NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:106
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. The Superstar Coin.

Setelah berdiam diri selama tiga hari, berarti tiga jam di dunia manusia, Rembulan akhirnya keluar dari Ruang Dimensi. Rasanya badannya kembali bugar. Di ruang tengah, ternyata, sudah menunggu dua asistennya. Mereka tidak bisa masuk tanpa dirinya!

"Wadidauwww, master! Kita sudah menunggu lama, sampai karatan begini!" seloroh Pink yang terkenal dengan mulut tajamnya sedangkan Violet lebih diam dan kalem.

"Bisa wae kamu, bocah tua nakal, berkelakar seperti itu!"

"Belajar dari mana bahasa begitu?" tanya Rembulan sambil mendelikan mata mendengar cerocosan Pink yang seperti emak-emak rempong.

Dia penasaran sebab mereka baru berteman selama 3 tahun, tidak pernah mengajarkan apapun dan menurutnya, tak sekedip mata pun mereka berpisah. Tapi kosa kata keduanya sudah banyak. Rembulan menaruh belanjaannya di ruang tengah.

"Dari membaca pikiran orang-orang yang ada di alam ini!" jawab Pink santai.

Rembulan pun mengangguk tanda paham. Selama tiga tahun di persembunyian, mereka tinggal di kampung, ketiganya berinteraksi dengan banyak orang (dalam wujud manusia).Tak heran dengan kemampuan belajar keduanya yang di atas rata-rata manusia.

"Bagaimana? Hasil, kah? Pekerjaan kalian!?" tanya Rembulan tentang tugas mencari lokasi bakal calon rumahnya.

"Hasil, dong!" tukas keduanya penuh semangat dan sesungguhnya mereka lebih keradan tugas lapangan daripada dalam ruangan.

"Ada sebidang tanah seluas 20 hektar dan semuanya telah terisi bangunan. Belum lagi rumah tapak rata-rata dua atau tiga tingkat. Masalahnya berisi gedung tinggi dan komersial. Anda harus membayar banyak untuk membeli kawasan itu.

"Untuk tanah kosong berupa tanah kering dan basah (empang dan rawa), dimiliki oleh perorangan. Yah, setelah dihitung hampir 20 triliun untuk pembebasan lahan!" jelas Pink.

"Betul, master! Itu baru membeli lahan belum meruntuhkan dan membangun kembali, berarti anda membutuhkan 40-41 triliun. Sepertinya anda harus menjual kembali koin yang ada!" ucap Violet memberi saran.

"Kalau perlu anda jual sekarung atau dua karung!" tambah Violet.

"Dengan koin sebanyak itu yang terjual, jangan tanah seluas itu, seluruh dunia pun bisa anda beli!" seloroh Pink.

"Bahkan kalau lahan itu berisi gedung sebesar Burj Khalifa, Sultan Arab dan Qatar pun lewat!" tambah Violet memanasi hati Rembulan yang sudah adem menjadi panas membara.

"Hmmm! Bisa wae kalian ini manasin aku!" cetus Rembulan.

"Begitu yah. Untukku tak masalah mengeluarkan jumlah banyak kalau menguntungkan, yang penting tujuan tercapai. Kita punya aset tetapi tidak bisa cair cepat!"

"Itu masalahnya!" keluhnya.

"Aku harus menghubungi Ricky agar tersambung kepada Jhon Lee. Siapa tahu tertarik!" ujar Rembulan menerima saran keduanya.

Yah, seperti laporan kedua bestie-nya, saldo di rekeningnya saat ini hanya satu triliun kurang karena dipakai menyewa apartemen dan membeli keperluan pribadinya.

Dia menghubungi Ricky karena pria itu tak mau memberitahukan nomor Jhon Lee. Begitulah bisnis. Harus beretika. Kalau tidak, nyawa taruhannya. Dia menduga, Ricky Pranajaya seperti pebisnis lainnya, ada sisi hitam, yang tidak diketahui publik. Dirinya tak mau berurusan dengan semua kerumitan.

"Ternyata Mr. Jhon Lee tertarik dan dia akan membawa buyer lainnya!"

"Wahhh! Berarti bisnisnya lancar dan duitnya berlimpah!" gumamnya kagum.

"Enggak waras tuh orang! Koneksinya enggak kaleng-kaleng. Duit ratusan miliar sudah seperti receh!" gumamnya.

Maka disepakati pertemuan kedua di kediaman Ricky Pranajaya. Jhon Lee segera terbang ke Indonesia setelah mendengar Rembulan akan melepas koin yang jauh lebih tua umurnya dari yang kemarin dalam jumlah lebih besar dari yang lalu.

Tentu saja, pria taipan itu sangat bersemangat. Kalau sudah bucin, berapapun harga pasti dikejar!

Ketika ditanya, Rembulan tidak mau menyebutkan zaman apa, surprise katanya. Akhirnya, Jhon Lee mengikuti permainan Rembulan.

Keesokan harinya, gadis itu, mendatangi kediaman Ricky dengan taksi online. Hadir pula William beserta isteri.

"Beretiket juga Ricky ini terhadap penghubungnya!" batin Rembulan.

Gadis itu memanggil taksi online untuk sampai di kediaman taipan tersebut.

Pukul 14:00 WIB, Rembulan hadir. Ada William dan Ricky beserta pasangannya. Jhon Lee bersama rekan lainnya, dua orang Asia termasuk dia dan tiga pria bule bermata biru.

Di pojok ada empat orang dengan membawa peralatan diletakan di atas meja. Ricky membuka percakapan.

"Mbak Rembulan, kelima orang ini adalah rekan Mr. Jhon Lee. Mereka sama-sama kolektor. Karena anda bilang akan menjual koin banyak, koleganya tertarik. Mereka juga kolektor koin kuno!" terang Ricky Pranaja dengan bahasa Inggeris agar semua yang hadir mengerti.

Yang dua di belakang adalah orang kita (Indonesia) dan dua lainnya dari Amerika, mereka dari pusat uji karbon seperti waktu itu!" terang Ricky membuka percakapan.

Rembulan mengangguk. Lantas meminta izin ke toilet. Di sana, dia mengeluarkan Ruang Dimensi dari cincinnya. Bersama Pink dan Violet, berteleportasi ke ruang harta karun.

Kedua makhluk Astral itu mengeluarkan koin dari dasar sebab tumpukan berdasarkan zaman peradaban, semakin tua atau awal, maka semakin di dasar bangunan. Sedangkan emas zaman kekinian berada di permukaan.

"Bagaimana, segini cukup, Master!?" tanya Pink setelah mengeluarkan koin yang dimaksud sebanyak 2000 keping dan diekstraksi supaya ringan.

"Yah! Kurasa cukup!" jawab Rembulan.

Dengan telekinesis, keduanya memasukan koin ke dalam dua kantong kulit sebanyak dua ribu koin. Lalu, ditaruhnya di tas ransel.

"Beres kalau begini. Mereka tidak akan bertanya-tanya!" gumamnya sambil menepuk-nepuk tas ransel.

Sementara itu di ruang pertemuan, yang hadir sibuk menggibah tentang dirinya.

"Lee! Kamu yakin koin itu milik dia, bukan hasil curian?" tanya seorang kolega Londonya dengan nada penasaran tinggi dan curiga.

"Tentu saja aku tidak bohong. Kalian sendiri yang merekomendasikan saudaramu yang ahli forensik karbon. Kamu mendengar sendiri hasil analisanya bahwa koin tersebut asli. Lantas mau bagaimana lagi meyakinkanmu!" ujar Jhon Lee setengah kesal (dalam bahasa Inggeris).

"Tapi ... dia seorang gadis muda, hampir seusia anakku. Darimana dia mendapatkan koin-koin langka tersebut. Mustahil dari warisan neneknya bisa sebanyak itu!?" tanya seorang kolega Asianya tetap meragukan.

"Kau ini cerewet, deh. Kita tunggu saja kedatangannya. Nanti, kan diuji lagi. Baru kamu bisa menilai dia berdusta atau jujur!" ucap Jhon Lee sewot.

"Kalian langsung saja bertanya pada ahlinya kalau penasaran biar sekalian tuntas penasaran kalian!" jawab Jhon Lee.

Kolega Londo dan Asianya pun terdiam walau ada rasa ketidak puasan atas jawaban rekannya.

Rembulan kembali ke tengah ruangan dengan membawa dua kantong koin. Bobotnya cukup berat tapi terasa ringan untuknya. Pink dan Violet tetap kasat mata dan berada di sisi Rembulan.

Sesungguhnya, bagi Rembulan, mengangkat dua karung koin (berat normal) sangatlah enteng sebab dia sudah terbuka urat meridian dan terisi tenaga dalam, akibat ledakan cahaya yang menyambar tubuhnya ditambah kultivasi. Tapi tetap, perlu diekstraksi supaya tidak mencolok. Orang-orang tidak menyangka dalam tas ransel yang tidak terlalu besar berisi ribuan koin.

Rembulan mengeluarkan satu koin (bentuk dan bobotnya kembali semula begitu keluar dari kantong tanpa disadari yang hadir sebab mengeluarkan di bawah meja) dari zaman yang berbeda dan diletakan di atas lembaran kulit halus, di atas meja marmer polos. Tiap koin kali ini cukup besar dan berat. Diameternya seukuran tutup air mineral galon dengan berat diperkirakan setengah lebih berat dari masa koin zaman Romawi Kuno yang terjual.

"Koin ini dari zaman Mesir Kuno era Firaun pertama, NARMER atau Menes. Istimewanya, permukaan tidak rusak, tulisan jelas tercetak, tidak ada gambar wajah raja hanya stempel kerajaan yang tertera.

"Saya buka harga 350 milyar rupiah per koin. Ada 1000 keping di tangan saya!" ucap Rembulan membuka percakapan.

Lantas disambut riuh dan decak kagum dari yang hadir. Jhon Lee dan kelima koleganya cukup kaget dan tercengang. Kedua rekannya sudah mengetahui koin pertama!

Ketiganya memakai sarung tangan kulit sebagai syarat yang diberikan Rembulan, ketiganya bergantian memeriksa koin tersebut. Kemudian Ricky, William dan isterinya bergantian menelisik koin berharga fantastis.

Rembulan memberikan sarung tangan kulit ekstra, kepada yang hadir juga dipakai olehnya untuk menjaga estetika koin. Setelah puas memeriksa yang pertama, dirinya mengeluarkan koin kedua.

"Untuk koin kedua, saya menyebutnya The Super Star Coin!"

"Bintangnya untuk koin kuno!"

"Kita tidak ada saat kerajaan pertama dunia ini terbentuk dan kita semua di zaman ini menjadi saksi sejarah bahwa peradaban tertua dunia itu ternyata eksis!" ucapnya dalam bahasa Inggeris lancar.

"Sebagai informasi tambahan. Raja pertama pendiri kerajaan ini, hidup di zaman Nabi Idris (keturunan keenam Nabi Adam) dalam agama Islam."

"Artinya, zaman tersebut berada dalam urutan ke enam dari Nabi Adam dan 10 abad sebelum banjir bandang terdahsyat (era Noah/Nuh). Untuk yang muslim pasti tahu siapa beliau (Nabi Idris) dan kisahnya ada di Al-Quran!"

"Siapa yang muslim?" tanyanya sambil mengedarkan mata ke seisi ruangan.

Yang mengangkat tangan hanya petugas uji karbon dari Indonesia.

"Berarti buyer, non-muslim kalau begitu?" tanya Rembulan.

Sebagian yang hadir pun mengangguk.

"Yah! Gue salah promosi kalau gitu. Mudah-mudahan efek komersialnya sampai ke mereka, nih!" ucap Rembulan sambil memicingkan mata.

Plok!

"Kembali ke laptop!" kelakarnya.

"Okey, deh! Pokoknya terlepas dari semua itu, intinya ini koin asli, seperti yang kemarin, saya jamin. Silahkan petugas pengecekan karbon untuk menguji setelah ini!' ujar Rembulan mengalihkan perhatian kemudian menjelaskan kembali.

"Koin ini dari zaman Sumeria Kuno yang pertama, peninggalan raja Alulim!"

"Ada gambar wajah sang raja di belakangnya dan stempel kerajaan. Dia adalah raja pertama dari bangsa Sumeria yang terkuno, yang ke bawahnya adalah peradaban Mesopotamia yang sekarang dikenal dengan nama Irak.

Langsung mendapat applause dan tatapan penuh kagum. Belum habis keterkejutan mereka pada koin pertama lanjut dengan koin kedua yang lebih spektakuler sebagai pamungkas acara.

"Saya buka dengan harga 500 Milyar rupiah per koin. Ada 1000 keping di tangan saya dan saya pastikan kalian tidak akan menemukan koin seindah ini. Tulisannya jelas dan emasnya murni!" ucapnya sambil mengeluarkan koin kedua.

"Wowww! Unbelievable! Kamu memiliki kedua koin dari peradaban tertua!?"

Terdengar decak kagum dan tepuk tangan meriah dari semua yang datang. Rembulan pun tersenyum. Lantas empat ahli dari uji karbon mendekati meja dan mengambel sampel.

"Kira-kira hasilnya kapan bisa kami terima!?"

Dalam waktu 90 - 120 menit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!