NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:435
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 27

plak

Tamparan keras itu mendarat di pipinya tanpa peringatan. Suaranya keras menyayat hati wanita yang ditamparnya, tubuhnya gemetar kedua matanya memerah.

"Kau," lirih Tiara sembari memegangi pipi nya ia terdiam menatap menantu yang sangat dicintai putranya dengan sangat tidak sopan menampar nya begitu saja.

Arumi tertawa melihat ekspresi terkejut yang diperlihatkan Tiara,"Itu belum seberapa ibu mertua. Ku peringat kan jangan kau ikut campur urusan ku lagi dan ya ... Kau benar aku punya pria lain seperti yang kau tuduhkan," ucap Arumi ia pun melanjutkan tertawanya.

"Kenapa kau lakukan itu, hah! Putra ku sangat mencintai mu tapi kenapa kau balas dengan pengkhianatan!" marah Tiara tangannya terkepal kuat melihat Tiara yang tidak punya hati telah mempermainkan putranya.

"Pengkhianatan? Aku tidak pernah mengkhianatinya bahkan aku tidak pernah mencintai nya putra mu juga tidak pernah mau menceraikan ku jadi jangan salahkan aku jika aku mencari pria lain yang memang aku cintai!" balas Arumi bergegas pergi dengan amarah yang sama.

Braakkk

Suara pintu yang begitu keras meluluhkan tubuh Tiara yang terduduk lemas di atas sofa. Ia menangis terisak dan tidak menyangka jika sifat menantunya seperti itu.

"Apa salah ku di masa lalu hingga putra ku satu satunya mendapatkan wanita seperti dia.," sesal Tiara meratapi nasib Kenan entah apa yang terjadi jika dia tau kalau Arumi telah mengkhianati nya.

"Nina, kau kan sudah lama tinggal dengan Nona Arumi di mansion apa memang sifat aslinya begitu?" tanya Tina yang kini menggosip di belakang setelah Tiara pergi.

"Setau aku dia memang selalu membenci Tuan Kenan tapi aku tidak menyangka jika dia mengkhianati Tuan. Padahal Tuan sangat mencintai nya dan kau lihat kan akhir-akhir ini sebelum Tuan berangkat ke Paris sikap Nona berbeda dan terlihat sangat mencintai Tuan Kenan," terang Nina.

"Lalu mengapa sekarang Nona malah selingkuh?" tanya Tina lagi yang masih penasaran.

"Aku tidak tau, yasudah lebih baik kita lanjutkan tidur besok aku harus pergi ke rumah sakit menggantikan Nona Riana menjaga Nona kecil," ajak Nina pada Tina.

***

Pagi hari di rumah sakit Ayumi merasa senang karena dapat melihat sang Ayah walaupun melalui vidio call.

"Bagaimana keadaan Ayumi apa sudah diperbolehkan pulang ke rumah," tanya Kenan sembari mengajak Ayumi bercanda.

"Besok sudah diperbolehkan pulang kak," jawab Riana yang sedang memegangi kepalanya karena di pukul pelan oleh Arumi.

Kenan terkekeh lalu terdiam ingin sekali ia bertanya tentang Arumi tapi ia urungkan karena pasti jawaban nya tetap sama Riana tidak tau karena Arumi selalu keluar rumah dan mereka pun hanya bertemu sekilas.

Riana tidak ingin ikut campur masalah sang kakak ia hanya berharap kakak nya cepat pulang ke jakarta.

"Hello, tuan putri kecil ku," Nina datang dengan berbagai macam bag bersama Anita yang sengaja ingin menjenguk Ayumi karena sebelumnya ia dihubungi oleh Kenan yang mana menceritakan tentang Arumi.

Sebelumnya memang Anita jarang bertemu semenjak ia bekerja di sebuah restoran setelah beberapa bulan menggantikan sepupunya menjadi ob di perusahaan Kenan.

"Aku titip Ayumi ya Anita soalnya sekarang juga aku harus meeting," pamit Riana.

"Baik, Bu," jawab Anita.

***

Paris waktu setempat Kenan menutup laptop nya setelah menghubungi putrinya. Hari ini ia sangat lelah tapi syukurlah semua pekerjaan telah selesai.

Dreet

Dreet

"Ada apa?" jawab Kenan.

"Ketus sekali aku hanya ingin bertanya apa kau sudah menyelesaikan pekerjaan mu?" Dahi Kenan mengerut lalu ia menatap kembali ponselnya terlihat jelas jika itu panggilan dari Jen.

"Memangnya apa urusan mu sudah selesai atau belum? Ku ingatkan pengacara Jen jangan memanfaatkan situasi," tegas Kenan memutuskan panggilan teleponnya.

Ia menarik napas dalam mengeluarkannya secara perlahan hatinya saat ini berubah sangat sensitif karena setiap harinya ia mendapat kabar tentang sang istri langsung dari sang mami.

ingin sekali ia tidak percaya Arumi bisa berbuat sebegitu kejam padanya padahal ia tidak pernah sekalipun menyakiti istrinya.

"Jika memang begitu kebenaran nya aku harus apa? Aku sudah mengorbankan semuanya untuk mu apa mungkin sampai kapan pun kau tidak akan pernah menerima ku? Memaafkan ku? Lalu siapa pria yang membuatmu jatuh cinta itu, Arumi," lirih Kenan yang secara tidak sadar meneteskan air mata karena begitu pedihnya mencintai.

***

Jena merasa kesal karena niatnya bertanya malah Kenan sangat ketus padanya. Sedari tadi pria tua yang berdiri di pintu kamar itu pun memperhatikan putrinya sedang mengacak acak rambutnya.

Pria itu berdehem membuat Jena menatap sang Daddy dengan cepat ia merapikan rambut panjangnya yang sempat diacak oleh nya.

"Kesal sama siapa?" tanya Dika melangkah masuk mendekati putrinya.

Jena hanya diam memalingkan wajahnya. Dika hanya tersenyum ia meraih tangan sang putrinya mengelus lembut dan bertanya kembali.

Pertanyaan Dika malah membuat Jena merengek seperti anak kecil terlihat jelas itu bukan putri yang biasa ia lihat.

"Daddy apa aku salah menyukainya?" rengek Jena.

"Oh, putri Daddy sedang jatuh cinta? Sama siapa?" tanya Dika.

"Putra keluarga Dirgantara, Dad," lirih Jena.

"Oh ... Apa?! Kamu menyukai suami orang! Gila kamu Jena," Dika terkejut karena ia sangat mengenal keluarga Dirgantara dan ia tau persis putra tunggalnya itu sudah menikah dan mempunyai satu putri.

"Jadi gak boleh ya Ded," ucap Jena membuat Dika menghela napas.

"Kamu itu ya, Jen sudah berapa pria kamu tolak tapi pilihan mu malah suami orang. Daddy sudah menjodohkan mu terakhir dengan seorang polisi tapi kamu menolak," seru Dika.

"Apaan sih Daddy polisi? Apa Daddy yakin dia polisi? Lihat saja wajahnya seperti artis Korea Daddy dia artis kali bukan polisi,"

Sebelum Jena pergi ke Paris Dika sudah menjodohkannya dengan seorang perwira polisi tapi Jena menolak langsung membuat Dika merasa tidak enak tapi beruntung lah Pria itu tidak merasa tersinggung begitu pun ibunya ia tidak memiliki Ayah karena sudah gugur di Medan perang. Ayah pria itu seorang TNI tapi justru putranya memilih menjadi polisi.

"Lebih baik Daddy aja yang menikah dengan ibu nya polisi itu. Sepertinya dia sangat cocok dengan Daddy," ledek Jena lanjut dengan tertawa Dika pun kesal lalu menyentil dahinya.

"Pikiran mu itu, Jen, Jen kau kan tau sampai kapan pun Daddy tidak akan menikah lagi," ujar Dika.

"Sakit lah Daddy ... Iya tau cinta Daddy sudah mentok sama mommy begitu pun aku cinta ku sudah mentok sama Kenan pria dingin dan ketus sangat menantang buat ku," balas Jena.

Ia beranjak pergi meninggalkan Dika yang hanya menggelengkan kepalanya heran. Dika menatap bingkai foto sang istri bersama putrinya.

"Kau lihat kan? Putrimu itu sudah besar mengenal cinta tapi kenapa seleranya suami orang?" ujar Dika menunjuk bingkai foto sang istri

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!