Penasaran dengan ceritanya langsung aja yuk kita baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27: BEBAN MINUS SATU
BAB 27: BEBAN MINUS SATU
Tubuh Arga ambruk ke tanah. Rasa sakitnya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata; seolah-olah ribuan jarum panas merayap di bawah kulitnya, mencari jalan menuju jantung. Angka -1 di telapak tangannya berdenyut dengan warna hitam pekat yang tampak seperti lubang yang mengisap cahaya di sekitarnya.
"Apa... apa yang terjadi padaku?" rintih Arga. Keringat dingin bercampur cairan hitam menetes dari dahinya.
Damar, si Kurir Nomor 0, mundur selangkah dengan wajah pucat. "Angka minus... Itu artinya kau bukan lagi bagian dari hitungan Gudang. Kau adalah Anomali. Kau telah menyerap beban yang seharusnya tidak bisa ditampung oleh manusia. Kau sekarang adalah penjara bagi jiwa-jiwa itu."
Di kejauhan, ribuan Pembersih Parasit—makhluk-makhluk kecil berkaki banyak dengan wajah menyerupai topeng bayi yang retak—mulai merayap menaiki reruntuhan gedung dengan kecepatan luar biasa. Suara gesekan kaki mereka di beton terdengar seperti jutaan kecoa yang kelaparan.
"Mereka mencium bau 'sampah' di dalam tubuhmu, Arga! Lari!" teriak Damar.
Arga mencoba berdiri. Setiap gerakan terasa sangat berat, seolah ia memanggul beban ribuan orang di pundaknya. Saat salah satu Pembersih Parasit melompat ke arahnya, refleks Arga bekerja. Ia mengayunkan tangannya, dan sebuah gelombang kejut berwarna hitam legam terpental keluar dari angka -1.
Makhluk itu hancur seketika, berubah menjadi debu halus. Namun, Arga merasakan jiwanya sedikit terkikis.
"Setiap kali kau menggunakan kekuatan itu, jiwa-jiwa di dalammu akan memakan kemanusiaanmu," Damar memperingatkan sambil menarik Arga masuk ke dalam sebuah lorong bawah tanah yang tersembunyi.
"Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak bisa terus lari!" Arga terengah-engah.
"Kau harus mencari Alat Pemurni. Ayahmu pernah bercerita tentang sebuah tempat yang disebut Sektor Tanpa Nama. Itu adalah tempat di mana semua kesalahan administrasi Gudang disimpan sebelum dimusnahkan. Di sana ada sebuah tungku dingin yang bisa melepaskan jiwa-jiwa itu tanpa harus menghancurkanmu."
Mereka berlari menembus gelapnya lorong bawah tanah Jakarta. Namun, Arga menyadari sesuatu yang aneh. Bayangannya di dinding tidak mengikuti gerakannya. Bayangan itu tampak tertinggal, merangkak, dan terkadang terlihat seperti sosok-sosok yang berbeda—ada yang seperti anak kecil, orang tua, dan wanita yang menangis.
"Mereka mulai mengambil alih..." bisik Arga ngeri.
Tiba-tiba, jalan di depan mereka buntu. Di belakang mereka, ribuan Pembersih Parasit sudah memenuhi lorong. Suara tawa anak kecil yang melengking bergema dari gerombolan makhluk itu.
"Arga, berikan tanganmu padaku!" Damar mengeluarkan sebuah belati karatan.
"Untuk apa?"
"Aku harus membagi bebanmu! Jika tidak, kau akan meledak dan kota ini akan tertutup kabut abadi!"
Tanpa menunggu persetujuan, Damar menyayat telapak tangannya sendiri dan menggenggam tangan Arga yang berangka -1. Cahaya hitam berpindah sebagian ke tubuh Damar. Damar mengerang hebat, rambutnya seketika memutih karena tekanan energi negatif tersebut.
"Sekarang... hantam dinding itu dengan sisa tenagamu!" perintah Damar dengan suara serak.
Arga melepaskan ledakan dari angka -1. Dinding beton itu hancur, namun di balik dinding itu bukan jalan keluar, melainkan sebuah Ruang Sortir raksasa yang berisi ribuan laci besi yang tertanam di dinding hingga tak terlihat ujungnya.
Di tengah ruangan, berdiri seorang wanita tua yang sedang menjahit kain kafan dengan benang emas. Ia menoleh perlahan, matanya tertutup selaput putih.
"Sudah lama sekali tidak ada kurir yang datang membawa angka minus," ucap wanita itu. "Selamat datang di Sektor Tanpa Nama, tempat di mana semua yang terlupakan dikumpulkan."
Wanita itu menunjuk ke salah satu laci yang terbuka. "Masuklah ke sana, Arga. Cari namamu di antara jutaan laci ini. Jika kau menemukannya, kau selamat. Jika kau salah membuka laci, kau akan menjadi penghuni tetap di sini."
Dapatkan Arga menemukan "Laci Namanya" di tengah jutaan laci tanpa identitas? Dan apa yang akan terjadi pada Damar yang kini menanggung sebagian beban kutukan Arga?