Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Diremehkan dua
Tubuh Alpha melayang di udara, dan menimpa kursi yang ada di belakangnya.
Nindya yang melihat itu hanya diam saja. Dia ingin melihat sampai sejauh mana keengganan mereka. Kalau kelewatan, baru dia akan turun tangan.
Lalu memandang ke arah Kirana, kemudian Raka. "Kau tahu apa yang harus kau lakukan?"
"Ya, saya tahu ketua!"
"Baik. Beri mereka pelajaran. Tunjukkan bahwa kita tidak bisa diremehkan!"
"Siap ketua!" jawab Raka.
Lalu tanpa basa basi lagi langsung menghilang dari tempat berdirinya, dan muncul di depan orang yang telah membuat Alpha terjatuh.
Langsung pula melambaikan tangannya ke arah orang tersebut, hingga membuat tubuhnya terpental jauh, dan menabrak dinding yang ada di belakangnya.
Jarak antara tempat orang itu berdiri dengan dinding tersebut cukup jauh, tapi Raka mampu membuat tubuhnya terbang, dan menghempaskannya ke dinding.
Pemandangan itu tentu saja membuat yang lain jadi terkejut, sekaligus ngeri. Mereka menyadari, bahwa orang yang mampu membuat seseorang terpental atau melayang seperti itu bukan lah orang sembarangan.
Menurut persepsi mereka, orang tersebut sudah mempunyai tenaga dalam cukup tinggi. Bahkan petarung Dan 3 saja merasa tidak mampu membuat orang terpental seperti itu, tapi Raka bisa.
Suasana yang semula riuh menjadi hening. Tidak ada lagi yang berani bersuara, karena dominasi Raka sangat menakutkan. Belum lagi dominasi Nindya juga yang lainnya.
"Ketua..?"
"Memalukan! Baru menghadapi kekuatan seperti itu saja kau sudah tidak mampu. Bagaimana mau memimpin mereka ke depannya?"
"Setelah ini carikan aku sebuah ruangan atau tempat yang cukup luas serta kaya dengan energi spiritual, agar aku bisa menggembleng mu menjadi orang kuat, serta pantas menjadi memimpin mereka. Apakah kau paham Alpha?"
"Paham ketua!"
"Bagus! Selanjutnya. Apa diantara kalian masih ada yang meragukan kepemimpinanku?"
"Organisasi ini aku yang bentuk. Tempat ini juga aku yang beli. Tapi kenapa kalian bersikap arogan di depanku?"
"Walaupun aku seorang perempuan. Tapi untuk menghancurkan 100.000 orang seperti kalian, hanya tinggal menjentikkan jari saja. Kalau kalian tidak percaya, saksikan ini...!"
"Berlutut!"
Baaammm!
Brug, brug, brug.
Begitu Nindya mengeluarkan aura intimidasinya, seluruh orang yang ada di ruangan itu langsung terjatuh, dan berlutut ke arah Nindya, termasuk Kirana, Raka, Alpha juga yang lainnnya.
Kekuatan yang ditunjukkan oleh Nindya bukan sembarang kekuatan. Energi murni tingkat tinggi, telah membantunya untuk menjatuhkan mereka semua.
Sekarang mereka baru tahu, bahwa gadis yang dari awal mereka remehkan, ternyata mempunyai kekuatan yang sangat mengerikan.
Baru menggunakan kekuatan tingkat satu saja sudah mampu membuat mereka roboh, apalagi jika menggunakan kekuatan tingkat 6 atau 9. Mungkin mereka langsung pingsan atau mati.
Kirana yang sudah mencapai tingkat tiga saja dibuat tidak berdaya, apalagi Alpha. yang belum mempunyai energi spiritual sama sekali.
Energi yang dikeluarkan oleh Nindya itu adalah energi yang sangat murni. Beda dengan energi yang dimiliki oleh Kirana.
Kalau Kirana, energi murninya berasal dari dalam tubuhnya sendiri. Sedangkan Nindya, selain berasal dari dalam dirinya, energi itu juga berasal dari inti sejati Songgo Langit, juga berasal dari energi yang dimasukkan oleh asistennya Quantum Xuan.
Jadi saat digunakan walau pun baru menggunakan tingkat satu, dampaknya sudah sangat luar biasa. Sampai membuat seluruh orang yang ada di aula itu berjatuhan, tunduk serta ketakutan.
Setelah itu barulah mereka sadar, bahwa Nona baru mereka bukan lah gadis sembarangan. Dia sangat kuat juga mengintimidasi.
"Nona. Tolong maafkan kami. Sungguh kami tidak tahu tingginya langit, dan buta dengan besarnya gunung di depan mata."
"Tolong hentikan tekanan ini, agar kami bisa mengikrarkan janji setia pada anda!" ucap salah seorang diantara mereka, yang masih mampu bertahan dari tekanan Nindya, walau dengan susah payah mempertahankan posisinya.
"Quan! segel hati dan pikiran mereka. Jadikan mereka bawahan yang paling setia, dan rela mati untuk kita." titahnya.
[Dimengerti tuan. ditunggu saja]
Sedetik kemudian. Energi tak kasat mata melayang di ruangan itu, dan membungkus seluruh orang orang yang ada. Hingga tak sampai tiga menit, seluruh hati dan pikiran mereka telah tersegel.
Seluruh ingatan mereka telah terhapus, termasuk ingatan untuk berbuat kejahatan.
Sekarang mereka telah menjadi orang baru, dan bisa diandalkan.
"Selanjutnya, aku akan memperkenalkan pemimpin devisi yang akan memimpin kalian."
"Pertama dari Alpha. Dia aku tunjuk menjadi panglima tertinggi organisasi. yang membawahi delapan panglima devisi lainnya."
"Yaitu Raka, memimpin devisi perang bagian utara. Gita memimpin devisi perang bagian barat. Sukma memimpin devisi perang bagian selatan, dan Anggun memimpin devisi perang bagian timur."
"Sedangkan untuk Rara aku serahi tugas untuk memimpin bagian perdagangan dan perluasan kekuasaan."
"Untuk Kanaya, aku percayakan untuk memimpin bagian devisi keuangan juga obat obatan."
"Untuk Amira, aku serahi tugas untuk memimpin devisi sumber daya manusia juga sumber daya kekuatan. Termasuk urusan logistik buat keperluan seluruh anggota."
"Sedangkan untuk Maya Alexia, aku percayakan bagian keamanan dan keselamatan anggota, termasuk mengatur keluar masuk barang ke dalam gudang dan senjata, sebelum orang lain mampu menggantikannya."
"Sementara untuk kalian, saat ini belum aku serahi tugas memimpin sebuah devisi, karena kekuatan kalian masih rendah."
"Namun setelah kekuatan kalian dibangkitkan, aku akan memilih 200 diantara kalian untuk menjadi komandan atau wakilnya."
"Masalah pengggajian, aku akan memberikan masing masing pemimpin sebesar 80 juta. Untuk wakil 60 juta, dan untuk anggota sebesar 30 juta sebulan. Apa ada yang keberatan?" tanya Nindya.
"Tidak ketua!"
"Bagus! Selanjutnya tentang tempat tinggal. Sebagian besarnya akan menempati gedung ini, dan sebagian besar lainnya akan aku pikirkan setelah semuanya selesai!"
"Masalah hubungan dengan orang tua, saudara juga yang lainnya. silakan lakukan kontak dengan mereka, tapi tetap pada koridornya."
"Katakan pada mereka, bahwa kalian pergi bekerja, dan akan mendapatkan gaji yang pantas selama menjalankan tugas."
"Karena organisasi ini masih baru dan belum memulai debutnya, maka penampilan kalian akan aku rubah sesuai dengan standar organisasi. dan itu adalah tugas Amira untuk menghandelnya."
"Beli dan pesan seragam untuk ketua juga anggota, dan lengkapi mereka dengan senjata yang sudah mendapatkan izin pemakaiannya."
"Mengenai yang lain, aku akan menyampaikannya pada Alpha, juga delapan ketua devisi yang akan memimpin kalian. dan untuk sementara, aku rasa hanya itu saja yang bisa aku sampaikan pada kalian." ucap Nindya.
"Quan..?" panggilnya melalui persepsi kesadarannya.
[Siap tuan. Tapi Quan tahu apa yang akan tuan tanyakan, pasti masalah tempat tinggal kan?" Tentang itu tuan tidak usah khawatir. Tempat tinggal untuk para petinggi, wakil juga ketua devisi sudah Quan siapkan]
[Lokasinya berada di Kotavia Selatan. Jumlahnya ada 162 bangunan, dan itu berbentuk mansion tempat tinggal, juga gedung perkantoran]
[Semuanya Quan sediakan untuk anda juga bawahan anda. dan saat ini sudah siap untuk ditempati]
"Bagaimana bisa? Kapan kau melakukannya?" reaksi Nindya.