NovelToon NovelToon
BEYOND THE DOOR OF DEATH

BEYOND THE DOOR OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Mata Batin
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: elrznta

Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IN MIDDLE SCHOOL

Tubuh Hyeana langsung membeku melihat puluhan roh berdiri di halaman sekolah. Kabut hitam menyelimuti seluruh lapangan seperti asap hidup yang terus bergerak perlahan. Mata putih kosong para roh menatap lurus ke arah gedung sekolah.

Ke arahnya.

“Makanan…”

“Pemilik tanda…”

“Berikan dia…”

Suara mereka terdengar bersamaan seperti bisikan ratusan orang mati.

Murid-murid di kelas mulai panik.

“Apa itu?!”

“Kenapa ada orang di luar?!”

“Kacanya retak!”

BRAKKK!!

Salah satu jendela kelas tiba-tiba pecah. Pecahan kaca beterbangan ke dalam ruangan hingga membuat semua siswa menjerit ketakutan.

“Aaaahhh!!”

Ara langsung refleks menarik Hyeana mundur.

“Hyeana! Cepat menjauh!”

Namun Hyeana tidak bisa bergerak, tatapannya terkunci pada sosok Harvey di luar pagar sekolah. Pria itu masih berdiri diam, tatapan mata merahnya tetap mengarah ke langit gelap di atas sekolah. Lalu perlahan…Harvey mengangkat satu tangannya.

Deg.

Kabut hitam langsung bergerak liar.

DUAAARRR!!

Ledakan besar mengguncang halaman sekolah. Bayangan hitam besar muncul dari tanah lalu menghantam beberapa roh sekaligus hingga tubuh mereka hancur menjadi abu hitam. Jeritan mengerikan langsung menggema.

“GRAAAAAAHHHH!!”

Murid-murid semakin panik.

“Apa-apaan itu?!”

“Monster?!”

“Cepat lariii!!”

Guru-guru mulai berteriak menyuruh semua siswa keluar kelas. Koridor sekolah langsung penuh suara langkah kaki dan jeritan panik. Namun di tengah kekacauan itu…Tatapan Harvey tetap hanya tertuju pada Hyeana. Mata merah itu perlahan menyipit.

“Keluar dari gedung sekarang.”

Suara Harvey terdengar jelas di kepala Hyeana meski jarak mereka jauh.

Deg.

Hyeana langsung membelalak.

Ia… mendengar suara Harvey?

“Hyeana!!”

Ara mengguncang bahunya panik.

“Ayo lari!’

Namun sebelum Hyeana sempat bergerak…Seluruh gedung sekolah kembali bergetar keras. Lampu-lampu koridor berkedip liar, sementara jeritan para roh semakin mendekat dari luar kelas.

“Makanan…”

“Berikan dia…”

“Kami bisa mencium tandanya…”

Ara langsung memegang tangan Hyeana erat.

“Na… aku takut…”

Deg.

Tatapan Hyeana langsung berubah, untuk pertama kalinya… ia sadar bukan cuma dirinya yang dalam bahaya sekarang, semua orang di sekolah ini ikut terancam. Di luar gedung…Harvey perlahan melangkah maju melewati halaman sekolah yang dipenuhi kabut hitam. Roh-roh mulai bergerak mengelilinginya dari segala arah. Namun ekspresi Harvey tetap datar, mata merahnya perlahan menatap seluruh gedung sekolah. Lalu…tatapannya jatuh ke arah murid-murid yang panik, suasana langsung hening beberapa detik, kabut hitam mulai bergerak lebih pelan, dan untuk pertama kalinya…ekspresi Harvey terlihat sedikit ragu.

“Hah…?”

Hyeana memperhatikannya bingung. Harvey perlahan mengangkat tangannya ke arah gedung sekolah, kabut hitam langsung menyebar cepat ke seluruh area.

Wussshhh~

Angin dingin memenuhi setiap koridor, ruang kelas, hingga halaman sekolah, semua orang langsung membeku.

“A-apa lagi sekarang…”

“Kepalaku…”

“Aneh…”

Satu per satu murid mulai kehilangan kesadaran.

Bruk.

Bruk.

Bruk.

Tubuh mereka jatuh perlahan ke lantai. Guru-guru, para murid, bahkan roh-roh lemah di sekitar sekolah ikut tumbang terkena tekanan kekuatan Harvey. Ara yang berdiri di samping Hyeana mulai sempoyongan.

“Hye…ana…”

Bruk.

Tubuhnya jatuh pingsan di pelukan Hyeana.

Deg.

Mata Hyeana langsung membesar.

“Ara?!”

Namun beberapa detik kemudian…Hyeana sadar. Dirinya satu-satunya yang masih terbangun.

Seluruh sekolah mendadak sunyi, sangat sunyi. Hanya ada suara angin dingin dan kabut hitam yang bergerak perlahan. Harvey berjalan memasuki koridor sekolah.

Tap.

Tap.

Tap.

Langkahnya menggema pelan di tengah lorong penuh tubuh murid yang pingsan, tatapan mata merahnya akhirnya bertemu dengan Hyeana.

“Aku hanya membuat mereka tertidur.” Suara Harvey terdengar rendah.

“Supaya mereka melupakan apa yang terjadi hari ini.”

Hyeana langsung menatap sekeliling, semua orang benar-benar tak sadarkan diri.

“Apa… mereka bakal baik-baik aja?”

“Hm.”

Harvey berjalan mendekat perlahan.

“Ketika bangun nanti, mereka hanya akan mengingat gempa kecil dan mati lampu.”

Jantung Hyeana berdetak aneh. Harvey…Melakukan semua itu demi melindungi mereka?

Namun tiba-tiba….

GRAAAAAHHHH!!

Jeritan mengerikan terdengar dari luar gedung, tatapan Harvey langsung berubah dingin.

“Mereka mulai masuk.”

Kabut hitam di luar sekolah bergerak semakin liar. Puluhan roh kini memanjat dinding gedung sekolah seperti bayangan hidup, mata putih kosong mereka bersinar menyeramkan.

“Makanan…”

“Dia milik kami…”

“Makan manusia itu…”

Tubuh Hyeana langsung gemetar lagi, namun Harvey justru berdiri di depan untuk melindunginya.

“Jangan pergi dari kabut hitam itu.”

Nada suaranya tenang tapi aura di sekitarnya berubah sangat gelap. Kabut hitam perlahan muncul dari bawah kaki Harvey seperti lautan bayangan hidup. Udara di seluruh koridor langsung menjadi berat. Bahkan dinding sekolah mulai retak pelan.

CRAAKKK…

Para roh tiba-tiba berhenti bergerak, Untuk sesaat…Mereka terlihat takut.

“L-Lord of Netherveil…”

“Tidak…”

“Dia serius…”

Tatapan Harvey berubah dingin sepenuhnya.

“Aku sedang buru-buru.”

Kalimat itu terdengar pelan, namun detik berikutnya….

DUAAAAARRRRR!!

Kabut hitam langsung meledak memenuhi seluruh sekolah. Jeritan mengerikan terdengar di mana-mana. Bayangan hitam besar keluar dari lantai, dinding, dan langit-langit lalu menelan roh-roh satu per satu tanpa sisa.

“GRAAAAAAHHH!!”

“TOLONG—!!”

“LORD HARVEY—!!”

CRASSSHH!!

Tubuh para roh hancur menjadi abu hitam setiap kali tersentuh kekuatan Harvey, tidak ada yang bisa melawan, tidak ada yang bisa kabur, seluruh sekolah berubah menjadi lautan kabut hitam. Mata Hyeana membelalak melihat semuanya. Harvey…benar-benar seperti monster mengerikan saat bertarung. Di tengah kekacauan itu…tak satu pun serangan mendekatinya. Kabut hitam Harvey terus bergerak mengelilingi Hyeana seperti pelindung.

Beberapa menit kemudian…suasana menjadi sunyi, kabut hitam perlahan menghilang, koridor sekolah kembali terlihat normal. Tidak ada roh tersisa, hanya lantai retak dan hawa dingin yang masih tertinggal. Napas Harvey terdengar sedikit lebih berat dari biasanya namun ekspresinya tetap tenang. Hyeana menatapnya beberapa detik.

“Kamu…”

Namun sebelum ia menyelesaikan kalimat…

Bruk.

Tubuh Harvey tiba-tiba sedikit goyah, mulutnya mengeluarkan darah hitam segar.

Deg.

Mata Hyeana langsung membesar.

“Harvey?!”

Harvey menahan tubuhnya dengan satu tangan di dinding, ia mengusap darah itu dengan tangan-nya, kabut hitam di sekitar tubuhnya mulai terlihat tidak stabil.

“Kamu terluka?!”

“Aku tidak apa-apa.”

“Tapi kamu…”

Harvey terdiam sebentar lalu perlahan menoleh ke arah Hyeana.

“Aku memakai terlalu banyak kekuatan untuk menutup ingatan manusia.”

Deg.

Hyeana langsung terdiam.

Jadi…semua ini bisa membuat Harvey kelelahan?

Namun tiba-tiba…tanda hitam di tangan Hyeana kembali terasa panas.

“Hngh…Arghh..!”

Ia langsung memegang lengannya kesakitan, tatapan Harvey langsung berubah serius.

“Tidak bagus…”

“Jangan pedulikan aku, cepat kau pergi dari sini Harvey, aku tidak mau kau mati”

Harvey menatap Hyeana beberapa detik tanpa bicara. Darah hitam samar masih menetes dari sudut bibirnya, namun perhatian pria itu sama sekali bukan pada dirinya sendiri.

“Tapi tandamu semakin aktif, itu akan semakin menyakitimu, Hyeana.”

Rasa panas di pergelangan tangan Hyeana makin menjadi-jadi seperti ada sesuatu yang bergerak di bawah kulitnya.

“Hngh…!”

Tubuhnya langsung melemas hingga hampir jatuh, namun Harvey buru-buru menangkapnya sebelum menyentuh lantai. Kabut hitam di sekitar mereka bergerak gelisah.

“H-Harvey… kamu sendiri sudah terluka…”

“Aku tidak akan mati karena ini.”

Jawaban Harvey terdengar tenang, tapi napasnya jelas lebih berat dibanding biasanya.

Hyeana menggigit bibir pelan, untuk pertama kalinya… ia benar-benar takut kehilangan Harvey padahal mereka baru saling mengenal beberapa hari. Entah kenapa, melihat Harvey terluka membuat dadanya terasa sesak. Tiba-tiba…

CRAAAKKK—

Suara retakan terdengar pelan. Mata Harvey langsung berubah tajam. Retakan hitam kecil muncul di udara tepat di ujung koridor sekolah. Seperti kaca yang pecah perlahan. Kabut hitam langsung keluar dari dalam retakan itu. Ekspresi Harvey berubah gelap.

“Tidak mungkin…”

“Hah…?”

Retakan itu semakin melebar, dari dalam kegelapan… terdengar suara rendah yang membuat seluruh udara terasa dingin.

“Jadi… pemilik tanda itu benar-benar telah hidup kembali…”

Tubuh Hyeana langsung membeku,suara itu bukan suara roh biasa, sangat berbeda. Suaranya terdengar lebih berat dan lebih menyeramkan. Kabut hitam di sekitar Harvey langsung bergerak liar seperti bersiap menyerang sesuatu. Lalu perlahan…Sebuah tangan hitam keluar dari retakan, jari-jarinya panjang dan kurus seperti bayangan hidup.

“Elvaretta…Ileana…” Suara itu kembali memanggil nama seseorang.

“Kau akhirnya kembali…”

Deg.

Kepala Hyeana langsung terasa sakit luar biasa, bayangan aneh memenuhi pikirannya. Api besar, langit merah, sebuah kerajaan hitam, dan seseorang berdiri di tengah kobaran api sambil mengangkat tubuhnya.

“Elvaretta…”

“HNGH—!!”

Tubuh Hyeana langsung gemetar hebat, Harvey langsung terkejut.

“Hyeana!”

Untuk pertama kalinya… ekspresi Harvey benar-benar terlihat panik. Retakan hitam di udara makin membesar sedikit demi sedikit, sosok di dalamnya mulai terlihat samar, sepasang mata emas menyala di tengah kegelapan.

“Sudah lama sekali… Lord Harvey.”

Tatapan Harvey langsung berubah seperti ingin membunuh.

“Diam.”

WHOOOSSHHH—

Kabut hitam meledak memenuhi koridor sekolah. Dinding langsung retak, lantai hancur Sebagian, namun sosok di balik retakan itu hanya tertawa pelan.

“Kau masih melindunginya?”

“Haha…”

“Padahal kaulah alasan dia mati dulu.”

Deg.

Mata Hyeana langsung membesar, Harvey terdiam. Untuk sepersekian detik…Ekspresi wajahnya berubah. Sakit….Sangat sakit….Dan Hyeana melihatnya dengan jelas.

“Ha…rvey…”

Kabut hitam di sekitar Harvey langsung menjadi jauh lebih liar.

“Kalau kau menyebut itu lagi…”

Suara Harvey terdengar sangat dingin.

“Aku akan menghancurkan Abyss meski seluruh Netherveil ikut musnah.”

BOOOOMMM!!!!

Aura gelap besar langsung menghantam retakan itu, jeritan mengerikan terdengar dari dalam kegelapan, retakan hitam perlahan mulai menutup kembali. Namun sebelum benar-benar hilang…Suara itu kembali terdengar.

“Dia akan mengingat semuanya segera…”

“Dan saat itu terjadi…”

“Gerbang Netherveil akan terbuka sepenuhnya.”

CRAAKK~

Retakan itu akhirnya tertutup sepenuhnya, suasana berubah sunyi. hanya suara napas Hyeana yang tersisa. Tubuh gadis itu masih gemetar kecil akibat rasa sakit di kepalanya, sementara Harvey berdiri diam menatap tempat retakan tadi muncul. Ekspresinya terlihat jauh lebih gelap dibanding sebelumnya.

“H-Harvey…” ucapan terakhir Hyeana sebelum ia tak sadarkan diri.

Perlahan tatapan mata merah itu kembali melembut saat melihat Hyeana. Namun kali ini…Ada rasa takut di sana, takut kehilangan sesuatu lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!