NovelToon NovelToon
Saat Nada Tak Pernah Sejalan

Saat Nada Tak Pernah Sejalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: bg.Hunk

Mereka menyebutnya persahabatan.
Padahal masing-masing sedang berjuang sendirian.
Gina hidup dalam sorotan dan tuntutan,
Rahmalia dalam ketenangan yang sering disalahartikan sebagai kelemahan,
Dio di balik candaan yang menutupi kepedulian,
dan Azmi datang membawa arah yang tak semua orang siap terima.
Di antara sekolah, musik, prestasi, dan nama besar keluarga,
perasaan mulai bergeser—perlahan, nyaris tak terasa.
Sampai akhirnya, tidak semua bisa tetap utuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bg.Hunk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Awal yang mengganggu

Gina larut dalam pesta.

Ia tertawa bersama Siva, sesekali bercanda dengan Dio yang seperti biasa tak bisa diam.

Suasana di sekelilingnya ramai, hangat, dan hidup.

Namun di sela-sela itu, matanya beberapa kali tanpa sadar mencari satu sosok.

Azmi.

Lelaki itu berdiri di tengah keramaian, sibuk menyapa tamu, tersenyum, berbicara dengan orang-orang yang datang. Terlihat wajar… seperti memang tempatnya di sana.

Gina terdiam sejenak.

Pikirannya kembali ke momen tadi—saat Azmi mendekat tanpa banyak bicara, hanya mengajak, hanya berdiri di sampingnya.

Entah kenapa…

Hatinya perlahan membaik.

Dan di situlah ia sadar—

Ia mulai menyukai Azmi.

Tapi sekaligus… ia juga tahu harus menahan diri.

Ia ingat momen hujan itu.

Ingat perjalanan sepulang sekolah tadi.

Dan ia juga ingat… bagaimana Azmi beberapa kali terlihat berusaha mendekati Rahmalia.

Azmi orang baik.

Rahmalia juga.

Di mata siapa pun… mereka terlihat cocok.

Gina tahu itu.

Tapi hatinya tetap keras kepala.

Ada bagian kecil dalam dirinya yang diam-diam berharap… orang yang Azmi lihat bukan Rahmalia.

Melainkan dirinya.

Ia menghela napas pelan, mencoba menepis pikiran itu. Tangannya meraih segelas minuman yang tersusun rapi di meja pesta.

Ia meneguk sedikit, lalu menatap ke arah keramaian.

Namun setiap beberapa detik, pikirannya kembali terseret ke kejadian tadi—tanpa bisa ia tahan.

...----------------...

Pesta masih berlangsung. Musik berganti. Orang-orang tertawa.

Tak lama, Dio muncul di sampingnya.

“Tadi kalian ngomongin apa?” tanyanya tiba-tiba, matanya menyipit penuh curiga.

Gina menoleh, lalu tersenyum usil.

“Apa sih… kepo mulu urusan orang.”

Dio langsung melotot, kaget.

“Heh, gue cuma mau ngingetin lo,” balasnya cepat.

“Kayaknya dia bukan cowok yang baik deh.”

Gina tertawa kecil. Tangannya terangkat, menunjuk pipi Dio sambil menggoda.

“Sejak kapan kamu perhatian sama aku?” godanya.

“Bukan karena dia deketin Ica ya?”

Wajah Dio langsung memanas.

“Enggak! Bukan itu,” bantahnya cepat.

“Gue emang peduli sama lo. Lo kan sahabat gue.”

Gina mengangkat alis, masih menahan senyum.

“Udah lah, Yo. Aku sama Siva juga tau kok… dari dulu kamu suka sama Ica.”

“Kata siapa?” balas Dio refleks.

“Kamu tuh tipe yang nggak bisa nyembunyiin perasaan kamu,” ucap Gina santai.

“Aku sama Siva aja yang pura-pura nggak lihat.”

Ia lalu menatap Dio sedikit lebih serius.

“Tapi kamu juga tau kan… Ica itu nggak pernah merhatiin cowok. Di kepalanya cuma belajar sama nyanyi. Yang lain… nggak masuk.”

Dio terdiam.

Kalimat itu sederhana… tapi tepat.

Rahmalia memang selalu seperti itu.

Menjaga jarak.

Membatasi diri.

Tidak pernah memberi ruang untuk siapa pun mendekat terlalu jauh.

Dan selama ini… Dio percaya itu.

Percaya kalau Rahmalia memang tidak mungkin dekat dengan siapa pun.

Termasuk Azmi.

Perlahan, ia menghembuskan napas.

Mungkin… kekhawatirannya berlebihan.

Mungkin kemungkinan Rahmalia didekati Azmi… memang hampir nol.

Karena Rahmalia—

selalu punya dinding yang tak mudah ditembus siapa pun.

Gina memikirkan hal yang sama.

Ia berharap Rahmalia tetap seperti biasanya—tetap menjaga jarak, tetap memegang pendiriannya, dan tidak membuka hati untuk siapa pun… termasuk Azmi.

Harapan yang terdengar egois.

Tapi jujur.

Di sudut hatinya, Gina diam-diam membayangkan satu kemungkinan kecil—

bahwa suatu hari Azmi akan ditolak.

Dan kalau itu terjadi…

mungkin akan ada ruang kosong yang tertinggal.

Ruang yang… tanpa sadar ingin ia isi.

Bukan karena ingin merebut siapa pun.

Tapi karena perasaannya pada Azmi sudah terlanjur tumbuh—pelan, diam-diam, tanpa pernah ia rencanakan.

...----------------...

Tak lama setelah pikiran mereka sama-sama tenggelam, sebuah mobil putih berhenti di depan halaman.

Pintunya terbuka.

Seorang perempuan berkerudung turun pelan, mengenakan gaun putih sederhana yang jatuh rapi di tubuhnya. Tidak mencolok, tapi entah kenapa justru membuatnya terlihat menonjol di tengah keramaian.

Rahmalia.

Ia turun bersama kedua orang tuanya. Senyumnya tenang, sederhana—tapi cukup untuk membuat suasana di sekitar pintu masuk seakan mereda sejenak.

Gina melirik ke samping.

Dio berdiri dengan mulut sedikit terbuka, matanya terpaku ke arah Rahmalia tanpa berkedip.

Gina menahan senyum, lalu menyenggol siku Dio pelan.

“Biasa aja liatnya,” bisiknya usil.

Dio langsung panik. Tangannya refleks menutup mulut yang tadi sempat melongo, pura-pura batuk kecil.

“Apaan sih…” gumamnya, salah tingkah.

Namun belum sempat suasana itu kembali cair—

dari kejauhan, Azmi sudah berjalan menghampiri Rahmalia lebih dulu.

Langkahnya tenang, senyumnya terangkat tipis saat menyapa.

Rahmalia yang melihatnya langsung tampak sedikit salah tingkah. Bahunya menegang sesaat, tangannya refleks merapikan ujung kerudung, lalu ia membalas senyum itu dengan canggung—seolah tak menyangka Azmi akan datang lebih dulu menghampirinya.

Tangan Gina yang sejak tadi memegang gelas tanpa sadar mengeras. Jemarinya mencengkeram lebih kuat.

Ada sesuatu yang terasa tidak nyaman.

Salah.

Sulit dijelaskan, tapi nyata.

Di sisi lain, Dio ikut memperhatikan arah yang sama. Tatapannya bergeser dari Rahmalia… ke Azmi… lalu kembali lagi.

Rahangnya menegang.

Dan untuk pertama kalinya sejak Rahmalia datang—

kehadiran Azmi di dekat gadis itu terasa mengganggunya.

1
Choco Syam
good girl... kmu punya sahabat yg tepat ginaaa..😊
proud of you.. keep smilee nanti kamu jadi panutanmu..
Choco Syam
maaf bang, tpi aku klo di posisi gina jg bkal mikir sperti itu sihh hehe... kliatan dangkal namun, menyakitkann.. proud of you gina..
maaf yaa nangis sedikittt
Choco Syam: yahh.. berusaha tegarr itu kita harus benar" kuatt..
total 2 replies
Choco Syam
Aku adalah gina di cerita ini. entah kapan kbruntungan itu datang. bukan anak sukung namun, anak harapan yg bahkan kerja kerasnya tidak pernah di lirik sma sekali. bhkan ketika jatuh hanya cemoohan yg di dpat. Gin prgi tenangin diri lo. semakin kamu bersandiwara semakin sakit. dan kamu bisa menghancurkan dirimu sendiri.
Hunk: Karakter Gina mungkin merasa sendirian disini, tapi percayalah… anak harapan yang tak pernah dilirik bukan berarti tak berharga. Kadang semesta memang menunda keberuntungan, bukan menolaknya. Jangan berhenti ya, karena kerja keras yang hari ini tak terlihat, suatu saat akan jadi alasan orang lain menoleh. Tetap kuat, kak. Kamu lebih hebat dari yang kamu kira 🤍✨
total 1 replies
APRILAH
"Tunggu bentar, ca." kata Dio, membuat Gina pun menghentikan langkah kakinya, "res sleting mu terbuka, aku bantu benerin, ya." sambung Dio, menawarkan bantuan.

keknya lebih cocok gitu sih, kak. 🙏
APRILAH: tapi gak tau sih, aku biasa gitu kalo dialog aksi.
tapi gak tau kalo di genre lain
total 2 replies
Panda
cuma mau bilang deskripsi sama percakapan bisa lebih padet

di sini alur belum maju lagi 🤔
Panda
dari kalimat ini sampai beberapa paragraf ke bawah sebelum percakapan itu bisa dipadatkan sebenarnya

jadi awal chapter gak terkesan slow Pace karena ceritamu susah bertipe slow burn

perhatikan dinamis Pace
Hunk: Makasih banget masukannya, Kak panda. Aku paham maksudnya, bagian awal memang masih agak kepanjangan. Ke depannya bakal aku evaluasi biar pacing-nya lebih enak.

Maaf kan diriku yang masih banyak ke kurangan🙏/Cry/
total 1 replies
Serena Khanza
payungnya kek punya ponakan aku 😂😂😂
baby shark doo dooo doo
Kaka's
telat mulu.. 🤣🤣
Kaka's
jadi tukang servis nih 🤭
Kaka's
enak gak.. 🤭
Sean Sensei
/CoolGuy/ : ada yang punya nomor teleponnya?
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Gina sama Azmi pagi" udah bikin sekolah heboh aja /Facepalm/
Panda
bagian akhirnya rada mellow ye e

chapter ini cukup menarik

slow burn yang cukup oke antara Gina dan Azmi 👍
Hunk: Makasih banyak kak🤭 Aku harap bisa bawain chapter yang lebih mellow nanti.
total 1 replies
APRILAH
songong emang kalo banyak duit mah
Hunk: Hahaha kapan ya aku bisa sombong kaya gitu pamer uang🤣. Makasih kak sudah membaca🙏
total 1 replies
Kaka's
coba baca dengan gaya.. menirukan adegan film film, 🤭🤭
Serena Khanza
apa ini apa ini🤔
azmi sama siapa sih mau mu.. gina apa rahmalian 😏
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Apa sebenarnya rencana kedua orang tua mereka ya 🤔
kayak mau deketin Azmi sama gina
Val07
busyet tangannya ringan bener, main tarik rambut anak orang 🤣
Hunk: gpp dio emang pingin botak katanya.
makasih kak sudah membaca🤭🤭/Heart/🙏
total 1 replies
Serena Khanza
duuh kata kata nya jleb banget lagi 🥹
Serena Khanza: sama sama kak 🤭
total 2 replies
Panda
serius ini Dio nempel banget sama cewek cewek

kek nyaman bener

ga mau kasih dia temen Deket cowok atau dia harusnya ada geng cowok

aneh aja kalau dari perspektif cowok 😏

ada sih yang nempel sama geng cewek cuma ehem biasanya rada gemulai (maaaap)

main sama anak cewek itu ga bebas ga bisa gaplok2an yang biasa jadi 'bahasa' persahabatan antar cowok..

ini Dio beda sendiri dan baru kuliat di cerita

penasaran aja apa dia itu punya temen lain selain ngekorin cewek cewek???
Panda: nahhh kannn beneran ini harusnya Uda ada di lebih awal chapterrr biar Dio gak jadi sus 😏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!