Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.
Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.
Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.
Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Foto Lama
Ratih tengah berdiri di dekat jendela, melihat ayahnya dan ibunya bermain bersama Rafa di samping rumah megahnya. Disana kini berdiri sebuah taman bermain yang tak sekadar luas, melainkan dirancang dengan cinta dan kemewahan yang tak setengah-setengah.
Tadinya tempat itu adalah lapangan tenis milik ayahnya. Namun setelah Rafa bisa merangkak. Panji mulai merencanakan sebuah taman, dimana cucunya akan bisa bermain setiap weekend kala dia libur bekerja. Supaya bisa melihat senyum cucu kesayangannya itu saat ia berada di rumah.
Rumputnya bukan sembarang rumput. Ia menggunakan rumput sintetis premium impor yang empuk seperti karpet beludru, aman untuk langkah kecil Rafa yang masih belajar berlari. Di bawahnya dipasang lapisan bantalan karet tebal, sehingga jika Rafa terjatuh, yang terasa hanya empuk, bukan sakit.
Di tengah taman berdiri istana kecil berwarna putih gading dengan sentuhan emas lembut di ujung-ujung kubahnya. Ukurannya memang mini, tapi detailnya seperti istana sungguhan. Pintu kayunya diukir dengan nama 'Rafa Land' dalam huruf timbul berlapis emas. Di dalamnya ada ruang bermain berpendingin udara, lengkap dengan rak buku cerita kain, balok kayu organik, dan piano kecil berwarna pastel.
Tak jauh dari sana, ada taman pasir khusus, pasirnya didatangkan dari pantai yang sudah melalui proses sterilisasi. Di atasnya berdiri ayunan bayi dengan sabuk pengaman otomatis dan sensor keseimbangan. Jika ayunan bergerak terlalu tinggi, sistemnya akan melambat dengan sendirinya.
Ada juga perosotan transparan berbentuk spiral yang terbuat dari bahan akrilik tebal anti pecah. Tangga menuju perosotan dilapisi karpet lembut, dan di setiap sudut ada kamera tersembunyi yang terhubung langsung ke ruang kontrol pribadi Panji. Keamanan adalah prioritas utama.
Namun yang paling mencolok adalah kebun binatang mini di sudut taman.
Panji membangun kandang-kandang luas dengan kaca tempered tebal setinggi dada orang dewasa. Di dalamnya ada kelinci angora putih, domba mini berwajah lucu, kura-kura darat jinak, dan beberapa burung merak albino yang bulunya berkilau lembut di bawah matahari pagi. Semua hewan telah melalui pemeriksaan dokter hewan rutin. Tidak ada hewan buas. Tidak ada risiko.
Untuk Rafa yang baru berusia satu tahun empat bulan, Panji bahkan membuat jalur jalan kecil dari kayu ulin yang halus tanpa sudut tajam, lengkap dengan pagar setinggi lutut orang dewasa agar Rafa bisa berjalan bebas tanpa keluar area. Setiap beberapa meter berdiri gazebo kecil beratap kain linen, tempat pengasuh bisa duduk sambil mengawasi.
Di tepi taman, kolam dangkal setinggi betis orang dewasa dibangun khusus sebagai kolam percik. Airnya hangat, bersirkulasi otomatis, dan selalu bersih. Ada pancuran berbentuk awan kecil yang memercikkan air lembut seperti gerimis.
Ratih bisa melihat kalau ayah dan ibunya sangat menyayangi anaknya.
"Nyonya muda, biolanya tidak ada di gudang! bibi sudah mencarinya!" kata pelayan di ruang Maya.
Ratih tiba-tiba saja ingin memainkan biola lamanya yang seingatnya dia simpan di gudang.
"Kalau tidak ada di gudang, kira-kira ada dimana ya bi?" tanya Ratih pada bibi Yaya.
"Sepertinya bibi ingat nyonya muda, kalau bibi pernah dengar tuan Ben memainkannya. Sebelum pindah dari rumah ini!"
Ratih terdiam. Ben dulu memang tinggal di sini. Dia tinggal di paviliun, tempat para penjaga tinggal.
"Ya sudah, bibi lanjutkan pekerjaan bibi. Aku akan coba cari di paviliun Ben!"
"Baik nyonya muda!"
Ratih pun pergi ke paviliun tempat Ben dulu tinggal.
"Selamat pagi nyonya!"
Para pelayan yang ada di taman menyapanya. Ratih hanya mengangguk santai sesekali tersenyum pada pelayan yang membungkuk dan menyapanya.
Dia menuju ke arah pintu berwarna coklat tua, dimana dulu Ben tinggal. Tidak ada yang menempati kamar itu, meskipun Ben sudah tidak tinggal disana. Karena ayahnya masih sering minta Ben menginap. Dan barang-barang Ben juga masih banyak yang berada di tempat itu.
Ratih membuka pintu itu. Suaranya masih sama, pintu itu memang dibiarkan bersuara saat terbuka. Ben yang sengaja membiarkannya, supaya dia tahu kalau ada yang masuk. Sebab, Ratih remaja dulu suka sekali mengganggunya saat istirahat. Masuk diam-diam, dan mengagetkan Ben.
Ben terlalu datar dulu, jadi Ratih yang memang sangat ceria. Suka sekali menjahilinya.
Senyum terlukis di bibir Ratih. Melihat beberapa tulisan yang dia buat di dinding. Bahkan dia sempat menggambar wajah Ben dalam bentuk animasi di dinding itu.
Ratih beralih ke sebuah lemari penyimpanan di sisi kanan. Dia membukanya, ada banyak sekali barang-barang Ben di sana. Ada bola basket, bola tenis, raketnya. Bahkan semua benda-benda kecil seperti pulpen, senter dan satu kotak karton tebal.
"Apa ini?" gumam Ratih.
Ratih yang penasaran, karena memang belum pernah melihat isi kotak karton tebal itu mengeluarkannya dari dalam lemari. Di belakangnya ada biola yang Ratih dari. Tapi daripada biola, Ratih sekarang lebih tertarik pada kotak karton tebal itu.
Ratih duduk di tepi tempat tidur yang juga masih ada selimut tebalnya. Tempat itu memang setiap hari dibersihkan, dan kalau mau dipakai, selimutnya akan di ganti.
Benda yang pertama Ratih dapatkan adalah sebuah gelang hitam, yang ada inisial huruf 'R'. Ratih mengernyitkan keningnya. Sepertinya dia ingat gelang itu miliknya, tapi sepertinya sudah bilang saat dia SMA. Ratih meletakkan itu di atas tempat tidur. Benda lain adalah sebuah scarf yang dia ingat juga hilang saat dia baru pertama kali masuk kuliah.
"Kenapa benda-benda ini ada disini?" gumam Ratih.
Dan di bawahnya, ada sebuah album foto jadul yang masih bergambar Fujifilm klasik. Ratih membukanya, ternyata itu adalah foto-foto Ben, para penjaga lain, dan mungkin teman-teman sekolah Ben.
Tapi saat membuka halaman tengah. Ratih melebarkan matanya. Ada fotonya... foto yang Ratih sendiri tidak ingat, pernah memilikinya dan pernah berfoto seperti itu.
Hingga di dekat halaman terakhir, sepertinya semuanya gambar masa kecil Ben. Hingga dia melihat seorang anak yang di gendong ayahnya, seorang anak yang usianya mungkin satu atau dua tahun. Yang mirip sekali dengan Rafa.
Deg
Jantung Ratih berdebar. Dia ingat apa yang dikatakan seorang ibu di dalam lift di rumah sakit itu. Wajah Rafa dan Ben, memang sangat mirip.
Ratih menelan salivanya dengan susah payah.
"Tidak mungkin... tidak mungkin!"
***
Bersambung...
biar Sarah jadi gila 🤣
Bahwa Rafa dan Ben banyak banget kemiripannya..
Perlu di selikidiki nih fakta kebenarannya..
Kalau perlu, Rafa & Ben melakukan tes DNA..
Untuk mengungkapkan fakta yg sebenarnya..
Bahwa malam kejadian itu, Ben lah yang bersama nya..
Bukan Fandi yg me ngaku² yg menolong nya..
Hingga Ratih terpedaya oleh tipuan Fandi padanya..
Jadi penasaran, bagaimana kisah awal kejadian nya.. 🤔
Tanpa menyadarinya, cinta tumbuh begitu saja di dalam hati 2 insan manusia..
Semisal tadinya hanya menganggap teman biasa saja..
Namun karena selalu bersama, terbiasa ada, dan saling mengenal 1 sama lainnya..
Maka saat itulah muncul rasa ketertarikan di hatinya..
Seseorang menyadari bahwa itu adalah perasaan cinta, ketika mereka berdua mulai ada rasa kehilangan salah satunya..
Dengan status teman di awalnya, justru kita bisa mengenal lebih baik tentang masing² karakter & kepribadiannya..
Berbeda dengan mereka yg langsung status pacaran di awalnya, terkadang justru lebih berpotensi untuk menerima orang yang salah dalam hidupnya..
Kenapa..?
Karena ketika kau menerima seseorang dengan status pacar, maka kau mengira bahwa seolah-olah dialah jodohmu yg sesungguhnya.. 😁
Begitu pula perselingkuhan, yg terbiasa selingkuh gak akan jera sebelum datang nya penyakit mematikan, dan di rajam sampai mati.. 🤭
Jangan kau mencintai karena ketampanan, sebab ketampanan bisa lenyap termakan usia..
Namun cintai lah dia karena akhlaknya, karena dia tak kan mudah tergoda..
Dan cintai lah dia karena karakter & sifatnya, karena kau tak kan punya alasan lagi untuk membencinya..
Karena dia yg setia, tak kan memandang mu sebelah mata...
Dia yg sayang padamu, tak kan tega membuat mu terluka..
Dan dia yg mencintaimu dengan tulus, tak kan pernah membuat mu kecewa..
Assseeekk.. 💃🏻💃🏻🤭
Namun jangan kau kira semua orang baik padamu.. "
Percaya boleh.. Waspada tetap..
Sebab terkadang justru orang terdekat lah yg paling sering & tega membuat mu terluka dan kecewa karenanya..
Bukan lah begitu..? 😊
Kau minta di hargai sebagai suami..
Sedangkan Ratih sebagai istri tak pernah kau hargai..
Kau malah berselingkuh di belakang istri..
Kau berpura-pura baik di depan istri..
Namun kau menginginkan istri mu mati..
Apa suami seperti itu pantas untuk di hargai..
Bahkan kau sendiri adalah tipe lelaki yg gak tau diri dan gak punya hati..
Tidur saja sana kau Fandi, jangan pernah terbangun lagi dari mimpi² hingga kau mati.. 😏😁
Sejak kapan dia punya jiwa keibuan..
Jika dia punya, kenapa bayi Naufal dia tumbal kan..
Padahal Rafa & Naufal sama² bayi yg tak berdosa, justru kau menjual anak mu sendiri demi keuntungan..
Yasudah, nikmati saja hari² mu seperti itu, yg menyakitkan..