NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Badai di Pagi Hari

Keesokan harinya, Jennie terbangun dengan mata sembap dan kepala yang terasa berat. Lagi-lagi dia tidur di apartemen Johan, kata pria itu tidak aman jika Jennie tidur di apartemennya sendirian disaat seperti ini.

Itu adalah setengah jujur dan setengah modus.

Saat Jennie berjalan ke arah dapur, Johan sudah rapi dengan kemeja hitamnya. Pria itu sedang menyesap kopi sambil menatap layar tablet.

"Tidurmu nyenyak?" tanya Johan tanpa menoleh.

"Kalau mimpi buruk dikejar-kejar orang satu stadion disebut nyenyak, berarti iya," jawab Jennie dengan suara parau.

Baru saja dia hendak mengambil gelas, bel apartemen berbunyi. Bunyi bel terdengar penuh tekanan seolah berkata : Buka atau kami dobrak.

Johan meletakkan kopinya dan berjalan menuju pintu, dia melihat siapa yang datang melalui intercom dan seketika wajahnya berubah datar. "Orang tuaku dan Ajeng," ucapnya yang ditujukan pada Jennie.

"Mereka datang?" kata Jennie dengan wajah pucat. Tentu saja kedua orang tua Johan sudah melihat dan membaca gosip tentang dirinya, apalagi nama keluarga mereka terseret.

Jennie melihat ke arah bajunya sendiri, hanya kaos oblong kedodoran dan celana pendak. Benar-benar tidak pantas untuk bertemu calon mertuanya, entahlah dia masih dianggap calon menantu atau tidak.

"Kalau tidak salah ada bajumu yang tertinggal di sini, cepat ganti. Aku akan menahan mereka di depan," perintah Johan.

Mendengar itu Jennie berlari tunggang langgang ke kamar, sementara Johan membuka pintu.

Di hadapannya sekarang berdiri sang ayah dan juga ibunya yang terlihat sangat tidak bersahabat. Di belakang mereka Ajeng berdiri dengan wajah yang dipoles sempurna, lengkap dengan senyum yang disembunyikan di balik raut pura-pura prihatin.

"Kau pasti sudah tau alasan kami datang ke sini," ucap Pak Hardi dengan datar.

Johan mengangguk tanpa rasa takut, lagipula untuk apa dia takut. "Ayo masuk, kita bicarakan di dalam," jawabnya.

Mereka masuk ke dalam ruang tamu Johan, tak lama kemudian Jennie keluar dengan mengenakan dress simple berwarna krem, rambutnya di kuncir rapi.

Begitu melihat Jennie, Ibu Ratna memalingkan wajahnya. "Penulis sejarah?" ujar Pak Hardi dengan nada sinis.

Jennie hanya bisa menunduk meremas jemarinya sendiri. "Om, Tante, saya minta maaf karena sudah mengecewakan kalian berdua," ucapnya dengan tulus.

"Ya, kamu benar-benar mengecewakan, bisa-bisanya kamu membohongi kami!" sahut Ibu Johan dengan suara bergetar.

"Jennie, Tante sudah membangga-banggakan kamu ke semua teman Tante. Tante sudah bilang kamu adalah wanita terpelajar dan terhormat, tapi sekarang teman-teman Tante justru mengirimkan link novelmu yang vulgar itu? Kamu tau betapa malunya Tante?!"

Ajeng yang sejak tadi menyaksikan dengan diam mengambil langkah maju, dia mengeluarkan sebuah amplop dari tas mahalnya. "Tante, sepertinya Tante belum lihat bagian paling parahnya," ucapnya sembari meletakkan tumpukan kertas di atas meja.

"Setelah meminta bantuan teman di dunia penerbitan untuk mengambil beberapa draf Jennie dan aku melakukan riset seorang diri, aku menemukan bahwa wanita ini menggunakan Johan sebagai kelinci percobaan untuk setiap adengan panas yang di tulis."

"Bayangkan saja, sekotor apa otak wanita ini," jelas Ajeng dengan wajah penuh kemenangan.

Pak Hardi mengambil salah satu lembar dan membacanya sebentar, kemudian dia melemparkannya ke arah Jennie.

"Benar-benar kotor dan tidak tahu malu!" bentak pria paruh baya itu. "Kau menggunakan putraku satu-satunya untuk memuaskan nafsu pembaca cabulmu?"

Jennie menatap kertas di ujung kakinya, dan tak matanya mulai memanas. Membela diri pun percuma, karena dia sudah dicap buruk.

Dia memang tidak memiliki teman, tetapi dia lupa ada seseorang bernama Ajeng yang sejak awal suka mencari masalah dengannya karena dia dekat dengan Johan.

"Sebaiknya kalian putus, Papa sudah siapkan tim humas untuk bilang kalau kau tertipu oleh wanita manipulatif ini. Hanya itu satu-satunya cara saham kita tidak anjlok lebih parah," ucapnya pada Johan.

Ajeng menahan senyumnya, dia sudah membayangkan Johan akan mengusir Jennie saat itu juga.

Tapi, Johan justru melakukan sesuatu yang membuat ruangan itu mendadak sunyi. Dia membungkuk dan memungut kertas yang dilempar ayannya tadi.

"Sudah selesai bicaranya?" tanyanya dengan suara rendah namun penuh penekanan.

Dia kemudian berdiri tegak, menatap sang ayah lalu menatap Ajeng dengan tatapan tajam.

"Bagaimana jika aku yang menawarkan diri?" kata Johan.

"Johan!" bentak Pak Hardi.

"Papa tahu? Aku sangat bangga menjadi bagian dari novelnya, dan tidak ada yang salah dengan tulisannya. Di dalam novel itu, aku bukan hanya seorang arsitek yang sejak kecil selalu dituntut ini dan itu, Jennie melihatku sebagai manusia yang tahu caranya mencintai dan dicintai, dia tahu kegelisahanku selama ini, dia tahu gairahku dengan sangat baik, dan itu semua dia curahkan dalam tulisan."

Johan melirik Ajeng dengan tatapan tajam, "Aku sudah pernah bilang jika kau menghinanya berarti kau menghinaku juga. Dan sekarang kau berani mengusiknya berarti kau juga sedang mengusikku."

"Johan! Kau sudah gila!" teriak Pak Hardi.

"Mungkin iya," balas Johan dan menarik Jennie ke sampingnya, dia merangkul bahu sempit Jennie untuk memberikan perlindungan.

"Kalau Papa ingin aku memilih posisi diperusahaan atau Jennie, silakan ambil kursiku. Aku bisa membangun perusahaanku sendiri dari nol, tapi menemukan wanita seperti Jennie sangat langka dan hanya ada satu Jennie di dunia ini."

Ajeng membelalak, rencananya menghancurkan Jennie justru membuat Johan mendeklarasikan cintanya secara terbuka.

"Jika kedatangan Papa dan Mama hanya untuk memintaku meninggalkan Jennie, lebih baik kalian keluar dari sini. Jawabanku tetap sama, aku tidak akan pernah melepaskan Jennie apapun yang terjadi," tegas Johan sembari menunjuk pintu apartemen.

Ibu Johan yang berusaha menahan amarah dan tangisnya tidak menyangka dia akan diusir oleh anaknya sendiri hanya demi wanita yang sudah mencoreng nama baik keluarganya.

Pak Hardi dengan amarah yang memuncak menarik istrinya yang masih shock, dan Ajeng menyusul di belakang dengan langkah terburu-buru.

Saat mereka bertiga sudah keluar, Jennie langsung lemas dan terduduk di lantai menangis sejadi-jadinya, dan Johan berlutut di depannya memeluknya dengan erat.

"Mas, kenapa kamu berbicara begitu?" isak Jennie. "Kamu anak tunggal dan satu-satunya harapan mereka."

"Aku tidak takut kehilangan semuanya selagi kamu ada di sisiku," balas Johan sambil mencium kening Jennie.

Bersambung

1
qurro thul
beneran menang banyak ini Johan 🥴🥴🥴
qurro thul
jd👉👈
qurro thul
duh sayang 🥴🤣
qurro thul
sdh sangat berpengalaman sepertinya Johan ini dalam seluk beluk hati wabita🥴
qurro thul
knp d ijinkan ikut m kantor 🤣
qurro thul
pulang jen, kamar mu cm butuh brp langkah🥴
qurro thul
Johan menang banyak 🥴🥴
qurro thul
tenyata somplak juga tetangga 5012🤣
qurro thul
ini mulud TDK bs d kontrol 🫣🤣
qurro thul
membayangkan semalu apa ituh 🤣🤣🤣
qurro thul
narsis juga kah 🤣
qurro thul
dasar usil si johan
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!