Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.
"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adipati Agung Beiyue
Wei Liancheng dengan terburu-buru melintasi daratan salju Beiyue dengan jubah ungu miliknya melindunginya dari hawa dingin serta membawa kotak giok. Suara gemuruh terdengar di dari pegunungan menandakan badai akan segera datang membuatnya panik. Nafasnya memburu ketika suhu semakin rendah membuat aliran darahnya perlahan membeku. Jika bukan karena energi qi nya yang terus menyebar maka dipastikan bahwa dirinya mati semenjak menginjakkan kakinya di wilayah salju.
"Sepertinya Adipati Agung telah bersiap menghadapi serangan," gumama Wei Liancheng begitu melilhat dari kejauhan gerbang kota yang tertutup rapat tidak ada kehidupan di luar benteng.
Srettt!!!!
Wei Liancheng berhenti begitu mendadak tatkala melihat seseorang tengah mencegatnya di tengah hembusan salju.
"Wei Liancheng pengawal pribadi Yang Mulia Raja Yinluo,"ucapnya memperkenalkan diri nya setelah menyadari lambang plakat Beiyue menggantung di pinggang sosok tersebut.
"Liang Zhaoren Pengawal Pribadi Adipati Agung,"
Wei Liancheng menganggukkan kepalanya segera mengikuti Liang Zhaoren melesat mengikuti jalan setapak mengabaikan tatapan aneh diberbagai penjuru. Tidak berwujud akan tetapi energinya bisa dirasakan dipenuhi tekad membara untuk membunuh.
"Tenang saja, Tuan ku telah menyiapkan segalanya untuk berperang sampai pada titik penghabisan," balas Liang Zhaoren.
Mereka masuk ke dalam gerbang kota setelahnya dan menuju istana. Adipati Beiyue tengah duduk di meja kerja nya menatap surat dari Permaisuri Shen sebelum kematiannya yang mengatakan bahwa pengawal pribadi raja Wei Liancheng membawa sepasang bola mata miliknya datang ke Beiyue. Angin berhembus kencang hingga membuka pintu secara paksa disusul kemunculan Wei Liancheng.
"Tuan Adipati!"ucapnya menundukkann kepalanya hormat.
"Masuklah,"perintah Adipati Beiyue dengan santai.
Wei Liancheng tanpa ragu masuk ke dalam ruang kerja Adipati Beiyue menceritakan segala yang terjadi di Jiuyin Tai tanpa kesalahan apapun.
"Perlihatkan kotak giok itu,"ucap Adipati Beiyue membuat Wei Liancheng tertegun dengan ragu mengeluarkannya.
Kotak giok berwarna biru mengkilap memiliki aura aneh yang menyelimutinya terbuka tatkala tangan Adipati Beiyue membuka nya dengan lembut menunjukkan sepasang mata milik Permaisuri Shen.
"Di seluruh alam manusia hanya mata dewa dari klan Shen lah yang benar-benar mata dewa. Tidak seorang pun menyangkalnya. Permaisuri Shen telah mengutuk Jendral Besar Tang Weiran dengan mengikat karma kehancuran dengan seseorang yang berada di samping Luo Qingyin menjadikannya senjata Luo Qingyin dimasa depan,"ucap Adipati Beiyue menjelaskan secara singkat rencana Permaisuri Shen sebenarnya.
"Ikutlah denganku menemui nya,"
"Mengerti," balas Wei Liancheng.
Mereka berdua ke luar dari ruang kerja menuju kediaman Huang Xuan. Di sana terdapat Luo Qingyin begitupula Luo Qingyao yang sedang bercengkrama.
"Sepertinya keadaan di sini begitu hangat," ucap Adipati Beiyue melihat semua orang berkumpul berbincang mengelilingi perapian di luar ruangan.
"Paman!"ucap Luo Qingyin tersenyum senang.
Adipati Beiyue menganggukkkan kepalanya. Ketika Wei Liancheng muncul dari belakang punggung Adipati Beiyue membuat perasaan Luo Qingyin menjadi gelisah seakan merasakan firasat tertentu.
"Paman Wei mengapa ada di sini? Apakah untuk menjemputku?"
"Tidak Putri. Hamba di sini untuk...."balas Wei Liancheng dengan nada menggantung.
"Mengabarkan bahwa Raja Yinluo dan Permaisuri Shen telah gugur dalam penyerangan Xia yang dipimpin oleh Jendral Besar Tang Weiran secara langsung menggunakan plakat militer tertinggi mengerahkan seluruh kekuatan militer Xia diberbagai penjuru negeri,"ucap Adipati Beiyue yang seketika membuat Luo Qingyin terdiam.
"Apa!! Tidak mungkin itu terjadi!"ucapnya menyangkalnya secara langsung.
Luo Qingyin menatap Adipati Beiyue yang dibalas anggukan tanpa ragu membuat hatinya runtuh begitu mendengarnya.
"Jadi, ayahanda telah tahu dengan menyuruhku kemari adalah untuk menyelamatkan ku?"
Adipati Beiyue menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Luo Qingyin.
"Mereka sedang dalam perjalanan kemari. Dengan nyawaku sendiri aku menjamin keselamatan mu sesuai keinginan kakak ku. Hal yang paling penting adalah garis darah keturunan Yinluo yaitu kau sendiri"
Adipati Beiyue memberikan kotak giok kepada Huang Xuan tanpa berbicara sepatah katapun menjelaskannya kemudian pergi seperti merasakan firasat buruk. Dengan rasa penasaran Huang Xuan membukanya terkejut ketika mendapati sepasang mata ada di dalamnya.
"Ibundaku!"teriak Luo Qingyin histeris menyadari bahwa sepasang bola mata itu merupakan milik Permaisuri Shen.
Huang Xuan merasakan bingung mendapati bola mata Permaisuri Shen yang diberikan kepadanya. Ia mencoba mengingat masa lalu memejamkan matanya berusaha untuk fokus dalam berpikir hingga sesuatu terlintas dalam pikirannya.
"Ikut denganku!"ucap Huang Xuan tiba-tiba menbuka matanya menarik Luo Qingyin masuk ke dalam meninggalkan semua orang ke dalam kebingungan.
"Sesuatu memasuki Beiyue mencari jalan menuju kota Hanjin," ucap Canghai yang seketika semuanya terbelalak.
"Mereka datang!"ucap Luo Qingyao bersamaan dengan Wei Liancheng terkejut bergegas pergi meninggalkan kediaman.
Di dalam kediaman, Huang Xuan menatap Luo Qingyin dalam-dalam.
"Kau adalah satu-satu nya tujuan dari penyelamatan ini," ucap Huang Xuan membuat Luo Qingyin mengerutkan kepalanya bingung.
"Apa maksud senior?"tanya Luo Qingyin bingung.
"Permaisuri Shen adalah keturanan dari garis murni klan Shen dan Raja Yinluo merupakan keturunan klan bangsawan Luo dan kau adalah keturunan terakhir dari klan Shen yang legendaris," jawab Huang Xuan.
Luo Qingyin terdiam mendengarkan dengan seksama ketika Huang Xuan melanjutkan penjelasannya.
"Klan Shen terkenal dengan mata dewa miliknya yang mampu melihat masa lalu, masa kini dan masa depan sedangkan klan bangsawan Luo merupakan klan yang memiliki kemampuan dalam merakan benang takdir dan dikenal sebagai klan penenun benang takdir. Mereka saling terhubung satu sama lain dan ini lah alasan Raja Yinluo dan Permaisuri Shen mengorbankan diri mereka demi menyelamatkan mu karena mengetahui bahwa hari ini akan tiba saat nya ketika Permaisuri Shen melihat takdir kehancuran kerajaan Yinluo dan Raja Yinluo yang merasakan benang takdir mu dan mulai mengatur takdir menenun benang kecil mu menggabungkannya dengan benang merah takdir besar. Mata dewa klan Shen yang dimiliki oleh keturunan murni serta memiliki batas tertentu dalam penggunannya, jika melebihi batas itu maka akan terjadi kebutaan"
"Maksud senior dengan mata dari ibundaku maka aku akan memiliki kemampuan untuk melihat tanpa adanya batas itu?" balas Luo Qingyin.
Huang Xuan menganggukkan kepalanya.
"Kau akan memiliki kendali penuh dalam melihat benang takdir seluruh makhluk hidup yang ada di alam manusia dan mengendalikan benang takdirnya menenun takdir kehidupan sesuai apa yang kau inginkan"
"Bukankah akan melanggar ketetapan dewa menentang hukum alam. Tidak mungkin mereka berdiam saja melihat seseorang dari alam manusia memiliki kemampuan yang setara dengan mereka para dewa," balas Luo Qingyin.
Huang Xuan tersenyum tipis begitu mendengarnya.
"Ada aku yang akan menjadi senjata mu melawan mereka. Ini adalah rencana balas dendam Raja Yinluo dan Permaisuri Shen atas kehancuran kerajaan melibatkan takdir mu dengan takdir ku," jawabnya secara tegas dan menyakinkan.
"Aku Luo Qingyin akan melakukannya apapun resikonya. Garis darah kerajaan Yinluo akan tetap ada selagi aku hidup! Rakyatku tidak akan tergadaikan dan menjadi budak dari Xia" ucapnya dengan tekad membara.
Huang Xuan melihat mata Luo Qingyin yang begitu berani tak gentar akan apapun di depan matanya. Ia merenung menggelengkan kepalanya tak habis pikir akan rencana Raja Yinluo dan Permaisuri Shen.
"Ternyata kehidupan ku ini telah terasa oleh mereka hingga terlibat dalam rencana pembalasan dendam epik bertahun-tahun. Jalan buntu mereka terpecahkan oleh kehadiranku dan karena mereka menginginkanku menjadi senjata gadis kecil ini maka aku akan mengabulkannya,"batin Huang Xuan tersenyum tipis.