NovelToon NovelToon
Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Konflik etika
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

"Apa? Anak perempuan lagi? Jika begini terus, maka kamu harus kembali hamil dan melahirkan anak laki-laki untuk ku."

"Tapi.."

"Tidak ada tapi-tapi. Sebagai seorang istri yang baik, kamu harus menuruti semua perkataan suami mu ini."

"Ya. Baiklah."

Nasib baik tidak berpihak pada seorang wanita yang bernama Seruni. Ia di tuntut untuk terus melahirkan anak oleh suami nya. Di karenakan, ia belum bisa melahirkan anak laki-laki. Suami nya sama sekali tidak pernah membantu nya. Dengan lima anak perempuan yang masih kecil, wanita itu berjuang sendirian. Hingga akhir nya anak ke 6 lahir dan malapetaka itu pun terjadi. Seruni menyerah. Ia pergi dengan anak-anak nya meninggalkan sang suami yang sibuk dengan wanita lain.
Bagaimana kah perjalanan Seruni dan anak-anak nya?
Jangan lupa berikan komentar supaya author nya tambah semangat.
Terima kasih dan selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Orang tua nya Seruni pun ikut mereka ke kota. Tanpa pikir panjang, mereka mau ikut untuk melindungi anak mereka satu-satunya. Sudah cukup selama beberapa tahun ini mereka berpisah dari Seruni. Hamdan bahkan tidak mengizinkan Seruni pulang untuk waktu yang lama.

Sebelum berangkat ke kota, para tetangga banyak yang berdatangan untuk berpamitan pada orang tua Seruni.

"Baik sekali si Hamdan itu. Setelah orang tua nya di bawa ke kota, sekarang giliran orang tua Seruni yang juga akan pergi ke sana. Orang kaya memang seperti itu, ya." Ucap salah satu tetangga.

"Itu benar. Seandainya saja saat itu Seruni tidak jadi menikah dengan Hamdan, pasti ia tidak akan senang seperti ini." Yang lain pun ikut menimpali.

Telinga Seruni begitu panas saat mendengar hal itu. Ia ingin menjawab perkataan para tetangga tapi di halangi oleh kedua orang tua nya.

"Kalian itu ngomong apa? Kalau tidak tahu cerita yang sebenarnya, mending jangan asal ngomong. Seruni dan Hamdan akan bercerai. Laki-laki tidak tahu diri itu malah memiliki wanita lain. Memang nya kalian mau, kalau anak-anak kalian bernasib sama dengan Seruni." Ucap Bapak nya Seruni.

"Ya kalau banyak uang nya sih nggak masalah ya pak Harto. Yang penting kan uang nya cukup."

Hahahahhahahah

"Boro-boro cukup. Anak ku bahkan kerja banting tulang sendiri untuk menghidupi diri nya dan juga anak-anak nya. Memang nya kalian mau juga kalau cerita nya seperti ini? Ah, sudahlah. Kalian pasti tidak akan mengerti karna kejadian ini tidak menimpa anak kalian."

"Sudah lah, Pak. Tidak perlu di dengarkan apa yang mereka katakan. Memang sejak dulu mereka tidak suka dengan kita. Sekarang, kita pergi dan melupakan semua nya."

Mak nya Seruni berusaha untuk menenangkan. Di dalam mobil, Pak Adam hanya bisa terdiam saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bapak nya Seruni.

Ia tahu jika gaji nya Hamdan besar untuk ukuran diri nya. Jangan kan memberi makan empat anak. Bahkan sepuluh anak pun sanggup dengan gaji pria itu yang tinggi sebagai manajer.

Seruni dan anak-anak nya pun naik dan duduk di kursi paling belakang. Sedangkan Bapak dan Emak nya duduk di kursi tengah. Adel dan Pak Adam berada di depan.

Mereka pun akhirnya meninggalkan desa itu dalam waktu sekejap saja. Tidak banyak barang yang di bawa. Hanya beberapa pasang baju dan surat-surat penting. Karena memang, orang tua nya Seruni tidak memiliki banyak pakaian.

Beberapa jam berada di dalam perjalanan, akhirnya mereka tiba di rumah Seruni yang hampir lunas itu.

"Bapak, Mak. Ini lah rumah ku. Walaupun kecil, tapi bisa jadi tempat tinggal kita."

"Tapi nak, kok rumah mu ramai sekali? Apa ada acara?"

"Oh, bukan. Itu teman-teman yang membantu memasak. Nanti akan aku kenal kan ke bapak dan Mak. Oh ya, Adel dan Pak Adam, apa tidak mau mampir dulu untuk makan siang?"

"Tidak apa-apa. Kami pulang dulu." Ucap Adam. Namun, perut nya tiba-tiba bersuara. Seruni merasa bersalah karena sejak tadi tidak menawarkan minum atau pun makan.

"Tidak apa. Saya jadi tidak enak dengan Pak Adam dan Adel. Tolong jangan tolak niat baik saya. Saya juga tidak merasa di repotkan."

"Baiklah jika kamu memaksa."

Adam masih saja berpura-pura tidak mau. Padahal dalam hati nya, ia begitu menyukai semua makanan buatan Seruni.

Setelah mempersilahkan Adel dan Pak Adam masuk, Seruni langsung menghidangkan banyak makanan dan juga cemilan. Bapak dan Mak juga ikut makan bersama mereka sore itu. Ya. Mereka pergi sampai sore tanpa ingat makan. Sungguh kasihan sekali Pak Adam.

Seorang pimpinan perusahaan malah menahan lapar demi Seruni. Entah apa yang membuat nya jadi seperti itu. Padahal jelas sekali ia akan marah dan memecat pegawai yang tidak bisa disiplin dan bekerja dengan baik.

"Pak Adam, minum ini dulu. Tadi kan kita makan nya udah telat. Takut nya Bapak masuk angin."

Dengan cepat Pak Adam langsung mengambil minuman buatan Seruni yang membuat perut nya hangat. Setelah itu, baru lah ia mulai makan.

"Enak sekali. Udah lama Bapak tidak makan makanan buatan mu, nak." Mata Bapak nya Seruni berkaca-kaca saat makan makanan yang sudah lama di rindukan nya itu.

"Terima kasih, Bapak. Dan semua nya, makan yang banyak."

Mereka tanpa sungkan melakukan nya. Apalagi Adel dan Pak Adam. Mereka memang suka makanan itu. Makanan rumahan yang enak dan lezat.

Setelah makan, mereka duduk santai sambil melihat Seruni yang sibuk memantau para tetangga yang membuat kue. Selain nasi kotak , Seruni juga menjual kue. Banyak yang memesan untuk acara di hari penting mereka.

Adam dan Adel sudah pamit. Mereka tidak bisa berlama-lama karena memiliki urusan penting. Kini, tinggal lah Seruni dan kedua orang tua nya. Sedangkan anak-anak nya sudah tertidur karena lelah.

"Jadi, dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli rumah ini? Apa dari Hamdan?"

"Tidak, Pak. Aku membeli nya sendiri dengan uang ku. Sebenarnya, rumah ini belum lunas. Adel memberi keringanan pada ku. Mereka adalah orang-orang yang baik. Entah bagaimana nasib ku jika tidak ada Adel dan saudara nya itu."

"Jadi, mereka semua ini?"

"Mereka adalah para tetangga yang mau membantu ku. Sekarang, bisnis makanan dan kue buatan ku sedang laris. Aku juga bekerjasama dengan perusahaan keluarga nya Adel. Pokoknya, sekarang Bapak dan Ibu tidak perlu mikirin lagi bagaimana keadaan kita."

"Syukurlah kalau begitu. Bapak tidak menyangka, kamu akan menjadi janda dengan empat anak."

"Daripada menjadi istri nya dan menderita. Lebih baik aku jadi janda. Aku bisa membesarkan anak-anak ku dengan baik tanpa diri nya. Anak-anak pun udah trauma dengan Ayah nya sendiri."

"Semua terserah pada mu. Asalkan kamu bahagia. Bapak dan Mak mu sudah senang."

"Terima kasih. Besok, aku akan ajak Bapak dan Ibu jalan-jalan dan berbelanja. Beberapa hari lagi persidangan ku dan Bang Hamdan. Kali ini, aku begitu bersemangat karena ada Bapak dan Mak."

"Tenang saja. Kami akan mendukung mu, nak. Kami tidak akan pernah meninggalkan mu sendiri lagi mulai saat ini."

1
Ma Em
Semoga Seruni usahanya makin sukses agar Seruni menjadi pengusaha kuliner yg kaya banyak uang tunjukan pada si Hamdan bahwa tanpa Hamdan Seruni bisa juga kaya .
Kar Genjreng
Kakak Author jih sering menggunakan bahasa baku 😁dadi ketok le Jawa banget
Kar Genjreng: bahasa baku banget tak kiro asli jawa ,,
total 2 replies
Kar Genjreng
pak restu sebenarnya siapa apa laki laki di masa lalu suka dengan seruni tapi diam diam
Kar Genjreng
😮😮Hamdan mampus di kira wanita yang sudah tersakiti. lantas diam saja oh tidak makanya lngsung melejit punya penghasilan ,,nyesel kapok ham babi
Kar Genjreng
sabotase
Arda Aldi
jadi penasaran siapa pak restu di kehidupan lamanya seruni
Arda Aldi: penasaran kak
total 2 replies
Kar Genjreng
bertemu terus karena Hamdan memejejerr di kantor itu makanya somse 😮biarlah ga usah di anggap lama lama juga capai sendiri dan malu sendiri,,,
Kar Genjreng
😆 Hamdan baru rasa ya selama ini matamu ketutup ,,, makanya ga pernah menyadari selama ini ga perduli dengan darah dagingnya sendiri,,, justru menyayangi anak dari orang lain belum tentu wanita itu tulus lihat saja nanti
Uul dheaven: ke tutup tayik 🤭🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan makin terpuruk bentar lagi sedang janda nya makin melambung
bersinar 😮
Kar Genjreng
👍👍bawa Mak dan BPK nya jadi ada yang menjaga anak anak anak nya
Kar Genjreng
kakak masukan sedikit ya,,,apa bila anak berkata kepada ibunya Jangan menggunakan kata kamu,,, kalau berbicara tentang orang tua,, ucapkan kata beliau ya jangan mereka tapi beliau
Uul dheaven: terima kasih saran nya. pas di cek ternyata typo. Mau nulis kami jadi nya kamu 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
gampar saja seruni mulut lancang laki laki nyinyir
Uul dheaven: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
😮😮 ayah' tak punya adab dasar penghianat pindahin sekolah jangan satu sekolah maneh ga due Rai hamdan
Kar Genjreng
Alhamdulillah seruni dapatkan kehidupan yang nyata jadi tinggal 4anaknya 👍
Ma Em
Alhamdulillah Seruni setelah berpisah dgn Hamdan hdp nya makin sukses , semoga Seruni mendapatkan pengganti Hamdan lelaki yg lbh baik dan kaya , biar Hamdan kehidupannya hancur setelah berpisah dari Seruni .
Uul dheaven: pasti nya. 😊😊😊
total 1 replies
Eny
upx kok gak rutin kak
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kar Genjreng
👍 setelah jadi janda justru Alloh limpahkan rezekinya buat anak anakmu seruni,,dan tidak memikirkan laki laki rusakk yang bisanya hanya mengancam,,
Uul dheaven: betul sekali. karena setiap anak memiliki rejeki nya masing-masing
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan belum terlalu merasakan saat ini
sebentar lagi baru akan paham apa arti
dari semua kejadian yang sudah dia lakukan terhadap anak istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!