagal?”

Zara langsung memotong, “Nggak bakal gagal. Percaya aja!”

Senyumnya masih ada. Tapi kali ini penuh perhitungan.

Keesokan paginya. Meja makan besar di mansion sudah terisi. Clara duduk anggun di ujung meja, Naya di sampingnya, dan Zara di seberang. Suasana pagi itu anehnya lebih tenang.

“Dia belum turun?” tanya Clara pelan.

Zara menggeleng. “Belum.”

Naya menyandarkan punggungnya. “Lama amat sih.”

Belum sempat mereka lanjut bicara, suara langkah terdengar dari tangga. Semua langsung menoleh.

Di situlah Ge muncul. Kemeja rapi yang kemarin dibeli, celana pas badan, sepatu bersih, rambut tertata. Dia turun tangga dengan santai, satu tangan masuk ke saku.

“Pagi, warga istana!” sapanya santai.

Sunyi, benar-benar sunyi. Naya membelalak sedikit. Zara diam, tapi matanya berbinar.

Sementara Clara tertegun. Untuk sesaat, napasnya seperti tertahan. Wajah Ge mengingatkannya pada seseorang di masa lalu. Seseorang yang pernah sangat berarti. Yaitu cinta pertamanya. Tanpa sadar, Clara berdiri sedikit dari kursinya.

Ge yang sadar ditatap seperti itu langsung berhenti di anak tangga terakhir. “Kenapa?” tanyanya polos. “Ganteng banget ya pagi ini?”

Naya langsung tersadar. “GEER LU!” meski ketus, diam-diam dia juga sempat pangling dengan ketampanan Ge. Wajahnya tampak sedikit memerah.

Ge nyengir. “Lah, dari tatapan kalian sih iya.”

Zara menutup mulut, menahan tawa.

Clara buru-buru duduk lagi, sedikit salah tingkah. “Kamu… duduk,” katanya agak kaku.

Ge mengangkat alis. “Wah… disuruh duduk. Tumben ramah.” Dia berjalan santai dan langsung duduk.

“Menu apa hari ini?” tanyanya sambil melihat meja.

Naya mendecak. “Kayak raja aja.”

Ge langsung jawab, “Ya emang.”

Zara langsung terkekeh pelan.

Clara berusaha menjaga ekspresi. “Silakan makan,” katanya lebih lembut dari biasanya.

Ge langsung mengambil makanan. “Wah, enak banget kelihatannya. Ini kalau di warung… gue udah nambah tiga kali.”

Naya memutar mata. Zara tersenyum kecil. Clara diam, tapi sesekali melirik Ge tanpa sadar.

Ge makan dengan santai. “Oh iya,” katanya tiba-tiba, “hari ini ada sidang perebutan tahta ya?”

Zara hampir tersedak.

Naya langsung melotot. “NGACO LU!”

Ge ketawa. “Bercanda, santai.”

Clara akhirnya bicara, kali ini nadanya lebih halus. “Hari ini Pak Arif akan datang dengan kuasa hukum.”

Ge mengangguk. “Siap. Gue udah siap jadi sultan.”

Naya mendengus. Zara menatap Ge sambil tersenyum tipis. Sementara Clara terlihat curi-curi pandang pada Ge.

"Permisi... A-aku mau ke toilet," ucap Clara sembari bergegas beranjak dari meja makan. Dia melangkah cepat memasuki toilet terdekat.

Clara sigap memegangi dadanya sambil membelalakkan mata. Dia merasa aneh dengan detak jantungnya. "Apa aku sudah gila? Apa yang terjadi sama kamu, Clara?! Anak itu adalah anaknya Romy!" ucapnya mencoba mengingatkan diri.

Sementara di luar, Naya dan Zara keheranan melihat tingkah kikuk Clara yang terlihat berbeda dari biasanya.

"Mama kenapa?" imbuh Zara.

"Kenapa apanya? Orang dia mau ke toilet kok. Emang masalah ya?" sahut Naya.

"Kebelet pasti itu." Ge ikut menyahut.

Naya perlahan menatap Ge. Cowok itu kebetulan duduk di seberangnya. Tanpa diduga, Ge balas menatapnya. Membuat Naya sontak langsung mengalihkan pandangan.

'Kenapa dia tiba-tiba jadi ganteng gini?' batin Naya seraya menggigit bibirnya. 'Ini semua gara-gara Zara!'

1
Tiara Bella
waduh bakalan diapain Ge ya....gk bawa bodyguard sh km Ge
Aidil Kenzie Zie
si Naya tau maknya kalo selingkuh jangan macam-macam sama Ge nanti kalian ditendang
Tiara Bella
waduh bpknya Ge mana lg blm kelihatan....
Rommy Wasini Khumaidi
preman dilawan🤣
Tiara Bella
Clara dimanfaatin doang kasian ....
Tiara Bella
wow Ge semangat ya
Rommy Wasini Khumaidi
bentar lagi gk ada kata santai Ge,kamu bakalan digembleng jadi seorang pebisnis muda
Maryanah May
lanjut thor seruuu
Tiara Bella
Ge nya kemana ini....
Rommy Wasini Khumaidi
tek kasih vote thor
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
ge anaknya cerdas dan pintar pasti bakalan tau klo zara naya m clara licik
Tiara Bella
tenang aja Ge bakalan tw klu mereka cm pura² baik
W I 2 K
ternyata ada udang dibalik batu sikapmu Zara..mana GE tambah ganteng lagi....masa iya JD rebutan 3 Kwek Kwek...
Tiara Bella
semua orng dirmh itu terpesona sm Ge... wkwkkw
D_wiwied
jangan coba2 jodohin Ge sm Clara ya thor, ga ikhlas aku 😆🤣🤣
D_wiwied
wah wah wahh ternyata licik jg kamu Ra, kirain kamu tuh beda dr naya n ibumu.. tp jangan kamu kira Ge bakal bs kamu kibulin yg ada kalian semua yg akan tunduk di bawah kaki Ge 😆🤭
Kamsia
disini gak ad terusan dari rangga sm dita ceritanya udh beda thor
Auraliv
mantul
D_wiwied
kelakuanmu Ge,, eh tp mungkin semua jg bakal ky gitu ya 🤣🤭
D_wiwied
maunya dipanggil apa Ra, sayaaang gitu ya 😆😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!