NovelToon NovelToon
Kelas Penyihir IX B

Kelas Penyihir IX B

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:130
Nilai: 5
Nama Author: Rifky Hemuto

Sinopsis Novel – Kelas Penyihir IX B

Rifky adalah seorang anak manusia biasa yang tiba-tiba terjebak di dunia sihir dan masuk ke sebuah sekolah misterius bernama Sekolah Sihir IX B. Di sana ia bertemu dengan Wida, seorang penyihir baik hati yang kemudian menjadi sahabatnya. Bersama Zahira, Oliv, Deni, Rais, Gofirr, dan teman-teman lainnya, Rifky mulai menjalani kehidupan baru penuh keajaiban, latihan sihir, dan petualangan yang tak terduga.

Namun kehidupan di sekolah itu tidak selalu aman. Tiga murid berbahaya, Mila, Diva, dan Eva, diam-diam merencanakan sesuatu yang gelap. Ketika Rifky tanpa sengaja menyentuh sebuah kristal sihir kuno, kekuatan misterius bangkit di dalam dirinya. Kekuatan itu membuat banyak orang terkejut, bahkan kepala sekolah sihir, Nenek Misel.

Kini Rifky harus belajar mengendalikan kekuatan yang tidak ia mengerti, sambil menghadapi ujian sihir, rahasia masa lalu, dan ancaman dari musuh yang ingin merebut kekuatannya. Petualangan, persahabatan, dan misteri besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Hemuto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9-Pintu Rahasia di Perpustakaan

Hujan turun perlahan di luar jendela sekolah sihir malam itu. Kilat sesekali menyambar langit, membuat bayangan pohon-pohon tua di halaman sekolah tampak seperti makhluk hidup yang bergerak.

Di dalam asrama murid kelas IX B, Rifky tidak bisa tidur.

Pikirannya penuh dengan kejadian beberapa hari terakhir.

Tentang buku sihir tua*yang ditemukan di perpustakaan.

Tentang simbol misterius yang muncul di halaman terakhir buku itu.

Dan tentang peringatan nenek Misel*yang terdengar begitu serius

Rifky menatap langit-langit kamar.

“Kenapa rasanya semua ini ada hubungannya denganku…” gumamnya pelan.

Tiba-tiba—

Tok… tok… tok…

Suara ketukan terdengar dari jendela.

Rifky terlonjak.

Ia mendekat perlahan lalu membuka tirai.

Di luar jendela, berdiri Wida, Zahira, dan Oliv.

“Rifky! Cepat keluar!” bisik Wida.

“Ada apa malam-malam begini?”

“Rahasia besar,” jawab Zahira.

Tanpa berpikir panjang, Rifky segera mengenakan jaket dan keluar dari kamar melalui jendela.

---

## Rencana Rahasia

Mereka berkumpul di bawah pohon besar dekat asrama.

Deni dan Gofirr ternyata sudah menunggu di sana.

“Kenapa semua orang di sini?” tanya Rifky.

Gofirr mengangkat sebuah kertas tua.

“Ini peta.”

“Peta apa?”

“Peta ruangan rahasia di perpustakaan sihir.”

Rifky terkejut.

“Perpustakaan? Bukannya kita sudah ke sana kemarin?”

“Belum semuanya,” kata Wida. “Ada ruangan tersembunyi.”

Deni menambahkan,

“Aku menemukan simbol yang sama seperti di buku sihir itu.”

Ia menunjuk peta.

Simbol lingkaran dengan tiga garis.

Persis seperti yang dilihat Rifky di halaman terakhir buku misterius itu.

“Jadi maksudmu…” kata Rifky pelan.

“Di perpustakaan ada sesuatu yang disembunyikan,” kata Zahira.

“Dan kita harus menemukannya sebelum orang lain.”

“O… orang lain?” tanya Rifky.

Semua orang saling berpandangan.

Lalu Wida berkata dengan suara serius.

“Mila, Diva, dan Eva.”

---

## Menyelinap ke Perpustakaan

Malam semakin gelap.

Kelompok kecil itu berjalan perlahan menuju gedung perpustakaan sihir.

Bangunan itu tampak lebih menyeramkan pada malam hari.

Lampu-lampu sihir redup menyala di dalamnya.

“Penjaga perpustakaan masih ada?” tanya Rifky.

“Fauzan biasanya tidur jam sepuluh,” kata Oliv.

“Sekarang sudah jam sebelas.”

“Berarti aman,” kata Deni.

Namun ketika mereka hendak membuka pintu—

*TREEEETTT…*

Suara keras tiba-tiba terdengar.

“Siapa di sana?” teriak seseorang.

Semua orang terdiam.

Dari sudut halaman muncul Riski, penjaga sekolah.

Dengan lentera sihir di tangannya.

“Aduh… kita ketahuan,” bisik Zahira.

Rifky panik.

“Apa kita lari?”

“Jangan,” kata Wida.

Ia mengangkat tongkat sihirnya.

“Tenang saja.”

Ia berbisik cepat:

“Silencio Umbra!”

Kabut tipis tiba-tiba muncul di sekitar mereka.

Tubuh mereka perlahan menjadi tidak terlihat.

Riski berjalan melewati mereka tanpa menyadari apa pun.

Beberapa detik kemudian—

Riski pergi.

Semua orang menghela napas lega.

“Wida… itu keren banget,” kata Rifky.

Wida tersenyum kecil.

“Ayo. Kita tidak punya banyak waktu.”

---

## Lorong Buku Tua

Mereka masuk ke perpustakaan.

Ruangan itu sunyi.

Rak buku tinggi menjulang sampai langit-langit.

Buku-buku tua berdebu memenuhi seluruh ruangan.

Candra yang tiba-tiba muncul dari belakang rak membuat semua orang kaget.

“BUUU!”

“AAAAA!” teriak Deni.

“Candra?!”

Candra tertawa keras.

“Hahaha! Kalian serius sekali!”

“Kenapa kamu di sini?!” tanya Zahira kesal.

“Aku mengikuti kalian dari asrama.”

“Kenapa?”

“Karena petualangan malam selalu seru!”

Gofirr menggeleng.

“Baiklah… tapi jangan bikin masalah.”

Candra memberi hormat lucu.

“Siap, bos!”

---

## Buku yang Bergerak

Mereka mulai mencari simbol rahasia di rak buku.

Satu per satu mereka membuka buku-buku tua.

Beberapa buku bahkan **bergerak sendiri**.

Sebuah buku tiba-tiba menggigit jari Deni.

“AAAA! Buku ini gila!”

“Pegang dari belakang!” kata Oliv.

Beberapa buku lain berbisik sendiri.

Beberapa bahkan terbang kecil.

Rifky merasa dunia sihir benar-benar aneh.

Namun kemudian—

“Temukan!” teriak Gofirr.

Semua orang berkumpul di depan sebuah rak besar.

Di belakang rak itu ada **simbol yang sama seperti di peta**.

Lingkaran dengan tiga garis.

Wida menyentuh simbol itu.

Tidak terjadi apa-apa.

“Hmm…”

Gofirr berpikir keras.

“Ini pasti butuh mantra.”

“Mantra apa?”

Rifky tiba-tiba teringat sesuatu.

“Di buku misterius itu ada kalimat.”

“Kalimat apa?” tanya Zahira.

Rifky mencoba mengingat.

Lalu ia berkata pelan.

“**Aperio Arcanum.**”

Tiba-tiba—

*GGRRRRRRR…*

Rak buku itu bergerak.

Perlahan terbuka.

Di belakangnya muncul **lorong rahasia gelap**.

Semua orang terdiam.

“Wow…” kata Candra.

“Ini baru petualangan!”

---

## Rahasia yang Lebih Gelap

Lorong itu sangat gelap.

Udara di dalamnya terasa dingin.

Mereka berjalan perlahan dengan cahaya tongkat sihir.

Di ujung lorong—

Ada sebuah ruangan kecil.

Di tengah ruangan terdapat **kotak sihir tua**.

Kotak itu dihiasi simbol-simbol aneh.

Namun sebelum mereka mendekat—

Suara tepuk tangan terdengar dari belakang.

“Bagus sekali.”

Semua orang terkejut dan berbalik.

Di pintu lorong berdiri tiga orang.

**Mila. Diva. Eva.**

Mila tersenyum dingin.

“Terima kasih sudah menemukan tempat ini untuk kami.”

Wida langsung mengangkat tongkat sihirnya.

“Kalian mengikuti kami?”

“Sejak awal,” jawab Diva.

Eva menatap kotak sihir itu dengan mata berbinar.

“Akhirnya… benda itu ditemukan.”

Rifky bertanya tegang.

“Benda apa?”

Mila tersenyum.

“Kalian tidak tahu?”

Ia menunjuk kotak itu.

“Di dalam kotak itu… ada **kekuatan sihir kuno yang bisa menghancurkan sekolah ini.**”

Semua murid IX B terdiam.

Rifky merasa jantungnya berdetak sangat keras.

Petualangan mereka ternyata jauh lebih berbahaya dari yang mereka kira.

Dan yang lebih menakutkan—

Mila melangkah maju sambil berkata:

“Dan sekarang… kekuatan itu akan menjadi milik kami.”

---

1
gempi
n
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!