NovelToon NovelToon
Melihatmu Dalam Kabut

Melihatmu Dalam Kabut

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

tentang dia yang samar keberadaannya tapi pasti tentang rasa cintanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Gema di Balik Kanvas

Beberapa bulan setelah "Anomali Nol", ketenangan yang lebih dewasa menyelimuti kediaman mereka. Arthur tidak lagi menyentuh instrumen digital, dan Elara mulai melukis lagi. Namun, lukisan Elara telah berubah. Ia tidak lagi melukis pemandangan pesisir Cornwall yang indah; ia melukis bentuk-bentuk abstrak yang menyerupai gelombang frekuensi yang saling bertabrakan.

Suatu sore, seorang wanita elegan dengan setelan beludru biru gelap muncul di depan toko Arthur. Ia tidak membawa instrumen, melainkan sebuah amplop tebal dengan segel lilin kuno.

"Tuan Arthur?" wanita itu bertanya dengan aksen London yang kental. "Saya Sarah dari The British Sound Archive. Kami menemukan sesuatu di gudang penyimpanan terbawah di gedung lama Marcus sebelum gedung itu diruntuhkan sepenuhnya."

Arthur merasakan firasat yang akrab. "Saya sudah berhenti dari dunia itu, Sarah."

"Saya tahu. Tapi ini bukan tentang frekuensi atau algoritma," Sarah menyerahkan amplop itu. "Ini adalah kumpulan surat fisik. Surat-surat yang ditulis oleh ibu Anda kepada Marcus, jauh sebelum Anda lahir."

Akar yang Terlupakan

Arthur membawa amplop itu pulang dan membukanya bersama Elara di bawah cahaya lampu temaram. Di dalamnya terdapat surat-surat yang menguning, menceritakan rahasia yang selama ini terkubur: Marcus bukan sekadar mentor bagi Arthur. Marcus adalah sahabat masa muda ibu Arthur, dan mereka berdua adalah pionir awal dalam penelitian tentang psikoakustik—studi tentang bagaimana suara dapat menyembuhkan trauma psikologis.

Dalam salah satu surat, ibu Arthur menulis: "Marcus, jika suatu saat anakku memiliki bakat yang sama dengan kita, jangan biarkan dia terjebak dalam angka. Ingatkan dia bahwa suara tercantik adalah suara yang tidak pernah bisa kita rekam: detak jantung pertama seorang bayi atau helaan napas terakhir seseorang yang sudah ikhlas."

Arthur tertegun. Selama ini ia mengira Marcus adalah monster yang terobsesi pada teknologi, namun ternyata Marcus awalnya hanyalah pria yang gagal menjalankan amanah seorang sahabat. Obsesi Marcus pada "About You" adalah upaya menyimpang untuk mengabulkan permintaan ibu Arthur yang sudah lama tiada.

Pameran Suara yang Hilang

Informasi ini mengubah segalanya bagi Elara. Ia memutuskan untuk mengadakan sebuah pameran seni di galeri lokal, namun dengan konsep yang berisiko. Ia menamainya "The Unrecorded" (Yang Tak Terekam).

Pameran itu tidak menampilkan musik. Ruangan galeri dibiarkan sunyi, hanya diisi dengan lukisan-lukisan abstrak Elara dan kutipan-kutipan dari surat ibu Arthur. Di tengah ruangan, Elara meletakkan satu-satunya benda milik Marcus yang tersisa: sebuah metronom kayu tua yang bergerak tanpa suara.

"Kau yakin ingin melakukan ini?" tanya Arthur pada malam pembukaan. "Ini akan mengundang orang-orang dari masa lalu kembali."

"Biarkan mereka datang, Arthur," jawab Elara tenang. "Kita tidak sedang memberi mereka frekuensi. Kita sedang memberi mereka penutupan."

Kehadiran yang Tak Kasat Mata

Pameran itu sukses besar, namun bukan dalam cara yang bombastis. Orang-orang datang dan duduk berjam-jam dalam keheningan. Di antara kerumunan, Arthur melihat Leo—pemuda yang dulu mengejarnya. Leo tidak lagi membawa perekam suara. Ia hanya berdiri di depan sebuah lukisan, matanya berkaca-kaca.

Saat galeri hampir tutup, Arthur merasa seperti mendengar sebuah bisikan familiar di udara. Bukan frekuensi rendah, bukan juga transmisi digital. Itu adalah suara tawa kecil yang terdengar sangat mirip dengan suara ibunya, menyatu dengan deru angin dari pelabuhan.

Ia menyadari bahwa Marcus memang telah pergi, namun warisan mereka—keinginan untuk menyembuhkan melalui suara—kini telah kembali ke bentuknya yang paling murni. Bukan lewat mesin, tapi lewat seni dan empati manusia.

Keputusan Terakhir

Malam itu, setelah pameran selesai, Arthur membakar sisa-sisa surat itu di perapian rumah mereka. Bukan karena ingin melupakan, tapi karena ia tidak lagi membutuhkan bukti fisik untuk mengetahui siapa dirinya.

"Elara," panggil Arthur saat mereka bersiap tidur. "Aku ingin membuat satu hal lagi. Tapi bukan untuk dunia."

"Apa?"

"Sebuah tempat tidur bayi. Dan aku ingin di bawahnya, ada mekanisme manual yang mengeluarkan suara detak jam yang pelan."

Elara menatap Arthur, lalu tersenyum lebar saat ia menyadari apa yang dimaksud suaminya. Mereka tidak lagi melarikan diri dari masa lalu; mereka sedang membangun masa depan yang penuh dengan suara-suara baru yang lebih bermakna.

Kisah "About You" telah benar-benar bertransformasi. Dari obsesi yang menghancurkan, menjadi cinta yang menciptakan kehidupan.

1
Fadhil Asyraf
makasih kak
PanggilsajaKanjengRatu
Keren banget🔥
Aku suka gaya tulisan seperti ini. Cara kamu ngedeskripsiin tiap bait suasana, benda dan waktu, bikin aku bener-bener masuk ke dalam diri El. Sukses selalu thor, semangat ⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!