NovelToon NovelToon
Balas Dendam Suamiku!

Balas Dendam Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Pelakor / Keluarga / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dya Veel

Di mata orang banyak, Arini dan Adrian adalah sepasang potret yang sempurna dalam bingkai emas. Adrian dengan wibawanya, dan Arini dengan keanggunan yang tak pernah luntur oleh waktu. Namun, rumah mereka sesungguhnya dibangun di atas tanah yang mulai bergetar.
​Kehadiran sebuah surat usang yang tiba-tiba, perlahan mengikis cat indah yang membungkus rahasia masa lalu. Arini mulai sadar bahwa selama ini ia tidak sedang memeluk seorang suami, melainkan sebuah rencana besar yang disembunyikan di balik senyum yang paling manis.

Baginya, air mata adalah sia-sia. Di balik keanggunannya yang tetap terjaga, Arini mulai menggeser bidak-bidak catur dengan jemari yang tenang. Kini, ia bukan lagi seorang istri yang dikhianati, melainkan sutradara dari akhir kisah suaminya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dya Veel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar?

Siang menjelang malam. Elang pun kembali ke ruangan bosnya itu dengan membawa informasi akurat yang sudah Ia jelajahi dari jadwal penerbangan maskapai di Jakarta serta website lainnya.

Ia menyerahkan sebuah map cokelat yang berisi kertas copy yang tertera tiket penerbangan Arini, keberangkatannya bahkan alamat rumahnya di Amsterdam.

Setelah mendapatkan lokasi pasti dari Elang, Adrian tidak menunggu sedetik pun. Ia mengabaikan tiga rapat penting dan jadwal audit tahunan perusahaan. Baginya, angka-angka di atas kertas tidak lagi berarti jika Arini benar-benar menghilang dari hidupnya.

Di Bandara Soekarno-Hatta Adrian duduk di executive lounge dengan tatapan kosong. Di tangannya, ia memegang paspor dan tiket first class menuju Schiphol. Biasanya, ia menikmati kemewahan ini untuk perjalanan bisnis, namun kali ini, kursi empuk dan pelayanan VIP terasa seperti penjara. Ia terus melihat jam tangannya, merasa setiap detik yang berlalu adalah jarak yang semakin lebar antara dirinya dan Arini.

"Kenapa kamu harus sejauh ini, Arini?" bisiknya sambil meremas botol mineral di tangannya.

Selama 14 jam penerbangan, Adrian tidak bisa memejamkan mata. Setiap kali ia mencoba tidur, bayangan wajah Arini yang dingin saat terakhir kali mereka bertemu muncul menghantui. Ia mencoba mengalihkan perhatian dengan membuka laptop, namun yang ia lihat justru folder foto lama mereka yang tak sengaja ia temukan di cloud.

Ia teringat betapa Arini selalu menyiapkan pakaiannya, memastikan kopinya selalu panas, dan bagaimana Arini tetap tersenyum meski ia pulang larut malam dengan aroma parfum wanita lain. Adrian merasa dadanya sesak oleh penyesalan yang terlambat. Ia menyadari bahwa perusahaan yang ia pimpin di Amsterdam yang ia bangun sebagai cadangan kekayaan pribadinya, ternyata tidak ada apa-apanya dibanding kehilangan satu orang yang tulus mencintainya.

Pesawat mendarat di Bandara Schiphol saat fajar mulai menyingsing. Udara dingin Belanda langsung menusuk hingga ke tulang begitu Adrian keluar dari pintu kedatangan. Di sana, seorang pria berjas hitam, Hendrik, manajer kepercayaan di kantor cabangnya di Amsterdam, sudah menunggu dengan papan nama.

"Selamat datang, Tuan Adrian. Mobil sudah siap," ucap Hendrik dalam bahasa Inggris yang kental dengan aksen Belanda.

Adrian hanya mengangguk singkat. Wajahnya yang kuyu menunjukkan kelelahan yang luar biasa, namun matanya memancarkan tekad yang keras. "Langsung ke alamat yang saya berikan semalam, Hendrik. Jangan ke kantor, jangan ke hotel."

"Tapi Tuan, Anda perlu istirahat, perjalanan ini sangat—"

"Sekarang, Hendrik!" potong Adrian tegas.

Mobil Audi hitam dengan plat resmi perusahaan itu meluncur membelah jalanan Amsterdam yang masih lengang. Adrian menatap keluar jendela, melihat kincir angin di kejauhan dan kanal-kanal yang mulai membeku di pinggirannya. Pikirannya hanya satu, Arini harus pulang.

Mobil berhenti di sebuah kawasan hunian klasik di pinggiran kota yang tenang. Bangunan-bangunan di sana bergaya Dutch Baroque dengan jendela-jendela besar. Hendrik membukakan pintu untuk Adrian.

"Ini alamatnya, Tuan. Menurut informasi, Ibu Arini tinggal di unit ini."

Arini dan Ryan baru saja kembali dari supermarket. Keduanya baru sana turun dari dalam mobil. Ryan membawa dua kantong belanjaan besar, sementara Arini tertawa kecil mendengar cerita Ryan tentang kekonyolannya saat mencoba menawar harga di pasar bunga. Namun, tawa itu seketika mati.

Senyum pada wajah Arini seketika luntur begitu melihat sosok yang tak asing kini sedang berdiri di depan gerbang rumahnya.

"Adrian?"

Ryan mengikuti arah pandangan Arini. Seorang pria tinggi, dengan rambut hitam dan memakai jas hitam kini sedang berdiri di depan kediaman Arini, seolah menunggu seseorang untuk keluar dari sana.

Tak lama, pria itu menoleh. Matanya membulat begitu melihat Arini. Adrian melangkah maju. Matanya hanya tertuju pada Arini, mengabaikan arsitektur bangunan klasik di sekelilingnya. "Aku menemukanmu, Arini. Akhirnya."

"Mau apa lagi kamu ke sini, Adrian?" suara Arini dingin, sedingin angin Amsterdam sore itu.

"Arini, tolong... dengarkan aku dulu," Adrian mencoba meraih tangan Arini dengan gerakan putus asa.

"Jangan pergi lagi... Aku ingin kita berbicara sebentar.."

"Aku datang buat jemput kamu, Arini,"

Arini menarik tangannya sebelum Adrian sempat menyentuhnya. Matanya menyala karena amarah yang selama ini ia tekan. "Jakarta bukan lagi rumahku. Dan kamu? Kamu bukan lagi tujuanku. Pergi, Adrian. Sebelum aku memanggil pihak keamanan."

"Aku tidak akan pergi tanpa kamu!" seru Adrian keras kepala.

"Siapa yang membantumu sejauh ini? Siapa yang memberimu keberanian untuk mengusir suamimu sendiri?"

"Kamu bukan suamiku lagi, Adrian! Surat perceraian itu, kamu sudah baca kan?!" tepis Arini dengan emosi meledak.

"Kita bercerai! Itu yang kamu mau kan?! Silahkan kejar jalang itu, dan jangan pernah muncul dihadapan aku sampai mediasi!"

Tepat saat itu, Ryan yang sejak tadi mengamati dari samping mobil akhirnya berjalan mendekati keduanya. Ia melangkah tenang , lalu berdiri di samping Arini. Dengan satu gerakan tegas, ia menepis tangan Adrian yang kembali mencoba mendekat ke arah Arini. Mata birunya menatap tajam Adrian.

"Dia sudah memintamu pergi dengan sopan," ujar Ryan dengan nada rendah yang mengancam. Pelafalannya terdengar fasih, meski wajahnya orang Belanda.

"Kurasa telingamu masih berfungsi dengan baik untuk mendengar kata 'pergi'."

Adrian tersentak. Ia menatap pria asing di hadapannya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemarahannya memuncak saat melihat betapa protektifnya pria itu terhadap Arini.

"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu mencampuri urusan rumah tangga kami!" bentak Adrian.

Ryan tidak gentar. Ia melirik Arini sekilas, seolah meminta izin lewat tatapan mata, lalu kembali menatap Adrian dengan mantap. "Saya Ryan. Dan untuk menjawab pertanyaanmu... saya adalah pacar Arini."

Udara di sekitar mereka seolah membeku. Arini terbelalak, jantungnya berdegup kencang. Namun, melihat wajah Adrian yang memerah karena murka dan harga diri yang terluka, ada sesuatu dalam diri Arini yang ingin membalas rasa sakit itu.

"Benar," sahut Arini, suaranya kini lebih tenang. "Dia pacarku. Dia orang yang ada di sini saat aku hancur karena perbuatanmu."

Ryan segera menggenggam jemari Arini, menautkannya dengan erat di depan mata Adrian. Sebuah pernyataan bisu yang jauh lebih menyakitkan daripada kata-kata.

Adrian mengepalkan tangannya. Dadanya naik turun menahan emosi yang meledak-ledak. Melihat wanita yang selama ini ia anggap sebagai 'miliknya' kini menggenggam tangan pria lain di negeri asing, membuatnya merasa seperti kehilangan pijakan.

"Kamu... mengkhianatiku, Arini?" suara Adrian bergetar hebat.

Arini tersenyum pahit, senyum paling menyedihkan yang pernah Adrian lihat. "Pengkhianatan? Lucu sekali kata itu keluar dari mulutmu, Adrian. Sekarang, silakan pergi. Jangan kotori tempat tinggalku dengan kehadiranmu."

Ryan menarik lembut bahu Arini, berjalan beriringan dengannya masuk ke dalam rumah tanpa menoleh lagi. Pintu kayu besar itu tertutup dengan suara debuman pelan, meninggalkan Adrian mematung di trotoar jalanan Amsterdam yang mulai menggelap, hancur oleh bayangannya sendiri.

1
gina altira
ya Adrian lah yang harus nanggung, enak aja Arina yg harus nanggung.
gina altira
ada apa ini,, kasusnya jd merembet ke Arini. jd target utamanya itu Arini?
Allea
laaa yg selingkuh si andrian kenapa u yg takut arini 😄
stela aza
lanjut thor langsung 3 bab
Ariany Sudjana
semangat Ryan, jangan diam saja, nanti Arini diambil orang lho
lovina
cerita bgni pasti balikan lg. sok kuat tp lemah, cerita pasaran ini akan sm aja dgn cerita lainnya mana mampu author buat beda, kalau hasil imajinasi sndiri pasti beda tp kalau taulah pasti bakal sama, cerita ini kek hanya ganti nama pemeran sj...membosankan ketika ceritanya di buat ribet pdhl konfliknya ringan,
...: manusia bego
total 2 replies
Ariany Sudjana
biarkan saja laki-laki pecundang seperti Adrian, kamu kejar kebahagiaan kamu sendiri Arini
kriwil
pertama tama colok mata nya si elang lalu si andrian 🙄
ig@__02chani: halo kakak 🙋🏻‍♀️ salam kenal.. jika berkenan & suka novel nuansa korea yg santai & humoris boleh mampir jg di novel "Chef Do", saya up tiap hari kak, terima kasih🙏🏻👍
total 1 replies
kriwil
wong tingal jawab ae kok ribet to arini ,malah kesan nya km itu kayak gundik nya🤣
kriwil
fokus cuma diam sampai memuji si gundik lakinya🤣
kriwil
ga rela buat biayain wanita itu nyatanya gundik lakinya udah kenyang dari otong lakimu juga hidup hedon nya si gundik🤣
kriwil
jalang nya aja dapat kertu ulimite lah bini sah cuma seseran🙄
Aretha Shanum
di awal ya pendaftaran
Nurjannah Rajja
Iya kalau di depan pengumuman...
Diumumkan kepada khalayak bahwa akan ada seorang yg akan merasa menyesal dikemudian hari karena kesalahanya sendiri.
Demikian... ttd😁
Mommy Dza
Semangat Author 💪🔥
Mommy Dza
Semangat Arini 💪🔥🤭❤️
gina altira
makan tuh penyesalan
Mommy Dza
IM here Rin ❤️
Mommy Dza
Gak usah takut Rin 🤭
Mommy Dza
Eehh bocor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!