NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: tamat
Genre:Ilmu Kanuragan / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara Wanita ( bagian 1 )

Sontak perhatian semua orang langsung tertuju pada Wulandari. Resi Wiramapati segera menjadi putri bungsu nya ini.

"Jaga sikap mu, Cah Ayu..

Jangan bikin malu aku di depan orang orang ini", bisik Resi Wiramapati segera.

"Tapi Ayahanda, dia lah orang yang berebut hewan buruan dengan ku tadi pagi. Dia menindas ku Ayahanda.. ", jawab Wulandari tak mau kalah.

Belum sempat Resi Wiramapati bicara, Jenar Karana yang tahu maksud Wulandari mengadu pada ayahnya, langsung maju dan bicara.

" Itu semua tidak benar, Resi. Semuanya hanya kesalahpahaman saja... "

Segera Jenar Karana menjelaskan duduk permasalahan nya dengan gamblang, termasuk dengan dua senjata yang membunuh babi hutan itu. Dia pun juga sudah membagi nya dengan adil dengan membelah babi hutan yang mereka buru menjadi dua bagian sama besar.

"Begitulah yang terjadi, Resi. Mohon jangan salah paham dengan ini semua... ", pungkas Jenar Karana mengakhiri ceritanya. Resi Wiramapati manggut-manggut mendengar cerita murid Padepokan Pesisir Selatan itu.

"Menurut ku, itu sebuah tindakan yang bijaksana Anak Muda. Eh siapa nama mu? "

"Saya Jenar Karana, Resi... ", jawab Jenar Karana dengan sopan.

" Ya ya ya, Jenar Karana ya. Tindakan mu membagi babi hutan menjadi dua itu sudah paling adil. Aku tidak akan menyalahkan mu", lanjut Resi Wiramapati kemudian.

"Ayahanda mengapa kau bela orang luar? ", protes Wulandari segera.

" Ini bukan masalah orang luar atau dalam, Anak ku. Tapi ini soal prinsip keadilan. Kalian berdua sudah mendapatkan hak masing-masing sesuatu dengan hasil kerja keras kalian. Apalagi yang mau dipermasalahkan?

Oh iya lupa, ini putri ku Wulandari. Mohon maaf biasanya aku terlalu memanjakan nya jadi sikapnya menjadi seperti ini. Mohon kalian semua terutama kau Jenar Karana, tidak menyalahkan nya", Resi Wiramapati mengalihkan perhatian pada rombongan Pangeran Dyah Rangga.

"Itu bukan masalah besar, Resi..

Kedatangan kami kesini sebenarnya ingin meminta bantuan dari Resi. Para penduduk sekitar pertapaan mengatakan bahwa hanya tempat ini saja yang memiliki kereta kuda lengkap dengan kuda penarik nya. Kami adalah rombongan dari Kadipaten Bhagawanta yang baru saja mendapat musibah hingga kehilangan kendaraan kami. Mohon dengan sangat agar Resi Wiramapati bersedia untuk membantu kami", sahut Wanapati segera.

"Kereta kuda adalah barang berharga. Mana bisa dipinjamkan begitu saja? ", serah Wulandari dengan sedikit ketus.

" Perkara itu Nini Wulandari tak perlu khawatir. Kami bersedia memberikan harga yang pantas", kembali Wanapati bersuara sambil mengeluarkan kantong kain berisi kepeng emas dan perak yang di dapat Si Kundu dari tempat tinggal Dewi Amba kemudian mengulurkan nya pada Resi Wiramapati.

Hemmmmmmmmm...

"Ini bukan masalah uang, Nakmas...

Aku bersedia untuk memberikan kereta kuda dan kuda tunggangan pada kalian semua. Tetapi selain uang, aku juga meminta satu syarat kepada kalian", jawab Resi Wiramapati sambil tersenyum.

" Katakan saja apa yang kau mau, pendeta tua?

Kami tidak punya banyak waktu untuk basa basi disini. Ada hal yang harus kami kejar ", Si Kundu yang sedari tadi diam saja, nimbrung pembicaraan.

" Yang sopan kalau bicara sama seorang pendeta, Ndu. Jangan bikin malu ", geram Limbu Jati sambil menginjak jempol kaki Si Kundu yang berdiri di sampingnya.

Waadddduuuuuuhhhhh....

Kontan saja Si Kundu menjerit kesakitan karena injakan kaki Limbu Jati mengenai jempol kaki kiri nya yang kena duri semak belukar sewaktu perjalanan tadi.

"Mohon jangan diambil hati omongan kawan ku ini, Resi.. ", pinta Wanapati dengan tulus.

" Bukan masalah besar, Kisanak..

Aku cuma minta malam ini bermalam lah di Pertapaan Linggapura. Jika terjadi suatu keributandi sini, mohon kalian turun tangan. Itu saja yang aku minta. Besok pagi ku pastikan saat kalian hendak berangkat melanjutkan perjalanan, apa yang kalian minta sudah ada. Bagaimana permintaan ku? Masih masuk akal bukan? "

Meskipun tidak mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh Resi Wiramapati, Wanapati yang didaulat sebagai pimpinan pengawal pribadi Dyah Rangga segera menyetujuinya. Maka mereka pun ditempatkan pada sebuah balai yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat para tamu yang berkunjung ke Pertapaan Linggapura.

Sinar matahari mulai memerah di ufuk barat, menjadi penanda bahwa sebentar lagi malam akan segera tiba di kawasan tempat itu. Ribuan kelelawar mulai berduyun-duyun terbang keluar mencari makan sementara para burung siang sudah kembali ke sarang.

Tak lama berselang, malam pun segera menyelimuti kawasan Pertapaan Linggapura. Menutupi angkasa dengan kegelapan abadi meskipun cahaya bintang dan bulan separuh masih bisa memberikan pelita di kegelapan malam hari yang cerah tanpa awan. Suara burung burung malam di padu dengan suara jangkrik dan belalang yang seolah-olah bernyanyi di balik semak belukar menjadi irama wajib yang semakin menambah sepinya malam.

Jenar Karana membenahi lampu sentir yang menjadi pelita pada beranda tempat bermalam rombongannya, sementara Si Kundu asyik mengunyah singkong rebus yang masih mengepulkan uap panas.

Tetapi tiba-tiba suara nyanyian malam itu terhenti.

Perubahan ini membuat Jenar Karana menghentikan pekerjaannya dan langsung menajamkan penglihatan ke arah selatan. Ini membuat Si Kundu langsung angkat suara.

"Ada apa Nar?"

Jenar Karana tak segera menjawabnya melainkan meletakkan telunjuknya di depan mulut sebagai isyarat pada Si Kundu untuk tidak bersuara lagi.

Ssssstttttttt.....!!!!!!

Si Kundu pun mengerti dan segera bangkit dari tempat duduknya. Dia celingukan kesana kemari mencari senjatanya ketika Jenar Karana mulai memasang dua pedang nya di punggung nya. Jelas ini adalah isyarat tanda bahaya.

Meskipun sangat pelan, telinga Jenar Karana mendengar suara ranting kering patah terinjak seseorang. Maka ia pun langsung menjejakkan kaki nya ke lantai hingga tubuhnya melesat cepat ke arah sumber suara sambil mengayunkan Pedang Taring Naga nya.

Shhrrreeeeeeeettttttttt....!!

Orang yang berjalan mengendap-endap tadi kaget bukan main saat sebuah pedang terayun ke arah nya. Tetapi ia dengan cepat menggunakan senjata nya sebagai pertahanan.

Thhrraaaaaaaannnngggggg!!!!!

Benturan dua senjata terdengar nyaring membelah kesunyian malam. Yang menyerang terdorong mundur beberapa langkah sedangkan yang diserang terpental ke belakang meskipun berhasil merubah gerakan tubuhnya dan bersiaga untuk pertarungan selanjutnya.

Orang ini bangkit sambil menatap tajam ke arah Jenar Karana.

"Bocah, siapa kau? Aku belum pernah melihat mu di sini sebelumnya.

Kau orang yang di sewa Resi Wiramapati untuk melindungi tempat ini? ", tanya lelaki berbadan kekar ini segera.

Pria berbadan kekar ini adalah Kundala, kepala pengawal Kepatihan Paguhan. Bekas pendekar yang kini menjadi orang kepercayaan Patih Mpu Ranu, sang warangka praja Paguhan. Kedatangan nya kesini adalah sebagai penculik Wulandari karena putra Patih Mpu Ranu yang bernama Jatmika sangat menginginkan Wulandari menjadi istri nya meskipun keinginan nya ditolak mentah-mentah oleh sang kembang Pertapaan Linggapura. Oleh karena ingin memenuhi keinginan sang putra inilah Kundala diutus untuk menculiknya.

Kundala selain datang bersama dengan seratus orang prajurit pilihan juga membawa beberapa pendekar tangguh seperti Ki Wayung yang berjuluk Pendekar Kepala Besi Gunung Kijang dan Nyai Kaniraras sang Dewi Lengan Seribu. Keduanya jelas akan digunakan untuk merepotkan Resi Wiramapati sementara Kundala menjalankan tugasnya sebagai penculik Wulandari.

"Siapa aku itu tidak penting, Kisanak!

Tapi siapapun yang berani untuk membuat kekacauan di Pertapaan Linggapura malam ini harus berhadapan dulu dengan ku.. ", tegas Jenar Karana sambil bersiap untuk bertarung.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Jenar Karana, emosi Kundala tersulut juga. Sebagai pengawal Kepatihan Paguhan yang selalu dihormati bahkan oleh jajaran perwira tinggi Paguhan, ini jelas merupakan penghinaan terhadap nya. Maka Kundala pun langsung mendengus keras sambil melesat ke arah Jenar Karana seraya berkata,

"Ku cincang tubuh mu, bocah tengik..!! "

1
Tamburelo
Kang Ebez dah nerbitin karya baru, jangan sampai karya lama ditinggal ya. Seperti yg sudah". 🙏
Bayu Gunung
sudah THE END rupanya...😔😔😔
Idrus Salam
Coba bercerita dulu tentang seorang ahli beladiri atau Jawara, yang terlibat dalam alur kejamnya dunia Mafia demi menyelesaikan misi petualangannya.
Amit: tamat thor
total 1 replies
Rafly Rafly
we..la..falaaah 😄
Bayu Gunung
Seta Keling dalam drama radio Brama Kumbara🤣🤣🤣🤣🤣
Bayu Gunung
ternyata sudah TAMAT ceritanya😔😔😔
Windy Veriyanti
ada apa dengan Noveltoon ini...😔
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!