NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GERD

Bella dapat merasa ada kegetiran dalam kalimat yang diucapkan Gilang. Sepertinya perjodohan mereka memang tidak membuat Gilang bahagia. Apakah jika Gilang tahu wanita yang ingin dijodohkan adalah dirinya, kesedihan itu akan sirna? Bella mencoba menebak-nebak.

Namun, ada juga rasa khawatir dalam hati Bella, jika sandiwaranya terungkap, apakah Gilang akan tersinggung karena dirinya telah mempermainkan Gilang dengan penyamarannya? Bella memejamkan mata seraya menggerakkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikiran-pikiran tadi.

"Hmm, urusan dengan Pak Satria gimana, Pak?" Bella memecah keheningan, setelah beberapa saat mereka saling terdiam tanpa suara.

"Tadi saya menyusul kamu ke bawah karena Pak Satria dan istri beliau ingin ketemu kamu." Gilang menjawab seraya melirik Bella. "Gara-gara ulah kamu saya jadi meninggalkan mereka." Lalu melempar kesalahan pada Bella yang membuat kekacauan.

"Maaf, Pak." Bella menyampaikan penyesalannya, karena membuat Gilang merasa tidak enak hati pada calon mertuanya. Jika Pak Satria bukanlah papanya, mungkin Pak Satria akan murka melihat Gilang terkesan lebih mementingkan wanita lain.

"Lalu sekarang gimana, Pak?" tanya Bella kemudian.

"Saya seperti kehilangan muka menghadapi Pak Satria dan istri beliau," ucap Gilang frustasi.

"Biar saya yang menjelaskan pada dengan Pak Satria dan istri beliau, Pak." Bella menawarkan bantuan pada Gilang, karena yakin papa dan mamanya tidak akan marah pada Gilang.

"Tidak perlu!" Tak ingin Bella akan semakin mengacaukan keadaan, Gilang menolak niat baik Bella tadi.

"Jadi kita kembali ke kantor, Pak?"

Gilang mendengus kasar lalu berucap, "Pak Satria tetap menunggu kita di sana," sahutnya dingin.

Semua itu terjadi, karena Bella adalah anak dari Pak Satria, tentu saja Pak Satria tetap menginginkan Gilang kembali ke kantor Star Gemilang bersama Bella. Juga karena permintaan istrinya yang ingin bertemu dan mengenal Gilang lebih jauh.

"Saya harap kamu bisa jaga sikap di hadapan Pak Satria dan istri beliau! Tolong jangan permalukan saya!" Gilang berharap Bella mengerti posisinya, tak ingin Bella membahas lagi soal perasaannya kepada wanita itu.

"Baik, Pak." Bella mengangguk setuju. Dia kasihan membuat Gilang merasa bersalah kepada calon mertua Gilang.

Tak lama mereka pun kembali ke kantor Star Gemilang, berjumpa dengan Pak Satria dan Ibu Hani. Mereka mengobrol santai seolah tak terbagi keributan sebelumya.

"Bagaimana kabar orang tuamu, Bella?" Ibu Hani ikut bersandiwara, berpura-pura menanyakan kabar orang tua Bella, padahal dialah orang tua Bella yang sebenarnya.

"Alhamdulillah baik, Bu," jawab Bella tersenyum, karena sang mama bisa melakukan perannya dengan baik.

Gilang memperhatikan interaksi antara Bella dan ibu Hani, terlihat sangat akrab dan saling mengenal satu sama lainnya. Mungkin memang benar Bellla sudah menganggap Pak Satria dan Ibu Hani seperti orang tuanya sendiri, karena orang tua Bella adalah teman dari Pak Satria sesuai pengakuan Bella.

"Kamu makin cantik sekarang, kamu sudah punya pacar?" Ibu Hani kembali berbasa-basi, menanyakan hal yang sebenarnya ia ketahui.

Bella kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, lalu ia pun menjawab, "Belum, Bu." Ujung mata Bella tertuju pada Gilang saat menjawab pertanyaan Ibu Hani tadi.

"Masa, sih, gadis cantik kayak kamu belum punya pacar?" ibu Hani memperlihatkan ekspresi tak percaya.

"Ada beberapa pria yang suka, sih, Bu. Ada yang terang-terangan ada juga yang nggak berani mengungkapkan dan menampik perasaannya ke saya, Bu." Bella kembali melirik Gilang, karena orang yang ia maksud dari kalimatnya tadi adalah bos dia sendiri.

Wajah Gilang seketika menegang, khawatiran Bella akan salah bicara dan membahas soal sikapnya kepada wanita itu.

"Wah, kalau nggak gercep, bisa-bisa kamu diambil dulu sama orang." Ibu Hani terkekeh mendengar cerita Bella, dia tahu siapa pria yang dimaksud putrinya.

"Karena dia sudah dijodohkan orang tuanya, Bu. Dia lebih memilih setia dengan wanita yang dijodohkannya, meskipun dia sendiri tidak mencintai wanita itu." Bella mengambil kesimpulan dari sikap Gilang kepadanya. Gilang memendam perasaan kepadanya yang berperan sebagai sekretaris dibanding Kathy yang berperan sebagai anak dari Pak Satria.

Sorot mata Gilang tajam mengunci Bella sampai kedua alis tebal yang berbaris rapih hampir bertautan. Tangannya mengepal, merasakan sesuatu bisa meledak jika Pak Satria ataupun Ibu Hani menaruh curiga dari cerita Bella tadi.

"Artinya dia setia, Bella. Kalau kamu nanti mencari jodoh, carilah pria yang seperti itu." Ibu Hani bersyukur Bella sudah mulai melihat kebaikan Gilang yang semakin membuatnya yakin, putrinya tidak akan menolak lagi berjodoh dengan Gilang.

"Kalau anak Ibu sudah kami jodohkan dengan bos kamu ini. Menurut kamu Gilang itu gimana, Bella?" Ibu Hani terkekeh, menanyakan pendapat Bella tentang Gilang di hadapan pria itu secara langsung.

Nafas Gilang tertahan mendengar pertanyaan tak terduga dari Ibu Hani kepada Bella. Dia berpikir, apakah Ibu Hani mulai curiga padannya karena cerita Bella tadi?

"Pak Gilang orang yang baik, bertanggung jawab dan sangat memperhatikan karyawan," Bella memuji sikap Gilang sebagai pemimpin perusahaan Mahesa Persada, setidaknya dari cerita Jimmy yang ia dengar, apa yang dikatakannya tadi adalah sebuah kejujuran.

"Menurut kamu Bella, Nak Gilang ini cocok tidak sama anak kami?" Sebuah pertanyaan jebakan dilontarkan Pak Satri kepada putrinya, karena Bella awalnya menolak dijodohkan dengan Gilang.

Bella menoleh pada papanya dengan bibir mengerucut. Walaupun ia mengakui Gilang sebagai pria yang baik, tapi ia enggan mengakui jika Gilang adalah jodoh yang cocok untuknya.

"Sudah pasti cocok lah, Pih. Mamih sudah sangat yakin kalau Gilang itu laki-laki yang paling cocok untuk anak kita!" Ibu Hani yang tak menyadari suaminya sedang meminta kejujuran Bella, justru menjawab pertanyaan suaminya itu.

"Papih tanya sama Bella lho, Mih." Karena Bella belum menjawab, Pak Satria kembali menanyakan hal tersebut kepada putrinya.

"Setiap orang punya pandangan berbeda, Pak. Untuk itu mungkin Bapak bisa menanyakan langsung dengan putri Bapak." Bella menjawab dengan elegan, untuk menghindar dari pertanyaan jebakan yang meminta kejujurannya.

Satu jam mereka berada di kantor milik Pak Satria sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk berpamitan karena harus melanjutkan pekerjaan.

***

"Ssshhh ...."

Bella meremas perut bagian kiri yang terasa sakit. Sepertinya penyakit GERD nya kambuh. Belakangan ini dia banyak mengkonsumsi makanan asam dan pedas, apalagi seharian kemarin ia hanya menyentuh makan siang di kantor papanya dan pagi tadi malas sarapan, membuat lambungnya langsung bereaksi.

Dia membuka tasnya, mencari obat yang dia pakai untuk mengatasi GERD-nya jika kambuh. Namun, sepertinya ia lupa membawa obat itu, karena berganti tas pagi tadi.

Kring ...

Suara telepon berdering, Bella segera mengangkat wireless phone di mejanya.

"Bella, dokumen PT. Karya Utama yang perlu saya tanda tangani tolong bawa kemari!" Suara perintah dari Gilang terdengar dari wireless phone di tangan Bella sebelum dia mengucapkan sepatah katapun.

"Baik, Pak," sahut Bella.

Bella segera mengambil dokumen yang diminta Gilang. Dengan berjalan perlahan, menahan rasa nyeri di perutnya, ia pun melangkah menuju ruangan sang bos.

"Ini dokumen yang Bapak minta." Bella menyodorkan beberapa lembar kertas dokumen yang akan dibubuhi tanda tangan Gilang. "Ssshhh ..." Bella kembali mendesis dengan sedikit membungkukkan badannya dan menyentuh bagian kiri perutnya. Dia tidak sedang berakting atau mencari perhatian Gilang, tapi sedang menahan nyeri yang kembali menyerang lambungnya.

Gilang yang serius menatap laptopnya seketika mendongakkan kepala, menatap ke arah Bella.

"Ada apa? Kamu kenapa?" Melihat wajah Bella tampak pucat, Gilang seketika bangkit dari kursi dengan tergesa. "Kamu sakit?" tanyanya khawatir.

"Sepertinya GERD saya kambuh, Pak. Saya lupa bawa obatnya." Bella menjelaskan kondisinya saat ini.

Gilang berjalan mendekat ke arah Bella. "Sebaiknya kamu duduk dulu, nanti saya panggilkan dokter." Tangannya dengan canggung melingkar di pundak Bella, menuntun Bella ke arah sofa dalam ruangan kerjanya, lalu bergerak cepat mengambil ponselnya untuk menghubungi Jimmy.

"Jim, suruh dokter Atika ke ruanganku!" perintahnya pada Jimmy untuk secepatnya membawa dokter perusahan ke ruangannya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
uhuuuuyy... Bella g bisa lupain bentuk tubuh Gilang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
hayoooo mala u yang mikir mecuuuuuum Bel😄😄😄
Juwitae
cieee.. cieeee🤣🤣
Ernalita Sitompul
seru bangeet thor..trmksh
lanjuut😄
Dest Cookies
bella.. udah ngaku aja.. kamu suka banget kan dipeluk gilang.. diambil orang baru tau rasa..untung gilang udah bisa nebak kl bella calon istrinya..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
pagi2 udah di kasih tontonan gratis Bel.pasti bakal teringat terus oleh Bella.
Juwitae
Ayo lho Bella rahasiamu udh ketahuan sama Gilang. Jimmy jadi malu kan sama Bella 😄
ρυтяσ kang'typo✨
itu udah paten Jim.... Bella milik Gilang 🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
yaaaaa, Jimmy kau g ada kesempatan untuk. mendekati Bella kembali🤣🤣🤣🤣
Esther
Bella milik Gilang seorang, ingat itu Jimmy😂
Ernalita Sitompul
ah nanti terbongkarlah gara2 jimmy keceplosan😄😄😄
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
udah di hak paten Bella cuma untuk Gilang😄
maju terus Gilang😁
sri susanti
lanjut,, sore up lagi kak,,
Dest Cookies
akhirnya bella menyadari juga kl gilang itu baik dan tampan.. gilang makin posesiif aja sama bella....
ρυтяσ kang'typo✨
kaaaaan.....malah sekarang u yang ketakutan kalo Gilang beneran suka sama Kathy🤣🤣🤣
Esther
nah sekarang kamu yang takut Bella.....ayo lanjutkan sandiwaramu Gilang.😂
Ernalita Sitompul
bella pusing sendiri😄😄😄
Dest Cookies
aduh.. mam zha aku jd gemes nih... duble up dong.. bella pasti panik dengar gilang mau ke amrik ketemu katty..
Popo Hanipo
makanya jangan kelamaan bersandiwara bel
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
gantian sekarang Bella yang ketar-ketir. dan Gilang yang menikmati peran sandiwaranya sekarang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!