NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 ( Rancangan Yang terjaring )

EPISODE 7: MATA MATA DI BALIK GELAP

"Teh Intan mau langsung pulang atau mau masuk dulu.?" tanya Langit, berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar tidak terus membahas soal matanya yang sembab.

"Mau nya sih masuk dulu, ngobrol santai sama kamu. Banyak hal sebenarnya yang ingin Teteh tanyakan dan obrolkan," jawab Intan jujur. Tatapannya terlihat begitu menginginkan kebersamaan.

"Tapi nanti aja deh ya... Takutnya suami bangun terus nyariin, bisa-bisa perang dunia ketiga meledak di rumah Teteh," tambahnya sambil terkekeh pelan, menahan hasrat yang sebenarnya ingin meledak.

"Sayang sekali kalau begitu mah..." Langit menyunggingkan senyum yang terlihat polos namun ada sedikit nada menggoda. "Padahal Langit udah rapihin tempat tidur, terus juga udah disemprot parfum biar wanginya gimana gitu... romantis gitu lho Teh."

Senyum Langit terlihat sedikit licik, seolah ada rencana lain di balik kepolosannya, namun hal itu sama sekali tidak disadari oleh Intan yang sedang terbawa suasana.

"Masa sih?" mata Intan berbinar penasaran.

"Iya lah, coba masuk aja buktinya kalau nggak percaya," ucap Langit semakin memancing rasa ingin tahu wanita itu.

Jujur saja, dalam hati Intan berteriak ingin sekali masuk ke dalam kamar itu. Ia ingin menikam hasratnya dengan sangat brutal, melampiaskan segala gelora birahi yang tak pernah bisa dipuaskan oleh suaminya sendiri. Namun akal sehatnya masih berfungsi, ia sadar betul bahayanya jika ia menuruti hawa nafsunya malam ini.

"Mau banget sebenarnya Ngit masuk, ngobrol, bercanda, sama kamu berdua di situ... Tapi untuk sekarang memang belum bisa," ucap Intan dengan nada menyesal. "Nanti kalau suami Teteh sudah berangkat kerja lagi ke kota, janji ya... Kita akan habiskan waktu berdua sepuasnya di kamar ini."

Janji itu diucapkan dengan sungguh-sungguh, membuat hati Langit berdebar... bukan karena cinta, tapi karena sebuah rencana besar mulai terbentuk di otaknya.

'Wanita di hadapanmu ini... akan aku jadikan kuda pacu. Kau akan aku jerat perlahan, kau akan aku gunakan untuk menguak semua tabir misteri dalam takdir hidupku. Ibu, Ayah, dan semua orang yang tega membuang bayi 19 tahun lalu... Jangan harap kalian bisa hidup tenang. Jangan harap kalian bisa lolos dari balas dendamku!' batin Langit menggelegak penuh amarah yang tertahan.

Untunglah posisi mereka terhalang oleh jendela, sehingga Intan tidak bisa melihat raut wajah dingin dan tajam yang sesungguhnya sedang terpampang di wajah pemuda itu.

"Baiklah Teh, lain kali aja deh. Tapi ingat ya... janji," ucap Langit kembali berubah menjadi sosok polos dan manja, ia menjulurkan jari kelingkingnya.

"Janji!" jawab Intan mantap, menyambut kelingking Langit dengan senyum manisnya.

Tanpa disadari oleh keduanya... Teh Intan baru saja TERJERAT dalam tipu daya sang pemuda. Ia masuk ke dalam perangkap tanpa rasa curiga sedikitpun. Di sudut bibir Langit tersungging senyum miring, senyum kelicikan yang siap digunakan untuk membongkar jati dirinya yang sebenarnya.

"Ngit, Teteh pamit pulang dulu ya."

"Iya Teh, hati-hati di jalan."

Pintu jendela pun ditutup. Keduanya saling melempar senyum perpisahan.

Namun...

Di balik kegelapan malam, tersembunyi di balik rimbunnya semak belukar dan batang pohon, sepasang mata tajam terus mengamati setiap gerak-gerik mereka. Sebuah alat perekam video telah berhasil merekam seluruh percakapan dan interaksi intim di antara mereka berdua.

"Hahaha... Sempurna!" bisik orang asing itu dengan suara serak.

"Dua video ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa mereka punya hubungan spesial. Dan dengan bukti ini... pundi-pundi uang akan mengalir deras ke rekeningku. Terima kasih Tuhan, rezeki memang tidak akan tertukar," gumamnya penuh kegembiraan.

"Intan... Langit... Kalian berdua benar-benar mesin uang yang paling menguntungkan buatku!"

Orang misterius itu tertawa puas di dalam kegelapan, lalu melangkah pergi dengan penuh kesombongan menuju rumahnya sendiri.

 

Sesampainya di rumah, tanpa membuang waktu ia langsung mengetuk pintu.

"Ceklek!"

Pintu terbuka, munculah sosok wanita berusia sekitar 30 tahunan dengan wajah masih mengantuk, matanya terus mengucek sambil bertanya,

"Habis dari mana aja sih Pah... malam-malam begini?"

Pria itu adalah PARDI. Dengan sigap ia langsung mengeluarkan kebohongan pertamanya malam ini.

"Tadi Papah ditelepon sama adik ipar kamu katanya Ibu sakit keras. Makanya Papah buru-buru ke sana tanpa sempat pamit sama Mamah dulu, maaf ya."

"Oalahhh... Ibu sakit ya?" wajah sang istri langsung berubah cemas. "Terus kenapa Papi pulang lagi? Kenapa nggak temenin Ibu di sana?"

"Udah mendingan kok sayang," jawab Pardi santai. "Tadi sore langsung dibawa ke bidan, ternyata cuma encoknya kambuh lagi. Udah dikasih obat dan diurut juga. Papah kan sayang sama kamu, jadi izin pulang takut kamu khawatir atau ada apa-apa di rumah. Lagian di sana udah ada Baim, Desi sama suaminya yang jagain, jadi aman kok."

"Oh gitu ya... Ya udah atuh Pah. Mamah lanjut tidur lagi aja deh, masih ngantuk banget soalnya."

Sang istri pun kembali masuk ke kamar dan tertidur lagi tanpa curiga sedikitpun.

Sedangkan Pardi, ia duduk di ruang tengah dengan wajah yang berubah menjadi sangat serius dan licik.

Anak dan istrinya sama sekali tidak tahu pekerjaan sesungguhnya yang ia geluti. Baginya, dunia ini hanya soal uang. Halal atau haram, baik atau buruk, asal ada yang bayar mahal, itu akan ia kerjakan.

Mulai dari jadi calo kredit bank, calo jual beli tanah, calo mobil bekas, hingga pekerjaan kotor seperti merusak rumah tangga orang... semua dilakoni demi CUAN.

Siapa yang memberi bayaran paling tinggi, dialah bosnya saat itu.

Targetnya saat ini memang spesifik: Teh Intan.

Suami Intan-lah yang secara khusus meminta jasanya untuk memata-matai istrinya. Pria itu curiga setengah mati, ia tahu betul libido istrinya sangat tinggi, sementara kondisi fisiknya sendiri sudah hampir setahun tidak mampu memberikan kepuasan maksimal. Rasa takut kehilangan dan cemburu buta membuatnya rela mengeluarkan uang untuk menyewa Pardi.

Awal pertemuan mereka tak sengaja, karena masih satu desa beda kampung. Suami Intan memohon agar istrinya diawasi 24 jam. Jika terbukti selingkuh, ia minta bukti kuat untuk perceraian atau tuntutan.

Pardi tentu saja menerimanya dengan senang hati. Tugas ini terhitung mudah baginya yang memang jago mengintai dan bersembunyi.

Dan benar saja... hanya dalam waktu dua bulan, ia sudah mengantongi dua buah video bukti yang sangat jelas dan melengkapi tuduhan tersebut.

Namun... Pardi bukanlah orang biasa. Otak liciknya bekerja lebih cepat.

'Bodoh kalau aku kasih video ini langsung ke suaminya cuma buat dapat bayaran sekali jalan...' pikirnya sambil memutar ulang rekaman di layar HP-nya.

Wajahnya berubah menyeringai jahat.

'Dasar suami bodoh... Kamu mau bukti kan? Boleh... Tapi sebelum itu, aku akan peras Intan dan bocah sialan itu dulu! Aku akan memeras mereka sampai kering! Video ini harganya mahal, dan kalian berdua yang harus menebusnya!'

CATATAN PEMBACA:

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

ARIS.

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!